Breaking News
Trending Tags

Pandemi Melandai, PAD Kota Bandung Makin Meningkat

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 13 Mei 2022
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Sempat terseok-seok semasa pandemi, pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bandung kini mulai mendekati angka normal. Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandung, total kenaikan realisasi Januari 2022 terhadap realisasi Januari 2021 mencapai 159 persen.

Lalu, di bulan Februari 2022 total kenaikannya terhadap realisasi Februari 2021 mencapai 144 persen. Kemudian realisasi di Maret 2022 total kenaikannya terhadap realisasi Maret 2021 menyentuh capaian sebesar 121 persen.

Saat ditemui di kantornya pada Rabu, 11 Mei 2022, Kepala Bapenda Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain memaparkan bagaimana pandemi sempat membuat anjlok PAD Kota Bandung, salah satunya pada sektor pajak hotel.

“Tahun 2019 di bulan Januari, pendapatan dari pajak hotel mencapai Rp35,9 miliar. Tahun 2020 menurun sebesar Rp35,2 miliar. Dan Tahun 2021, dikarenakan Desember masih dalam PPKM sehingga masih banyak tempat wisata yg tutup dan kegiatan MICE masih dibatasi, sehingga tidak ada perayaan pergantian tahun, sehingga pendapatan dari pajak hotel turun jadi Rp12,6 miliar,” jelas Iskandar.

Ia melanjutkan, begitu masuk 2022 di mana keadaan pandemi sudah mulai melandai, meski memang belum terlalu longgar, pendapatan pajak hotel bisa menyentuh angka Rp34,8 miliar. Angka ini hampir sama dengan pendapatan normal sebelum pandemi.

Kondisi pendapatan yang terjun bebas ini juga sangat dirasakan saat memasuki Idul fitri.

“Juni 2020 saat Lebaran, pajak hotel hanya mencapai Rp1,6 miliar, padahal pada tahun sebelumnya Rp18,2 miliar, dikarenakan pada saat itu kasus Covid-19 sedang melonjak tinggi. Tahun 2021 ada sedikit pelonggaran, meskipun masih ada varian omicron, realisasi dari pajak hotel bisa mencapai Rp12,4 miliar,” ungkapnya.

Namun, ia optimis jika tahun ini pendapatan pajak bisa naik juga seperti bulan-bulan sebelumnya.

“Mei sekarang belum ada laporannya. Tapi prediksi kita akan lebih tinggi, yang pasti di atas dari 2021. Harapan kita bisa mendekati kondisi normal,” imbuhnya.

Selain itu, Iskandar juga menyampaikan, untuk capaian pendapatan pajak di Kota Bandung tertinggi berasal dari pajak Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB). Di tahun 2021 saja pendapatannya bisa berada di atas tahun-tahun sebelumnya, mencapai Rp543,9 miliar.

Lalu, kedua terbesar ada pada pajak bumi dan bangunan (PBB) sebesar Rp509 miliar. Kemudian ketiga tertinggi berasal dari pajak restoran, realisasinya mencapai Rp208,6 miliar.

“Lalu ada pajak penerangan jalan yang mencapai Rp192,2 miliar. Kemudian pajak hotel mencapai Rp163,9 miliar di tahun 2021,” rincinya.

Setelah itu baru menyusul pajak-pajak lainnya, seperti pajak air tanah, pajak parkir, pajak reklame, dan pajak hiburan. Meski telah merangkak naik, tapi Iskandar mengakui jika masih ada kendala pada prosesnya karena regulasi relaksasi pada komersil.

“Beberapa relaksasi juga mengurangi pendapatan pajak. Untuk yang PBB pengurangannya bisa sampai ratusan miliar. Lalu, di akhir tahun juga ada pengurangan 15 persen untuk yang komersil. Ya, saat pandemi ini kan kita juga tidak boleh terlalu memberatkan masyarakat ya,” tuturnya.

Namun, untuk tetap mengoptimalkan pendapatan, Iskandar dan timnya mengambil beberapa langkah kebijakan, salah satunya dengan menyediakan pelayanan QRIS untuk pembayaran PBB. Ia mengaku, dengan adanya QRIS ini jadi bisa lebih memudahkan masyarakat dalam membayar bayar pajak.

“Kita memudahkan masyarakat untuk membayar, sekarang pembayaran PBB sudah bisa menggunakan QRIS. Lalu, dengan diterbitkannya perwal baru terkait pajak reklame, bisa menaikkan target capaian pendapatan dari pajak reklame juga di tahun ini,” harapnya. (din-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PDIP Soroti APBD Kota Sukabumi Tahun 2020

    PDIP Soroti APBD Kota Sukabumi Tahun 2020

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan menyoroti tentang dana transfer dari pusat. Pasalnya, Pemkot Sukabumi masih menggunakan data tahun sebelumnya. Padahal Mentri Keuangan sudah mengumumkan rincian dana yang bersumber dari pusat tersebut. “Kami menyayangkan dalam penyampaian Rancangan peraturan Daerah (Raperda) APBD Kota Sukabumi Tahun 2020, Pemkot masih menggunakan data yang lama terkait […]

  • Empat Potensi Bencana Masih Sering Terjadi di Kota Sukabumi

    Empat Potensi Bencana Masih Sering Terjadi di Kota Sukabumi

    • calendar_month Kamis, 6 Okt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kota Sukabumi menghimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi bencana alam yang bisa terjadi. Hal tersebut disampaikan langsung Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi usai memimpin Apel Siaga Bencana, yang diikuti oleh ratusan personel gabungan dari BPBD Kota Sukabumi, Polri, TNI serta jajaran SKPD Kota Sukabumi lainnya, di Lapang Merdeka Kota Sukabumi.Kamis […]

  • Kuota Pembuangan ke TPA Sarimukti Kembali Dibatasi, Kota Bandung Darurat Sampah Lagi

    Kuota Pembuangan ke TPA Sarimukti Kembali Dibatasi, Kota Bandung Darurat Sampah Lagi

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Kota Bandung kembali dihadapkan pada situasi darurat sampah menyusul pembatasan kuota pembuangan ke Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Sarimukti oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov. Jabar). Kebijakan tersebut menyebabkan volume sampah di dalam Kota Bandung menumpuk dan berpotensi menimbulkan gangguan kebersihan serta kesehatan lingkungan. Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 Dinas […]

  • Kinerja ASN Bandung Disorot! Radea Respati Singgung Kesenjangan Gaji, WFA hingga Lelang Jabatan

    Kinerja ASN Bandung Disorot! Radea Respati Singgung Kesenjangan Gaji, WFA hingga Lelang Jabatan

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 142
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews  – Radea Respati Paramudhita menyoroti kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Bandung yang dinilai masih belum optimal. Ia menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh menjadi langkah penting untuk menciptakan pemerintahan yang profesional, berintegritas, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, ASN yang terdiri dari PNS […]

  • Masyarakat Harus Berkomitmen Untuk Perhatikan Lingkungan Hidup

    Masyarakat Harus Berkomitmen Untuk Perhatikan Lingkungan Hidup

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Kab. Bandung, Mbinews.id — Meningkatkan pemahaman masyarakat terkait lingkungan hidup merupakan tugas bersama agar dapat diadaptasi bagi generasi penerus. Hal tersebut diungkapkan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Nisya Ahmad dalam kegiatan Penyebarluasan Peraturan Daerah (Sosperda) No. 4 tahun 2023 terkait Lingkungan Hidup di Balai desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Kamis (05/12/2024). Nisya menilai, […]

  • Gelar Rapid Rest, Dinkes Kota Bandung Terus Melacak Terhadap Temuan Covid-19 Di Tiga Pasar Tradisional

    Gelar Rapid Rest, Dinkes Kota Bandung Terus Melacak Terhadap Temuan Covid-19 Di Tiga Pasar Tradisional

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung terus melacak terhadap temuan kasus positif Covid-19 di tiga pasar tradisional dengan menggelar rapid test. Hal itu untuk mencegah penyebaran virus. Saat ini Dinkes telah selesai melakukan rapid test terhadap para pedagang di Pasar Leuwipanjang. “Kita sudah lakukan di Leuwipanjang. Semua sekitar 150 pedagang. Hasilnya ada 4 […]

expand_less