Breaking News
Trending Tags

Segenggam Semangat Dari Rumah Pejuang Kanker Ambu

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Sabtu, 5 Feb 2022
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Tanggal 4 Februari diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia. Banyak harapan dan semangat dari penyintas dan pihak-pihak yang beririsan. Salah satunya dari Rumah Pejuang Kanker Ambu di Bandung.

Rumah Pejuang Kanker Ambu merupakan rumah singgah bagi pasien kanker yang sedang berobat ke Rumah Sakit di Kota Bandung.

Pasien-pasien Rumah Pejuang Kanker Ambu antara lain berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Rumah Sakit Al Islam, atau Rumah Sakit Immanuel.

Humas Kota Bandung mengunjungi Rumah Pejuang Kanker Ambu di Jalan Bijaksana Dalam 11, Kelurahan Pasteur, Sukajadi. Rumah singgah ini didirikan oleh Dewi Nurjanah pada 2012 silam.

Ambu sapaan akrab Dewi menceritakan, Rumah Pejuang Kanker Ambu adalah wujud rasa syukur dirinya yang pernah merawat putranya yang terkena kanker mata. Setelah berjuang selama 2,5 tahun sejak 2009 sampai 2011, si buah hati meninggal dunia.

“Setahun setelahnya, Ambu mendirikan Rumah Pejuang Kanker Ambu. Awalnya kami hanya ada satu rumah, di Jalan Bijaksana Dalam 11 saja. Alhamdulillah sekarang sudah ada lima rumah,” ujarnya, Jumat 4 Februari 2022.

Empat dari lima rumah tersebut berada di satu kawasan di Jalan Bijaksana Dalam, Bandung. Sedangkan satu rumah lagi berada di Garut.

Kapasitas di Rumah Pejuang Kanker Ambu bisa menampung hingga ratusan pasien. Dua dari empat rumah dikhususkan untuk merawat penyintas kanker usia anak-anak. Kapasitas satu rumahnya bisa menampung 15 orang anak.

Sedangkan dua rumah lagi dikhususkan untuk pasien dewasa dengan kapasitas yang sama.

“Mereka tinggal di Ambu karena berobat yang sangat panjang. Membutuhkan rumah, tempat bernaung, pakaian, makanan, obat-obatan hingga motivasi dan edukasi,” ucapnya.

Para pejuang kanker ini didampingi relawan rumah singgah dan juga dari pihak keluarga. Saat ini, ada 7 orang relawan tetap di Rumah Pejuang Kanker Ambu.

Selama 24 jam, rumah singgah ini tak pernah sepi. Per hari ini saja, ada 36 pasien yang tinggal di rumah singgah tersebut. Jumlah itu terdiri dari 16 pasien dewasa dan 20 pasien anak-anak.

Mereka datang bergiliran. Menurut Ambu, ada 400 pejuang kanker yang berada di bawah pendampingan Rumah Kanker Ambu.

Untuk mengisi kegiatan selain bolak-balik ke rumah sakit, Rumah Pejuang Kanker Ambu juga kerap membuat kegiatan bagi penghuninya.

Kegiatan tersebut meliputi edukasi bagi anak-anak, juga kegiatan produksi makanan. Pertengahan 2021, rumah singgah ini memproduksi makanan dengan merek Jajanan Ambu dengan melibatkan orang tua pendamping pasien kanker.

“Kegiatan edukasi biasanya dari relawan. Dalam seminggu bisa dilaksanakan dua sampai tiga kali,” terang Ambu.

Di Hari Kanker Sedunia, Ambu berharap, bisa terus mengurus rumah singgah ini. Ia juga berharap Rumah Pejuang Kanker Ambu tetap ada sampai kapanpun.

“Di momen ini, saya ingin merangkul semua orang baik untuk datang ke rumah singgah,” pesannya.

Salah seorang pejuang yang singgah di sana yaitu Salman Al Farisi. Ia berusia 16 tahun dan menderita penyakit Leukimia sejak 2020.

Pelajar asal Cianjur yang bersekolah di salah satu Madrasah Tsanawiah (MTs) di Tasikmalaya ini sebelumnya aktif sebagai anggota Pramuka dan Paskibra.

Harapannya menjadi seorang tentara terpaksa dilepaskannya. Saat ini, Salman fokus menjalani kemoterapi dan pengobatan.

“Saya optimis bisa sembuh. Pengobatan ini bisa memakan waktu hingga lima tahun. Saya baru menjalani tahun pertama,” ucapnya.

Salman juga menyemangati seluruh pejuang kanker di manapun berada. Tersenyum dan senantiasa berbuat baik adalah hal yang bisa ia lakukan.

“Untuk yang masih sehat, jaga kondisi. Jaga asupan. Apa yang saya alami karena dulunya saya sering telat makan,” pesannya.(ray-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kenali Hak Atas Tanah Anda: Informasi Dasar yang Perlu Diketahui Warga

    Kenali Hak Atas Tanah Anda: Informasi Dasar yang Perlu Diketahui Warga

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

      SUKABUMI,Mbinews.id- Banyak masyarakat yang masih belum memahami bahwa setiap bidang tanah yang dimiliki atau digunakan memiliki jenis hak yang berbeda-beda. Padahal, mengenali jenis hak atas tanah sangat penting untuk memberikan kepastian hukum, mencegah sengketa, dan memudahkan dalam proses jual beli, warisan, maupun pengalihan hak. Kantor Pertanahan Kota Sukabumi mengimbau, seluruh masyarakat untuk mengenali lima […]

  • Kendati Minim Sarana, MTs Al Islam Gelar PAS Mandiri dan Digitalisasi

    Kendati Minim Sarana, MTs Al Islam Gelar PAS Mandiri dan Digitalisasi

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 3
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Ditengah minimnya sarana prasarana yang dimiliki Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Islam Kota Bandung, akan tetapi tetap menyelenggarakan ujian Penilaian Akhir Semester (PAS) secara mandiri dengan digitalisasi, demikian pernyataan Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Sarana Prasarana, Endang Suherli, S.Psi (Kamis, 5/12/19). Menurutnya bukan hanya PAS saja, akan tetapi juga ujian seperti Peniain Akhir Semester, […]

  • Omicron Belum Ditemukan, Vaksin pertama 100 Persen  di Kota Bandung, Warga Di Himbau Disiplin Prokes

    Omicron Belum Ditemukan, Vaksin pertama 100 Persen di Kota Bandung, Warga Di Himbau Disiplin Prokes

    • calendar_month Senin, 20 Des 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    MBInews.id  – Dosis pertama vaksinasi di Kota Bandung sudah mencapai 100 persen. Bahkan, terhitung tanggal 19 Desember 2021, penyuntikan dosis pertama telah melebihi target. Guna menciptakan kekebalan kelompok di Kota Bandung minimal harus bisa memberikan vaksin kepada 1.952.358 orang. Angka tersebut yakni standar minimal cakupan sebesar 70 persen dari jumlah penduduk di Kota Bandung. Dari […]

  • Geng Motor di Sukabumi Berulah Kembali

    Geng Motor di Sukabumi Berulah Kembali

    • calendar_month Senin, 22 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Ulah gerombolan geng motor kembali membuat resah warga Kota Sukabumi. Beberapa ulah dari komplotan yang di dominasi beranggotakan remaja tersebut, kerap membuat takut warga, bahkan hingga berbuat anarkis. Mulai dari berpose secara berkelompok, sambil mengangkatkan berbagai jenis benda tajam, hingga melakukan siaran langsung dengan mengacungkan senjata tajam, pada kanal media sosial pribadinya, […]

  • Jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Zamedia Ajak Insan Pers Bukber Bangun Sinergitas

    Jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Zamedia Ajak Insan Pers Bukber Bangun Sinergitas

    • calendar_month Jumat, 7 Mei 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBinews.id –  Zamedia Digital Expert Solution menggelar silaturahmi dan buka bersama (Bukber) dengan awak media dalam rangka “Bangun Sinergi dan Berkolaborasi antara zamedia bersama awak media”, bertempat diJalan Taman Cibeunying Cilaki Bandung, Jumat (7/5/2021) Acara ini digagas dalam rangka menjalin komunikasi serta menjaga semangat kekeluargaan kedua belah pihak serta menjaga ukhuwah dibulan yang baik […]

  • Satu Pelaku Vandalisme Ditangkap, Polisi: Kami Masih Mencari Pelaku Lainnya

    Satu Pelaku Vandalisme Ditangkap, Polisi: Kami Masih Mencari Pelaku Lainnya

    • calendar_month Sabtu, 22 Jan 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Salah satu tersangka pelaku vandalisme tembok Babakan Siliwangi ditangkap Kepolisian Sektor (Polsek) Coblong, Kamis 20 Januari 2022. Atas tertangkapnya pelaku, Plt. Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan, hal ini bisa menjadi efek jera. Sehingga diharapkan, tidak ada lagi perbuatan serupa di kemudian hari. “Kita imbau jaga apa yang sudah lakukan untuk keindahan […]

expand_less