Breaking News
Trending Tags

Pasir Salawe, ODTW Ungguan Desa Wisata Kertawangun

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Sabtu, 24 Sep 2022
  • visibility 37
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBINews.id – Provinsi Jawa Barat telah menetapkan 251 desa sebagai desa wisata. Secara keseluruhan Jabar memiliki lebih dari 5.300 desa yang tersebar di 27 kabupaten/kota. Seluruh desa wisata tersebut akan dikembangkan secara bertahap.

Sejatinya, pengembangan desa wisata haruslah dilakukan untuk memberdayakan masyarakat sebagai langkah pemulihan ekonomi di bidang industri pariwisata. Desa wisata juga ditetapkan karena dinilai memiliki potensi untuk semakin mendatangkan wisatawan.

Ada beberapa kriteria yang ditetapkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tentang desa yang akan dijadikan desa wisata. Desa-desa tersebut harus memiliki potensi wisata yang dapat dimanfaatkan sebagai atraksi wisata, memiliki aksesibilitas, dan sudah memiliki aktivitas wisata, atau berada dekat dengan aktivitas wisata yang sudah ada dan terkenal.

Jika semua kriteria itu terpenuhi, niscaya semua potensi itu akan dilirik dan menarik para wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Andai itu terjadi, roda perekonomian pun pasti terungkit. Kesejehteraan masyarakat desa wisata tersebut akan meningkat. Ujungnya, kesejahteraan dan laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Barat pun kian terangkat.

Kabupaten Cirebon sebagai salah satu wilayah administratif Jawa Barat pun telah menetapkan 20 desa wisata baru pada tahun 2022. Misalnya Desa Gegesik Kulon yang sudah mendapat penghargaan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Desa-desa yang ditetapkan tersebut memiliki berbagai daya tarik, mulai dari wisata alam maupun buatan, budaya, dan sejarah. Contoh lainnya adalah Desa Belawa yang berada di Kecamatan Lemahabang. Di desa tersebut terdapat kura-kura belawa yang tidak ada di daerah lain.

Ada juga desa yang menyuguhkan wisata alam, terutama mangrove, seperti Desa Pengarengan, Mundu Pesisir, dan Desa Ambulu. Ini bukti lain bahwa masing-masing desa wisata tersebut memiliki sesuatu yang “layak jual”. Padahal elama ini lanjut Yayan, wisatawan yang datang ke Kabupaten Cirebon rerata hanya berwisata kuliner, dan sejarah.

*Pasir Salawe*
Ada satu desa lain yang “sangat layak jual”, yakni Desa Kertawangun. Desa Kertawangun adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon. Desa itu merupakan Desa perbatasan Kabupaten Cirebon dengan Kabupaten Kuningan. Sebagai desa perbatasan, desa Kertawangun dijadikan tampilan wajah (performance) Kabupaten Cirebon.

Ironisnya, dari segi infrastruktur Desa Kertawangun tertinggal jauh jika dibandingkan dengan desa-desa lainnya. Padahal, desa ini memiliki potensi wisata yang “sangat layak jual”. Tempat itu adalah Pasir Salawe, sebuah lokasi yang sangat elok.

Pasir Salawe merupakan bagian dari Desa Kertawangun yang sangat layak untuk dijadikan lokasi start paralayang. Ketinggian Pasir Salawe adalah 378 meter di atas permukaan laut (mdpl). Unduk tempat pendaratan pun sudah sangat siap.

Memang era otonomi daerah menuntut kita untuk lebih peduli dan mandiri dalam melakukan pembangunan di daerah termasuk di desa. Keterbatasan SDA/SDM Desa Kertawangun dalam membangun desanya menuntut kreativitas kuwu yang didukung segenap masyarakatnya untuk mencari dan mengolah sumber dana dan sumber daya yang ada, termasuk sumber daya alam.

Dengan dasar pemikiran tersebut, layak kiranya Pasir Salawe “ditawarkan” kepada mereka yang mencintai keindahan alam. Sayangnya, akses menuju Pasir Salawe masih sangat jauh dari memadai.

Hal ini sepertinya menjadi sesuatu yang klise, di mana infrastruktur jalan menuju tempat yang “layak jual” sebagai destinasi wisata masih sangat buruk. Hal itu merupakan pekerjaan rumah tersendiri yang harus ditangani secara serius jika kita ingin menangguk pendapatan, baik langsung maupun tidak langsung, dari segi pariwisata. Intinya, aksesibilitas merupakan salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi.

Oleh
Drs. H. Daddy Rohanady
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat

 

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pansus I Optimis Tepat Waktu Bahas Peraturan DPRD Jawa Barat tentang Tata Tertib DPRD

    Pansus I Optimis Tepat Waktu Bahas Peraturan DPRD Jawa Barat tentang Tata Tertib DPRD

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews —Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Provinsi Jawa Barat yang melakukan pembahasan Rancangan Peraturan DPRD Provinsi Jawa Barat tentang Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) optimis bisa menyelesaikan pembahasan tentang Tata Tertib DPRD sesuai jadwal yang sudah ditentukan agar dewan bisa segera melaksanakan fungsinya. “Kami akan melakukan percepatan pembahasan Peraturan DPRD Jawa Barat […]

  • Sebulan Beroperasi, Lab BSL-2 Kota Bandung Telah Periksa 5000 Sampel

    Sebulan Beroperasi, Lab BSL-2 Kota Bandung Telah Periksa 5000 Sampel

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Keberadaan laboratorium Biosafety Level-2 (BSL-2) mempercepat upaya Pemkot Bandung dalam melakukan pengujian Covid-19. Sebulan beroperasi, Lab BSL-2 Kota Bandung telah memeriksa sekitar 5.000 sampel. Manajer laboratorium BSL-2, Tati Sutarti menyatakan saat ini kapasitas pemeriksaan sudah dimaksimalkan di angka 200 sampel per hari. Semua dilakukan dengan sangat teliti.. “Jadi sudah kita validasi. Waktu […]

  • Pemkot Sukabumi Gelar Pencanangan Vaksin Perdana Bagi Pelajar

    Pemkot Sukabumi Gelar Pencanangan Vaksin Perdana Bagi Pelajar

    • calendar_month Rabu, 28 Jul 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Sebanyak 300 pelajar dari tingkat SMA, SMP dan sederajat mengikuti vaksinasi pencanangan perdana untuk anak usia 12 tahun hingga 17 tahun. Pencanangan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, di SMA Negeri 4 Kota Sukabumi. Rabu, (28/7/2021). Pemberian vaksin kalangan pelajar tersebut, tentu saja sebagai bentuk percepatan vaksinasi Covid-19 untuk menekan kenaikan […]

  • Antisipasi Kejahatan Malam Hari, Polsek Cikole Giatkan Patroli

    Antisipasi Kejahatan Malam Hari, Polsek Cikole Giatkan Patroli

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 35
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Antisipasi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Jajaran Polsek Cikole melakukan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), Minggu (31/07) dinihari. Tiap sudut lokasi yang dinilai rawan menjadi tempat terjadinya tindak kejahatan, tak luput dari jangkauan petugas. “Tadi sekitar pukul 22.00 WIB kami Jajaran Polsek Cikole, memulai KRYD. Sebanyak dua pertiga kekuatan personil, […]

  • Bandung Jadi Pusat Konsolidasi Wartawan Jabar, Konprov PWI 2026 Siap Digelar

    Bandung Jadi Pusat Konsolidasi Wartawan Jabar, Konprov PWI 2026 Siap Digelar

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 152
    • 0Komentar

    BANDUNG,Mbinews – Dukungan Pemerintah Kota Bandung terhadap penguatan ekosistem media kembali ditunjukkan melalui kesiapan menjadi tuan rumah Konferensi Provinsi (Konprov) PWI Jawa Barat 2026. Agenda lima tahunan yang akan dihadiri ribuan wartawan tersebut menjadi momentum strategis untuk menentukan arah organisasi dan meningkatkan kualitas jurnalisme di Jawa Barat. Komitmen tersebut disampaikan dalam audiensi jajaran PWI Jawa […]

  • Kalapas Kelas II-B Sukabumi: Kami Siap Perang Terhadap Alat Komunikasi Ilegal Didalam Lapas

    Kalapas Kelas II-B Sukabumi: Kami Siap Perang Terhadap Alat Komunikasi Ilegal Didalam Lapas

    • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-B Sukabumi , menyambut baik Deklarasi Perang Terhadap Alat Komunikasi Ilegal (Zero Handphone) Didalam Lapas, yang dilakukan pada saat Rapat Kerja Teknis Pemasyarakatan (Rakernispas) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Barat, beberapa hari lalu (22/9/2021). “Deklarasi tersebut merupakan bentuk komitmen untuk menjalankan proses […]

expand_less