Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Peresmian Perubahan Fungsi Dan Nama, Ini Fasilitas Canggih RSUD Bandung Kiwari

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 11 Jan 2022
  • visibility 101
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSKIA) Bandung resmi menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Namanya pun berubah menjadi RSUD Bandung Kiwari.

Peresmian dan perubahan nama ini dilaksanakan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana pada Selasa 11 Januari 2022.

Transformasi ini merupakan jawaban dari Pemkot Bandung untuk percepatan layanan kesehatan di Kota Bandung Sebagai informasi, operasional RSKIA Bandung dimulai sejak 5 Januari 2020. Pada perjalanannya, RSKIA Bandung sempat menjadi Rumah Sakit khusus Covid-19.

Yana menyebut, transformasi RSUD Bandung Kiwari sejalan dengan percepatan layanan yang ada di dalamnya. Bila sebelumnya rumah sakit ini dikhususkan untuk Ibu dan Anak saja, kini RSUD Bandung Kiwari sudah bisa melayani pasien dengan kategori dewasa alias umum.

“Mudah-mudahan dengan peningkatan ini, layanan kesehatan bagi masyarakat Kota Bandung jadi lebih meningkat,” ujar Yana di RSUD Bandung Kiwari, Jalan KH. Wahid Hasyim Bandung, 11 Januari 2022.

Ia juga menekankan fasilitas yang ada di rumah sakit ini didasarkan nilai kemanusiaan dan fungsi sosial. Oleh karena itu, pelayanan yang ada di rumah sakit dituntut pula untuk membina hubungan dengan masyarakat.

Setelah transformasi, RSUD Bandung Kiwari menghadirkan 3 kegiatan pelayanan: Instalasi Gawat Darurat (IGD), Pelayanan Rawat Jalan, dan Pelayanan Rawat Inap.

Selain itu, ada 6 rencana penambahan lingkup kegiatan pelayanan pada poliklinik rawat jalan yang meliputi: spesialis ortopedi, spesialis mata, spesialis urologi, spesialis kedokteran jiwa, spesialis patologi anatomi, dan fertility center.

Soal fasilitas, RSUD Bandung Kiwari memiliki 12 lantai dan 2 lantai dasar (basement). Di lantai dasar 2, terdapat area laundry dan pemulasaran jenazah. Lalu di lantai dasar 1 terdapat instalasi gizi dan food court.

Lalu di lantai 1 terdapat laboratorium, instalasi radiologi termasuk di dalamnya CT Scan, panoramik, dan MRI. Data yang didapat Humas Bandung, laboratorium RSUD Bandung Kiwari dapat menyelesaikan 1.400 sampel PCR dalam 24 jam.

Di lantai 2 terdapat poliklinik rawat jalan dan instalasi farmasi dengan ketersediaan obat. Lalu di lantai 3 terdapat poli eksekutif rehabilitasi medik yang sudah mulai beroperasi.

Kemudian di lantai 4 terdapat fasilitas NICU dengan 15 tempat tidur, lalu PICU (fasilitas perawatan intensif pada anak) dengan total 4 tempat tidur lalu ada ruang ICU dengan fasilitas 18 tempat tidur dan ada pula ruang sterilisasi.

Lantai 5 bangunan RSUD Bandung Kiwari difungsikan sebagai ruang operasi. Terdapat 9 kamar operasi dengan ruang pemulihan sebanyak 20 tempat tidur.

Sedangkan lantai 6 bangunan ini difungsikan untuk ruang administrasi dan command center. Selain itu ada juga penempatan rekam medis dengan basis teknologi guna menghindari penumpukan berkas.

Di lantai 7, ada ruang bersalin dengan fasilitas 20 tempat tidur lalu fasilitas Perinatologi dengan 40 tempat tidur.

Lantai 8 sampai 11 gedung ini difungsikan sebagai tempat rawat inap. Terdapat 36 kamar untuk pasien rawat inap kelas 2 dan 3 dan 18 kamar untuk pasien rawat inap kelas 1.

Fasilitas rawat inap di lantai 8 sampai 11 menghadirkan 6 tempat tidur untuk pasien rawat inap kelas 3, lalu 3 tempat tidur untuk pasien rawat inap kelas 2. Terakhir, lantai 12 difungsikan sebagai tempat rawat inap eksekutif.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Taat Tagore Diah R selaku Direktur RSKIA Bandung (kini RSUD Bandung Kiwari) menyebutkan, saat ini modernisasi sudah menjadi keharusan bagi rumah sakit manapun. Hal ini mencakup peralatan, fasilitas, maupun sumber daya manusianya.

“Kita lagi mengejar ke sana. Misalnya dari sisi rekam medik, sekarang banyak pakai teknologi untuk mengurangi berkas (fisik),” ungkap Taat.

Soal cakupan layanan kesehatan BPJS, Taat juga memastikan layanan ini dapat dinikmati tidak hanya oleh kalangan Ibu dan Anak saja, melainkan semua orang dewasa pun bisa menikmatinya.

“Dengan diubahnya (RSKIA menjadi RSUD Bandung Kiwari), semua bisa pakai BPJS dengan menunggu penyelesaian administrasi secepat mungkin. Maksimal dalam tiga 3 hari sudah bisa. Kalau untuk kelas umum non-BPJS, sudah bisa beroperasi dari sekarang,” ucapnya.

Dalam acara ini, diberikan pula santunan kepada 11 panti asuhan dan pondok pesantren di Kota Bandung. Sebanyak 11 penerima donasi menyimbolkan tanggal peresmian RSUD Bandung Kiwari yakni 11 Januari. (ray-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tahun Baru, RSKIA Resmi Di Buka Oleh Wali Kota Bandung

    Tahun Baru, RSKIA Resmi Di Buka Oleh Wali Kota Bandung

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Pemerintah Kota Bandung memberikan kado istimewa kepada warganya jelang pergantian tahun. Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) baru yang terletak di Jalan K.H. Wahid Hasyim (Jalan Kopo) No. 311 Kota Bandung resmi dibuka oleh Wali Kota Bandung Oded M. Danial, Selasa (31/12/2019). “Alhamdulillah di penghujung tahun 2019 menuju tahun 2020 merupakan […]

  • Program PIPPK Belum Tepat Sasaran, Mang Oded  Minta LPM Bantu Sempurnakan

    Program PIPPK Belum Tepat Sasaran, Mang Oded Minta LPM Bantu Sempurnakan

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id  – Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengakui jika Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayah (PIPPK) masih harus terus disempurnakan. Hal itu agar PIPPK lebih tepat sasaran dan masyarakat bisa lebih merasakan manfaatnya. Oleh karenanya, Oded meminta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) turut mengkaji kegiatan-kegiatan pada PIPPK. “LPM sebagai tokoh masyarakat, harus bisa mengoptimakan […]

  • Semangat Munggahan, BAZNAS Jabar Hadirkan Bantuan untuk Warga Sekitar Masjid

    Semangat Munggahan, BAZNAS Jabar Hadirkan Bantuan untuk Warga Sekitar Masjid

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Bandung,mbinews  – BAZNAS Provinsi Jawa Barat melaksanakan kegiatan penyaluran Program Paket Munggahan sebanyak 40 paket serta Bantuan Operasional DKM sebesar Rp2.500.000 pada Jum’at (13/2/2026). Kegiatan penyaluran tersebut berlangsung di DKM Masjid Assalam, Dago, Kota Bandung, dan ditujukan kepada marbot masjid, yatim, dhuafa, serta lansia di lingkungan masyarakat sekitar masjid. Program ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS […]

  • Tokoin Angkat Bicara Terkait Dugaan Kasus Penipuan Investasi kripto dan Investasi kapal Ikan

    Tokoin Angkat Bicara Terkait Dugaan Kasus Penipuan Investasi kripto dan Investasi kapal Ikan

    • calendar_month Senin, 19 Jul 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    JAKARTA, Terkait berita yang santer belakangan ini mengenai dugaan kasus penipuan investasi yang melibatkan mantan CEO tokoin , pihak Tokoin angkat suara. Perwakilan Tokoin saat ini Welly melanjutkan, pihaknya sendiri hingga saat ini tidak mengetahui dan tidak ada hubungannya terkait permasalahan yang sedang melibatkan RBR, namun karena permasalahan ini, secara tidak langsung nama Tokoin juga […]

  • Perda Pajak dan Retribusi Daerah Kota Bandung Diharapkan Tingkatkan Pajak Daerah

    Perda Pajak dan Retribusi Daerah Kota Bandung Diharapkan Tingkatkan Pajak Daerah

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Pajak dan Retribusi Daerah merupakan salah satu sumber Pendapatan Daerah yang penting ,  untuk membiayai pelaksanaan Pemerintahan   Daerah. Karena, dana pajak ini bisa untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan membangunan sebuah daerah.  Anggota DPRD Kota Bandung Andri Rusmawan mengatakan, untuk menggenjot Pajak dan Retribusi Daerah, Pemerintah Kota Bandung harus memiliki payung hukum. […]

  • DPRD Jabar Minta Target Pendapatan Dan Belanja Harus Rasional

    DPRD Jabar Minta Target Pendapatan Dan Belanja Harus Rasional

    • calendar_month Senin, 1 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 120
    • 0Komentar

    KABUPATEN BANDUNG, Mbinews.id – Pimpinan dan Anggota Badan Anggaran DPRD Provinsi Jawa Barat melaksanakan kunjungan kerja ke KP3D Rancaekek, Kabupaten Bandung. Senin, (1/11/21). Kunjungan kerja tersebut, dalam rangka pembahasan Rancangan KUA dan PPAS APBD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2022. Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Achmad Ru’yat mengatakan, pihaknya ingin memastikan bahwa rasionalisasi target […]

expand_less