Breaking News
Trending Tags

Terkait kebocoran Minyak Pertamina, Gubernur Jabar Minta Masyarakat Tidak Panik Atau Terprovokasi

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 7 Agt 2019
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MBInews.id, Kerawang – Selama kebocoran minyak pertamina masih berlangsung, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta nelayan Karawang berhenti melaut atau menjual ikan. Pihak Pertamina akan memberikan kompensasi bagi nelayan berupa pekerjaan mengumpulkan limbah di pantai ke dalam karung.

“Jadi kami mengimbau untuk sementara jangan melaut atau menjual ikan kepada masyarakat yang tidak tahu. Meski tidak melaut tapi mereka tidak menganggur karena dipekerjakan oleh Pertamina mengumpulkan limbah minyak ke dalam karung. Sebaiknya sampai ada kepastian sebaiknya jangan melaut,” kata Ridwan Kamil didampingi Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana saat mengunjungi lokasi terdampak tumpahan minyak di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/8/2019).

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, juga meminta masyarakat tidak panik atau terprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab terkait kebocoran minyak Pertamina ini. Dia mengatakan, proses perbaikan kebocoran sudah dilakukan dan sudah mencapai 30 persen dari kerusakan. Pertamina menggunakan jasa kontraktor dari Amerika untuk perbaikan. Masa perbaikan ditarget hingga 14 hari ke depan.

“Jadi jangan panik karena Pertamina sedang.menjalani proses perbaikan. Dan semua kerugian masyarakat juga sedang dihitung,” ujarnya.

Emil juga memastikan tentang tanggung jawab Pertamina mengenai dampak lingkungan dari kebocoran minyak. Dia sudah instruksikan dinas-dinas untuk mendata biota laut dan juga tanaman magrove dampak bocoran minyak. “Masalah lingkungan juga menjadi perhatian, bukan hanya manusia, tapi seluruh makhluk hidup yang terdampak juga kita perhatikan,” tegasnya.

Sementara itu Direktur Utama Pertamina EP Nanang Abdul Manaf mengatakan, perbaikan dengan cara membunuh sumur yang tidak diinginkan dengan cara ditutup. Penutupan tidak dilakukan dari atas karena tidak aman.

“Kalau sumur biasa bisa diselesaikan dari atas dengan semen atau lumpur padat. Tapi ini kan sumur minyak ada gas jadi tidak aman,” ujarnya.

Menurut Nanang, yang paling aman adalah dengan membuat sumur baru. Saat ini tengah dilakukan membuat sumur baru di sekitar anjungan. “Pembuatan sumur baru saat ini sudah sekitar 2 kilometer dari anjungan,” pungkasnya. (red**)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aryatri Mengajak Seluruh Kader PKK Terus Memperkuat Sinergi dan Semangat Gotong-Royong

    Aryatri Mengajak Seluruh Kader PKK Terus Memperkuat Sinergi dan Semangat Gotong-Royong

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Ketua TP PKK Kota Bandung, Aryatri Benarto Farhan mengajak seluruh kader PKK untuk terus memperkuat sinergi dan semangat gotong-royong dalam membangun keluarga sejahtera menuju Bandung Utama. Ajakan itu disampaikannya saat membuka peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke-53 PKK di Balai Kota Bandung, Rabu 5 November 2025. Ia menjelaskan, peringatan HKG PKK […]

  • Mantan Dosen Menggugat, YKP bjb dan STIE Ekuitas Bandung akan Patuh dan Hormati Proses Hukum

    Mantan Dosen Menggugat, YKP bjb dan STIE Ekuitas Bandung akan Patuh dan Hormati Proses Hukum

    • calendar_month Kamis, 12 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Bandung, MBInews.id – Yayasan Kesejahteraan Pegawai (YKP) bjb selaku yang membawahi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ekuitas Bandung akan patuh dan menghormati proses hukum, setelah mencermati berita/isu yang berkembang terkait gugatan yang dilayangkan mantan Dosen STIE Ekuitas Bandung Agus Mulyana. Gugatan mantan dosen STIE Ekuitas Bandung Agus Mulyana terhadap pengurus Yayasan Kesejahteraan Pegawai (YKP) bjb […]

  • Diguyur Hujan, Massa Aksi Semangat, Dewan Berdiri  Ditinggal

    Diguyur Hujan, Massa Aksi Semangat, Dewan Berdiri Ditinggal

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Guyuran Hujan tak patah semangat bagi para demonstran yang berunjukrasa di Gedung DPRD Kota Sukabumi. Malah saat diguyur hujan mereka terasa dibakar semangatnya memolak UU Cipta Kerja. Kamis (15/10/20). Seperti diketahui, massa yang turun aksi kali ini adalah mahasiswa dari Cipayung Plus Sukabumi (PMII, HMI, GMNI, IMM, PB Himasi), Sapma PP Kota […]

  • Sebanyak 810 Kyai Dan 1,211 Santri Ikut Vaksinasi Covid-19

    Sebanyak 810 Kyai Dan 1,211 Santri Ikut Vaksinasi Covid-19

    • calendar_month Selasa, 31 Agt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Sebanyak 800 kyai dan 1.211 santri mengikuti vaksinasi Covid-19 di Pondok Pesantren Nurul Iman Al Islami Jalan Cibaduyut Kota Bandung, 31 Agustus hingga 1 September 2021. Vaksinasi ini merupakan program “Kita Jaga Kyai” yang diinisiasi oleh Badan Amil Zakat Nasional dan Kementerian Agama. Ketua Baznas Kota Bandung, Akhmad Roziqin mengungkapkan, kegiatan vaksinasi […]

  • Pemkot Bandung Terus Memperkuat Pendidikan Karakter Bagi Pelajar Tingkat SMP

    Pemkot Bandung Terus Memperkuat Pendidikan Karakter Bagi Pelajar Tingkat SMP

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 44
    • 0Komentar

    BANDUNG,mbinews – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat pendidikan karakter bagi pelajar tingkat SMP sebagai upaya menyiapkan generasi muda yang tangguh dan siap menghadapi tantangan masa depan. Hal ini ditegaskan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat memimpin apel Diklat Pendidikan Karakter di SMP Negeri 10 Bandung, Jumat 14 November 2025. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari […]

  • Rekomendasi Panja Wakaf dan TKPP Diserahkan, Rojab:  Jika Tak Diindahkan, Ditingkatkan ke Hak Angket

    Rekomendasi Panja Wakaf dan TKPP Diserahkan, Rojab: Jika Tak Diindahkan, Ditingkatkan ke Hak Angket

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id — Panitia Kerja (Panja) TKPP dan Panja Wakaf DPRD Kota Sukabumi resmi menyerahkan laporan hasil kerja mereka selama dua bulan kepada Pimpinan DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda, dalam rapat resmi yang digelar tertutup di Ruang Rapat Paripurna, Kamis (11/12). Laporan tersebut berisi serangkaian rekomendasi yang telah dirumuskan setelah proses klarifikasi, penelaahan dokumen, dan […]

expand_less