Pemprov Jabar Bangun Flyover Di Kota Sukabumi
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month Rabu, 21 Agt 2019
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan langsung dimulainya pengerjaan proyek tersebut
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MBInews.id, Sukabumi – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bangun flyover (jembatan layang) diatas rel yang bersinggungan dengan Jalan Selakaso Kelurahan Babakan Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi. Bahkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan langsung dimulainya pengerjaan proyek tersebut, Rabu,(20/08/2019).
Jembatan layang ini merupakan segmen 3 lanjutan pembangunan jalan baru lingkar selatan Kota Sukabumi.
Serta untuk menjamin keselamatan warga Sukabumi. Jalan aman dam ekonomi lancar serta membawa kemajuan bagi Kota Sukabumi.“Flyover ini nanti untuk memperlancar arus lalu lintas di Kota Sukabumi,”ujarnya.
Selain itu, dengan adanya jembatan layang ini, maka tidak ada lagi perlintasan jalan kereta api yang bersinggungan dengan jalan raya. Selain itu juga, untuk mengalihkan kendaraan berat dari jalan kota ke jalan lintasan.“Di sini ada truk penngangkut pasir dan air mineral, sekarang sudah dialihkan ke jalan lingkar,”katanya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menganggarkan dana sekitar Rp40 miliar untuk pembangunan jembatan layang ini. Gubernur menargetkan pembangunannya selesai pada Desember 2019.“Jadi, awal 2020 sudah bisa digunakan,” katanya.
Selanjutnya, Pemrov Jawa Barat juga akan menganggarkan pembangunan jalan jalur segmen 4. Namun, Ridwan Kamil belum bisa menyembutkan besaran anggarannya. Sebagian Segmen 4 memasuki wilayah Kabupaten Sukabumi yang nantinya berakhir di Kecamatan Sukaraja.“Jadi, tahapan berikutnya tahun 2020 jalan jalur full melewati Kota Sukabumi,” katanya.
Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, pembangunan tersebut akan menertibakan arus lalulintas. Termasuk kendaraan besar tidak diperkenankan masuk perkotaan.”Kita berharap pebangunannya akhir tahun selesai. Sehingga seluruh kendaraan berat tak masuk perkotaan,”pungkasnya.(Ardan)
- Penulis: mbiredaktur
Saat ini belum ada komentar