Breaking News
Trending Tags

Kredit bjb Mesra Menjadi Harapan HWDI Jabar Wujudkan Kemandirian Ekonomi

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 27 Feb 2020
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id – Keinginan untuk mampu berdikari secara ekonomi, menjadi harapan yang melekat dalam benak siapa saja, tak memandang warna kulit, gender, maupun kategori-kategori sosial lain yang kerap kali dilekatkan. Dorongannya sanggup menggerakan setiap orang untuk berani melangkah, melewati berbagai rintangan terjal demi mencapai kebebasan finansial.

Kustini menjadi salah satu dari sekian juta orang yang lamat-lamat menyimpan harapan itu. Dia adalah Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Jabar. Bersama para difabel lainnya, Kustini tak cuma mengandalkan harap, dia getol bekerja keras mengupayakan bermacam hal agar kelak ia dan harapannya dapat bersitatap.

Di bawah himpunan yang ia gerakkan, para difabel mendapatkan beragam pelatihan keterampilan untuk mengeksplorasi keahliannya di berbagai bidang. Tujuannya, agar mampu menghasilkan sesuatu yang bernilai, bekal fondasional paling niscaya dibutuhkan dalam menjemput impian kemandirian.

Di mata Kustini, para difabel memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor kewirausahaan. Keahlian yang dipupuk dari serangkaian pelatihan, serta semangat juang berlipat ganda untuk menunjukkan kebolehan menjadi senjata utamanya.

Tapi, Kustini juga mafhum bahwa bekal keahlian dan daya juang saja tak cukup dalam mengarungi ketatnya persaingan dunia usaha. Modal, menjadi salah satu faktor paling menentukan bagi setiap orang dalam merintis dan melebarkan sayap usaha.

Kondisi itu, tentu saja membuat ia sempat merasa risau. Apalagi, status sosial difabel yang melekat pada diri dan kawan sejawatnya menambah-nambah kepelikan situasi yang dia hadapi. Kustini tahu betul, penyandang disabilitas kesulitan mengakses permodalan.

Rasa gundah yang sempat menyelimuti itu akhirnya sirna seiring keputusan kehadiran Kredit bjb Mesra (Masyarakat Ekonomi Sejahtera). Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan bank bjb kini memperluas jangkauan pelayanan produk Kredit bjb Mesra. Kini, kredit yang menjadi andalan warga Jabar ini terbuka bagi para difabel.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, Widi Hartoto mengatakan langkah ini merupakan wujud nyata keberpihakan perseroan kepada seluruh kalangan masyarakat yang membutuhkan akses permodalan dalam membangun kemandirian ekonomi. Tak melulu berorientasi pada keuntungan, Widi menuturkan bank bjb juga memiliki komitmen kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Sebagai bank pembangunan daerah, bank bjb memiliki peran sentral untuk menopang perkembangan perekonomian masyarakat. Langkah ini merupakan implementasi nyata dari semangat perseroan dalam mendukung pertumbuhan daerah. Kami meyakini, perluasan jangkauan ini akan memberi dampak positif mengingat Kredit bjb Mesra merupakan salah satu produk andalan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan kebutuhan akses permodalan lebih mudah,” kata Widi.

Sejak pertama kali diluncurkan akhir 2018 lalu, Kredit bjb Mesra memang telah menjadi primadona di tengah-tengah masyarakat. tercatat jumlah pembiayaan Kredit bjb Mesra yang telah tersalurkan mencapai Rp8,1 miliar. Dana miliaran tersebut menyentuh 2.802 warga penerima manfaat lewat 202 rumah ibadah dan 383 kelompok yang tersebar di 105 kecamatan pada 22 kota dan kabupaten.

Perluasan jangkauan ini juga merupakan langkah perseroan yang dilakukan guna memperlebar akses inklusi keuangan kepada seluruh lapisan dan kelompok masyarakat. Pemanfaatan produk keuangan ini merupakan hal penting demi mengoptimalisasi potensi usaha yang digeluti masyarakat.

Tak hanya membuka keran perluasan akses, bank bjb juga memberikan pembekalan pengetahuan dalam bentuk edukasi dan literasi keuangan via berbagai program, tak terkecuali program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu (PESAT). Melalui PESAT, bank bjb memberikan edukasi dan pendampingan kepada para wirausaha selama beberapa bulan agar kemampuan pengelolaan keuangan serta akselerasi usaha dapat berkembang.

Untuk mengakses permodalan lewat Kredit bjb Mesra, persyaratan yang diberlakukan terbilang sederhana di mana kelompok penyandang disabilitas diminta membuat proposal berisi daftar kebutuhan berikut besaran dananya. Nantinya, proposal diberikan kepada organisasi yang menaungi untuk dilanjutkan kepada bank bjb.

Sistem pengajuannya pun dilakukan secara berkelompok dengan anggota 5-10. Setiap orang dalam kelompok bisa mengajukan kredit hingga Rp5 juta. Selain berfungsi sebagai kelompok pembinaan pelatihan, namun juga berfungsi sebagai kelompok penerima pinjaman karena kredit ini bersistem tanggung renteng. kelompok-kelompok yang terbentuk akan menerima pelatihan dari pihak bank bjb.

Keterbukaan akses Kredit bjb Mesra bagi para disabilitas ini mendatangkan angin segar bagi Kustini. Kini, ia dan kawan-kawannya tak lagi hanya bisa bermimpi mengembangkan usaha. Bagi para difabel semula hanya memiliki bekal niat, juga bisa segera merealisasikan cita-cita usahanya.

“Kesulitan akses permodalan selama ini menjadi salah satu tantangan yang dihadapi wirausahawan kelompok disabilitas. Dengan keberadaan Kredit bjb Mesra ini, kami mendapat kemudahan pinjaman tanpa agunan dan biaya administrasi yang ringan sehingga akan lebih memudahkan upaya untuk mengembangkan usaha,” kata Kustini. ***

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Kota Bandung dan Pemkot Setujui Nota Kesepakatan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026

    DPRD Kota Bandung dan Pemkot Setujui Nota Kesepakatan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung menyelenggarakan rapat paripurna dengan agenda Penandatanganan Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026, di Gedung DPRD Kota Bandung, pada Senin, 20 Oktober 2025. Rapat dipimpin Ketua DPRD H. Asep Mulyadi, S.H, didampingi para Pimpinan DPRD H. […]

  • Bahas Evaluasi Kinerja Tahun 2021, Komisi A Minta DPMPTSP Raup Investasi untuk Buka Lapangan Kerja

    Bahas Evaluasi Kinerja Tahun 2021, Komisi A Minta DPMPTSP Raup Investasi untuk Buka Lapangan Kerja

    • calendar_month Kamis, 17 Feb 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 43
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Komisi A DPRD Kota Bandung melakukan rapat kerja membahas Evaluasi Kinerja Tahun 2021 dan Ekspose Rencana Kerja Tahun 2022 bersama DPMPTSP Kota Bandung, di Ruang Rapat Komisi A, DPRD Kota Bandung, Rabu, (16/2/2022). Rapat dipimpin Wakil Ketua Komisi A, Khairullah, S.Pd.I, dan dihadiri anggota Komisi A, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. […]

  • Cabe – Cabean Alami Penurunan, komoditas Bombay Meroket

    Cabe – Cabean Alami Penurunan, komoditas Bombay Meroket

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id –  Komoditas cabai-cabaian pekan ini terpantau terus alami penurunan harga. Seperti halnya, dengan cabai rawit merah yang sempat di bandrol Rp90 ribu, kini hanya Rp64 ribu per kilogramnya. begitu juga dengan cabai rawit merah besar semula Rp64 ribu menjadi Rp45 ribu, cabai merah lokal menjadi Rp55 ribu, cabai keriting merah setelah ada penurunan […]

  • Puluhan Polres  Pelabuhan Tanjung Priok Dan Warga Papua  Menari Sajojo

    Puluhan Polres Pelabuhan Tanjung Priok Dan Warga Papua Menari Sajojo

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    JAKARTA, MBInews.id -Puluhan personil Polres Pelabuhan Tanjung Priok berkumpul di Dermaga Terminal Penumpang Nusantarapura II, Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (2/9/2019) siang. Tak jauh dari kumpulan polisi, ada kelompok lain yang jumlahnya tak kalah banyak. Mereka ada sekelompok pemuda asal Papua. Kedua kelompok itu pun bergabung. Pertemuan itu bukan dalam rangka konflik. Aparat kepolsian yang mengenakan […]

  • Perkembangan Pembangunan di Kota Bandung, Jadikan Kota yang Aman dan Nyaman

    Perkembangan Pembangunan di Kota Bandung, Jadikan Kota yang Aman dan Nyaman

    • calendar_month Selasa, 5 Mar 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Perkembangan Pembangunan di Kota Bandung yang menjadikan Kota Bandung yang aman dan nyaman, Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Dr. H. Edwin Senjaya, SE., MM. mengapresiasi terhadap pembangunan positif yang sudah dilakukan Pemerintah Kota Bandung. Lebih Jauh Dr H. Edwin Senjaya SE M mengatakan tahun 2023 merupakan tahun terakhir kepemimpinan Wali Kota Bandung […]

  • Menghapus Tato Dengan Imbalan Hafal Al-Quran

    Menghapus Tato Dengan Imbalan Hafal Al-Quran

    • calendar_month Senin, 6 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 43
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Puluhan warga di Sukabumi mengikuti program hapus tato gratis yang dilakukan oleh Komunitas Sosial Sehati Gerak Bersama, Minggu (5/9/2021) pagi. Ketua Sehati Gerak Bersama Andri Kurniawan mengatakan, program ini merupakan lanjutan dari program rutin yang dilakukan oleh komunitasnya, sejak tahun 2019 silam. “Total peserta hapus tato, semenjak diadakan pada tahun 2019 lalu, […]

expand_less