Breaking News
Trending Tags

Beberkan Fakta ke Masyarakat, Rizani Terseret Kasus Pencemaran Nama Baik

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Minggu, 15 Sep 2019
  • visibility 153
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kasus pencemaran nama baik terhadap Kadishut Kalimantan Selatan Hanif Faisol Nurofiq yang dinyatakan Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Rabu (11/9) sore. Muhammad Rizani sebagai Plt Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa di Pemprov Kalsel yang kini diseret dalam perkara dugaan pencemaran nama baik.

Sebelumnya, Rizani dan tim penasihatnya menyampaikan enam poin penting. Poin pertama adalah perihal JPU yang tidak menanggapi 16 alat bukti yang Rizani dan timnya telah sampaikan. Padahal dari 16 bukti tersebut menjadi petunjuk yang jelas bahwa dakwaan Rizani terhadap Hanif bukanlah fitnah.

Kemudian tuntutan jaksa tidak sebanding ihwal pemasang spanduk yang dilakukan Rizani. Sebab memasang spanduk demi memberi informasi kepada masyarakat bukanlah hal yang salah. Sehingga jika hal ini disebut sebagai pencemaran nama baik kepada Hanif, sangatlah berlebihan dan tidak mendasar.

Poin ketiga ihwal pernyataan jaksa dalam repliknya, yang menyatakan bahwa tuduhan Rizani terhadap Hanif dilakukan tanpa melihat hasil audit BPK RI dan hasil audit teknis pada Dishut, juga tidaklah benar. Sebab berdasarkan Surat BPK RI No. 326/XIX/Bjm/9/2019 tanggal 6 September yang diterima oleh Rizani bahwa BPK RI tidak pernah mengaudit secara teknis untuk proyek dan hanya melakukan pemeriksaan perhitungan LKPD tahun 2017 untuk laporan keuangan.

Rizani telah melaporkan dakwaannya kepada pihak yang berwenang, yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kemudian Rizani dan tim penasihat hukumnya mempertanyakan logika jaksa ihwal pernyataan jaksa terkait jika dinyatakan melakukan suatu tindak korupsi harus ada putusan majelis hakim tindak pidana korupsi yang telah berkuatan hukum tetap (incracht van gewijsde).

Kuasa hukum Rizani, Jurkani SH mengatakan bahwa tuntutan dua tahun kurungan yang didakwakan oleh JPU sangatlah berlebihan. Mengingat hal yang dilakukan oleh Rizani sama sekali bukanlah pencemaran nama baik melainkan benar membeberkan fakta kepada masyarakat. “Setelah ini ditunda dua minggu, sampai 25 September menunggu putusan,” terang Jurkani.

Di samping itu, laporan Rizani ke KPK atas dakwaan yang sama saat ini sedang dalam tahap penyelidikan. Jurkani selaku pengacara berharap agar KPK bisa turun langsung menindaklanjuti laporan Rizani sebelum putusan ditetapkan. Sebab terang Jurkani, jika berdasarkan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) tidak bisa keputusan dilakukan sebelum dugaan yang ada diselidiki lebih lanjut.

Seperti diketahui, Jurkani bersama Rizani menyerahkan sejumlah alat bukti baru, di antaranya pernyataan langsung dari penjual pohon. Selain itu, pihaknya mendorong agar KPK secepatnya melakukan penyelidikan terhadap laporan yang disampaikan. “Alhamdulillah, KPK memberikan respon positif dan siap memulai melakukan penyelidikan,” tegasnya.

Jurkani mengungkapkan, selain menyerahkan alat bukti tambahan, pihaknya juga mendatangi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan Komnas HAM di Jakarta. Hal itu dilakukan untuk melindungi klien saya sebagai pelapor yang siap menjadi whistle blower.

Dilain pihak, sejumlah kasus dugaan tindak pidana korupsi di Pemprov Kalsel dilaporkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Kalsel ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.

DENGAN aksi damai, sebanyak 50 orang massa yang dipimpin Direktur LSM KAKI, H Husaini menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi di Kuningan Jakarta, Senin (29/7/2019) untuk menyampaikan aspirasi.

Dalam Aksi ini, LSM KAKI Kalsel mendesak KPK menindaklanjuti laporan dugaan korupsi di Pemprov Kalsel, diantaranya dugaan korupsi penanaman pohon di sepanjang  Jalan Ahmad Yani yang dilakukan Dinas Kehutanan Kalsel.

Ia mengungkapkan, partisipasi masyarakat untuk melaporkan adanya dugaan korupsi harus dilindungi dan bukan dipidanakan. Sebab, dikhawatirkan akan menjadi preseden buruk, karena tidak ada lagi masyarakat yang berani melaporkannya.

“Penegak hukum, dalam hal ini KPK harus segera menindaklanjuti.Nah, kalau ada laporan pencemaran nama baik, maka harus menunggu hasil pemeriksaan dari KPK,” pungkasnya.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tedy Rusmawan Harap Pemerintah Gulirkan Inovasi Khususnya Transportasi Umum

    Tedy Rusmawan Harap Pemerintah Gulirkan Inovasi Khususnya Transportasi Umum

    • calendar_month Kamis, 8 Sep 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat disikapi masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari, termasuk warga Kota Bandung. Selain kenaikan BBM akan berdampak kepada sektor transportasi, juga akan memberikan pengaruh kepada kebutuhan bahan pokok masyarakat. Ketua DPRD Kota Bandung, H. Tedy Rusmawan, A.T., M.M., mengimbau kepada masyarakat untuk memaksimalkan transportasi umum. Dengan demikian, dapat […]

  • Tingkatkan PAD, Pemkot Sukabumi Kenakan Pajak 5 Persen Bagi Konsumen Kedai Kopi

    Tingkatkan PAD, Pemkot Sukabumi Kenakan Pajak 5 Persen Bagi Konsumen Kedai Kopi

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Pemerintah Kota Sukabumi akan segera menerapkan kebijakan baru berupa Pajak Barang dan Jasa Tertentu atau yang dikenal dengan Pajak PB 1 kepada para konsumen yang menikmati minuman di kedai kopi. Besaran pajak yang akan diterapkan mulai dari 5 persen dan berlaku secara bertahap dalam waktu dekat. Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menjelaskan […]

  • Dramatis! Gatien-Cecep Juara Divisi Double PWI Cup II 2026 Usai Menang Lima Set

    Dramatis! Gatien-Cecep Juara Divisi Double PWI Cup II 2026 Usai Menang Lima Set

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 624
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Pasangan Gatien-Cecep dari PTM PWI Kota Sukabumi sukses merebut gelar juara Divisi Double Turnamen Tenis Meja PWI Cup II 2026. Mereka harus melalui pertarungan sengit lima set sebelum menundukkan pasangan Avay-Gyan dari PTM Sambo Bandung. Final berlangsung di GOR Tenis Meja Rengganis, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Minggu (6/9/2026). Pertandingan berjalan ketat sejak set pertama […]

  • PAD Kota Sukabumi Naik 155 Persen? DPRD Minta Pemkot Ungkap Data Riil

    PAD Kota Sukabumi Naik 155 Persen? DPRD Minta Pemkot Ungkap Data Riil

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Inggu Sudeni, menyoroti dan menyesalkan pernyataan Wali Kota Sukabumi yang disampaikan melalui Tim Komunikasi Percepatan Pembangunan (TKPP), terkait klaim adanya kenaikan signifikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sukabumi tahun 2025, Sabtu (01/11/2025). Menurut Inggu, pernyataan tersebut perlu dikaji lebih dalam […]

  • Kapolres Sukabumi Kota: Mengetahui Pergerakan dan Perkumpulan Geng Motor, Laporkan

    Kapolres Sukabumi Kota: Mengetahui Pergerakan dan Perkumpulan Geng Motor, Laporkan

    • calendar_month Jumat, 26 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Maraknya pesan berantai yang berisikan video, foto maupun tulisan yang menggambarkan adanya ulah geng motor di Kota dan Kabupaten Sukabumi, Kapolres Sukabumi Kota angkat bicara, Jumat (26/11/2021). “Kami dari pihak kepolisian Polres Sukabumi Kota, telah meningkatkan kegiatan patroli untuk terus melakukan pencegahan, terhadap kemungkinan muculnya gangguan kamtibmas, di wilayah hukum Polres Sukabumi […]

  • Tingkatkan Koperasi, KUMKM Kota Bandung Luncurkan JUK

    Tingkatkan Koperasi, KUMKM Kota Bandung Luncurkan JUK

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 165
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) Kota Bandung meluncurkan Jaringan Usaha Koperasi (JUK) untuk meningkatkan kapasitas koperasi Kota Bandung di Hotel Prama Grand Preanger, Jalan Asia Afrika Bandung, Selasa (25/2/2020). JUK merupakan upaya untuk mempertemukan dan mengoordinasikan koperasi-koperasi untuk saling bermitra dan bersinergi melalui konsep “Belanja Bareng”. Dengan konsep ini, […]

expand_less