Breaking News
Trending Tags

Tujuh Kasus Positif COVID-19 di Karawang, Emil : Penularan Di Jabar Terbagi Empat Kluster

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 24 Mar 2020
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil melaporkan, penularan COVID-19 yang sudah terdeteksi di Jabar sampai saat ini dikelompokkan dalam empat kluster penyebaran.

Kluster pertama adalah Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jabar di Kabupaten Karawang. Kluster kedua dan ketiga yakni dua seminar di Bogor. Terakhir, seminar keagamaan di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– mengimbau masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut atau kluster untuk melapor ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten/Kota setempat dan melakukan tes COVID-19.

“Ini semua (tujuh kasus positif COVID-19 di Karawang) adalah hasil tes mandiri. Jadi, kami betul-betul mengambil keputusan yang benar, yaitu melakukan tes mandiri yang hasilnya bisa dicek oleh laboratorium kami sendiri,” kata Kang Emil dalam konferensi pers terkait perkembangan terkini COVID-19 di Jabar di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (24/3/20).

“Hasilnya ada pola persebaran. Satu pola adalah lebih dari tujuh orang itu terpapar positif (COVID-19) adalah orang-orang yang datang ke acara Musda Hipmi di Karawang, 9 Maret (2020) lalu, sehingga saya mengimbau semua yang hadir di acara Musda Hipmi agar segera lapor kepada Dinkes (Dinas Kesehatan) di kota/kabupaten masing-masing, segera hari ini atau besok pagi untuk dilakukan tes, yang Alhamdulillah persiapan rapid test sudah siap dilaksanakan mulai besok,” imbuhnya.

Selain itu, kata Kang Emil, pihaknya sudah memegang data warga yang hadir dalam dua seminar di Bogor, dan seminar keagamaan di Lembang. Menurut dia, ada sekitar 2.000 peserta dalam seminar keagamaan di Lembang.

“Kami imbau kepada para peserta seminar GBI di Lembang agar segera melaporkan juga kepada Dinkes setempat untuk segera melakukan rapid test, di rapid test yang sudah siap,” ucapnya.

“Dua acara di Bogor, satu di lembang , dan satu di Karawang ini adalah temuan dari hasil tes mandiri yang kita lakukan sejak delapan hari yang lalu. Saya sendiri ikut acara yang Musda Hipmi itu, saya sudah tes bersama istri dan hasilnya negatif. Tapi, saya akan melakukan tes kedua untuk memastikan keamanan dari kami sendiri,” tambahnya.

Kang Emil juga memastikan kesiapan tes masif yang akan dimulai besok (Rabu, 25 Maret 2020). Tes masif di daerah dengan penyebaran COVID-19 paling besar itu tidak ditujukan bagi seluruh warga Jabar, melainkan hanya untuk tiga kategori.

Pertama, Kategori A yakni masyarakat dengan risiko tertular paling tinggi seperti Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang baru tiba dari luar negeri, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan keluarga, tetangga, dan temannya, serta petugas kesehatan di rumah sakit yang menangani COVID-19.

Kedua, Kategori B yaitu masyarakat dengan profesi yang interaksi sosialnya atau rawan tertular. Ketiga, Kategori C meliputi masyarakat luas yang memiliki gejala sakit yang diduga penyakit COVID-19. Dugaan tersebut harus merujuk keterangan dari fasilitas kesehatan, bukan self-diagnosis atau mendiagnosis diri sendiri.

“Kategori A ini mulai besok akan dites oleh ribuan test kit yang hitungan 15 menit akan keluar dalam bentuk tes di fasilitas kesehatan, di rumah sakit-rumah sakit yang sudah ditentukan. Jadi, prioritas untuk hari besok di Jawa Barat adalah melakukan rapid test secara masif kepada golongan Kategori A,” ucap Kang Emil.

“Kami berharap dengan hasil tes masif ini yang berdasarkan undangan, analisis, itu akan menghasilkan peta persebaran yang terukur di hari Jumat atau Sabtu, sehingga hasilnya kita bisa mengambil keputusan apakah bekerja dan bersekolah di rumah dilanjutkan menambah satu minggu atau bisa kembali lagi ke sekolah atau tempat bekerja dengan tetap menjaga jarak,” imbuhnya.

Bagi warga Jabar yang masuk dalam tiga kategori tersebut, bisa mendaftar melalui aplikasi PIKOBAR (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar) atau daftar ke Dinkes kabupaten/kota secara manual. Namun, kedua pintu pendaftaran ini akan diregistrasi secara digital, sehingga hasil tes pun akan diinformasikan secara digital.

Kang Emil mengatakan, pihaknya menyediakan 20 ribu test kit untuk tes masif tersebut. Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar sudah menganggarkan Rp48 miliar untuk membeli berbagai alat kesehatan termasuk alat rapid test.

“Tantangan terbesar adalah untuk membeli alat pelindung diri (APD), masker, dan alat rapid test. Kita sudah belanjakan Rp48 miliar sampai hari ini. Kita akan siapkan dana sampai Rp500 miliar, dana itu sedang didiskusikan dengan DPRD (Jabar) untuk dicari sumber-sumbernya,” katanya.

“Arahan Presiden (Joko Widodo) adalah mengambil dari anggaran-anggaran yang tidak prioritas, di-mayoritas-kan di zona anggaran kesehatan sambil juga menyiapkan dana untuk social safety net terkait subsidi sembako dan subsidi keuangan bagi warga yang terpapar dari sisi kemungkinan menjadi rawan miskin,” tambahnya.

Bupati Karawang Positif COVID-19

Dalam konferensi tersebut, Kang Emil juga melaporkan, ada tiga kepala daerah di Jabar yang positif COVID-19. Dia mengatakan, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dinyatakan positif COVID-19 usai menghadiri Musda Hipmi Jabar yang digelar di Karawang.

“Ada satu lagi kepala daerah di Provinsi Jawa Barat yang positif, yaitu Bupati Karawang, Ibu Cellica. Ibu Cellica tadi memberikan informasi yang juga saya sudah tahu terkait hasilnya dan saya sudah minta izin untuk melaporkan,” ucap Kang Emil.

“Jadi, di Jawa Barat sudah ada tiga kepala daerah (positif Covid-19), Wali Kota Bogor, kedua Wakil Wali Kota Bandung, dan ketiga adalah Bupati Karawang,” imbuhnya.

Kang Emil juga mengimbau warga Jabar untuk tidak melakukan bepergian atau pulang kampung. Khususnya, warga Jabar yang bekerja di Jakarta atau jauh dari kampung halaman.

“Saya imbau semua warga untuk tidak mudik. Karena sumber pandemik di Indonesia itu mayoritas ada di Jakarta. Kalau Anda-Anda pulang sebelum rapid test ini dilaksanakan Anda punya potensi sebagai ODP,” katanya. (WAN/MBI)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • bank bjb Miliki Sejumlah Strategi Tumbuh Positif di Tengah Pandemi Covid-19

    bank bjb Miliki Sejumlah Strategi Tumbuh Positif di Tengah Pandemi Covid-19

    • calendar_month Rabu, 14 Jul 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 26
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInew.id – Di tengah situasi ekonomi nasional yang secara umum menurun akibat Covid-19, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor keuangan terbilang masih terjaga meski cukup tertekan di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Hal tersebut di antaranya terlihat dari IHSG yang masih stabil, jumlah penghimpunan dana di pasar modal yang masih tinggi, […]

  • Ummi Oded Resmikan Komunitas Tanginas Lembur Tohaga Lodaya

    Ummi Oded Resmikan Komunitas Tanginas Lembur Tohaga Lodaya

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Dalam upaya mencegah stunting, Kelurahan Kebon Gedang, Kecamatan Batununggal membentuk Komunitas Tanginas (Bandung Tanggap Stunting dengan Pangan Aman dan Sehat) Lembur Tohaga Lodaya, Bandung, Sabtu  (17/10/2020) Kelurahan Kebon Gedang juga membentuk Komunitas Lembur Tohaga Lodaya dengan jargon Bontang Ngahiji dengan mengusung tema kuat dan kokoh dalam setiap komunitasnya. Kuat dan kokoh dalam […]

  • tampak depan Puskesmas Cibereum Hilir, Kecamatan Cibereum.

    Tingkatkan Mutu Pelayanan, Puskesmas di Kota Sukabumi Melakukan Re-Akreditasi

    • calendar_month Selasa, 14 Nov 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 42
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Demi meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi mengkonfiramasi sebanyak 15 puskesmas se-Kota Sukabumi tengah mengikuti proses akreditasi, maupun re-Akreditasi di beberapa puskesmas. Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Reni Rosyida Muthmainnah mengatakan, proses akreditasi yang berlangsung saat ini, dijadwalkan berjalan hingga bulan Desember 2023 mendatang. “Jadi pada tahun 2023 ini, […]

  • Selama PSBB Proporsional, Ketua Harian Gugus Tugas : ODP & PDP Di Kota Bandung Terjadi Penurunan

    Selama PSBB Proporsional, Ketua Harian Gugus Tugas : ODP & PDP Di Kota Bandung Terjadi Penurunan

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 26
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna menyatakan Kota Bandung mengalami penurunan kasus Covid-19 selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional. Penurunan terjadi untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan positif Covid-19. Saat PSBB proporsional dimulai pada 13 Juni 2020 lalu tercatat 138 kasus positif yang masih […]

  • 85,9% Warga Puas, Layanan Kesehatan Jadi Sektor Terbaik di Kota Bandung

    85,9% Warga Puas, Layanan Kesehatan Jadi Sektor Terbaik di Kota Bandung

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Bandung, Mbinews — Layanan kesehatan menjadi sektor dengan tingkat kepuasan tertinggi di Kota Bandung. Berdasarkan Survei Teropong Daerah yang diselenggarakan Litbang Kompas pada 23 Februari hingga 3 Maret 2026, sebanyak 85,9 persen warga menyatakan puas terhadap layanan kesehatan angka tertinggi dibandingkan sektor pelayanan publik lainnya. Tingginya tingkat kepuasan ini tidak lepas dari berbagai upaya peningkatan […]

  • BRIN Pastikan Keaslian Temuan Museum Prabu Siliwangi, Gunung Tangkil Berpeluang Jadi Cagar Budaya

    BRIN Pastikan Keaslian Temuan Museum Prabu Siliwangi, Gunung Tangkil Berpeluang Jadi Cagar Budaya

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Penelitian tahap kelima yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kembali menguatkan nilai historis koleksi Museum Prabu Siliwangi serta kawasan Gunung Tangkil, Kabupaten Sukabumi. Hasil riset ini, dipaparkan dalam seminar nasional yang digelar Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Dzikir Al-Fath Sukabumi. Rabu, (26/11/2025), sekaligus menjadi dasar ilmiah bagi upaya pengusulan Gunung Tangkil sebagai cagar […]

expand_less