Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Alami Penurunan Tanah, Pemkot Cimahi Minta Industri Kurangi Pengambilan air bawah tanah

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 5 Des 2019
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mbinews.id, CIMAHI– Hasil penelitian Institut Teknologi Bandung (ITB) menunjukan adanya peristiwa penurunan tanah yang terjadi di wilayah Bandung Raya yang cukup mengkhawatirkan. Termasuk di Kota Cimahi. Pemkot Cimahi angkat bicara perihal adanya aktifitas penurunan permukaan tanah (landsubsidence) di Bandung Raya, termasuk di Kota Cimahi, yang dianggap cukup mengkhawatirkan.

Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi menyebutkan, sumber air bawah tanah di Kota Cimahi masuk zona merah, yang berimbas pada penurunan permukaan tanah (land subsidence). Penurunan tanah di sejumlah titik bisa mencapai 1-20 centimeter pertahunnya.

Salah satu penyebabnya adalah eksploitasi air bawah tanah di industri yang memiliki lebih dari satu titik dengan penggunaan berlebihan untuk proses produksi. Agar eksploitasi sumber air tidak semakin menjadi, industri disarankan mulai melakukan daur ulang air limbah. “Jangan langsung dibuang tapi harus bisa diolah lagi. Jangan terus menyedot air tanah,” tegasnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi, menjelaskan, sumber air bawah tanah di Kota Cimahi masuk zona merah, jika sudah masuk zona merah, artinya kualitas air dengan kedalaman sumur dalam atau lebih dari 40 meter sudah tidak memadai. Hal tersebut lantaran eksploitasi berlebihan yang dilakukan, terutama oleh industri.

“Cimahi ini sudah masuk ke zona merah sumber air dangkal dan sumber air dalam. Semua daerah di Cimahi itu zona merah, sudah tidak lagi membuka titik air baru,” ungkap Nur, Kamis (5/12/2019).

Meski masuk dalam zona merah untuk air dalam, lanjut Nur Kuswandana, namun untuk sumur dangkal dengan kedalaman kurang dari 40 meter masih bisa dieksplorasi. Namun tetap harus melalui prosedur perizinan melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Sumur dangkal itu masih bisa dimanfaatkan tentunya untuk kebutuhan rumah tangga. Tapi kalau mau membuka titik baru harus ada izin dari Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat dan Cimahi dari tahun kemarin sudah tidak membuka titik baru untuk industri,” ungkapnya.

Meskipun Cimahi mengalami penurunan tanah, namun menurut Nur kondisinya tidak akan separah dengan penurunan tanah di wilayah selatan Bandung. “Kalau Cimahi memang bekas endapan danau purba, tapi bukan bagian terendah melainkan bagian terluarnya, jadi dampaknya ada tapi tidak akan terlalu signifikan,” jelasnya.

Sementara menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Mochamad Ronny mengatakan, salah satu penyebab adanya penurunan permukaan tanah itu salah satunya disebabkan oleh pengambilan air bawah tanah dalam yang volumenya cukup banyak.

“Makin banyak pengambilan air sumur dalam, potensi penurunan tanahnya juga makin besar. Makannya harus dibatasi,” kata Ronny.

Aktifitas pengambilan air bawah dalam disinyalir selama ini dilakukan oleh industri di Kota Cimahi. Pemkot Cimahi sendiri belum melakukan pengecekan sedalam mana aktifitas pengambilan air bawah tanah industri di Kota Cimahi. Sebab itu menjadi kewenangan Pemprov Jabar.

Namun, kata Ronny, untuk perusahaan/industri di Kota Cimahi diwajibkan membuat sumur imbuhan sebagai penyeimbang dari sumur dalam jika ingin melakukan aktifitas pengambilan air. “Kalau ke pelaku usaha di dalam dokumen lingkungan ketika ada pengambilan air tanah artesis tanah dalam maka harus diimbangi dengan sumur imbuhan (kalau ada air hujan masuk sumur imbuhan),” jelasnya.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota Cimahi seharusnya bergerak cepat melakukan penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk menampung air hujan sebelum mengalir ke sungai.”Harusnya sudah mulai memikirkan penggunaan air olahan, jadi industri tidak lagi menyedot air bawah tanah,” pungkasnya.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang HUT Ke-30, PT LEN Beri Bantuan Paket Sembako Ke Pemkot Bandung

    Jelang HUT Ke-30, PT LEN Beri Bantuan Paket Sembako Ke Pemkot Bandung

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 6
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota Bandung menerima bantuan sejumlah paket sembako dari PT. LEN Industri Persero. Bantuan ini selanjutnya akan disalurkan ke 30 panti sosial di Kota Bandung. Bantuan sembako ini merupakan kerja sama Forum Bandung Sehat (FBS) dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung. Paket sembako yang diberikan berupa beras, mie, telur, dan minyak dengan […]

  • Sejumlah Prioritas Pembangunan Kota Sukabumi Di Usulkan Lewat Musrenbang Dan RKPD Tahun 2021

    Sejumlah Prioritas Pembangunan Kota Sukabumi Di Usulkan Lewat Musrenbang Dan RKPD Tahun 2021

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInewa.id – Ada sejumlah prioritas pembangunan di Kota Sukabumi yang diusulkan lewat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Sukabumi tahun 2021. Seperti halnya dengan peningkatan kualitas SDM, ketahanan keluarga dan sosial masyarakat. Hal itu dikatakan oleh Walikota Sukabumi Achmad Fahmi, usai membuka kegiatan Musrenbang RKPD 2021 di salah satu Hotel […]

  • Solusi Bagi PKL Dalem Kaum Kota Bandung bisa berjualan tapi tidak melanggar aturan

    Solusi Bagi PKL Dalem Kaum Kota Bandung bisa berjualan tapi tidak melanggar aturan

    • calendar_month Kamis, 20 Jun 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    LBANDUNG, Mbinews– Pimpinan dan anggota Komisi B DPRD Kota Bandung menggelar rapat kerja bersama Bapelitbang, Disciptabintar, KUKM, Satpol PP, Bagian Ekonomi, dan Bagian Hukum Setda Kota Bandung, membahas tindak lanjut penyelesaian permasalahan PKL Dalem Kaum, di Ruang Rapat Komisi B DPRD Kota Bandung, Kamis, 20 Juni 2024. Rapat kerja dipimpin oleh Ketua Komisi B DPRD […]

  • Peduli Pendidikan, WOM Finance Salurkan CSR di Sukabumi

    Peduli Pendidikan, WOM Finance Salurkan CSR di Sukabumi

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Salah satu perusahaan pembiayaan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance), melakukan penyaluran bantuan kepada dunia pendidikan di Sukabumi, Kamis (25/11/2021). Hal tersebut dilakukan, sebagai bentuk kepedulian perusahaan yang bergerak dalam pembiayaan sepeda motor, kepada generasi penerus bangsa. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada Ustadz Aceng Lukman selaku pembina Yayasan Raudlatul Jannah Luqmaniyah, […]

  • IMM Bersama Kepolisian di Sukabumi Salat Ghaib dan Doakan Randi

    IMM Bersama Kepolisian di Sukabumi Salat Ghaib dan Doakan Randi

    • calendar_month Kamis, 3 Okt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.com — Puluhan Mahasiswa Ikatan Muhammadiyah (IMM) Sukabumi bersama anggota Kepolisian Polres Sukabumi Kota, gelar salat Ghaib bersama meninggalnya Alm. Randi Mahasiwa UHO Sulteng, di Halaman Polres Sukabumi Kota, Cikole, Kota Suiabumi, Rabu (2/10/19) malam. Ketua IMM Cabang Sukabumi Rajib Rivaldi, mengatakan kegiatan tersebut, merupakan bentuk duka cita atas meninggalnya Almarhum Randi sebagai Kader […]

  • Pekan Depan, Dinkes Akan Tes Antigen Siswa Dan PTK Yang PTM

    Pekan Depan, Dinkes Akan Tes Antigen Siswa Dan PTK Yang PTM

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, dr Ahyani Raksanagara mengungkapkan, pekan depan akan melakukan uji swab dan rapid test antigen secara acak kepada peserta didik dan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) yang melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). “Jadi ini adalah program Kemenkes, di Jawa Barat ada dua daerah percontohan Kota Bogor dan […]

expand_less