Breaking News
Trending Tags

Lima Kota Kabupaten Bergabung, Masalah Pokok Cekungan Bandung Terselesaikan

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 1 Apr 2022
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Permasalahan seperti banjir, kemacetan, dan sampah kerap kali terjadi irisan antar wilayah. Untuk menyelesaikannya, pemerintah kota (Pemkot) maupun kabupaten sering terkendala pada regulasi yang ada di wilayah masing-masing.

Melalui Perpres nomor 45 tahun 2018 dan Pergub Jawa Barat nomor 86 tahun 2020 dibentuklah Badan Pengelola Kawasan Perkotaan Cekungan Kota Bandung. Aglomerasi kawasan seluas 349.750 ha ini meliputi lima wilayah kota dan kabupaten, yakni Kota Bandung dan Kota Cimahi sebagai kawasan inti. Lalu tiga kabupaten lainnya, antara lain Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, dan sebagian Kabupaten Sumedang.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota, Yana Mulyana menyambut baik aglomerasi cekungan Bandung ini.

Menurut Yana, dengan bergabungnya lima wilayah tersebut, regulasi-regulasi yang kerap membatasi gerak untuk mengambil kebijakan akan menjadi lebih cair.

“Justru sebetulnya dengan aglomerasi ini masalah batas wilayah itu menjadi cair. Koordinasi di Badan Pengelola Kawasan Perkotaan Cekungan Kota Bandung sudah tidak boleh ada lagi ego sektoral antar wilayah. Kadang administratif dari regulasi kewenangan yang membuat kita jadi terbatas untuk bergerak,” ungkap Yana, pada Kamis, 31 Maret 2022 di Aula Timur Gedung Sate.

Bahkan, sebelum badan pengelola terbentuk, para pimpinan telah sepakat untuk menyelesaikan masalah bersama.

“Alhamdulillah sudah diwadahi oleh pemerintah provinsi lewat badan cekungan ini, yang terdiri dari lima wilayah, salah satunya Kota Bandung,” ujarnya.

Pada rapat koordinasi bersama para kepala daerah yang tergabung dalam cekungan Kota Bandung, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyampaikan, dengan adanya badan pengelola ini pimpinan dari lima daerah yang sering bersinggungan, bisa saling berkoordinasi dan diskusi.

“Salah satunya yang sudah kita selesaikan bersama itu Sungai Citarum. Lalu Kota Bandung dengan Cimahi juga bangun kolam retensi untuk atasi banjir,” ucap Ridwan.

Namun, karena isu yang terjadi sangat beragam dan kompleks, Ridwan mengatakan, ada empat aspek yang telah disepakati untuk diselesaikan bersama.

“Empat aspek permasalahan itu, antara lain tentang air, tata ruang, transportasi dan persampahan. Kalau itu saja kompak rutin kita selesaikan, insyaAllah semua warga di lima wilayah ini akan merasakan manfaatnya,” ungkapnya.

Ridwan menambahkan, aspek pertama yang akan diselesaikan mulai dari permasalahan yang paling krisis dan rutin dialami, yaitu banjir. Selanjutnya permasalahan sampah. Lalu fokus ketiga ialah transportasi dan terakhir tata ruang.

“Urang ngariung bahas masalah-masalah yang ada di sekitar lima wilayah ini. Kita bisa mengelola tata ruang, air minum yang layak, sampah, juga masalah-masalah lain seperti banjir dan sungai,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana Badan Pengelola Kawasan Perkotaan Cekungan Kota Bandung, Muhammad Taufik Budi Santoso memaparkan, tim ini telah aktif bekerja sejak September 2021. Tim telah melakukan sinkronisasi dan koordinasi program-program perencanaan yang ada di cekungan Bandung.

“Kita telah melakukan lima metode pelaksanaan, yakni mengoptimasi, akselerasi, membantu memecahkan hambatan, monitoring evaluasi untuk mengendalikan gap antara pelaksanaan dengan yang direncanakan, serta memberikan rekomendasi untuk bahan pertimbangan bagi para kepala daerah,” tutur Taufik.

Beberapa program yang sudah dan sedang berjalan di cekungan Kota Bandung ini antara lain, Floodway Cisangkuy Bandung, Retensi Cieunteung Bandung, pembangunan jalur kereta api cepat dan flyover, serta sanitasi juga pengelolaan sampah di Kota Bandung. (din-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ngabarin PWI Kota Bandung Tetap Istiqamah Sambut Tahun Baru Hijriah

    Ngabarin PWI Kota Bandung Tetap Istiqamah Sambut Tahun Baru Hijriah

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Memasuki Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah, kegiatan rutin Ngaji Bareng Wartawan Indonesia atau Ngabarin Pokja PWI Kota Bandung terus dilaksanakan sebagai ruang pembelajaran keagamaan sekaligus sumber motivasi rohani bagi para wartawan. Program Ngabarin sudah berjalan tiga tahun lebih sejak pertama kali diinisiasi. Kegiatan ini dilaksanakan setiap Kamis malam di Sekretariat […]

  • Dadang Supriatna Siap Fasilitasi Investasi Ke Kabupaten Bandung

    Dadang Supriatna Siap Fasilitasi Investasi Ke Kabupaten Bandung

    • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    KABUPATEN BANDUNG, Bupati Bandung terpilih HM Dadang Supriatna menyatakan pihaknya siap memfasilitasi investasi yang masuk ke Kabupaten Bandung. Bupati Bandung terpilih mengucapkan terima kasih kepada pengembang Buana Kassiti yang telah membangun Masjid Kassiti dan komplek perumahan di Perumahan Buana Cicalengka Raya, Desa Narawita, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. “Saya ucapkan selamat atas diresmikannya Masjid Kassiti, dari […]

  • Akibat Terlambatnya Pasokan, Harga Bahan Pokok Di Pasar Cisalak Alami Kenaikan

    Akibat Terlambatnya Pasokan, Harga Bahan Pokok Di Pasar Cisalak Alami Kenaikan

    • calendar_month Kamis, 15 Apr 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

    KAB. SUBANG, MBInews.id – Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Pasar Cisalak, Kabupaten Subang, terpantau mengalami kenaikan. Naiknya harga tersebut disebabkan kurangnya pasokan sejumlah komoditas menjelang datangnya bulan suci ramadhan. Hal Tersebut di ungkapkan Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat Sari Sundari usai meninjau langsung harga kebutuhan pokok di Pasar Cisalak, Kabupaten Subang, Rabu (14/04/2021). […]

  • Hasil Survey Tahap Pertama, Indeks Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2021 Di Jabar Membaik

    Hasil Survey Tahap Pertama, Indeks Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2021 Di Jabar Membaik

    • calendar_month Rabu, 7 Apr 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id- Berdasarkan hasil survei tahap pertama Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP) Tahun 2021 di Jawa Barat memperlihatkan kondisi yang cukup baik. Ketua komisi Informasi Jabar, Ijang Faisal menyampaikan Sejumlah permohonan informasi yang disampaikan masyarakat kepada badan publik pemerintah mulai dari pemerintah provinsi hingga kabupaten/kota, baik secara langsung dengan menggunakan prosedur yang tersurat di dalam […]

  • Dana Desa Tak Transparan, Pemuda Kabandungan Lapor Kejaksaan

    Dana Desa Tak Transparan, Pemuda Kabandungan Lapor Kejaksaan

    • calendar_month Jumat, 29 Jan 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Aliansi Pemuda Desa Kabandungan Kecamatan Kabandungan Kabupaten Sukabumi laporkan kepala Desanya ke Kejaksaan Negeri Cibadak. Kades Kabandungan dilaporkan diduga adanya indikasi ketidaksesuaian antara laporan penggunaan anggaran desa dengan realisasi kegiatan untuk program pembangunan di lapangan. Juru bicara Aliansi Pemuda Kabandungan Arie Hardiansyah mengatakan, temuan ketidaksesuaian tersebut didapatkan dari data Sistem Informasi Desa […]

  • Soal Penahanan Ijazah; Ini Kata Pihak Sekolah SMAN 1 Sagaranten

    Soal Penahanan Ijazah; Ini Kata Pihak Sekolah SMAN 1 Sagaranten

    • calendar_month Selasa, 24 Agt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    MBInews.id – SUKABUMI – Pihak Sekolah SMA Negeri 1 Sagaranten Kabupaten Sukabumi, menjawab persoalan adanya penahan ijazah salah satu siswanya yang sempat di tahan. Mantan Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sagaranten, Pardi Supardi menjelaskan terkait penahanan ijazah tersebut bukan sengaja ditahan dan tidak diberikan. Namun masih ada kaitan persoalan administrasi, sebelum adanya kebijakan dari […]

expand_less