Breaking News
Trending Tags

Jelang Pemberlakuan PSBB Bodebek, Ridwan Kamil : Pastikan Bantuan Sosial Harus Tepat Sasaran

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2020
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id  — Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Bodebek (Kota Bogor, Bekasi, Depok, Kabupaten Bogor, dan Bekasi) disertai dengan program jaring pengaman sosial yang komprehensif. Program tersebut akan segera disalurkan kepada warga yang membutuhkan supaya dampak sosial dan ekonomi akibat PSBB bisa tertangani.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar akan mengelompokkan warga terdampak COVID-19. Pertama, warga yang sudah terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Kemudian, warga rawan miskin baru.

“DTKS ini mayoritas akan dibantu oleh APBN melalui kementerian-kementerian. Kemudian, ada kelompok dua yang namanya non di DTKS, yaitu mereka-mereka yang rawan miskin baru yang sebelumnya tidak masuk daftar bantuan,” kata Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– dalam jumpa pers di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Minggu (12/4/20)

“Warga rawan miskin baru terbagi dua juga, yang ber-KTP Bodebek dan perantau. Jadi, kepada para perantau di lima wilayah ini jangan khawatir, Anda tetap akan juga dibantu oleh Pemerintah Jawa Barat dan pemerintah lima wilayah ini. Anda akan disamakan haknya selama Anda memang berhak dan butuh bantuan, kami akan bantu,” imbuhnya.

Pemda Provinsi Jabar mengalokasikan anggaran sekitar Rp4 triliun yang bersumber dari APBD untuk program jaring pengaman sosial. Tujuannya, supaya masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari semasa pandemi COVID-19.

Guna kelompok masyarakat penerima bantuan program itu tepat sasaran, Pemda Provinsi Jabar menginstruksikan para Ketua Rukun Tangga (RT) dan Rukun Warga (RW) untuk melakukan pemetaan dan pendataan masyarakat kelompok miskin baru.

“Hari ini RT dan RW sedang melakukan pendataan, maka DTKS yang ada datanya dibantu, yang tidak masuk juga dibantu walaupun ber-KTP atau tidak ber-KTP wilayah tersebut, selama de facto memang bekerja, ngekos atau bekerja di situ,” ucap Kang Emil.

“Jangan sampai ada perantau, karena alasan tidak ber-KTP di sana tidak dihitung sebagai yang dibantu. Selama ekonominya memang susah dan perlu bantuan, itu perlu kita bantu. Tidak boleh ada orang warga Indonesia yang kelaparan di tanah Jawa Barat. Siapapun itu, insyaallah kami bantu,” tambahnya.

Selain program jaringan pengaman sosial yang digagas Pemda Provinsi Jabar, kata Kang Emil, ada enam sumber bantuan bagi masyarakat Bodebek. Pertama adalah Program Keluarga Harapan. Kedua, kartu sembako atau bantuan pangan non tunai. Ketiga, kartu prakerja. Kemudian, bantuan sosial dari pemerintah pusat. Empat bantuan itu bersumber dari APBN.

“Kalau di kabupaten, mereka akan dibantu pertama kali oleh dana desa. Sekitar 20 sampai 30 persen dana desa akan dipergunakan untuk membantu warga miskin baru karena COVID-19. Yang keenam, baru dana sosial dari provinsi yang (besarannya) Rp500 ribu selama 4 bulan itu sudah siap. Dan yang ketujuh, kalau masih kurang, akan diberikan oleh dana sosial dari kota/kabupaten di lima wilayah,” katanya.

Menurut Kang Emil, pihaknya akan menggagas Gerakan Nasi Bungkus atau Gasibu. Semua pihak, mulai dari BUMD, mahasiswa, perusahaan swasta, sampai masyarakat umum, dapat ikut dalam gerakan tersebut. Kemudian, akan ada dapur umum di setiap kelurahan di lima wilayah yang memberlakukan PSBB.

Kehadiran Gasibu dan dapur umum bertujuan untuk memastikan semua masyarakat Jabar dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-harinya. Agar dua gerakan itu berjalan, Kang Emil meminta semua RW di Jabar, khususnya Bodebek, melaporkan dan mendata masyarakat yang memerlukan bantuan.

“Gerakan nasi bungkus ini adalah, jika bantuan sosial yang jumlahnya 7 masih ada yang terlewat, ada orang-orang lapar di jalan di RW-RW, minimal perutnya tidak kosong. Akan ada dapur umum di kelurahan-keluruhan di lima daerah yang akan bagikan nasi bungkus kepada mereka yang kelaparan,” ucapnya.

“Kepada mereka yang mampu menyumbang makanan atau nasinya atau apa, silahkan koordinasikan dengan RW masing-masing untuk membantu mereka yang mungkin tidak termasuk atau terlewatkan oleh bantuan formal dari pemerintah. Jadi, Jawa Barat insyaallah dijamin tidak ada mereka yang berkesusahan yang tidak dibantu oleh bantuan pemerintahan baik formal maupun non formal,” imbuhnya.

Selain itu, Pemda Provinsi Jabar menerima aduan masyarakat yang membutuhkan bantuan, tapi belum terbantu, melalui aplikasi PIKOBAR (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar). Hal tersebut bertujuan untuk memastikan semua masyarakat yang membutuhkan terbantu.

“Ada fitur di PIKOBAR, aplikasi di mana warga yang merasa harusnya dibantu terlewatkan sana-sini dari 7 pintu masuk, juga bisa lapor di aplikasi PIKOBAR. Nanti, aplikasi itu akan mengklarifikasi untuk membantu. Intinya adalah jangan khawatir tidak boleh ada orang kelaparan kesusahan karena sistem formal. Maka, kita bantu dengan sistem pengaduan lewat aplikasi agar disiplin dan terukur,” kata Kang Emil. (Hms/mbi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Solusi Kurangi  Limpasan Air ke Hilir kawasan Bandung Timur, Optimalisasi Lahan RTH Cibiru Di Mulai

    Solusi Kurangi Limpasan Air ke Hilir kawasan Bandung Timur, Optimalisasi Lahan RTH Cibiru Di Mulai

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Optimalisasi lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kecamatan Cibiru dimulai. Di tahap awal ini optimalisasi di antaranya perbaikan kontur tanah, pemasangan drum pori, serta penanaman pohon. “Kita fokus penanaman dulu. Kalau nanti sudah berbuah syukur-syukur bisa jadi wisata alam,” ucap Yana Mulyana, Wakil Wali Kota Bandung usai penanaman di Blok Garung, Kecamatan […]

  • Kapolres Sukabumi Kota: Mengetahui Pergerakan dan Perkumpulan Geng Motor, Laporkan

    Kapolres Sukabumi Kota: Mengetahui Pergerakan dan Perkumpulan Geng Motor, Laporkan

    • calendar_month Jumat, 26 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Maraknya pesan berantai yang berisikan video, foto maupun tulisan yang menggambarkan adanya ulah geng motor di Kota dan Kabupaten Sukabumi, Kapolres Sukabumi Kota angkat bicara, Jumat (26/11/2021). “Kami dari pihak kepolisian Polres Sukabumi Kota, telah meningkatkan kegiatan patroli untuk terus melakukan pencegahan, terhadap kemungkinan muculnya gangguan kamtibmas, di wilayah hukum Polres Sukabumi […]

  • Mantap, Di Wilayah Bandung Timur Akan Hadir Destinasi Wisata Baru

    Mantap, Di Wilayah Bandung Timur Akan Hadir Destinasi Wisata Baru

    • calendar_month Jumat, 10 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya memulihkan ekonomi yang saat ini terdampak pandemi Covid-19. Salah satunya berkolaborasi dengan membuat destinasi wisata baru di wilayah Bandung Timur. Kolaborasi tersebut terungkap saat penandatanganan kesepakatan bersama Program Kerjasama Pemulihan Ekonomi dan Pengembangan Destinasi Wisata Pada Masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Bandung Timur Antara Pemerintah Kota […]

  • Sebanyak 380 Wisudawan USB YPKA tlTerus Berkarya dan Berinovasi Semangat Kolaborasi

    Sebanyak 380 Wisudawan USB YPKA tlTerus Berkarya dan Berinovasi Semangat Kolaborasi

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 46
    • 0Komentar

    BANDUNG,Mbinews – Rektor Universitas Sangga Buana (USB) YPKP, Dr. Didin Saepudin S.E., M.Si., mengajak lulusan terus berkarya, dan berinovasi dalam kolaborasi untuk membangun Indonesia yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan. Hal itu dikatakan Rektor, Dr. Didin dalam Wisuda XXII Gelombang I Tahun Akademik 2024/2025 Sabtu (31/5/2025). USB YPKP mewisuda sebanyak 380 mahasiswa, baik lulusan Sarjana […]

  • Pemkot Sukabumi Ajukan Pergeseran Anggaran Ban-Gub 10 Miliar Keperluan Penanganan Covid-19

    Pemkot Sukabumi Ajukan Pergeseran Anggaran Ban-Gub 10 Miliar Keperluan Penanganan Covid-19

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id –  Walikota Sukabumi Achmad Fahmi mengaku sudah mengajukan pergeseran anggaran dari  bantuan gubernur (ban-gub) sebesar Rp10 miliar untuk penanganan Covid-19. Meskipun kata Fahmi belum ada surat resmi  dari provinsi, namun setidaknya dana untuk keperluan Covid-19 sangat dibutuhkan.”Daerah boleh mengajukan perubahan anggaran untuk keperluan Covid-19. Dan itu sudah kita (pemkot) lakukan,”ujar Fahmi. Selasa, (31/03/2020). […]

  • Wali Kota Sukabumi Lantik Pejabat Pemkot Sukabumi, Tegaskan Reformasi Birokrasi Berbasis Kompetensi

    Wali Kota Sukabumi Lantik Pejabat Pemkot Sukabumi, Tegaskan Reformasi Birokrasi Berbasis Kompetensi

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 229
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id-  Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, melantik sejumlah pejabat administrator, pengawas dan fungsional, dalam acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, yang digelar di ruang utama Balai Kota Sukabumi. Rabu, ( 5/5 2026 ).. Kegiatan tersebut juga dihadiri , Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wakil Wali Kota Sukabumi, para asisten daerah, staf ahli, serta Kepala BKPSDM Kota […]

expand_less