Breaking News
Trending Tags

PMI Kota Bandung Ajak Penyitas Covid-19 Bergejala Berat Donor Plasma Konvalesen

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 30 Jun 2021
  • visibility 35
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Palang Merah Indonesia (PIM) Kota Bandung mengajak kepada seluruh masyarakat yang pernah menjadi penyintas Covid-19 menjadi donor plasma konvalesen. Utamanya, penyintas yang bergejala dan cukup berat.

Kepala Unit Transfusi Darah PMI Kota Bandung, Uke Muktimanah mengungkapkan, saat ini banyak pasien yang membutuhkan plasma konvalesen. Hingga Selasa, 29 Juni 2021, tercatat antreannya sebanyak 458 pasien.

Uke menjelaskan, satu orang pasien memerlukan sekitar dua labu plasma konvalesen. Dari jumlah antrean tersebut, sebanyak 261 pasien baru mendapatkan satu labu. Sedangkan 197 sisanya sama sekali belum ditransfusi plasma konvalesen.

Tercatat, pasien yang memerlukan plasma konvalesen untuk golongan darah A itu 156 orang, golongan darah B (138 pasien), golongan darah O (132 pasien) dan golongan darah AB (32 pasien).

“Saat ini permintaan plasma konvalesen tengah mengalami peningkatan. Dari hari ke hari jumlah pasien yang meminta donor terus bertambah hingga menyentuh angka 30-an orang,” kata Uke saat sesi Bandung Menjawab secara daring, Selasa, 29 Juni 2021.

Namun Uke mengungkapkan, PMI Kota Bandung tidak memiliki stok ketersediaan plasma konvalesen. Sehingga wajar apabila kasus Covid-19 tengah mengalami peningkatan maka membuat daftar antrean plasma konvalesen kian bertambah.

“Jadi kalau hari ini dapat donor, lalu diproses kemudian dapat sejumlah labu maka langsung dibagikan. Hari ini kita ada jadwal donor 20 orang,” ujarnya.

Uke memaparkan, bagi masyarakat yang memerlukan plasma konvalesen harus membawa calon donor pengganti. Minimal, satu orang donor untuk mengganti dua labu plasma konvalesen.

“Untuk yang perlu, silahkan kontak atau datang ke PMI Kota Bandung. Kalau minta 2 labu memang bisa satu orang (donor pengganti). Tapi kalau kebetulan di keluarga ada banyak yang bisa, kita anjurkan semuanya donor,” katanya.

“Kalaupun donor pengganti berbeda golongan, kita tetap terima. Karena nanti kita yang salaurkan sesuai mereka yang membutuhkan,” imbuhnya.

Untuk kriteria donor plasma konvalesen, Uke menuturkan, syarat pertama yakni penyintas yang berusia antara 17 hingga 60 tahun. Khusus bagi donor wanita disarankan yang tidak pernah hamil.

Selain dari sisi medis yang tidak memiliki penyakit penerta, Uke mnegaskan, syarat utama yaitu sudah dinyatakan sembuh atau menunjukan hasil negatif berdasarkan keterangan pemeriksaan PCR ataupun pernyataan dokter. Sekurang-kurangnya donor bisa dilakukan empat hari setelah pernyataan negatif tersebut.

“Bawa KTP. Jika telah memenuhi syarat lalu melalui pemeriksaan medis oleh dokter, kemudian diambil sampel terlebih dahulu. Setelah memenuhi syarat berdasarkan syarat donor akan diberitahu melalui telepon untuk penjadwalan donor plasma kompalesen,” terangnya.

Menurut Uke, orang yang diperlukan adalah penyintas yang memiliki gejala dan cukup berat. Karena ketika berhasil sembuh, memiliki level antibody lebih bagus ketimbang penyintas tanpa gejala.

Mengingat donor yang diambil berupa plasma, khusus donor konvalesen ini bisa dilakukan per dua minggu. Jika di rentang waktu tersebut penderma plasma konvalesen kembali terkonfirmasi positif, maka ditunggu lagi sampai kembali pulih dan dinyatakan negatif.

“Kalau penyintas sudah donor, biasanya kita diambil lagi 2 minggu kemudian. Kalau tiba-tiba Covid-19 lagi, kita tidak bisa ambil. Tapi kalau sudah sembuh dan ditunggu 14 hari kemudian, maka bisa diambil lagi. Justru secara teoritis antibodinya lebih bagus,” ulas uke.

Saat ini kapasitas donor plasma konvalesen di PMI Kota Bandung bisa dilakukan sebanyak 20-25 orang per hari. Peningkatan kapasitas donor ini didukung dengan hadirnya 6 unit alat aferesis baru.

“Setiap donor bisa diambil 400-600 cc dan diproduksi jadi 200 cc per labu. Itu kalau memakai mesin dan dengan berat badan di atas 55 atau 60 kilogram. Tapi kalau berat badannya 47 kilogram atau malah kurang, kita ambil manual. Itu paling hanya bisa untuk satu labu,” katanya.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota Komisi I DPRD Kota Sukabumi Sikapi Keluhan Pedagang Terminal Tipe A

    Anggota Komisi I DPRD Kota Sukabumi Sikapi Keluhan Pedagang Terminal Tipe A

    • calendar_month Senin, 1 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Sejak resmi pindah pada 2017 lalu dari Jalan Jenderal Sudirman Kota Sukabumi, Terminal Tipe A Kota Sukabumi yang saat ini berada di Jalan Lingkar Selatan tersebut, masih sepi pengunjung. Hal itu, berdampak langsung kepada para pelaku usaha yang berada di seputaran Terminal KH. Ahmad Sanusi tersebut. Menyikapi hal tersebut, anggota Komisi I […]

  • Desa Alam Endah Terima Piagam Penghargaan Bulan Bakti Gotong Royong Dalam HUT RI Ke 79 Tingkat Kab Bandung

    Desa Alam Endah Terima Piagam Penghargaan Bulan Bakti Gotong Royong Dalam HUT RI Ke 79 Tingkat Kab Bandung

    • calendar_month Minggu, 18 Agt 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG, MBINews.id – Perayaan HUT RI Ke -79 digelar Pemkab Bandung yang berlangsung di Lapang Upakarti (17/8/2024) termasuk pemberian penghargaan bagi desa yang berprestasi. Diantara desa yang menerima mendapatkan Piagam Penghargaan diantaranya desa Alam Endah Kec Rancabali Kab Bandung dengan dedikasi tinggi yang di miliki desa Alam Endah. Kades Alam Endah, H. Awan Rukmawan, […]

  • Tetap Disiplin Prokes, Yana Ajak Umat Muslim Makmurkan Masjid

    Tetap Disiplin Prokes, Yana Ajak Umat Muslim Makmurkan Masjid

    • calendar_month Senin, 4 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana berharap umat muslim memakmurkan masjid selama Ramadan ini. Namun umat muslim tetap wajib menerapkan protokol kesehatan. “Di masa pandemi ini saya berpesan agar tetap melaksanakan protokol kesehatan selama berkegiatan,” katanya usai salat Isya berjamaah di Masjid Al Latief, Minggu 3 April 2022 malam. “Tarawih […]

  • Pencabutan Moratorium Daerah Jadi Harapan DPRD Jawa Barat di Momentum HUT ke-78 RI

    Pencabutan Moratorium Daerah Jadi Harapan DPRD Jawa Barat di Momentum HUT ke-78 RI

    • calendar_month Rabu, 16 Agt 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – DPRD Jawa Barat berharap pemerintah pusat segera mencabut moratorium pemekaran daerah, khususnya bagi Provinsi Jawa Barat. Dibuka kembali pembentukan daerah otonomi baru menjadi harapan DPRD Jawa Barat di momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 RI. “Dirgahayu RI ke-78, alhamdulilah. Tadi arahan dari Presiden RI Joko Widodo sangat jelas (dalam pidato kenegaraan Presiden […]

  • Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP), PT Pos Properti Indonesia Raih Sertifikasi ISO 37001

    Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP), PT Pos Properti Indonesia Raih Sertifikasi ISO 37001

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Tantangan praktik korupsi dan penyuapan di Indonesia masih cukup besar. Mengutip pernyataan Wawan Suyatmiko, Deputi Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia, skor Corruption Perceptions Index (CPI) Indonesia tahun 2024 berada di angka 37/100 dan menempatkan Indonesia di peringkat 99 dari 180 negara yang disurvei. Meski ada peningkatan dibanding capaian tahun 2023, hasil […]

  • Warga Kota Bandung Diimbau Tingkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

    Warga Kota Bandung Diimbau Tingkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

    • calendar_month Jumat, 22 Mar 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

      BANDUNG, Mbinews – Hingga Maret 2024 ini, sebanyak 8 orang meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bandung. Tahun lalu, 8 orang meninggal dunia sepanjang tahun 2023. Dari statistik tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Bandung, Asep Saeful Gufron mengimbau warga Kota Bandung untuk bisa mencegah DBD. Salah satu upayanya yaitu mengoptimalkan […]

expand_less