Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Bupati Biak Numfor : Kami Menolak Otsus Jika Tidak Berpihak kepada Rakyat Papua

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 23 Jul 2020
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, MBInews.id – Ketua Panitia Khusus Papua DPD RI, Filep Wamafma mengatakan pemerintah pusat jangan cuci tangan atas kesalahannya sendiri dalam hal otonomi khusus (Otsus). Menurutnya hingga hari ini rakyat Papua tidak percaya lagi kepada pemerintah soal Otsus Papua.

“Kami sudah menerima dari stakeholder. Intinya Otsus tidak bisa dijadikan pembenaran, saya bilang pemerintah daerah tidak salah, rakyat Papua tidak salah, saya harus membela rakyat dan pemerintah karena Undang-undang yang membuat negara RI, penyelenggara negara, kementerian terkait sebagai penyelenggara UU Otsus, jika menyalahkan daerah jelas sangat keliru,” ungkap Filep dalam Forum Webinar yang diadakan PWI Pusat, Rabu (22/7/2020).

Dalam webinar yang mengambil tema ‘Menyikapi Berakhirnya Otonomi Khusus di Provinsi Papua dan Papua Barat 2021’itu, Filep mengakui jika pemerintah ingin Otsus jilid dua atau jilid tiga yang harus diperhatikan, beri kewenangan luas kepada Pemprov dan rakyat Papua mengatur daerahnya sendiri.

“Pemerintah pusat saya ingatkan kesalahan bukan di daerah, pemerintah daerah merasa kehilangan roh, karena sistem peraturan daerah khusus tidak ada mekanismenya,” tutur Filep.

Sementara itu, Bupati Memberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak mengakui bahwa dalam 20 tahun sejak Otsus diberlakukan, belum banyak yang diselesaikan dalam Otsus tersebut.

“Saya tidak bicara masalah uang, yang menjadi sorotan adalah, pemerintah pusat tidak memberikan ruang kepada masyarakat Papua untuk menjalankan Otsus. Jika pemerintah pusat tidak memberikan, buat apa dilanjutkan, jika mau direvisi beri ruang seluas-luasnya kepada orang papua, karena kami yang tahu persoalan di Papua,” tandas Ricky Ham Pagawak.

Sedangkan Bupati Biak Numfor, Herry Ario Naap mengaku regulasi yang ada dalam Otsus UU no 21 tahun 2021 lebih ke arah kebijakan, implemantasinya UU Pemerintahan sedangkan regulasi ditingkat provinsi masih sangat minim hanya satu Perda yang disetujui selama 20 tahun Otsus.

“Keberpihakan kepada orang asli Papua tidak terlihat di Otsus ini, yang terlihat hanya nilai uang saja dan tidak diimbangi oleh regulasi keberpihakan kepada masyarakat Papua untuk mengolah sendiri tanah Papua,” jelas Herry Ario Naap.

Jika nantinya Otsus dilanjutkan, yang harus diperhatikan grand design, harus jelas seperti pendidikan yang layak.

“Masalah pendidikan harus merata plus tenaga pengajar yang mumpuni, bangun rumah sakit serta tersedianya tenaga kesehatan. Kami menolak Otsus jika tidak berpihak kepada masyarakat Papua untuk mengola sendiri daerahnya. Jika regulasi kewenangan diberikan kepada orang Papua, maka kami bisa lanjutkan itu Otsus,” tandas Herry Naap.

Dalam sambutan pembukaan Webinar PWI Pusat tersebut, Menkopolhukam yang diwakili Deputy VII Bidang Koor. Kominfotur, Marsda TNI Rus Nurhadi Sutedjo, mengatakan menghormati satuan-satuan pemerintah daerah yang bersifat khusus ataupun yang bersifat istimewa yang diatur dalam undang-undang.

“Integrasi bangsa dalam wadah NKRI harus tetap dipertahankan dengan menghargai kesetaraan kehidupan sosial dan budaya masyarakat Papua melalui penetapan daerah otonomi khusus,” jelas Rus Nurhadi.

Otsus dikatakan Rus Nurhadi adalah kewenangan khusus yang diakui dan diberikan kepada Provinsi Papua termasuk provinsi-provinsi hasil pemekaran Provinsi Papua.

“Tahun 2021 bukan kekhususan Papua yang berakhir, melainkan dana Otsus. Mengenai kelanjutan kementerian terkait sedang melakukan evaluasi dan pengkajian di bawah koordinasi Kemenkopolhukam. Presiden Joko Widodo menaruh perhatian serius untuk membangun Papua dan Papua Barat,” jelasnya.

Sementara itu, mewakili Gubernur Papua, Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Dr. Muhamad Musa’ad, M. Si mengatakan bahwa selama berlangsungnya otonomi khusus mulai 2002 berdampak bagi masyarakat Papua.

“Beberapa indikator pembangunan otonomi khusus memberi perubahan pembangunan di Papua. Seperti  ada peningkatan laju pertumbuhan ekonomi Papua meski masih tergantung pada tambang berdasarkan data, bahwa pembangunan di Papua sedang terjadi tetapi pada saat bersamaan masih ada masyarakat kita yang masih hidup dalam ketidakberdayaan, artinya kita perlu energi yang besar untuk percepatan pembangunan,” katanya.

Namun demikian, diakui Muhamad Musa’ad ada sejumlah kendala yang dihadapi dalam mengimplemantasikannya, kita tahu undang-undang dirancang dalam satu Papua, sekarang sudah ada dua propinsi, UU ini harus diubah demi kepentingan masyarakat Papua.

“Ada banyak peraturan perundang-undangan yang tidak sinkron dan terkadang kontradiktif dengan undang-undang Otsus. Sudah pasti UU Otsus yg dikalahkan oleh UU lain, UU Otsus Provinsi Papua harus diberi kewenangan khusus, juga harus diperjelas. karen ada kewenangan pusat,” selorohnya.

Diskusi webinar yang pertamakalinya diadakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat ini diikuti oleh seluruh3 Ketua PWI masing-masing provinsi dan Wakil Ketua DPR RI, Dr. H.M Azis Syamsuddin serta Sekjen PWI Pusat, Mirza Zulhadi yang didampingi oleh Wasekjen PWI Pusat, Pro Suprapto, Wakil Bendahara PWI Pusat, Dar Edi Yoga serta masyarakat yang konsern dengan Otsus Papua. HumasPWI

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Bandung Melalui Dinsosnangkis Salurkan Bantuan Berupa 1000 Paket Sembako Untuk Panti

    Pemkot Bandung Melalui Dinsosnangkis Salurkan Bantuan Berupa 1000 Paket Sembako Untuk Panti

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 6
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Forum Bandung Sehat (FBS) dan Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) memberikan bantuan berupa 1.000 Paket Sembako pada 53 Lembaga Kesejahteraan Anak (LKSA)/Panti Asuhan, dan 6 Panti Jompo. Serta 100 Keluarga Penyandang Disabilitas, dan 30 Keluarga Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) yang perlu diberi bantuan terkait pandemi […]

  • Tedy Rusmawan Dukung Kompetisi Olahraga Kewilayahan

    Tedy Rusmawan Dukung Kompetisi Olahraga Kewilayahan

    • calendar_month Selasa, 16 Agt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Ketua DPRD Kota Bandung H. Tedy Rusmawan, A.T., M.M., berharap akan semakin banyaknya event-event olahraga di masyarakat. Sehingga menandakan dimulainya rutinitas masyarakat yang sehat baik jasmani dan rohani. “Kita berharap akan semakin tumbuhnya event-event olahraga di lingkungan masyarakat, seperti di Kelurahan Rancakamurang ini,” ujarnya, saat menghadiri Lurah Cup Tenis Meja Kelurahan Rancakamurang, […]

  • Cegah Peredaran Miras, Polsek Citamiang Melakukan Razia Rutin

    Cegah Peredaran Miras, Polsek Citamiang Melakukan Razia Rutin

    • calendar_month Minggu, 7 Agt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Antisipasi terjadinya peredaran minuman keras (miras) beralkohol, Jajaran Polsek Citamiang melakukan razia rutin ke toko-toko. Kapolsek Citamiang AKP Arif Saptaraharja, memimpin langsung razia yang dilakukan dalam kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) tersebut. “Untuk KRYD malam hari ini, kami melakukan razia toko penjual jamu, untuk mengantisipasi adanya penjualan miras ilegal,” ujar Arif kepada […]

  • YBM BRILiaN BRI Region 9 Bandung Gelar Khitanan Massal bagi 50 Anak Berkebutuhan Khusus dan Dhuafa

    YBM BRILiaN BRI Region 9 Bandung Gelar Khitanan Massal bagi 50 Anak Berkebutuhan Khusus dan Dhuafa

    • calendar_month Minggu, 31 Agt 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id, – Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN Region 9 Bandung bersama Green Team sukses menyelenggarakan Khitanan Massal yang dilaksanakan di Malaka Hotel Bandung, pada Minggu, 24 Agustus 2025. Kegiatan khitanan massal ini diikuti oleh 50 anak penerima manfaat, yang terdiri dari 25 anak berkebutuhan khusus dan 25 anak dhuafa. Dalam kegiatan ini, peserta […]

  • Waspadai Seperti OTG, Yana : Jangan Terlena Dan Tetap Waspada Penularan Covid-19

    Waspadai Seperti OTG, Yana : Jangan Terlena Dan Tetap Waspada Penularan Covid-19

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 6
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap penularan virus corona. Terlebih setiap orang bisa terpapar tanpa gejala. “Waspadai seperti OTG (Orang Tanpa Gejala), karena merasa sehat tetapi terpapar virus,” ujar Yana saat meresmikan Lembur Tohaga Lodaya di RW 06 Perumahan Bumi Adipura Kelurahan Rancabolang Kecamatan Gedebage, Sabtu […]

  • Bank bjb Lakukan Penandatangan Perpanjangan Term Loan Facility Dengan  Bank Mandiri Taspen

    Bank bjb Lakukan Penandatangan Perpanjangan Term Loan Facility Dengan Bank Mandiri Taspen

    • calendar_month Jumat, 11 Feb 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) melakukan Penandatanganan Perpanjangan dan Penambahan Term Loan Facility senilai Rp 750 miliar dengan jangka waktu 36 bulan dengan PT. Bank Mandiri Taspen. Perjanjian kredit ini ditandatangani Direktur IT, Treasury & International Banking bank bjb Rio Lanasier dan Direktur Bisnis Bank Mandiri […]

expand_less