Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Bima Arya : Ini Bukan Tentang Pembentukan Provinsi Bogor Raya

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 30 Agt 2019
  • visibility 93
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BOGOR, MBInews.id – Terkait Pembentukan Provinsi Bogor Raya, Wali Kota Bogor Bima Arya menjadi narasumber dalam diskusi bertajuk “Provinsi baru penyangga Jakarta di Gedung Graha Pena Jawa Pos, Kebayoran Lama, Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Di kesempatan itu, Bima Arya meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat dan berbagai media terkait pembentukan Provinsi Bogor Raya.

“Ini bukan tentang proposal pembentukan Provinsi Bogor Raya. Tidak seperti itu. Konteksnya adalah sebagai wali kota, saya harus mengantisipasi perkembangan wilayah bukan saja lima tahun ke depan, tapi 10-30 tahun ke depan,” ungkap Bima.

Sekarang ini, kata Bima, Jabodetabek secara keseluruhan jumlah penduduknya lebih dari 30 juta jiwa atau megacities kedua terbesar di dunia setelah greater Tokyo. “Bahkan ada yang sudah membaca ini sudah melewati Tokyo karena Jepang pertumbuhan penduduknya stagnan. Tapi kalau Jabodetabek nambah terus. Jadi pertumbuhan penduduk semakin tinggi, persoalan terkait lahan juga semakin kompleks,” jelasnya.

Oleh karena itu, kata dia, harus ada tren yang dibaca ke depannya. “Kalau sebagai walikota berpikiran sempit, ga usah pusing saya pikirkan itu. Tapi kan tidak bisa begitu. Saya harus pikir juga untuk jangka panjang. Kenapa? Karena saya membaca tren pertumbuhan penduduk Bogor yang diprediksi akan mencapai 1,5 juta jiwa,” katanya.

Menurut dia, wacana pertama itu adalah perluasan wilayah yang dinilai bukan sebagai wacana baru. “Tahun 1995 Kota Bogor itu meluas mengambil beberapa wilayah Kabupaten. Disahkan oleh Perpres. Dulu rumah saya, yang sekarang saya tinggali itu KTP saya KTP Kabupaten Bogor. Tapi karena perluasan wilayah jadi wilayah kota,” terangnya.

Ia menambahkan, akhir-akhir ini pun banyak yang menyuarakan hal yang sama. Ada usul, beberapa wilayah di Kabupaten Bogor sebaiknya masuk wilayah Kota Bogor karena memudahkan koordinasi dalam pelayanan dan lain-lain.

“Nah dari situ muncul lah opsi-opsi lain. Ibu Bupati (Ade Munawaroh Yasin) menyampaikan kepada saya, bahwa dari dulu sebenarnya ada wacana Provinsi Bogor Raya. Ini disuarakan oleh Pak Rahmat Yasin (RY), bupati sebelumnya waktu itu. Memang ada logikanya juga disitu. Jadi saya bilang ini menarik wacananya, coba nanti kita diskusikan kembali. Tapi berkembanglah kemudian seolah-olah yang mengajukan wacana itu saya,” ujar Bima.

“Kemudian oleh media di lempar lagi ke Bekasi. Di sana muncul juga, opsi untuk gabung Jakarta. Ada benarnya juga sih. Karena urusan banjir, macet, kita lebih banyak koordinasi dengan Mas Anies di Jakarta daripada Kang Emil di Jawa Barat. karena konektivitas. Apalagi nanti kalau ada LRT,” tambahnya.

Opsi lain, lanjut Bima, adalah Bogor tetap masuk Jawa Barat tapi ada mekanisme yang berbeda dalam hal koordinasi wilayah dalam konteks ini Jabodetabek.

“Ini dulu Bang Yos (mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso) pernah mengusulkan. Ini menurut saya paling benar. Jabodetabek ini tidak pernah beres koordinasinya dari dulu. Tumpang tindih. Setiap saat Jakarta bisa saja mengeluarkan kebijakan yang merugikan Bogor. Misalnya Bus APTB, dari Bogor bisa langsung ke Jakarta terintegrasi Bus Transjakarta. Ini ga ada koordinasi dengan kami sama sekali. Belum lagi masalah banjir dan lain lain. Jabodetabek ini wilayah yang sangat sangat strategis tapi administrasinya seadanya. Padahal yang namanya greater Tokyo diurus oleh aturan khusus. Lihat juga bagaimana greater London, greater New York,” tandasnya.

Ketika Bang Yos mengusulkan itu, Bima mengaku sangat setuju. “Ada usulan badan otoritas khusus Jabodetabek. Bang Yos dulu usulannya menteri Khusus Jabodetabek. Bener juga. Karena payung hukumnya jelas nanti, anggarannya juga jelas dan lain-lain,” kata dia.

Untuk itu, semua opsi tersebut akan dikaji secara akademis dengan menggandeng Pusat Pengkajian Perencanaan Pengembangan Wilayah (P4W) IPB University

Rektor IPB University Arif Satria mengatakan, Jabodetabek ini sudah lama tidak tertangani dengan baik padahal wilayah-wilayah tersebut memiliki ikatan-ikatan fungsi baik secara demografis, ekonomi dan ekologis. “Jabodetabek ini government-nya harus diperkuat dan dituntaskan sehingga masalah ekonomi, ekologis, lingkungan serta masalah demografis bisa diantisipasi,” katanya.

“Jadi, intinya IPB menerima tawaran dari Pemkot untuk melakukan kajian akademik berkaitan dengan isu Jabodetabek ini. Tim akan segera kami bentuk dan kami akan terus berkoordinasi dengan Pemkot dan juga Pemkab paling tidak pada bulan Desember sudah ada beberapa hasil (kajian),” tambah rektor. (ASP/HMS)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelar Satria Jomantara, Ukir Prestasi Lewat Pencak Silat

    Gelar Satria Jomantara, Ukir Prestasi Lewat Pencak Silat

    • calendar_month Senin, 28 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 130
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pencak silat, tak hanya sekedar bela diri dan olahraga. Pencak silat juga merupakan wadah untuk mengukir prestasi bagi anak-anak, pemuda, hingga orang dewasa. Hal ini yang coba diterapkan Perguruan Pencak Silat Gelar Satria Jomantara. Yuk, berkenalan dengan kegiatan mereka! Perguruan Pencak Silat Gelar Satria Jomantara didirikan 14 Februari 2020 oleh Muhammad Iqbal […]

  • Disnaker Kota Bandung berinovasi  bentuk  Teknologi

    Disnaker Kota Bandung berinovasi bentuk Teknologi

    • calendar_month Jumat, 10 Mar 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Mbinews, BANDUNG – Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung, Andri Darusman menyebut perlu adanya berbagai inovasi terkait ketenagakerjaan di Kota Bandung. Hal itu disampaikannya di sela-sela kunjungan kerja bersama Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripatrit dan Dewan Pengupahan Kota (DPK) ke Kota Medan, Kamis 9 Maret 2023. Andri menyebut, inovasi yang perlu digali oleh Kota Bandung […]

  • Dani Nurahman  : Pentingnya Peranan Guru Untuk Pemberdayaan Dan Pengembangan Sekolah

    Dani Nurahman : Pentingnya Peranan Guru Untuk Pemberdayaan Dan Pengembangan Sekolah

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBinews.id – Ditemui di ruang kerja Kabid Pemberdayaan dan Pengembangan Sekolah Dasar Disdik Kota Bandung,  Dani Nurrahman memaparkan betapa pentingnya peranan guru dalam dunia pendidikan,  Jalan Ahmad Yani Bandung,  Senin,  (7/10/19) Kwalitas pelajaran ditentukan oleh mutu pembelajaran seorang guru dalam mengejewantahkan ilmu pada anak didiknya dengan cara, teknik, skill hingga keilmuannya hingga dapat dicerna […]

  • Disdukcapil  Kota Sukabumi, Sisakan Lima Persen Belum lakukan Perekaman  e-KTP

    Disdukcapil Kota Sukabumi, Sisakan Lima Persen Belum lakukan Perekaman e-KTP

    • calendar_month Sabtu, 7 Sep 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    SUKABUMI,MBInews.id– Sebanyak 245.288 yang wajib KTP elektronik (e-KTP) di Kota Sukabumi, hanya menyisakan 5% yang belum melakukan perekaman. Untuk itu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat terus menghimbau kepada masyarakat untuk segera melakukan perekaman.”Ya, sudah mencapai 95,5% yang sudah melakukan perekaman e-KTP,”ujar Kepala Disdukcapil Kota Sukabumi Iskandar Ikhfan lewat Telepon genggamnya. Sabtu,(07/09/2019). Disisilain Iskandar […]

  • Yahdi Khoir Harahap : Sosok Sekda Pengganti Sabrina Harus ‘Kaya’ Pengalaman

    Yahdi Khoir Harahap : Sosok Sekda Pengganti Sabrina Harus ‘Kaya’ Pengalaman

    • calendar_month Jumat, 4 Jun 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 114
    • 0Komentar

    MEDAN , MBInews.id – Pasca purna bakti sebagai ASN Hj Sabrina pada 1 Juni 2021 kemarin, kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) masih kosong. Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi dikabarkan menunjuk Afifi Lubis sebagai Pelaksana Tugas (Plt). Menyikapi hal tersebut, anggota DPRD Sumut dari fraksi PAN Yahdi Khoir Harahap mengusulkan agar Edy […]

  • DPD JPKP Kabupaten Cianjur Berikan  Santunan  ke Anak Yatim Dan Panti Jompo

    DPD JPKP Kabupaten Cianjur Berikan Santunan ke Anak Yatim Dan Panti Jompo

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 99
    • 0Komentar

    CIANJUR, MBInews.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kabupaten Cianjur , Jawa Barat berikan santunan ke yayasan yatim piatu dan panti jompo bantuan tersebut berupa santunan 45 yatim Piatu dan 25 orang jompo yang ada di Desa Sukamanah Kec karang Tengah Kabupaten Cianjur Bantuan sosial (Bansos) tersebut diberikam kepada panti asuhan […]

expand_less