Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Selamatkan Ekonomi Nasional, Siap Dampingi Pelaku UMKM “KoinWorks” Hadir Bantu Dunia kembali Pulih

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 25 Mar 2020
  • visibility 100
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, MBInews.id – Perubahan ekonomi global yang terjadi akibat COVID-19 tidak menyurutkan eksistensi fintech, takter kecuali KoinWorks yang tetap melayani pengguna dengan akses yang seamless dan contactless Dalam Releasenya, Jakarta, (24/3/2020)

Perkembangan situasi COVID-19 yang telah menyita perhatian dunia semakinmemprihatinkan di berbagai negara. Pemerintah juga mengumumkan bahwa di Indonesia terjadi peningkatan tajam atas jumlah pasien positif COVID-19 yang telah mencapai lebih dari 100 orang. Dampak dari COVID-19 sendiri turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global yang diprediksi akan melambat

Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terlihat anjlok, serta kondisi pasar modal juga dibuat gelagapan. Situasi dan kondisi ekonomi saat ini, secara tidak langsung mengingatkan kembali akan krisis keuangan Asia (1997) dan krisis keuangan global (2008). Banyak perusahaan yang gagal kala itu dikarenakan ketidaksiapan modal yang cukup untuk mengantisipasi penurunan ekonomi yang terjadi beberapa faktor yang bisa menjadi bahan pertimbangan saat menilai kesehatan sebuah perusahaan,seperti kapitalisasi, etika dalam menjalankan bisnis, dan legalitas dari perusahaan itu sendiri.

Berkaca dari krisis global yang terjadi pada 2008-2009 lalu, industri fintech mulai lahir di tengah krisis dimana perpaduan antara praktik finansial di institusi keuangan konvensional berpadu dengan kemajuanteknologi yang menjadi industri krusial dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional. Pada prosesnya,salah satu fintech yang akan menstimulasi pemulihan tersebut ialah fintech lending yang bergerak melayani

Pinjaman produktif, seperti pelaku UKM. Berkembangnya UMKM yang bahkan tidak berkurang pasca krisisekonomi 1997-1998 dan malah justru bertambah1, memberikan harapan bagi pelaku UKM untuk terus aktif di tengah kondisi ekonomi seperti ini, apalagi, banyak dari UKM tersebut yang telah beralih ke digital.

Bagi pelaku digital UKM, adanya himbauan dari Presiden Jokowi yang menganjurkan untuk bekerja dan beraktivitas di rumah justru membuat lonjakan transaksi secara daring meningkat tajam2. Baik untuk menjawab kebutuhan modal tambahan akan peningkatan stock ataupun untuk kebutuhan mengatasi krisis

Pasca COVID-19, fintech dapat membantu memberikan akses finansial yang mudah dan aman untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan. Menurut penelitian Imam Sugema, Krisis Keuangan Global 2008-2009 dan Implikasinya pada Perekonomian Indonesia, ekonomi Indonesia bisa dikatakan sebagai self sustaining

Economy karena memiliki potensi pasar domestik yang sangat besar2. Alhasil, sekalipun ekonomi global tengah goyah, Indonesia tetap mampu mengelola permintaan pasar domestik dan menjaga daya beli masyarakat untuk mempertahankan stabilitas ekonomi di tengah krisis ekonomi global karena keberadaan UKM. Dasar tersebut semakin menegaskan bahwa peran fintech lending menjadi sangat vital pada situasiseperti sekarang dan fintech seperti KoinWorks akan terus berupaya aktif memberikan layanan denganketersediaan akses yang seamless dan contactless.kata.imam

Mark Bruny selaku Chief Financial Officer (CFO) KoinWorks mengungkapkan, “Fintech sepertiKoinWorks akan selalu hadir, siap, dan gesit untuk kelak membantu dunia kembali pulih. Kami akan tetap siap mendampingi pelaku bisnis UKM yang mengalami kesulitan di tengah perubahan ekonomi seperti sekarang dan kami juga akan terus berupaya melindungi pengguna dengan meyakinkan mereka bahwa dana yang ada di KoinWorks tetap aman. Pelayanan konsumen juga akan tetap beroperasi seperti biasa untuk memastikan adanya perlindungan yang kami berikan untuk pengguna.” ucapnya

Bersamaan dengan yang hal tersebut, KoinWorks bersama dengan fintech lain siap menjadi gerbang terdepan pelayanan keuangan bagi semua pelaku UKM yang usahanya tetap harus berjalan di tengah perubahan perilaku masyarakat yang telah disesuaikan dengan anjuran Pemerintah untuk melakukan social distancing dan work from home. Tidak seperti krisis keuangan yang pernah terjadi di Indonesia sebelumnya, dimana layanan keuangan kehabisan modal karena adanya kredit macet, KoinWorks menyalurkan pembiayaan langsung dari para pendana dalam upayanya mendukung usaha kecil dan menengah.

Selain itu, tidak sama halnya dengan situasi pasar modal, pengguna diharapkan tidak perlu ragu pada penggunaan layanan keuangan digital, yang terpenting ialah dengan memastikan fintech yang dipilih telahberizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Kami ingin menekankan kembali bahwa atasperubahan ekonomi yang terjadi, KoinWorks tetap beroperasi seperti biasa dengan menyelesaikan

pendanaan Seri B pada bulan November 2019 merupakan saat yang tepat untuk mendukung UMKM terusberjalan, didukung oleh peran mitra kami yang berasal dari perusahaan investasi dan perbankan terkemukaseperti, Mandiri Capital Indonesia, Gunung Sewu, Convergence Venture, Quona Capital, EV Growthdan Saison Capital. Kami juga hanya menyediakan pinjaman produktif bagi UKM Digital dengan

kelengkapan informasi yang telah diverifikasi secara digital. Hal tersebut yang akhirnya membantu kamiuntuk menjaga nilai gagal bayar sekitar 1%, lebih rendah dibandingkan sesama pemain fintech lending,”tutup Mark.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lewat FGD, BMPS Kota SUkabumi Usung Kualitas Pendidikan dan Isu PPDB

    Lewat FGD, BMPS Kota SUkabumi Usung Kualitas Pendidikan dan Isu PPDB

    • calendar_month Rabu, 12 Okt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Sukabumi, menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang membahas isu-isu strategis yang menimpa terhadap sarana pendidikan swasta. Terutama dalam hal pemerataan kualitas pendidikan di Sekolah swasta. “Agenda yang diusung dalam FGD kali ini yakni meningkatkan peran pemerintah dan badan penyelenggara yayasan dalam pemerataan kualitas pendidikan,”ucap Ketua BMPS Kota Sukabumi, […]

  • Kolaborasi BAZNAS Jabar bersama Jabar Bergerak Resmikan Fasilitas MCK di Ciamis

    Kolaborasi BAZNAS Jabar bersama Jabar Bergerak Resmikan Fasilitas MCK di Ciamis

    • calendar_month Sabtu, 7 Sep 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    CIAMIS, Mbinews — Program “Sajaber” (Sarana Jamban Bersama) yang digagas oleh BAZNAS Jabar berkolaborasi dengan Baznas Jawa Barat dan Kwarda Jabar, meresmikan fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus) pada Sabtu (31/8) di Dusun Sukajaya, RT 28 RW 08 Desa Margamulya, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis. Perwakilan BAZNAS Jawa Barat, Achmad Faisal, menekankan pentingnya fasilitas MCK yang layak. […]

  • UiTM Malaysia dan Northwestern University Filipina kunjungi DPRD Kota Bandung

    UiTM Malaysia dan Northwestern University Filipina kunjungi DPRD Kota Bandung

    • calendar_month Kamis, 24 Apr 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Rombongan dari FISIP Universitas Padjadjaran, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, dan Northwestern University Filipina, mengunjungi DPRD Kota Bandung, Rabu, 23 April 2025. Kedatangannya disambut hangat Ketua DPRD Kota Bandung H. Asep Mulyadi, S.H., dan Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung Elton Agus Marjan. Dari Unpad hadir Ketua Prodi Ilmu Politik FISIP Universitas […]

  • Dosen USB YPKP Nahkodai Organisasi Nasional Kebijakan Publik

    Dosen USB YPKP Nahkodai Organisasi Nasional Kebijakan Publik

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 334
    • 0Komentar

    BANDUNG,mbinews  – Bandung kembali mencatat sejarah dalam perkembangan keilmuan pendidikan tinggi. Bertempat di Politeknik STIA LAN Bandung, Sabtu (9/5), para dosen kebijakan publik dari 114 perguruan tinggi se-Indonesia mendeklarasikan berdirinya Ikatan Dosen Kebijakan Publik Indonesia (IDoKPI). Dalam forum tersebut, Dr. Tatang Sudrajat, yang pernah menjabat sebagai Dekan FISIP Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung, terpilih […]

  • DPRD Bandung Ingin Pendampingan Hukum bagi Warga Miskin Lebih Tepat Sasaran

    DPRD Bandung Ingin Pendampingan Hukum bagi Warga Miskin Lebih Tepat Sasaran

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 118
    • 0Komentar

    BANDUNG ,Mbinews – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bandung menggelar rapat kerja pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif DPRD tentang Lembaga Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin, di Ruang Rapat Bapemperda, Rabu (6/5/2026). Rapat dipimpin Ketua Bapemperda Dudy Himawan, S.H., didampingi Wakil Ketua Bapemperda Asep Robin, S.H., M.H., serta dihadiri sejumlah anggota Bapemperda, di […]

  • Disdik, Dispora dan Dipusipda Dibahas Dalam RKUA-PPAS DPRD Jabar

    Disdik, Dispora dan Dipusipda Dibahas Dalam RKUA-PPAS DPRD Jabar

    • calendar_month Kamis, 16 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    KOTA CIMAHI, Mbinews.id — Untuk membahas Rancangan Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), DPRD Provinsi Jawa Barat menggelar rapat kerja bersama dengan mitra kerja nya.Dalam rapat itu, Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Harris Bobihoe memberikan catatan-catatan khusus untuk para sahabat mitra nya (Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat) agar terfokus dalam […]

expand_less