Breaking News
Trending Tags

Aksi Penolakan Pemakaman Jenazah Virus Corona, Petugas Gali Kubur TPU Cikadut Bandung : Jangan Tolak Jenazah Covid-19

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Minggu, 12 Apr 2020
  • visibility 48
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id – Di sejumlah daerah marak terjadi penolakan pemakaman jenazah terinfeksi virus corona atau Covid-19. Di Kota Bandung, meski sempat terjadi tetapi sudah tak lagi terdengar suara penolakan.

Pasalnya, Pemkot Bandung memastikan seluruh proses telah melalui protokol atau tata cara pemakaman jenazah Covid-19. Tak hanya tenaga medis, petugas penggali kubur juga memastikan keamanan hingga tuntas proses pemakaman.

Salah seorang petugas penggali dari UPT3 TPU Cikadut, Beni Subakti menyayangkan di beberapa daerah di Indonesia terjadi penolakan terhadap jenazah terjangkit virus corona. Menurutnya pendemi wabah ini justru harus disikapi dengan sisi kemanusiaan yang tinggi sebagai salah satu musibah.

“Kita sebagai tukang gali ya sebaiknya jangan ditolak, yang sudah meninggal tidak tahu apa-apa. Ya pasrah sama Allah aja tidak usah ditolak, kasihan. Kalau misalkan menimpa pada keluraga yang menolak itu bagaimana? Apakah bisa terima atau tidak,” ucap Beni kepada Humas Kota Bandung, Minggu (12/4/2020).

Beni menuturkan pemilihan lokasi pemakamaan untuk jenazah terjangkit Covid-19 ini sudah melalui perhitungan yang matang.
Menurutnya, ketimbang menolak pemakaman jenazah, masyarakat justru harus saling membantu memutus mata rantai penyebaran Covid-19 agar tidak lagi memakan korban jiwa. Di antaranya dengan disiplin mengikuti anjuran dari pemerintah.

“Insyaallah aman di Cikadut mah. Masyarakat bantu kita-kita ya dengan diam di rumah saja. Kalau tidak penting jangan dulu memaksakan keluar, karena virus ini tidak memandang umur. Kemarin ada (jenazah) yang 18 tahun, yang 24 tahun. Tapi bisa dicegah dengan diam di rumah,” imbaunya.

Beni tidak memungkiri kerap dihantui rasa taakut saat pertamakali memakamkan jenazah yang terjangkit virus corona. Namun berbekal pengetahuan dan persiapan yang cukup hal itu perlahan bisa ditepis.

Terlebih selama menjadi petugas penggali dan ikut memakamkan jenazah terinfeksi Covid-19, Beni juga sudah dua kali mengikuti rapid test. Dia bersyukur hasil kedua test tersebut juga hasilnya negatif. Padahal ia bersinggungan langsung dengan jenazah.

“Memang lebih ke melawan diri sendiri itu yang memberatkan. Pertama pemakaman itu takut, jarak dua hari kepikiran terus mau pulang ke rumah juga takut, masih kaget kalau mau nyamperin orang juga takut. Tapi setelah beberapa hari kemudian baru tenang dan dipikir-pikir kita juga sebagai muslim masih ada Allah dan dijaga imun kita tetap kuat. Sudah dites, alhamdulillah negatif,” bebernya.

Beni menerangkan, untuk penguburan jenazah yang terkena virus corona ini para petugas kini dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD). Prosedur keamanan juga kembali diterapkan setelah proses pemakaman selesai.

“Sekarang dikasih handsanitizer, pakai kacamata, pakai baju hazmat itu didobel lagi dua lapis sama jas plastik. Kalau sudah beres langsung disemprot lagi. Kalau sudah beres tinggal disimpen,” jelasnya.

Dalam satu kali proses pemakaman, sambung Beni, biasanya dikerjakan maksimal oleh 18 orang. Yakni terdiri dari petugas gali kubur yang maksimal sebanyak 12 orang kemudian aada petugas angkut sebanyak 6 orang.

“Kadang ada pendamping juga kan kalau pemakaman izin ke camat, lurah dan ada warga setempat juga. Sama suka ada dari polsek dan koramil. Kalau keluarga pas pemakaman suka ada beberaapa orang,” ungkapnya.

Beni bersama petugas pemakaman lainnya akan tetap bersiaga untuk melayani penguburan jenazah yang terjangkit virus corona.
Menurutnya, jenazah terinfeksi Covid-19 tidaklah mengerikan seperti yang merebak melalui media sosial, sekalipun tetap harus disikapi dengan kewaspadaan.

“Kita akan selalu siap 24 jam pokoknya kalau dibutuhkan. Bagi kit amah ya ini buat tambahan ibadah aja,” katanya menutup perbincangan. (HMS/MBI)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bertemu Plt Wali Kota, Sejumlah Lurah Curhat

    Bertemu Plt Wali Kota, Sejumlah Lurah Curhat

    • calendar_month Jumat, 8 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Salah satu kunci kesuksesan program kerja Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama para lurah. Lurah merupakan ujung tombak pemerintah kewilayahan. Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana saat menerima Forum Lurah Kota Bandung di Balai Kota, Rabu 6 April 2022. “Pemerintah kota sadar […]

  • Tambah Ruang Publik, Pemkot Bandung Resmikan Ciko Arena 1

    Tambah Ruang Publik, Pemkot Bandung Resmikan Ciko Arena 1

    • calendar_month Senin, 25 Jul 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Pemerinta Kota (Pemkot) Bandung terus menambah ruang publik. Terbaru, Pemkot Bandung meresmikan ruang publik di area situ Otong Kawasan Kelurahan Binong Kecamatan Batununggal. Ruang publik ini dibangun di lahan bekas penertiban bantaran sungai. Wali Kota Bandung, Yana Mulyana secara resmi meresmikan ruang publik yang diberi nama Ciko Arena 1, Senin 25 Juli […]

  • Dinilai Peduli ‘Wong Cilik’, Andi Seto Didatangi Komunitas Bentor, Ojol dan Jukir

    Dinilai Peduli ‘Wong Cilik’, Andi Seto Didatangi Komunitas Bentor, Ojol dan Jukir

    • calendar_month Jumat, 26 Apr 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 57
    • 0Komentar

    MAKASAR, MBINews.id – Mengagetkan Rumah Bacalon Wali Kota Makasar Didatangi Komunikasi Bentor, Ojol dan Jukir, Ada Apa! Rumah Andi Seto Asapa, tiba-tiba ramai didatangi komunitas pengemudi Bentor, Ojek Online (Ojol) dan juru parkir (Jukir). Di jalan Nikel Jumat, 26 April 2024. Kedatangan mereka yang mengaku sebagai komunitas wong cilik ini ternyata bukan untuk berdemo, tapi […]

  • APBD Jabar 2023, Daddy Rohanady: Penuntasan Janji

    APBD Jabar 2023, Daddy Rohanady: Penuntasan Janji

    • calendar_month Selasa, 25 Okt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    MBInews.id – Mengapa APBD Provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2023 disebut “penuntasan janji”? APBD Provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2023 merupakan APBD tahun terakhir kepemimpinan Gubernur Ridwan Kamil di Provinsi Jawa Barat periode 2018-2023. Dengan demikian, tahun 2023 adalah tahun di mana Kang Emil wajib menuntaskan janji-janjinya pada saat kampanye, temasuk apa yang tertuang di […]

  • Jumat Bersih Kota Bandung: Kolaborasi untuk Kebersihan Lingkungan

    Jumat Bersih Kota Bandung: Kolaborasi untuk Kebersihan Lingkungan

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mninews – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar kegiatan perdana Jumat Bersih tingkat Kota Bandung di Jalan dr. Otten, Taman Westhoff, Kecamatan Cicendo, Jumat (17/1/2025). Program ini diikuti 250 peserta dari berbagai elemen masyarakat, termasuk pemerintah dan swasta, sebagai bagian dari upaya membangun budaya hidup bersih. Kegiatan ini tidak hanya berlangsung di Kecamatan Cicendo, tetapi […]

  • Komisi III DPRD Kota Sukabumi Kecewa Tidak Hadirnya KCD Provinsi Jabar Di Agenda Hearing Dengan Sekolah

    Komisi III DPRD Kota Sukabumi Kecewa Tidak Hadirnya KCD Provinsi Jabar Di Agenda Hearing Dengan Sekolah

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinewsid- Komisi III DPRD Kota Sukabumi kecewa dengan tidak hadirnya Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Provinsi Jawa Barat digenda rapat hearing dengan seluruh Sekolah tingkat SMA/SMK se Kota Sukabumi, yang digelar di ruang rapat paripurna. Selasa, (6/10/2020).Wakil Ketua Komisi III Bambang Herawanto mengungkapkan, ketidak hadiranya KCD tersebut, tentu saja membuat kami (Komisi) III kecewa, padahal […]

expand_less