Breaking News
Trending Tags

Ayi Koswara Kecewa JPU Berikan Tuntutan Terdakwa Hanya 18 Bulan ?

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 14 Jan 2021
  • visibility 148
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBINews.id – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa  Yusuf  Abdul Latief (33) selama 18 bulan hukuman penjara.Yusuf Abdul Latif dinyatakan terbukti bersalah melakukan penipuan cek bodong  terhadap Ayi Koswara

Tuntutan itu dibacakan jaksa Cucu Gantina dalam sidang yang digelar secara Virtual di Pengadilan Negeri Kelas 1A Khusus Bandung Jalan RE Martadinata kota Bandung Selasa 12 Januari 2021

Terhadap tuntutan tersebut terdakwa melalui Penasihat Hukumnya yusuf akan mengajukan pembelaan (Pledoi) pada sidang pekan depan.

Saat di konfirmasi , Ayi Koswara sebagai Pelapor Mengaku Kecewa dengan tuntutan selama 18 bulan tersebut mendapat sorotan dari saksi korban. “Saya sebagai Korban merasa kecewa,”ungkap Ayi Rabu, ( 13/1/2021)

“Saya telah dirugikan senilai ratusan juta oleh terdakwa ini jelas-jelas kasus penipuan dan korban nya banyak , tapi hanya dituntut 18 Bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum,  ini belum memberikan rasa adil, saya berharap vonis majelis hakim tidak menurunkan hukumannya dari tuntutan, bahkan kalau boleh saya memohon agar vonisnya lebih berat sesuai pasal 378 tentang penipuan dengan tuntuntan maksimal 4 tahun dan pasal 372 dengan hukuman 5 tahun,’’ Ujar Ayi

Dalam uraian tuntutan jaksa menyebutkan, penipuan itu dilakukan  pada hari Jumat tanggal 10 Februari 2017 bertempat di Bank Mandiri Cabang Surapati Kota Bandung.

Berawal dari perkenalan  Korban Ayi Koswara dengan terdakwa Yusuf Abdul Latief di Mekah dan saat itu terdakwa mengaku mempunyai usaha memberangkatan jemaah  umroh dengan nama biro travel umroh Al Bayyinah.

Saat itu terdakwa menawarkan kepada Ayi Koswara untuk kerjasama dalam memberangkatkan jamaah umroh, dengan iming-iming keuntungan apabila berinvestasi,serta  menyampaiakan bahwa telah banyak yang berinvestasi ke Biro travel miliknya.”Namun saat itu, Ayi Koswara dan tidak menanggapi atas tawaran kerjasama oleh terdakwa.”tandasnya

Tidak cuman sampai disitu kemudian sekembali dari umroh yang masih pada bulan januari terdakwa Yusuf  Abdul  Latief kembali menghubungi  Ayi Koswara untuk bertemu di rumah makan Rajarasa yang beralamat di Pasteur Bandung.

Dalam pertemuan tersebut  terdakwa Yusuf Abdul Latief kembali mengajak Ayi Koswara untuk berinvestasi dalam  memberangkatkan Jemaah umroh melalui tour dan travel Al Bayyinah dengan mengaku sebagai pengelola langsung dari tour travel Al Bayyinah. Apabila  mau berinvestasi ke tour dan travel Al Bayyinah dimana adalah merupakan ladang ibadah.

Selain itu terdakwa juga menyampaikan kalau dirinya adalah seorang anak ulama besar pesantren Al Bayyinah Garut.Dan juga biro travel Al Bayyinah yang telah mempunyai kantor cabang yang salah satunya adalah di daerah Tasikmalaya dan Garut.

Selain itu tour and travel Al Bayyinah telah memberangkatkan Jemaah umroh sendiri tanpa bantuan dari biro travel lain. 
Kemudian saat itu juga terdakwa memperlihatkan testimoni beberapa jamaah yang telah diberangkatkan oleh tour dan travel Al Bayyinah.

Karena  bujuk perkataan yang disampaikan oleh terdakwa, Ayi Koswara menjadi tertarik sehingga berminat untuk berinvestasi di Biro travel milik terdakwa.

Kemudian supaya Ayi Koswara lebih percaya untuk investasi di biro travel yang diakui adalah milik terdakwa maka terdakwa membuat kesepakatan tersebut kedalam surat-surat perjanjian

Ucapan serta adanya surat perjanjian yang dibuat oleh terdakwa kemudian  Ayi Koswara pun tertarik sehingga berminat untuk berinvestasi ke Biro Travel milik terdakwa.
Dan Ayi Koswara menginvestasikan dana nya  kepada Yusuf  pada tanggal 10 Februari 2017, Kemudian  16 Februari 2017, dan pada tanggal 14 Desember 2017.

Kemudian sesuai dengan perjanjian kerja sama pada  saat jatuh tempo pada tahun 2018. Setiap Ayi Koswara meminta kepada terdakwa  untuk mengembalikan dana Investasi yang telah di Investasikan Biro Travel Al Bayyinah, terdakwa  selalu berdalih dan Ayi Koswara tetap berusaha menagih uang tersebut sesuai dengan surat perjanjian yang dibuat oleh terdakwa.

“Atas permintaan Ayi Koswara tentang dana pengembalian, kemudian terdakwa yusuf berjanji mengembalikan sebagian dana dan memberikan selembar cek dari bank Mandiri no. GU 922190 dengan Jumlah uang sebesar Rp.400.000.000, (Empat ratus juta Rupiah) ke Ayi Koswara dan ketika cek tersebut diuangkan oleh  Ayi Koswara dimana cek tersebut rekening nya sudah di tutup alias Cek bodong,” tegasnya

Selanjutnya  Ayi Koswara mencari tahu tentang tour dan travel Al Bayyinah, ternyata  Al Bayyinah bukan merupakan Tour And travel akan tetapi  merupakan sebuah  Pesantren Al bayyinah, dengan kata lain Al Bayyinah Tour and Travel adalah Travel yang tidak mempunyai ijin.

Dan saat korban menanyakannya kembali, terdakwa  mengakui bahwa uang investasi yang ditransferkan oleh  Ayi Koswara tersebut terdakwa gunakan untuk membayar hutang pribadi nya.

Karena merasa tertipu  dan dirugikan Ayi Koswara  melaporkan Yusuf Abdul Latif Ke Polda Jawa Barat dengan Pasal 378 dan Pasal 372

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gugus Tugas : Semua Bantuan Dipastikan Tercatat Dan Akuntabel

    Gugus Tugas : Semua Bantuan Dipastikan Tercatat Dan Akuntabel

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 154
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInrws.id – Bidang Logistik Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung mencatat hingga tanggal 14 Mei 2020 telah terdata 42 donatur dari berbagai unsur baik swasta maupun pemerintah yang memercayakan menitipkan bantuan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Semua bantuan dipastikan tercatat dan akuntabel. Koordinator Bidang Logistik Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Elly Wasliah memastikan, pihaknya hanya […]

  • DPRD Kota Sukabumi Bentuk Tiga Pansus Raperda

    DPRD Kota Sukabumi Bentuk Tiga Pansus Raperda

    • calendar_month Rabu, 9 Jun 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi langsung membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (raperda). Ketiga raperda yang sudah di lalui berbagai tahapan hingga jawaban Walikota Sukabumi atas pandangan Frkasi tersebut. Yakni, raperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah (perda) nomor 3 tahun 2021, tentang retribusi pelayanan kesehatan dan raperda penyertaan […]

  • Perlu Terobosan Penanganan Masalah Banjir dan Sampah Di Kota Bandung

    Perlu Terobosan Penanganan Masalah Banjir dan Sampah Di Kota Bandung

    • calendar_month Kamis, 10 Agt 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 163
    • 0Komentar

    BANDUNG , Mbinews – Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung, Dr. Uung Tanuwidjaja, S.E., M.M., saat menjadi narasumber talk show OPSI di Radio PRFM Bandung, Rabu, (09/08/2023). Mengatakan Masyarakat Kota Bandung akhir-akhir ini masih mengeluhkan sejumlah permasalahan. Mulai dari pengelolaan sampah, penanganan banjir hingga kemacetan. Lebih jauh Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung, Dr. Uung […]

  • Keterampilan Untuk Mendorong usaha baru Bidang Kuliner

    Keterampilan Untuk Mendorong usaha baru Bidang Kuliner

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbiews — Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Assoc. Prof. Dr. H. Radea Respati P., S.H., M.H., membuka Kegiatan Program Pelatihan Catering dan Barista Tahun 2025, Jumat, 23 Mei 2025. Diadakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui kegiatan reses anggota DPRD Kota Bandung tahun 2024. Merupakan hasil kolaborasi antara DPRD Kota Bandung, […]

  • 21 Aduan Warga Masuk SP4N-LAPOR, Dishub Paling Banyak Disorot di Sukabumi

    21 Aduan Warga Masuk SP4N-LAPOR, Dishub Paling Banyak Disorot di Sukabumi

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 444
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menerima sebanyak 21 aduan dan aspirasi masyarakat melalui layanan SP4N-LAPOR sepanjang Mei 2026. Laporan tersebut didominasi persoalan pelayanan publik, terutama terkait fasilitas umum, perizinan, informasi layanan, penelitian, hingga pengelolaan sampah. Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi, Tantan Sontani, mengatakan, seluruh aduan masyarakat […]

  • PWI Gelar Audiensi Bersama Pimpinan DPRD Kabupaten Bandung Bahas Rangkaian Program HPN 2025

    PWI Gelar Audiensi Bersama Pimpinan DPRD Kabupaten Bandung Bahas Rangkaian Program HPN 2025

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Kab. Bandung, Mbinews.id –Jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung dan jajaran panitia Hari Pers Nasional (HPN) 2025 menggelar audiensi bersama pimpinan DPRD Kabupaten Bandung guna membahas berbagai program yang akan dijalankan PWI ke depan. Adapun beberapa program tersebut terkait rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2025 di Kabupaten Bandung, di antaranya program […]

expand_less