Breaking News
Trending Tags

Alami Penurunan Tanah, Pemkot Cimahi Minta Industri Kurangi Pengambilan air bawah tanah

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 5 Des 2019
  • visibility 156
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mbinews.id, CIMAHI– Hasil penelitian Institut Teknologi Bandung (ITB) menunjukan adanya peristiwa penurunan tanah yang terjadi di wilayah Bandung Raya yang cukup mengkhawatirkan. Termasuk di Kota Cimahi. Pemkot Cimahi angkat bicara perihal adanya aktifitas penurunan permukaan tanah (landsubsidence) di Bandung Raya, termasuk di Kota Cimahi, yang dianggap cukup mengkhawatirkan.

Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi menyebutkan, sumber air bawah tanah di Kota Cimahi masuk zona merah, yang berimbas pada penurunan permukaan tanah (land subsidence). Penurunan tanah di sejumlah titik bisa mencapai 1-20 centimeter pertahunnya.

Salah satu penyebabnya adalah eksploitasi air bawah tanah di industri yang memiliki lebih dari satu titik dengan penggunaan berlebihan untuk proses produksi. Agar eksploitasi sumber air tidak semakin menjadi, industri disarankan mulai melakukan daur ulang air limbah. “Jangan langsung dibuang tapi harus bisa diolah lagi. Jangan terus menyedot air tanah,” tegasnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi, menjelaskan, sumber air bawah tanah di Kota Cimahi masuk zona merah, jika sudah masuk zona merah, artinya kualitas air dengan kedalaman sumur dalam atau lebih dari 40 meter sudah tidak memadai. Hal tersebut lantaran eksploitasi berlebihan yang dilakukan, terutama oleh industri.

“Cimahi ini sudah masuk ke zona merah sumber air dangkal dan sumber air dalam. Semua daerah di Cimahi itu zona merah, sudah tidak lagi membuka titik air baru,” ungkap Nur, Kamis (5/12/2019).

Meski masuk dalam zona merah untuk air dalam, lanjut Nur Kuswandana, namun untuk sumur dangkal dengan kedalaman kurang dari 40 meter masih bisa dieksplorasi. Namun tetap harus melalui prosedur perizinan melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Sumur dangkal itu masih bisa dimanfaatkan tentunya untuk kebutuhan rumah tangga. Tapi kalau mau membuka titik baru harus ada izin dari Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat dan Cimahi dari tahun kemarin sudah tidak membuka titik baru untuk industri,” ungkapnya.

Meskipun Cimahi mengalami penurunan tanah, namun menurut Nur kondisinya tidak akan separah dengan penurunan tanah di wilayah selatan Bandung. “Kalau Cimahi memang bekas endapan danau purba, tapi bukan bagian terendah melainkan bagian terluarnya, jadi dampaknya ada tapi tidak akan terlalu signifikan,” jelasnya.

Sementara menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Mochamad Ronny mengatakan, salah satu penyebab adanya penurunan permukaan tanah itu salah satunya disebabkan oleh pengambilan air bawah tanah dalam yang volumenya cukup banyak.

“Makin banyak pengambilan air sumur dalam, potensi penurunan tanahnya juga makin besar. Makannya harus dibatasi,” kata Ronny.

Aktifitas pengambilan air bawah dalam disinyalir selama ini dilakukan oleh industri di Kota Cimahi. Pemkot Cimahi sendiri belum melakukan pengecekan sedalam mana aktifitas pengambilan air bawah tanah industri di Kota Cimahi. Sebab itu menjadi kewenangan Pemprov Jabar.

Namun, kata Ronny, untuk perusahaan/industri di Kota Cimahi diwajibkan membuat sumur imbuhan sebagai penyeimbang dari sumur dalam jika ingin melakukan aktifitas pengambilan air. “Kalau ke pelaku usaha di dalam dokumen lingkungan ketika ada pengambilan air tanah artesis tanah dalam maka harus diimbangi dengan sumur imbuhan (kalau ada air hujan masuk sumur imbuhan),” jelasnya.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota Cimahi seharusnya bergerak cepat melakukan penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk menampung air hujan sebelum mengalir ke sungai.”Harusnya sudah mulai memikirkan penggunaan air olahan, jadi industri tidak lagi menyedot air bawah tanah,” pungkasnya.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Telah Dilantik Sebagai Anggota DPRD, Asep Rukmansyah Gelar Syukuran

    Telah Dilantik Sebagai Anggota DPRD, Asep Rukmansyah Gelar Syukuran

    • calendar_month Minggu, 1 Sep 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Mbinews.id, Cimahi– Anggota DPRD yang terpilih melakukan syukuran dalam konteks keberhasilannya setelah terpilih atau dilantik sebagai Anggota DPRD Kota Cimahi periode 2019-2024. Seperti halnya Asep Rukmansyah yang menjadi anggota dewan melakukan tasyakur bi nikmat sekaligus memperingati tahun baru 1441 Hijriyah, Minggu (1/9/2019) di perumahan Nata Endah Cbabat Cimahi Utara. Diketahui sebelumnya, sebanyak 45 Anggota DPRD […]

  • Resmi Jadi Walikota Bandung, Yana Langsung Ziarah Ke Makam Sang Ayah

    Resmi Jadi Walikota Bandung, Yana Langsung Ziarah Ke Makam Sang Ayah

    • calendar_month Senin, 18 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 248
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Usai dilantik sebagai Walikota Bandung, Yana Mulyana langsung berziarah ke makam almarhum ayahnya, Letjen (Purn) H. Soepardjo Bin Redjoprawiro di Taman Makam Pahlawan Kota Bandung, Jalan Cikutra, Senin 18 April 2022. Saat ziarah, Yana mengirimkan doa untuk orangtuanya. Doa dipimpin oleh perwakilan dari Kementerian Agama Kota Bandung, Ucup Pathudin Al Maarif. Yana […]

  • Kolaborasi BAZNAS Jabar dan Mitra Wujudkan Khitan Ceria untuk 100 Anak di Bandung

    Kolaborasi BAZNAS Jabar dan Mitra Wujudkan Khitan Ceria untuk 100 Anak di Bandung

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 2.484
    • 0Komentar

    BANDUNG,Mbinews  – BAZNAS Provinsi Jawa Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat melalui penyelenggaraan program Khitan Ceria untuk 100 anak. Kegiatan bertema “Karena Setiap Anak adalah Istimewa, dan Setiap Anak Berhak Merasakan Kebahagiaan” tersebut digelar di Klinik Khitan Dokter Seno, Kota Bandung, Selasa (30/6/2026). Program ini merupakan hasil kolaborasi antara […]

  • Kepengurusan FPPU Jabar Resmi Dikukuhkan, Arie Gifary:  FPPU  Siap Dukung  Pemerintah Jabar Juara

    Kepengurusan FPPU Jabar Resmi Dikukuhkan, Arie Gifary: FPPU Siap Dukung Pemerintah Jabar Juara

    • calendar_month Sabtu, 5 Feb 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews .id – Gubernur Jawa Barat, M. Ridwan Kamil resmi mengukuhkan kepengurusan Forum Pemberdayaan Pesantren dan Umat (FPPU) Jabar di Pusdai Jawa Barat, Sabtu 5 Februari 2022. Dalam sambutannya, Ridwan Kamil ingin FPPU bersinergi bersama pemerintah dalam mengembangkan pondok pesantren. Ia juga ingin agar para santri dan santriwati pondok pesantren mampu mengembangkan diri dalam […]

  • Dorong pelaku Usaha Naik Kelas, Pemkot Sukabumi Fasilitasi Pembuatan Hak Merek Bagi IKM

    Dorong pelaku Usaha Naik Kelas, Pemkot Sukabumi Fasilitasi Pembuatan Hak Merek Bagi IKM

    • calendar_month Senin, 7 Des 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Sebanyak lima belas pelaku Indutri Kecil dan Menengah (IKM) di Kota SUkabumi mendapatkan bantuan pembuatan hak merek dari pemerintah setempat. Kepedulian Pemkot Sukabumi terhadap IKM tentunya salah satu bentuk untuk percepatan pembangunan IKM dan UKM semakin tumbuh dan berkembang salah satunya dengan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan merek.”Dari sekitar 3.900 IKM di Kota Sukabumi, […]

  • Status Darurat Kebakaran TPA Sarimukti  Diambilalih Provinsi

    Status Darurat Kebakaran TPA Sarimukti Diambilalih Provinsi

    • calendar_month Selasa, 12 Sep 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 219
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG BARAT,Mbinews.id  – Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengecek lapangan kondisi terakhir TPA Sarimukti, di Kabupaten Bandung Barat, Selasa (12/9/2023). Monitoring dilakukan setelah Pemda Kabupaten Bandung Barat tidak lagi memperpanjang status tanggap darurat bencana kebakaran dan menyerahkan penanganannya ke Pemdaprov Jabar. Monitoring ini yang pertama dilakukan Bey sebagai Penjabat Gubernur Jabar sejak dilantik […]

expand_less