Breaking News
Trending Tags

Bima Arya : Ini Bukan Tentang Pembentukan Provinsi Bogor Raya

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 30 Agt 2019
  • visibility 144
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BOGOR, MBInews.id – Terkait Pembentukan Provinsi Bogor Raya, Wali Kota Bogor Bima Arya menjadi narasumber dalam diskusi bertajuk “Provinsi baru penyangga Jakarta di Gedung Graha Pena Jawa Pos, Kebayoran Lama, Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Di kesempatan itu, Bima Arya meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat dan berbagai media terkait pembentukan Provinsi Bogor Raya.

“Ini bukan tentang proposal pembentukan Provinsi Bogor Raya. Tidak seperti itu. Konteksnya adalah sebagai wali kota, saya harus mengantisipasi perkembangan wilayah bukan saja lima tahun ke depan, tapi 10-30 tahun ke depan,” ungkap Bima.

Sekarang ini, kata Bima, Jabodetabek secara keseluruhan jumlah penduduknya lebih dari 30 juta jiwa atau megacities kedua terbesar di dunia setelah greater Tokyo. “Bahkan ada yang sudah membaca ini sudah melewati Tokyo karena Jepang pertumbuhan penduduknya stagnan. Tapi kalau Jabodetabek nambah terus. Jadi pertumbuhan penduduk semakin tinggi, persoalan terkait lahan juga semakin kompleks,” jelasnya.

Oleh karena itu, kata dia, harus ada tren yang dibaca ke depannya. “Kalau sebagai walikota berpikiran sempit, ga usah pusing saya pikirkan itu. Tapi kan tidak bisa begitu. Saya harus pikir juga untuk jangka panjang. Kenapa? Karena saya membaca tren pertumbuhan penduduk Bogor yang diprediksi akan mencapai 1,5 juta jiwa,” katanya.

Menurut dia, wacana pertama itu adalah perluasan wilayah yang dinilai bukan sebagai wacana baru. “Tahun 1995 Kota Bogor itu meluas mengambil beberapa wilayah Kabupaten. Disahkan oleh Perpres. Dulu rumah saya, yang sekarang saya tinggali itu KTP saya KTP Kabupaten Bogor. Tapi karena perluasan wilayah jadi wilayah kota,” terangnya.

Ia menambahkan, akhir-akhir ini pun banyak yang menyuarakan hal yang sama. Ada usul, beberapa wilayah di Kabupaten Bogor sebaiknya masuk wilayah Kota Bogor karena memudahkan koordinasi dalam pelayanan dan lain-lain.

“Nah dari situ muncul lah opsi-opsi lain. Ibu Bupati (Ade Munawaroh Yasin) menyampaikan kepada saya, bahwa dari dulu sebenarnya ada wacana Provinsi Bogor Raya. Ini disuarakan oleh Pak Rahmat Yasin (RY), bupati sebelumnya waktu itu. Memang ada logikanya juga disitu. Jadi saya bilang ini menarik wacananya, coba nanti kita diskusikan kembali. Tapi berkembanglah kemudian seolah-olah yang mengajukan wacana itu saya,” ujar Bima.

“Kemudian oleh media di lempar lagi ke Bekasi. Di sana muncul juga, opsi untuk gabung Jakarta. Ada benarnya juga sih. Karena urusan banjir, macet, kita lebih banyak koordinasi dengan Mas Anies di Jakarta daripada Kang Emil di Jawa Barat. karena konektivitas. Apalagi nanti kalau ada LRT,” tambahnya.

Opsi lain, lanjut Bima, adalah Bogor tetap masuk Jawa Barat tapi ada mekanisme yang berbeda dalam hal koordinasi wilayah dalam konteks ini Jabodetabek.

“Ini dulu Bang Yos (mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso) pernah mengusulkan. Ini menurut saya paling benar. Jabodetabek ini tidak pernah beres koordinasinya dari dulu. Tumpang tindih. Setiap saat Jakarta bisa saja mengeluarkan kebijakan yang merugikan Bogor. Misalnya Bus APTB, dari Bogor bisa langsung ke Jakarta terintegrasi Bus Transjakarta. Ini ga ada koordinasi dengan kami sama sekali. Belum lagi masalah banjir dan lain lain. Jabodetabek ini wilayah yang sangat sangat strategis tapi administrasinya seadanya. Padahal yang namanya greater Tokyo diurus oleh aturan khusus. Lihat juga bagaimana greater London, greater New York,” tandasnya.

Ketika Bang Yos mengusulkan itu, Bima mengaku sangat setuju. “Ada usulan badan otoritas khusus Jabodetabek. Bang Yos dulu usulannya menteri Khusus Jabodetabek. Bener juga. Karena payung hukumnya jelas nanti, anggarannya juga jelas dan lain-lain,” kata dia.

Untuk itu, semua opsi tersebut akan dikaji secara akademis dengan menggandeng Pusat Pengkajian Perencanaan Pengembangan Wilayah (P4W) IPB University

Rektor IPB University Arif Satria mengatakan, Jabodetabek ini sudah lama tidak tertangani dengan baik padahal wilayah-wilayah tersebut memiliki ikatan-ikatan fungsi baik secara demografis, ekonomi dan ekologis. “Jabodetabek ini government-nya harus diperkuat dan dituntaskan sehingga masalah ekonomi, ekologis, lingkungan serta masalah demografis bisa diantisipasi,” katanya.

“Jadi, intinya IPB menerima tawaran dari Pemkot untuk melakukan kajian akademik berkaitan dengan isu Jabodetabek ini. Tim akan segera kami bentuk dan kami akan terus berkoordinasi dengan Pemkot dan juga Pemkab paling tidak pada bulan Desember sudah ada beberapa hasil (kajian),” tambah rektor. (ASP/HMS)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadirkan  Inovasi Tekonologi Digital, bank bjb Manjakan Nasabah Melalui layanan-layanan ‘fintech like’

    Hadirkan Inovasi Tekonologi Digital, bank bjb Manjakan Nasabah Melalui layanan-layanan ‘fintech like’

    • calendar_month Senin, 7 Feb 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id –  PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) atau bank bjb, dimana merupakan BPD terbesar di Indonesia, dalam waktu dekat bekerjasama dengan perusahaan teknologi besar berskala internasional untuk mendukung pengembangan infrastruktur teknologi dan digitalisasi. Dengan menggandeng perusahaan teknologi tersebut maka kecepatan dan kehandalan bank bjb dalam melahirkan inovasi baru pun […]

  • Retribusi Non Tunai, Pasar Tradisional Kota Bandung Mulai Digitalisasi

    Retribusi Non Tunai, Pasar Tradisional Kota Bandung Mulai Digitalisasi

    • calendar_month Kamis, 23 Des 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 168
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memulai program digitalisasi pasar tradisional. Sebagai langkah awalnya, transaksi pembayaran retribusi para pedagang kini dibuat dengan sistem non tunai. Pada digitalisasi ini, Perumda Pasar Juara menggandeng Bank BJB sebagai mitra. Sebagai proyek perdana, retribusi non tunai ini diberlakukan di Pasar Sadangserang dan Pasar Simpang Dago. Pelaksana Tugas Wali […]

  • Harga Bahan Pokok  di Kota Bandung Terus Naik, Pansus 3 DPRD Kota Bandung Minta Pemkot Buat BUMD Khusus

    Harga Bahan Pokok di Kota Bandung Terus Naik, Pansus 3 DPRD Kota Bandung Minta Pemkot Buat BUMD Khusus

    • calendar_month Senin, 25 Mar 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Mahalnya bahan kebutuhan pokok di Kota Bandung menjadi sorotan Pansus 3 DPRD Kota Bandung yang membahas mengenai Pelayanan, Bidang Pangan, Pertanian dan Perikanan di Kota Bandung. Anggota Pansus 3  DPRD Kota Bandung   H. Wawan  Mohamad Usman  SP mengatakan  ,Saat ini harga kebutuhan bahan pokok masyarakat sangat mahal. Setiap hari mengalami kenaikan termasuk […]

  • Pembaharuan Data Jadi Kunci Pengentasan Kemiskinan Di Kota Bandung

    Pembaharuan Data Jadi Kunci Pengentasan Kemiskinan Di Kota Bandung

    • calendar_month Jumat, 8 Okt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung, Tono Rusdiantono menyatakan kunci utama dalam pengentasan kemiskinan yakni terletak pada keakuratan data. Sehingga, program pemerintah bisa tepat sasaran. Tono mengaku memanfaatkan segala sumber daya baik manusia ataupun teknologi untuk akurasi data. Bahkan, pembaharuan dilakukan setiap hari. “Sekarang instruksi Kemensos yang tadinya updating data itu 6 […]

  • Inovasi bank bjb Dalam tranformasi digital Raih Penghargaan di CNN Indonesia Awards 2024

    Inovasi bank bjb Dalam tranformasi digital Raih Penghargaan di CNN Indonesia Awards 2024

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Bandung, Mbinews – bank bjb kembali raih prestasi meraih dua penghargaan bergengsi di ajang CNN Indonesia Awards 2024 berlangsung di Trans Hotel Convention Center, Bandung pada Selasa 17 September 2024. Penghargaan diterima Direktur Operasional bank bjb, Tedi Setiawan. Penghargaan diberikan atas inovasi luar biasa bank bjb dalam transformasi digital dan komitmennya terhadap praktik bisnis yang […]

  • Ringankan Derita Korban Bencana di Sumatera, Pemkot Bandung Gerak Cepat Salurkan Bantuan Senilai Rp2 Miliar

    Ringankan Derita Korban Bencana di Sumatera, Pemkot Bandung Gerak Cepat Salurkan Bantuan Senilai Rp2 Miliar

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp2 miliar untuk warga terdampak banjir bandang dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Barat dan Provinsi Sumatera Utara. Bantuan ini disalurkan melalui Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) sebagai wujud solidaritas warga Bandung dalam membantu ribuan korban bencana di Sumatera, Sabtu (05/12/2025). Wali […]

expand_less