Breaking News
Trending Tags

Tujuh Kasus Positif COVID-19 di Karawang, Emil : Penularan Di Jabar Terbagi Empat Kluster

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 24 Mar 2020
  • visibility 26
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil melaporkan, penularan COVID-19 yang sudah terdeteksi di Jabar sampai saat ini dikelompokkan dalam empat kluster penyebaran.

Kluster pertama adalah Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jabar di Kabupaten Karawang. Kluster kedua dan ketiga yakni dua seminar di Bogor. Terakhir, seminar keagamaan di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– mengimbau masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut atau kluster untuk melapor ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten/Kota setempat dan melakukan tes COVID-19.

“Ini semua (tujuh kasus positif COVID-19 di Karawang) adalah hasil tes mandiri. Jadi, kami betul-betul mengambil keputusan yang benar, yaitu melakukan tes mandiri yang hasilnya bisa dicek oleh laboratorium kami sendiri,” kata Kang Emil dalam konferensi pers terkait perkembangan terkini COVID-19 di Jabar di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (24/3/20).

“Hasilnya ada pola persebaran. Satu pola adalah lebih dari tujuh orang itu terpapar positif (COVID-19) adalah orang-orang yang datang ke acara Musda Hipmi di Karawang, 9 Maret (2020) lalu, sehingga saya mengimbau semua yang hadir di acara Musda Hipmi agar segera lapor kepada Dinkes (Dinas Kesehatan) di kota/kabupaten masing-masing, segera hari ini atau besok pagi untuk dilakukan tes, yang Alhamdulillah persiapan rapid test sudah siap dilaksanakan mulai besok,” imbuhnya.

Selain itu, kata Kang Emil, pihaknya sudah memegang data warga yang hadir dalam dua seminar di Bogor, dan seminar keagamaan di Lembang. Menurut dia, ada sekitar 2.000 peserta dalam seminar keagamaan di Lembang.

“Kami imbau kepada para peserta seminar GBI di Lembang agar segera melaporkan juga kepada Dinkes setempat untuk segera melakukan rapid test, di rapid test yang sudah siap,” ucapnya.

“Dua acara di Bogor, satu di lembang , dan satu di Karawang ini adalah temuan dari hasil tes mandiri yang kita lakukan sejak delapan hari yang lalu. Saya sendiri ikut acara yang Musda Hipmi itu, saya sudah tes bersama istri dan hasilnya negatif. Tapi, saya akan melakukan tes kedua untuk memastikan keamanan dari kami sendiri,” tambahnya.

Kang Emil juga memastikan kesiapan tes masif yang akan dimulai besok (Rabu, 25 Maret 2020). Tes masif di daerah dengan penyebaran COVID-19 paling besar itu tidak ditujukan bagi seluruh warga Jabar, melainkan hanya untuk tiga kategori.

Pertama, Kategori A yakni masyarakat dengan risiko tertular paling tinggi seperti Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang baru tiba dari luar negeri, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan keluarga, tetangga, dan temannya, serta petugas kesehatan di rumah sakit yang menangani COVID-19.

Kedua, Kategori B yaitu masyarakat dengan profesi yang interaksi sosialnya atau rawan tertular. Ketiga, Kategori C meliputi masyarakat luas yang memiliki gejala sakit yang diduga penyakit COVID-19. Dugaan tersebut harus merujuk keterangan dari fasilitas kesehatan, bukan self-diagnosis atau mendiagnosis diri sendiri.

“Kategori A ini mulai besok akan dites oleh ribuan test kit yang hitungan 15 menit akan keluar dalam bentuk tes di fasilitas kesehatan, di rumah sakit-rumah sakit yang sudah ditentukan. Jadi, prioritas untuk hari besok di Jawa Barat adalah melakukan rapid test secara masif kepada golongan Kategori A,” ucap Kang Emil.

“Kami berharap dengan hasil tes masif ini yang berdasarkan undangan, analisis, itu akan menghasilkan peta persebaran yang terukur di hari Jumat atau Sabtu, sehingga hasilnya kita bisa mengambil keputusan apakah bekerja dan bersekolah di rumah dilanjutkan menambah satu minggu atau bisa kembali lagi ke sekolah atau tempat bekerja dengan tetap menjaga jarak,” imbuhnya.

Bagi warga Jabar yang masuk dalam tiga kategori tersebut, bisa mendaftar melalui aplikasi PIKOBAR (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar) atau daftar ke Dinkes kabupaten/kota secara manual. Namun, kedua pintu pendaftaran ini akan diregistrasi secara digital, sehingga hasil tes pun akan diinformasikan secara digital.

Kang Emil mengatakan, pihaknya menyediakan 20 ribu test kit untuk tes masif tersebut. Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar sudah menganggarkan Rp48 miliar untuk membeli berbagai alat kesehatan termasuk alat rapid test.

“Tantangan terbesar adalah untuk membeli alat pelindung diri (APD), masker, dan alat rapid test. Kita sudah belanjakan Rp48 miliar sampai hari ini. Kita akan siapkan dana sampai Rp500 miliar, dana itu sedang didiskusikan dengan DPRD (Jabar) untuk dicari sumber-sumbernya,” katanya.

“Arahan Presiden (Joko Widodo) adalah mengambil dari anggaran-anggaran yang tidak prioritas, di-mayoritas-kan di zona anggaran kesehatan sambil juga menyiapkan dana untuk social safety net terkait subsidi sembako dan subsidi keuangan bagi warga yang terpapar dari sisi kemungkinan menjadi rawan miskin,” tambahnya.

Bupati Karawang Positif COVID-19

Dalam konferensi tersebut, Kang Emil juga melaporkan, ada tiga kepala daerah di Jabar yang positif COVID-19. Dia mengatakan, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dinyatakan positif COVID-19 usai menghadiri Musda Hipmi Jabar yang digelar di Karawang.

“Ada satu lagi kepala daerah di Provinsi Jawa Barat yang positif, yaitu Bupati Karawang, Ibu Cellica. Ibu Cellica tadi memberikan informasi yang juga saya sudah tahu terkait hasilnya dan saya sudah minta izin untuk melaporkan,” ucap Kang Emil.

“Jadi, di Jawa Barat sudah ada tiga kepala daerah (positif Covid-19), Wali Kota Bogor, kedua Wakil Wali Kota Bandung, dan ketiga adalah Bupati Karawang,” imbuhnya.

Kang Emil juga mengimbau warga Jabar untuk tidak melakukan bepergian atau pulang kampung. Khususnya, warga Jabar yang bekerja di Jakarta atau jauh dari kampung halaman.

“Saya imbau semua warga untuk tidak mudik. Karena sumber pandemik di Indonesia itu mayoritas ada di Jakarta. Kalau Anda-Anda pulang sebelum rapid test ini dilaksanakan Anda punya potensi sebagai ODP,” katanya. (WAN/MBI)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Bandung Bertekad Ciptakan Bibit Unggul Sepak Bola Usia Dini

    Pemkot Bandung Bertekad Ciptakan Bibit Unggul Sepak Bola Usia Dini

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Pemerintah Kota Bandung bertekad untuk membantu melahirkan dan membina bibit unggul bidang olahraga khususnya sepak bola. Pasalnya, selama ini Kota Bandung telah dianggap sebagai barometer sepak bola Indonesia. Oleh karenanya, Pemkot Bandung sangat mendukung turnamen sepak bola yang melibatkan pemain usia dini. Turnamen usia dini merupakan bagian dari pembinaan pemain. “Dengan kegiatan […]

  • Pembukaan Media Center Jakarta PON XX Papua 2021

    Pembukaan Media Center Jakarta PON XX Papua 2021

    • calendar_month Sabtu, 2 Okt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 35
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mbinews.id – 1 Oktober 2021 – Media Center Jakarta di Jakarta Convention Center, Senayan, resmi dibuka sehari jelang perhelatan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX Papua 2021. Dari Makassar ketika transit menuju Papua, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal S. Depari pun memberikan apresiasi atas dibukanya media center PON XX Papua. “Media […]

  • Volunteer Panthera, Gelar Kemah Konservasi Bagi Pelajar dan Masyarakat Pinggiran Gede Pangrango

    Volunteer Panthera, Gelar Kemah Konservasi Bagi Pelajar dan Masyarakat Pinggiran Gede Pangrango

    • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 35
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Puluhan pelajar yang tergabung dalam siswa pelajar pencinta alam (Sispala) se Sukabumi, Jawa Barat, mengikuti Kemah Konservasi yang digelar Himpunan Sukarelawan Volunteer Panthera. Kegiatan kemah konservasi yang dilaksankan selama dua hari Sabtu hingga Minggu (15-16/1) tersebut, merupakan rangkain dari ulang tahun ke-33 Volunteer Panthera yang ditempatkan di Bumi Perkemahan Baru Halimun, Balai Besar Taman […]

  • Cegah Penyebaran Covid-19, Sekertariat PWI Kota Bandung Bersama PMI Lakukan Penyemprotan Disinfektan

    Cegah Penyebaran Covid-19, Sekertariat PWI Kota Bandung Bersama PMI Lakukan Penyemprotan Disinfektan

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 24
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Dalam upaya pencegahan dan penyebaran corona virus disease 19 (covid-19),seluruh ruangan di lingkungan Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia(PWI)Kota Bandung  Jl.Jendral Ahmad Yani No.262 Komplek Stadion Sidolig Lt 2, Kota Bandung. dilakukan penyemprotan disinfektan, Selasa  (24/3/2020). Penyemprotan cairan sterilisasi sekretariat PWI Kota Bandung dilakukan oleh PMI Kota Bandung.Ketua PWI Kota Bandung Hardiyansyah mengatakan, penyemprotan […]

  • Memasuki Puncak Musim Haji 2024, Berikut Deretan Penyakit Yang Menyerang Jemaah Saat Berada di Mekkah

    Memasuki Puncak Musim Haji 2024, Berikut Deretan Penyakit Yang Menyerang Jemaah Saat Berada di Mekkah

    • calendar_month Rabu, 12 Jun 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Berdasarkan data yang dihimpun tim medis pada kloter 35 untuk pemberangkatan haji tahun 2024, saat ini terdapat 7 penyakit yang mendominasi menyerang para jemaah di tanah suci. Hal tersebut, disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Reni Rosyida Muthmainnah yang juga merupakan jemaah haji asal Kota Sukabumi, yang tergabung pada kloter […]

  • Dorong Pemulihan Ekonomi Masyarakat, Syamsul Bachri: Optimis Pariwisata Jawa Barat Akan Bangkit

    Dorong Pemulihan Ekonomi Masyarakat, Syamsul Bachri: Optimis Pariwisata Jawa Barat Akan Bangkit

    • calendar_month Sabtu, 19 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat , H. Syamsul Bachri SH, MBA optimis pada tahun 2022 ini sector kaperiwisataan Jawa Barat akan terus bangkit. Untuk itu, Kita harus optimis dan mendorong pemulihan ekonomi masyarakat terutama untuk sector kepariwisataan. Di tahun 2022, pemerintah daerah mulai memberikan ijin buka untuk pusat perbelanjaan , Restoraan/café, […]

expand_less