Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

PMI Kota Bandung Ajak Penyitas Covid-19 Bergejala Berat Donor Plasma Konvalesen

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 30 Jun 2021
  • visibility 91
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Palang Merah Indonesia (PIM) Kota Bandung mengajak kepada seluruh masyarakat yang pernah menjadi penyintas Covid-19 menjadi donor plasma konvalesen. Utamanya, penyintas yang bergejala dan cukup berat.

Kepala Unit Transfusi Darah PMI Kota Bandung, Uke Muktimanah mengungkapkan, saat ini banyak pasien yang membutuhkan plasma konvalesen. Hingga Selasa, 29 Juni 2021, tercatat antreannya sebanyak 458 pasien.

Uke menjelaskan, satu orang pasien memerlukan sekitar dua labu plasma konvalesen. Dari jumlah antrean tersebut, sebanyak 261 pasien baru mendapatkan satu labu. Sedangkan 197 sisanya sama sekali belum ditransfusi plasma konvalesen.

Tercatat, pasien yang memerlukan plasma konvalesen untuk golongan darah A itu 156 orang, golongan darah B (138 pasien), golongan darah O (132 pasien) dan golongan darah AB (32 pasien).

“Saat ini permintaan plasma konvalesen tengah mengalami peningkatan. Dari hari ke hari jumlah pasien yang meminta donor terus bertambah hingga menyentuh angka 30-an orang,” kata Uke saat sesi Bandung Menjawab secara daring, Selasa, 29 Juni 2021.

Namun Uke mengungkapkan, PMI Kota Bandung tidak memiliki stok ketersediaan plasma konvalesen. Sehingga wajar apabila kasus Covid-19 tengah mengalami peningkatan maka membuat daftar antrean plasma konvalesen kian bertambah.

“Jadi kalau hari ini dapat donor, lalu diproses kemudian dapat sejumlah labu maka langsung dibagikan. Hari ini kita ada jadwal donor 20 orang,” ujarnya.

Uke memaparkan, bagi masyarakat yang memerlukan plasma konvalesen harus membawa calon donor pengganti. Minimal, satu orang donor untuk mengganti dua labu plasma konvalesen.

“Untuk yang perlu, silahkan kontak atau datang ke PMI Kota Bandung. Kalau minta 2 labu memang bisa satu orang (donor pengganti). Tapi kalau kebetulan di keluarga ada banyak yang bisa, kita anjurkan semuanya donor,” katanya.

“Kalaupun donor pengganti berbeda golongan, kita tetap terima. Karena nanti kita yang salaurkan sesuai mereka yang membutuhkan,” imbuhnya.

Untuk kriteria donor plasma konvalesen, Uke menuturkan, syarat pertama yakni penyintas yang berusia antara 17 hingga 60 tahun. Khusus bagi donor wanita disarankan yang tidak pernah hamil.

Selain dari sisi medis yang tidak memiliki penyakit penerta, Uke mnegaskan, syarat utama yaitu sudah dinyatakan sembuh atau menunjukan hasil negatif berdasarkan keterangan pemeriksaan PCR ataupun pernyataan dokter. Sekurang-kurangnya donor bisa dilakukan empat hari setelah pernyataan negatif tersebut.

“Bawa KTP. Jika telah memenuhi syarat lalu melalui pemeriksaan medis oleh dokter, kemudian diambil sampel terlebih dahulu. Setelah memenuhi syarat berdasarkan syarat donor akan diberitahu melalui telepon untuk penjadwalan donor plasma kompalesen,” terangnya.

Menurut Uke, orang yang diperlukan adalah penyintas yang memiliki gejala dan cukup berat. Karena ketika berhasil sembuh, memiliki level antibody lebih bagus ketimbang penyintas tanpa gejala.

Mengingat donor yang diambil berupa plasma, khusus donor konvalesen ini bisa dilakukan per dua minggu. Jika di rentang waktu tersebut penderma plasma konvalesen kembali terkonfirmasi positif, maka ditunggu lagi sampai kembali pulih dan dinyatakan negatif.

“Kalau penyintas sudah donor, biasanya kita diambil lagi 2 minggu kemudian. Kalau tiba-tiba Covid-19 lagi, kita tidak bisa ambil. Tapi kalau sudah sembuh dan ditunggu 14 hari kemudian, maka bisa diambil lagi. Justru secara teoritis antibodinya lebih bagus,” ulas uke.

Saat ini kapasitas donor plasma konvalesen di PMI Kota Bandung bisa dilakukan sebanyak 20-25 orang per hari. Peningkatan kapasitas donor ini didukung dengan hadirnya 6 unit alat aferesis baru.

“Setiap donor bisa diambil 400-600 cc dan diproduksi jadi 200 cc per labu. Itu kalau memakai mesin dan dengan berat badan di atas 55 atau 60 kilogram. Tapi kalau berat badannya 47 kilogram atau malah kurang, kita ambil manual. Itu paling hanya bisa untuk satu labu,” katanya.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fajar Laksana Jadi Icon Kopi JAWARA; Ini Royaltinya.

    Fajar Laksana Jadi Icon Kopi JAWARA; Ini Royaltinya.

    • calendar_month Minggu, 7 Mar 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    SUKABUMI. MBInews.id – PT Bumi Kreasi Investama launching kopi JAWARA terbuat bahan dari biji kopi yang dibudidayakan oleh petani kopi lokal Sukabumi. Peracikannya merupakan perpaduan atau blending sempurna antara kopi arabika-robusta plus gula aren premium. Direktur Utama PT Bumi Kreasi Investama Budi Lesmana mengatakan, Kopi JAWARA tersebut salah satu usaha bersama untuk memajukan ekonomi umat […]

  • KPLS Kota Sukabumi Lakukan Aksi Bersih-Bersih di  Lapdek

    KPLS Kota Sukabumi Lakukan Aksi Bersih-Bersih di Lapdek

    • calendar_month Jumat, 22 Jul 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Puluhan masa yang tergabung dalam Komunitas Pedagang Lapang Merdeka Kota Sukabumi (KPLS) melakukan aksi sosial bersih-bersih di sekitaran Lapang Merdeka (Lapdek). Jumat, (22/7/2022). Aksi yang digelar mulai pukul 13.00 hingga 15.30 tersebut , sebagai salah satu bentuk komitmen para pedagang dalam menjaga kebersihan. Ketua KPLS Kota Sukabumi, Agus Sumarno mengatakan, aksi bersih-bersih ini menjadi […]

  • Aloomni Dukung ACT Bandung dan PWI Kota Bandung Tebar Al Quran  ke Pesantren

    Aloomni Dukung ACT Bandung dan PWI Kota Bandung Tebar Al Quran ke Pesantren

    • calendar_month Rabu, 18 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Ikhtiar mendukung pendidikan pelajar dan santri di berbagai penjuru negeri, Global Wakaf – ACT Bandung mendistribusikan mushaf Al-Qur’an melalui program Wakaf Qur’an. Mushaf ini diharapkan mampu memberikan semangat belajar santri untuk mendalami agama. Aloomni salah satu perusahaan fashion di kota Bandung mendukung penuh program ini dengan memberikan 428 Mushaf Qur’an melalui Global […]

  • Pemkot Bandung Bakal Genjot Pembangunan Infrastruktur Pada 2023 Mendatang

    Pemkot Bandung Bakal Genjot Pembangunan Infrastruktur Pada 2023 Mendatang

    • calendar_month Jumat, 18 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 108
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota Bandung akan fokus pada pembangunan infrastruktur pada tahun 2023 mendatang. Termasuk membangun 18 kantor kelurahan dan 1 kantor kecamatan. Hal itu terungkap saat acara Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Anggaran (TA) 2023 di Hotel Arya Duta, Kamis 17 Maret 2022. Plt […]

  • Yuk! Wujudkan Kebiasaan Baik Saat Bersepeda

    Yuk! Wujudkan Kebiasaan Baik Saat Bersepeda

    • calendar_month Kamis, 28 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengajak masyarakat Kota Bandung sama-sama mewujudkan kebiasaan baik saat bersepeda. Antara lain dengan mengikuti tata tertib berlalu lintas dan menjaga kesehatan. Ia menyebut, saat ini bersepeda sudah menjadi euforia, khususnya sejak terpaan pandemi Covid-19 pada 2020 silam. “Semoga euforia ini dibarengi dengan budaya yang baik seperti menaati […]

  • Pemkot Sukabumi Genjot Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Lewat Program 12 PAS

    Pemkot Sukabumi Genjot Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Lewat Program 12 PAS

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 417
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi terus memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem, melalui program unggulan Ayuena Waktuna Berbagi Berkah (12 PAS). Program yang memasuki periode ke-2 episode ke-5 ini dilaksanakan di Kelurahan Gunung Parang dan Kelurahan Tipar, Rabu (29/4/2026), dipimpin langsung oleh Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki didampingi Wakil Wali Kota Bobby Maulana. Kegiatan tersebut, turut […]

expand_less