Breaking News
Trending Tags

Sekber Sulut Tantang TPDI untuk Membuktikan Tuduhan Terhadap Kapolda Sulut

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 22 Nov 2024
  • visibility 51
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MANADO, Mbinews – Sekretariat Bersatu Sulawesi Utara (Sekber Sulut) menyatakan sikap atas pelaporan yang dilakukan oleh TPDI (Tim Pembela Demokrasi Indonesia) Sulut terhadap Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Langie ke Mabes Polri yang dianggap tidak netral dalam tahapan Pilkada.

Sikap tersebut dikatakan oleh sejumlah tokoh dalam Sekber Sulut, antara lain Pdt Renata Ticonuwu, Max Togas, Stephen ‘Babe’ Liow, John Hes Sumual dan Jemmy Timbuleng, kepada awak media, Jumat (22/11/2024).

“Tentunya kita punya kewajiban menghormati hak setiap warga negara untuk membuat laporan ke institusi penegakkan hukum, termasuk melaporkan kapolda. Itu sudah diatur Undang-Undang, tetapi pelaporan tersebut harus memiliki dasar kuat dan tidak melakukan dugaan intervensi proses penegakkan hukum yang sedang dilakukan oleh jajaran Polda Sulut, khususnya dalam upaya memberantas tindak pidana korupsi,” tegas Jemmy Timbuleng.

Sementara itu, John Hes Sumual mengkritisi pernyataan TPDI Sulut yang dinilai berlebihan karena telah menghakimi Kapolda Sulut di sejumlah media massa.

“Sebagai orang yang berwawasan ilmu hukum, seharusnya Novie Kolinug Cs paham cara berbicara. Sebelum masuk ke sidang pengadilan, jangan mendahului untuk menghakimi dan menyerang kapolda di depan umum,” ujar John Hes Sumual.

Ditambahkan oleh Renata Ticonuwu, pelaporan yang dilakukan oleh TPDI Sulut ke Bawaslu dan Mabes Polri ini bermuatan politis yang justru mengusik stabilitas dan tatanan masyarakat yang saat ini berjalan damai.

“Novie Kolinug Cs melaporkan Kapolda Sulut ke Mabes Polri diduga kuat kental dengan muatan politis kelompoknya, mereka tidak murni perjuangkan demokrasi secara utuh, malah berpotensi sengaja memperkeruh stabilitas dan tatanan masyarakat yang berkeinginan kuat melenyapkan korupsi yang selama ini menjadi salasatu penghambat pembangunan di Sulut,” kata Renata yang juga Walian Wangko Ormas Adat Brigade Manguni Indonesia.

“Dukungan masyarakat terhadap jajaran Polda Sulut untuk sikat habis para pelaku korupsi ini sudah jelas dan nyata, termasuk melalui karangan bunga yang berjajar di halaman Kantor Polda Sulut, itu jadi satu bukti,” tambahnya.

Dijelaskannya lebih lanjut bahwa kini masyarakat sedang menanti ketegasan pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam menjalankan program Asta Cita, diantaranya pencegahan dan pemberantasan korupsi yang tertuang di poin ke-7 Asta Cita.

“Kita selaku ormas adat mendukung penuh Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, antara lain pemberantasan korupsi yang ada di poin ke tujuh. Dan langkah-langkah penegakkan hukum oleh aparat kepolisian dan kejaksaan serta KPK di 100 hari pemerintahan baru ini terhadap kasus korupsi bukan hanya ada di Sulut, tetapi serentak di seluruh Indonesia. Kepala desa hingga pejabat pemerintah daerah maupun pusat serta pengusaha nakal yang terindikasi kasus korupsi sudah mulai banyak dipanggil dan diperiksa.” paparnya.

Jadi, lanjutnya, jangan ada upaya untuk menghambat atau menghalang-halangi jajaran Polda Sulut dengan membawa dan menyeret penegakkan hukum ini ke persoalan politik, karena merupakan entitas yang berbeda.

Kesempatan yang sama, Max Togas, menilai laporan TPDI terhadap Kapolda Sulut ke sejumlah lembaga dan institusi tersebut adalah bentuk framing, karena tuduhannya belum tentu terbukti secara nyata.

“Tuduhan kepada Kapolda Sulut bisa jadi tidak terbukti secara nyata. Kalau terbukti ada kapolda mengintimidasi, dari sudut pandang apa dan kepada siapa? kalau nanti terbukti tidak benar, maka Novie Kolinug Cs sudah memperkeruh situasi, kami tentu akan memperkarakannya,” ujar Max Togas.

Ia juga menyayangkan pernyataan Novie Kolinug yang membanding-bandingkan Kapolda Sulut putra daerah yang terdahulu dan sekarang.

“Dia (Novie Kolinug) membandingkan kapolda terdahulu dan yang sekarang dengan alasan dan kepentingan yang tidak jelas, itu provokasi. Itu tidak benar, adat dan budaya kita tidak memusuhi saudara sendiri,” tegasnya.

Selanjutnya, Max Togas juga menyikapi pernyataan TPDI Sulut yang membawa-bawa nama GMIM.

“Ingat, GMIM bukan milik TPDI atau kelompok tertentu. GMIM milik masyarakat. Sejauh ini masyarakat secara umum bersikap tenang dan damai, tidak resah seperti yang disebutkan. Jangan generalisasi keresahan kelompoknya dengan membawa nama masyarakat secara umum,” ujar Max Togas lagi.

Sebagai informasi, Polda Sulut tengah memeriksa dana hibah dari Pemprov Sulut ke GMIM sebesar Rp21,5 miliar rentang tahun 2020 – 2023. Kasus tersebut kini sudah naik dari penyelidikan ke tahap penyidikan dan sedang menunggu hasil audit BPKP. Pada kasus ini, Polda Sulut telah memeriksa 15 orang saksi dan masih berlanjut.**

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KETUM KONI Apresiasi Peluncuran Aplikasi Sportbloc

    KETUM KONI Apresiasi Peluncuran Aplikasi Sportbloc

    • calendar_month Kamis, 9 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mbinews.id – Pemerintah mengapresiasi para insan olahraga yang terdiri dari olahragawan, wasit, pembina olahraga, akademisi, dan wartawan, menerima penghargaan pada peringatan Haornas ke-38 Tahun 2021. Menpora Amali mengumumkan secara langsung, di GOR POPKI Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (9/9) . Karena keterbatasan waktu serta penerapan protokol Kesehatan dalam penyelenggaraan peringatan, sehingga hanya dibacakan untuk 20 […]

  • Jelang Pilkada Kota Sukabumi, Netralitas ASN Jadi Sorotan

    Jelang Pilkada Kota Sukabumi, Netralitas ASN Jadi Sorotan

    • calendar_month Rabu, 13 Nov 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Pembinaan Netralitas ASN dalam rangka menghadapi Pilkada 2024. Acara berlangsung di SDN Baros Kencana CBM, Jumat, 8 November 2024, dihadiri oleh Penjabat (Pj) Walikota Sukabumi, Kusmana Hartadji, serta sejumlah pejabat daerah termasuk Inspektur Daerah, Kepala Dinas Pendidikan, dan para Kepala Sekolah se-Kecamatan Baros, Cibeureum, […]

  • Ideologi Pancasila harus Mampu Diimplementasikan dan Diamalkan dalam Kehidupan Masyarakat

    Ideologi Pancasila harus Mampu Diimplementasikan dan Diamalkan dalam Kehidupan Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 1 Okt 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Ketua DPRD Kota Bandung, H. Tedy Rusmawan, A.T., M.M., dan Anggota DPRD Kota Bandung, Rendiana Awangga menghadiri kegiatan upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kota Bandung Tahun 2023, di Plaza Balai Kota Bandung, Minggu, (1/10/2023). Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Maju,” dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan […]

  • Serius Tingkatkan Kesejahteraan Guru Non PNS, Oded Serahkan Honor PTK Non PNS Senilai Rp153 Miliar

    Serius Tingkatkan Kesejahteraan Guru Non PNS, Oded Serahkan Honor PTK Non PNS Senilai Rp153 Miliar

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Wali Kota Bandung Oded M. Danial menyerahkan honorarium peningkatan mutu kepada para Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) non-PNS senilai Rp153 miliar.  Dana tersebut telah dicairkan pada tahap pertama sebesar Rp25,4 miliar untuk 5.810 PTK yang telah divalidasi. Penyerahan dilakukan serangkaian dengan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara dalam jaringan.  Oded mengungkapkan, […]

  • Persepsi Rela Ngamen Untuk Sepak Bola Kota Sukabumi

    Persepsi Rela Ngamen Untuk Sepak Bola Kota Sukabumi

    • calendar_month Sabtu, 12 Jun 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 42
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Persatuan Suporter Peduli Sepak Bola Sukabumi (Persepsi) turun tangan menghimpun dana dengan cara mengamen di berbagai lokasi di Kota Sukabumi untuk kontingen sepak bola Kota Sukabumi yang akan berlaga pada babak kualifikasi di Porda Jabar. Para suporter yang sebagian besar kalangan pemuda ini memulai pencarian dana dari seputar Jalan Ir. Juanda (Dago) […]

  • Rangkaian HUT KNPI Ke-46, KNPI Kota Cimahi Gelar Kontes Burung Kicau

    Rangkaian HUT KNPI Ke-46, KNPI Kota Cimahi Gelar Kontes Burung Kicau

    • calendar_month Sabtu, 17 Agt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Mbinews.id, Cimahi– Hobi kicau mania memang sudah bertahan lama dan turun temurun. Para penikmat burung atau komunitas kicau mania beradu kebolehan di gantangan (tempat perlombaan burung berkicau-red). Semua unjuk kebolehan, riuh rendah suara pemilik dan burung berkicau. Dalam rangka menyambut HUT RI ke- 74 sekaligus rangkaian memperingati HUT KNPI ke-46, KNPI Kota Cimahi menggelar pameran […]

expand_less