Breaking News
Trending Tags

Diharapkan Perda Penataan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Lebih Optimal

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 22 Okt 2024
  • visibility 152
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews — Peraturan Daerah (Perda) Penataan dan Pengembangan ekonomi kreatif (e-kraf) di Kota Bandung sudah di sahkan  tahun 2020  tapib belum optimal dilaksanakan. Pasalnya turunan perda tersebut Peraturan Wali Kota (Perwal) belum lengkap.

Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi  mengatakan , belum puas dengan kinerja Pemerintah  Kota Bandung  atas pelaksanan Perda E-ktaf karena belum sepenuhnya dijalankan.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS)  ini mengapresiasi dan beranggapan luar biasa Kota Bandung punya perhatian terhadap para pelaku usaha, bukan sekedar penataan dan perkembangan e-kraf saja.

Lebih jauh dikatakan ,Perda E-Krat yang  banyak diuntungkan adalah para pelaku ekonomi kreatif, sehinga sangat mengapresiasi.  bersemangat mengumpulkan komunitas pelaku ekonomi kreatif meminta masukan dari para pelaku ekonomi kreatif dan dibahas di Pansus ( Panitya khusus ).

Sudah di sahkan artinya ini satu sumbangan besar  buat Kota Bandung yang selama ini juga sudah terkenal dengan kota kreatif bahkan sudah diakui UNESCO tahun 2015,” ujar Asep Mulyadi dalam keterangannya Senin (21/10/2024).

Diharapkan   hadirnya Perda ini memperlancar, mengakselerasi, pelaku e-kraf untuk semakin optimal dan produktif.

Didalam Perda, diantaranya dibentuk komite pengembangan e-kraf terdiri dari unsur Pemerintah, unsur Dunia Usaha, unsur Pendidikan, unsur komunitas dan media massa.

Pernah tanya komite terkait Perda apa  sudah jalan. Komite bertugas mengaklerasi, karena ketika bicara ekonomi kreatif harus ekosistem. Jadi ekonomi kreatif itu harus sebuah ekosistem bukan sekedar output, mulai produksi, desain, penjualannya, bagaimana mendatangkan orang. Itu kan harus ekosistem  nah tugas komite ini diantaranya bagaimana mengoptimalisasi ekonomi kreatif,” tuturnya.

Banyak harapan dari pelaku usaha adanya perda ini dapat mengaklerasi, terlebih Kota Bandung memiliki gedung creative hub, youth space, co working space. Dimana itu semua bisa menggerakkan orang semakin kreatif, semakin berdaya.

“Banyak di pelaku ekonomi kreatif di Bandung ini sudah mendunia, membuat game, sudah membuat sebuah software. Nah itu kan, bagaimana dioptimalkan. Di perda itu pun akan mengapresiasi terhadap data pelaku ekonomi kreatif yang produknya sudah lolos, seleksi, dikurasi, distempel logo layak. Dan dijadikan khas ekonomi kreatif Kota Bandung,” imbuhnya.

Harus berkesinambungan terlepas siapapun yang menjadi Kepala Dinas ataupun kabid e-kraf, komisi B DPRD Kota Banding akan memsorong nya.

Disinggung kepentingan Perda tersebut, salah satunya banyak, hak ciptanya kurang terlindungi. Lalu saat ingin berinovasi terkadang tidak punya asset. Serta bagaimana hubungan kebijakan keuangan dan aturan perbankan.

Lebih jauh sikatakan  Nah bagiamana pelaku ini dengan inovasi, karya yang dimilikinya, bisa dijadikan anggunan ke perbankan untuk bisa mendapatkan suntikan dana, supaya kreatif dia bisa bernilai. Karena kreatif itu selalu berdampingan dengan yang namanya enterpreneurship, karena ekonomi kretaif saja tidak jadi uang itu capek, malas.

Menurut Asep, idealnya Pemkot Bandung  harus segera banyak berkomunikasi dengan Pemerintah pusat karena di pusat e-kraf diharapkan menjadi tulang punggung ekonomi bangsa dan itu jelas tercantum dalam undang-undang no 24 tahun 2018, sehingga pemkot Bandung,harus segera koordinasi, kolaborasi bagaimana pengembangan e-kraf terlebih Kota Bandung dekat dengan Kota Jakarta.

Hal  ini harus berkesinambungan antara apa yang dilakukan sebelumnya misal di Perda agar segera membuat Perwal, segara membuat rencana induknya dan komite sendiri segera membuat apa yang akan dilakukannya.

Terkait revisi Perda itu tidak gampang pasalnya pengesahan perda pun butuh proses panjang dan biaya mahal.

Tinggal laksanakan apa yang sudah dituangkan dalam Pèrda dijalankan,  DPRD Kota Bandung ikut mengawasi karena itu tugas Dewan. Dan pengawasan itu pelaksanaan Perda, di targetkan tahun  2025 karena sudah cukup lama  disahkan  tahun  2020. ***

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Piala Wali Kota Bandung Diperebutkan, GRIB Jaya Boxing Camp Utamakan Keselamatan Atlet

    Piala Wali Kota Bandung Diperebutkan, GRIB Jaya Boxing Camp Utamakan Keselamatan Atlet

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 471
    • 0Komentar

    BANDUNG – Kejuaraan GRIB Jaya Bandung Boxing Camp 2026 siap menjadi panggung lahirnya petinju-petinju masa depan Indonesia. Digelar di GOR Pajajaran pada 8–12 Juli 2026, turnamen perebutan Piala Wali Kota Bandung ini menerapkan standar keselamatan ketat dengan melibatkan wasit dan hakim bersertifikat guna memastikan setiap pertandingan berlangsung aman, adil, dan profesional. Ketua Wasit Hakim Amatir […]

  • Pemkot Sukabumi Genjot Vaksinasi Lansia

    Pemkot Sukabumi Genjot Vaksinasi Lansia

    • calendar_month Rabu, 10 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Pemerintah kota Sukabumi terus gencarkan vaksinasi bagi kalangan warga lansia (lanjut usia). Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, kepada Mbinews.id di Balaikota Sukabumi, Rabu (10/11/2021) siang. “Kita gencarkan vaksinasi kalangan lansia, untuk bisa mencapai target yang diberikan, agar Kota Sukabumi bisa segera masuk ke PPKM level 1,” ungkap […]

  • Dewan Minta OPD Kota Bandung Dampingi Peserta UMKM Selepas Program Pelatihan Keterampilan

    Dewan Minta OPD Kota Bandung Dampingi Peserta UMKM Selepas Program Pelatihan Keterampilan

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung H. Soni Daniswara, S.E., dan Elton Agus Marjan, menjadi narasumber pelatihan “Fasilitasi Bantuan Pengembangan Ekonomi Masyarakat: Melalui pelatihan katering dan digital marketing bagi warga Babakan Ciparay dan Bojongloa Kaler”, gelaran Dinas Sosial Kota Bandung, di Hotel Santika, pada Selasa, 21 Oktober […]

  • Pengusaha Muda Dadan Tri Yudianto, Bantu Kubah Besar Masjid Al-Ishlah Salopa

    Pengusaha Muda Dadan Tri Yudianto, Bantu Kubah Besar Masjid Al-Ishlah Salopa

    • calendar_month Selasa, 18 Apr 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 116
    • 0Komentar

    TASIKMALAYA  – Pengusaha Muda Dadan Tri Yudianto memberikan sumbangan berupa kubah Masjid untuk Masjid Al-Ishlah yang terletak di kampung Cipariuk, Desa Mulyasari, kecamatan Salopa Kabupaten Tasikmalaya. Secara simbolik, sumbangan kubah modern berdiameter hampir 5 meter tersebut, disampaikan perwakilan Dadan Tri Yudianto dari Komunitas Andalan Dadan (Komandan), Asep Budianto bersama team, Selasa pagi (18/4/2023). Bantuan Kubah […]

  • Blusukan ke Pasar Hewan, Polisi Cegah Penyebaran PMK

    Blusukan ke Pasar Hewan, Polisi Cegah Penyebaran PMK

    • calendar_month Sabtu, 6 Agt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews id – Pengecekan hewan ternak terhadap penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) terus dilakukan oleh Jajaran Polsek Citamiang, Polres Sukabumi Kota, Sabtu (06/08). Kali ini, Kapolsek Citamiang AKP Arif Saptaraharja bersama jajarannya, melakukan pengecekan di Pasar Hewan Kota Sukabumi, di Jalan Pramuka, Kelurahan Gedongpanjang. “Pagi hari ini, saya bersama Unit Reskrim melakukan pengecekan, […]

  • Sepatu Lari Yang Nyaman Digunakan Dibawah 1 Jutaan

    Sepatu Lari Yang Nyaman Digunakan Dibawah 1 Jutaan

    • calendar_month Rabu, 2 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Sepatu lari merupakan jenis alas kaki yang digunakan untuk berlari, biasa dikenal dengan running shoes. Tiap jenis sepatu memiliki fungsinya masing-masing, jadi untuk berlari dengan futsal atau buat style amat berbeda. Adidas X9000L3 FV4399 Menggunakan material berbahan tekstil pada sepatu ini yang dijual seharga Rp744 ribuan, desain sporty, neat stiching detail eyelets, serta running shoes […]

expand_less