Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

R.A. Wiranatakusumah II The Founding Father Kota Bandung

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 23 Sep 2021
  • visibility 117
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Pada 25 September ini, Kota Bandung akan berusia 211 tahun. Seiring dengan berjalannya zaman, kota tercinta ini telah banyak berubah.

Bandung telah menjadi kota metropolitan dan berpenduduk heterogen. Dunia pun telah mengaku Kota Bandung sebagai smart city.

Namun tak jarang sejumlah orang yang masih keliru soal Kota Bandung dan Kabupaten Bandung.

Dikutip dari situs resmi Pemerintah Kota Bandung, Kota Bandung tidak berdiri bersamaan dengan pembentukan Kabupaten Bandung. Kota itu dibangun dengan tenggang waktu sangat jauh setelah Kabupaten Bandung berdiri.

Kabupaten Bandung dibentuk pada sekitar pertengahan abad ke-17 Masehi dengan Bupati pertama Tumenggung Wirangunangun.

Ia memerintah Kabupaten Bandung beribukota di Krapyak (sekarang Dayeuhkolot), kira-kira 11 kilometer ke arah selatan dari pusat Kota Bandung sekarang.

Ketika Kabupaten Bandung dipimpin oleh Bupati ke-6, yakni R.A. Wiranatakusumah II (1794-1829) yang dijuluki “Dalem Kaum”, kekuasaan di Nusantara beralih dari Kompeni kepada Pemerintah Hindia Belanda, dengan Gubernur Jenderal pertama Herman Willem Daendels (1808-1811).

Untuk kelancaran menjalankan tugasnya di Pulau Jawa, Daendels membangun Jalan Raya Pos (Groote Poshweg) dari Anyer di ujung Jawa Barat ke Panarukan di ujung Jawa Timur (± 1000 kilometer).

Pembangunan jalan raya itu dilakukan oleh rakyat pribumi di bawah pimpinan bupati daerah masing-masing.

Di daerah Bandung khususnya dan daerah Priangan umumnya, Jalan Raya Pos mulai dibangun pertengahan tahun 1808, dengan memperbaiki dan memperlebar jalan yang telah ada.

Di daerah Bandung sekarang, jalan raya itu adalah Jalan Jendral Sudirman – Jalan Asia Afrika – Jalan A. Yani, berlanjut ke Sumedang dan seterusnya.

Untuk kelancaran pembangunan jalan raya, dan agar pejabat pemerintah kolonial mudah mendatangi kantor bupati, Daendels melalui Surat Tanggal 25 Mei 1810 meminta Bupati Bandung dan Bupati Parakanmuncang untuk memindahkan ibukota kabupaten, masing-masing ke daerah Cikapundung dan Andawadak (Tanjungsari) mendekati Jalan Raya Pos.

Rupanya Daendels tidak mengetahui bahwa jauh sebelum surat itu keluar, Bupati Bandung sudah merencanakan untuk memindahkan ibukota Kabupaten Bandung, bahkan telah menemukan tempat yang cukup baik dan strategis bagi pusat pemerintahan.

Tempat yang dipilih adalah lahan kosong berupa hutan, terletak di tepi barat Sungai Cikapundung, tepi selatan Jalan Raya Pos yang sedang dibangun (pusat Kota Bandung sekarang).

Alasan pemindahan ibukota itu antara lain, Krapyak tidak strategis sebagai pusat pemerintahan, karena terletak di sisi selatan daerah Bandung dan sering dilanda banjir bila musim hujan.

Sekitar akhir tahun 1808/awal tahun 1809, Bupati beserta sejumlah rakyatnya pindah dari Krapyak mendekati lahan bakal ibukota baru. Mula-mula Bupati tinggal di Cikalintu (daerah Cipaganti), kemudian pindah ke Balubur Hilir.

Selanjutnya pindah lagi ke Kampung Bogor (Kebon Kawung, pada lahan Gedung Pakuan sekarang). Bupati memimpin sejumlah rakyatnya, termasuk penduduk Kampung Balubur Hilir, membuka hutan pada lahan bakal ibukota (daerah Cikapundung hilir).

Tidak diketahui secara pasti, berapa lama Kota Bandung dibangun. Akan tetapi, Kota itu dibangun bukan atas prakarsa Daendels, melainkan atas prakarsa Bupati Bandung, bahkan pembangunan kota itu dipimpin langsung oleh Bupati.

Dengan kata lain Bupati R.A. Wiranatakusumah II adalah pendiri (The Founding Father) Kota Bandung.

Kota Bandung diresmikan sebagai ibukota baru Kabupaten Bandung dengan besluit (surat kelulusan) tanggal 25 September 1810. Hal ini berarti, selama belum ditemukan sumber lain yang menunjukan fakta lebih akurat mengenai berdirinya Kota Bandung, maka 25 September 1810 dapat dipertanggungjawabkan validitasnya sebagai “Hari Jadi Kota Bandung”. (pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antisipasi Kesalahan Penulisan Ijazah, Ratusan Kepala Sekolah Ikuti Sosialisasi Yang Digelar Disdikbud Kota Sukabumi

    Antisipasi Kesalahan Penulisan Ijazah, Ratusan Kepala Sekolah Ikuti Sosialisasi Yang Digelar Disdikbud Kota Sukabumi

    • calendar_month Selasa, 2 Jul 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi menggelar sosialisasi penulisan ijazah untuk kepala SD dan SMP se-Kota Sukabumi. Sosialisasi yang diilaksanakan di Aula Disdikbud tepatnya di Jalan Pelabuhan II, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Senin (10/06/2024). Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Dasar dan Menengah Disdikbud Kota Sukabumi Mulyadi mengatakan, sosialisasi penulisan ijazah ini sangat […]

  • Inflasi Kota Sukabumi Terendah Pertama di Jabar

    Inflasi Kota Sukabumi Terendah Pertama di Jabar

    • calendar_month Rabu, 21 Sep 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Kota Sukabumi merupakan kota atau kabupaten yang nilai inflasinya terendah pertama di Jawa Barat (Jabar), sedangkan tingkat Nasional terndah ke dua setelah Jakarta. Kota Sukabumi sendiri, merupakan 7 Kota di Jawa barat yang dihitung tingkat inflasinya. Inflasi sendiri dapat diartikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara umum, dan terus menerus dalam jangka waktu […]

  • Laz- Al Hilal Bagikan Paket Sembako 50.000 Kg Beras Untuk Guru Ngaji Dan Anak Yatim

    Laz- Al Hilal Bagikan Paket Sembako 50.000 Kg Beras Untuk Guru Ngaji Dan Anak Yatim

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Dalam rangka membantu sesama, LAZ Al Hilal memiliki salah satu program sosial yaitu membagikan bantuan berupa beras kepada guru ngaji dan anak yatim. Alhamdulillah sejak sebulan yang lalu (08/05/20) LAZ Al Hilal sudah rutin setiap harinya membagikan beras kepada guru ngaji dan anak yatim. Pimipinan LAZ Al Hilal, Hendra Setiawan, SE MM […]

  • Ketua Dan Pengurus DPW PPLIPI Kunjungi SMSI Jabar

    Ketua Dan Pengurus DPW PPLIPI Kunjungi SMSI Jabar

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    BANDUNG MBInews.id – Pengurus PPLIPI (Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi) Dewan Pengurus Wilayah Jawa Barat melakukan kunjungan silaturahmi ke sekretariat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jabar, Jl. Ahmad Yani 262, Bandung, Kamis (27/8/2020). Kunjungan silaturahmi dipimpin langsung oleh Ny. Lina Ruzhan, Ketua PPLIPI dan diterima oleh Asep Budianto, Wakil Ketua SMSI Jabar. PPLIPI merupakan organisasi sosial […]

  • Pertahankan WTP 12 Tahun Berturut-turut, Pemkot Sukabumi Tegaskan Komitmen Tata Kelola Keuangan Yang Akuntabel

    Pertahankan WTP 12 Tahun Berturut-turut, Pemkot Sukabumi Tegaskan Komitmen Tata Kelola Keuangan Yang Akuntabel

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 283
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Pemerintah Kota (pemkot) Sukabumi kembali mencatatkan prestasi dalam tata kelola keuangan daerah dengan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut. Capaian tersebut menjadi indikator konsistensi pemerintah daerah dalam menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola pemerintahan yang baik. Wali Kota Sukabumi,Ayep Zaki, […]

  • Ketua IKADI Kota Sukabumi Periode 2022-2027 Sah Dilantik

    Ketua IKADI Kota Sukabumi Periode 2022-2027 Sah Dilantik

    • calendar_month Rabu, 16 Nov 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Sah dilantik sebagai Ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kota Sukabumi periode 2022-2027, Ujang Dedi Humaedi menargetkan dapat merangkul dai milenial dalam perkembangan teknologi digital yang terjadi saat ini. Menurutnya, dengan perkembangan teknologi saat ini sudah menjadi suatu keharusan sebagai organisasi masyarakat (ormas) islam harus bisa menyesuaikan perubahan yang terjadi. Dirinya mengatakan, untuk menyeimbangi […]

expand_less