Breaking News
Trending Tags

Walikota Bandung Resmikan Kebun Sauyunan, Mang Oded : Bangun Ketahanan Pangan Lewat urbanfarming Terintegrasi

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 24 Jun 2020
  • visibility 29
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id – Wali Kota Bandung Oded M. Danial meresmikan Kebun Sauyunan di RW 03 Kelurahan Sarijadi, Kec. Sukasari, Kota Bandung, Rabu (24/6/2020). Kebun Sauyunan ini digerakan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kebun Sauyunan.

Kelompok ini telah berdiri sejak tahun 2016. Ini menjadi urban farming terintegrasi karena memiliki berbagai jenis tumbuhan dan hewan yang dipelihara sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat serta mewujudkan kemandirian pangan. 

Ada sekitar 100 jenis tanaman yang dipelihara oleh KWT, mulai dari tanaman herbal, sayuran, ikan, hingga ayam.

“Mang Oded sangat mengapresiasi setinggi-tingginya kepada warga, khususnya KWT RW 03 bahwa setiap keluarga begitu senang berkebun. Mudah-mudahan ini merupakan bagian dari respon positif warga RW 03 Kelurahan Sarijadi terhadap program Pemerintah Kota Bandung. Dapat meningkatkan kemandirian keluarga di dalam mengendalikan inflasi daerah,” tutur Oded.

Menurutnya, saat ini kemandirian pangan menjadi penting. Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung di Kota Bandung telah memberikan pelajaran bahwa ketahanan keluarga, terutama perihal pangan, menjadi benteng yang akan melindungi keluarga.

Pasalnya, banyak warga yang kesulitan secara ekonomi ketika berhadapan dengan Covid-19. Setiap orang harus mencari cara agar bisa bertahan hidup. Mereka yang telah mandiri secara pangan bisa bertahan lebih baik.

“Mimpi saya ke depan sangat sederhana. Saya mau membangun Bandung ke depan agar warga Bandung punya kemandirian pangan. Mungkin orang mah bingung, kumaha bisa mandiri pangan da urang teu boga sawah (kita tidak punya sawah),” tuturnya.

Namun dengan memanfaatkan teknologi, lanjut Oded, Kota Bandung bisa beradaptasi dan tetap bisa menghadirkan kemandirian pangan di tengah-tengah keluarga. Saat ini telah banyak metode bercocok tanam di perkotaan yang bisa dipraktikkan oleh semua orang.

Oded telah menjadikan di rumah dinasnya, Pendopo Kota Bandung, sebagai purwarupa urban farming terintegrasi. Ketimbang tanaman hias, Oded dan istrinya lebih banyak menanam sayuran dan tanaman obat keluarga di Pendopo. 

Selain itu, Pendopo juga sudah tidak lagi menghasilkan sampah, sebab seluruh sampahnya sudah dimanfaatkan habis di sana dan tidak ada yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

“Sampah organiknya kita olah untuk budidaya maggot. Maggootnya kita jadikan pakan ikan dan ayam. Mang Oded juga punya kelinci. Sebagian juga dipakai untuk pupuk sayur-sayur Mang Oded. Silakan dilihat, datang ke Pendopo. Setiap hari Minggu kan kita buka untuk masyarakat, silakan,” tutur Oded.

Selain peresmian Kebun Sauyunan, KPW ini juga menerima bantuan berupa 20 unit damber dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat. Kebun Sauyunan menjadi satu dari tujuh kelompok berkebun di Kota Bandung yang mendapatkan bantuan dari Bank Indonesia.

“BI memberikan bantuan berupa budikdamber (membudidayakan ikan dalam ember). Damber itu satu paket, ada pohonnya, ada lelenya. Satu kebun 20 unit,” jelas Kepala Bagian Perekonomian Asep Saeful Gufron.

Enam kelompok berkebun lainnya yaitu Kelompok Berkebun 04 Pacing Kel. Cisaranten Kidul Kec. Gedebage; KWT Kurdi Asri Kel. Karasak Kec. Astanaanyar; Kelompok Tani Cigirincing Berkebun Kel. Pasir Endah Kec. Ujungberung; Kelompok Berkebun Usaha Mandiri Usaha Bersama JUU Agro Kel. Margasari Kec. Buah Batu; Kelompok Berkebun Sauyunan Mandiri Kel Ciseureuh Kec. Regol; dan Kelompok Berkebun Buruan SAE Kel. Margahayu Utara Kec. Babakan Ciparay. 

Guna mewujudkan visi Wali Kota Bandung dalam ketahanan pangan, Asep pun menargetkan agar setiap kelurahan setidaknya memiliki satu kelompok berkebun terintegrasi. Pihaknya akan berusaha mencarikan bantuan agar setiap kelompok berkebun itu juga bisa berkembang seperti layaknya Kebun Sauyunan.

“Garapan kita di setiap kecamatan ada, dan bahkan hingga ke kelurahan. Kita akan intensif kerja sama dengan BI untuk bantuan dalam rangka membangun buruan SAE (Sehat, Alami, Ekonomis),” ujar Asep. (nur/mbi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot  Bandung Terjunkan Satgas Hewan Kurban Di 30 kecamatan

    Pemkot Bandung Terjunkan Satgas Hewan Kurban Di 30 kecamatan

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    MBInews.id, Bandung– Menyambut Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan kesehatan hewan kurban yang terdistribusi di 30 Kecamatan di Bandung. Upaya tersebut dengan menerjunkan Satgas Hewan Kurban pada 29 Juli lalu. “Satgas ini memastikan hewan kurban yang terdistribusi dalam keadaan sehat dan layak,” ujar Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung, Gin […]

  • Diduga Korupsi Dana ADD, Warga Geruduk Kantor Kepala  Desa Sukamulya

    Diduga Korupsi Dana ADD, Warga Geruduk Kantor Kepala Desa Sukamulya

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    GARUT, MBInews.id – Ratusan warga Desa Sukamulya Kecamatan Talegong kabupaten Garut menggeruduk kantor kepala desanya sebagai bentuk kekesalan warga karena adanyah indikasi korupsi atau penyelewengan aliran dana desa (ADD) yang dilakukan oleh kepala desa Sukamulya, Sahman kecamatan talegong kabupaten Garut. Warga yang tergabung dalam gerakan aliansi masyarakat desa Sukamulya langsung melakukan aksi demo dengan membawa […]

  • Wacana Pengosongan Lahan PKBM Wahana Karya Bhakti Pertiwi, Wakil Wali Kota Bandung Turun Tangan

    Wacana Pengosongan Lahan PKBM Wahana Karya Bhakti Pertiwi, Wakil Wali Kota Bandung Turun Tangan

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Suasana haru sekaligus tegang terasa di Jalan Stasion Selatan No. 29, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, Kota Bandung, pada Minggu, 7 September 2025. Di sebuah bangunan sederhana yang digunakan sebagai tempat Pusat Kegiaran Belajar Mengajar (PKBM), para pengajar dan warga berkumpul menyambut kedatangan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin. Kehadiran orang nomor dua […]

  • Masri Ikoni : Keberagaman Merupakan Hidayah Untuk Indonesia

    Masri Ikoni : Keberagaman Merupakan Hidayah Untuk Indonesia

    • calendar_month Jumat, 26 Jul 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 33
    • 0Komentar

    JAKARTA,MBInews.id –  Ketua Umum PP GPII Masri Ikoni mengatakan keberagaman merupakan Hidayah untuk Indonesia. Jangan sampai keberagaman yang ada di Indonesia menjadi celah untuk dapat memecah belah bangsa ini. Hal tersebut terungkap saat Diskusi Kebangsaan dengan tema “Bingkai Persatuan Indonesia Dalam Semangat Kebhinekaan” yang diadakan di Aula GPII di Menteng Jakarta Pusat, (25/7/2019). Yang bisa […]

  • Second Home Visa Ibarat Jalan Tol, Masuknya WNA Berkualitas Premium ke Indonesia

    Second Home Visa Ibarat Jalan Tol, Masuknya WNA Berkualitas Premium ke Indonesia

    • calendar_month Senin, 19 Des 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Tanjung Pinang || MBInews.id — Peluncuran berlakunya kebijakan Second Home Visa secara resmi akan dilakukan oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly di Tanjung Pinang Kepulauan Riau pada Rabu, 21 Desember 2022. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi Widodo Ekatjahjana mengatakan bahwa peluncuran ini dilakukan lebih awal 3 hari dari ketentuan yang diatur dalam SE […]

  • Wajib Diingat ! Kota Bandung Tidak Memiliki TPA,  Sarimukti Hanya Sementara

    Wajib Diingat ! Kota Bandung Tidak Memiliki TPA, Sarimukti Hanya Sementara

    • calendar_month Minggu, 21 Feb 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 33
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINews.id – Senin 21 Februari 2005 sekitar pukul 02.00 WIB, tiba-tiba terdengar ledakan keras di kawasan Leuwigajah Kota Cimahi. Ledakan keras itu diikuti menyertai longsor sampah yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah. Longsoran sampah langsung menyapu dua pemukiman yakni Kampung Cilimus dan Kampung Pojok. Dua pemukiman yang jaraknya sekitar 1 km dari […]

expand_less