Breaking News
Trending Tags

Penertiban Reklame di Kota Bandung, Sudah Saatnya Mengeluarkan Perda Baru

  • account_circle Admin01
  • calendar_month Kamis, 13 Feb 2025
  • visibility 177
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews — Dalam lingkup dunia bisnis, kegiatan publikasi (iklan) sebuah produk merupakan bagian yang tidak dapat dikesampingkan. Publikasi tersebut dapat dikatakan sebagai bentuk penyebarluasan informasi, yang diharapkan dapat memberikan dampak ketertarikan masyarakat terhadap sebuah produk. Salah satu wujud publikasi produk yang lazim dilakukan dewasa ini dikenal sebagai media reklame.

Demikian dikatakan Ketua Panitia Khusus (Pansus) 3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, Dr. Ir. H. Juniarso Ridwan, SH., MH., MS.i yang mengatakan juga, ada dua macam media reklame yang didasarkan pada penempatannya, yaitu luar ruang (outdoor) dan dalam ruang (indoor).

Menurut Juniarso Ridwan yang merupakan Politisi Partai Golkar ini, pada umumnya yang sering memperoleh sorotan masyarakat, adalah mengenai media reklame luar ruang. Mengapa demikian? Karena dominan tersebar di berbagai pelosok kota.

“Mulai dari bentuk spanduk, baliho, umbul-umbul, poster, selebaran, billboard ataupun videotron. Ukurannya pun sangat beragam, tergantung dari kebutuhan untuk menampilkan pesan, baik berupa gambar atau teks, yang ingin disampaikan,” jelasnya.

Ketua Pansus 3 yang juga Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Bandung  mengungkapkan, hutan Reklame, Pengaturan tentang penyebaran media reklame, kendati sudah tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 17 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Reklame, namun dalam tataran pelaksanaannya terkesan semrawut. Hal itu disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

  1. Penentuan titik berdirinya tiang reklame yang tidak mengindahkan kondisi lingkungan sekitarnya;
  2. Penyebaran yang sembarangan, terjadinya penumpukan di suatu kawasan;
  3. Ukuran bidang reklame yang tidak seragam;
  4. Konstruksi tiang yang tidak memperhitungkan keamanan dan ketahanan;
  5. Konten yang beragam, acapkali tidak sesuai dari sisi kepantasan, baik dari aspek sosial maupun kesehatan.

Akibat dari itu semua, keberadaannya menjadi tidak terkendali, terlebih-lebih tidak sedikit berdirinya tiang media reklame yang tidak dilengkapi perijinan yang memadai, sehingga kondisinya terkesan sebagai hutan reklame.

Lebih jauh dikatakan, perlu pembenahan dengan mempertimbangkan keadaan itu, sudah saatnya dibuat Perda baru tentang penyelenggaraan reklame tersebut. Apalagi, mengenai hal itu sudah pula diatur lewat Peraturan Walikota Nomor 25 Tahun 2023.

Terdapat beberapa hal yang barangkali baru dalam pengaturan penyelenggaraan reklame itu, di antaranya:

  1. Daerah Rumija (ruang milik jalan) diarahkan untuk bebas dari tiang reklame;
  2. Keberadaan bando jalan (yang melintang badan jalan), mutlak harus ditertibkan, karena disamping kurang tepat secara fungsional, dikhawatirkan dapat menimbulkan bahaya bapi pengguna jalan;
  3. Bangun-bangunan jembatan yang melintang jalan, semata-mata diperuntukan bagi pejalan kaki, dan bukan untuk penempatan bidang reklame;
  4. Keberadaan bidang reklame, diarahkan untuk masuk persil atau untuk kondisi tertentu menempel pada dinding gedung;
  5. Bagi ruas jalan, dilihat dari hierarki dan aspek teknis, dibagi dalam beberapa kategori, yaitu kawasan steril, selektif ketat dan khusus;
  6. Jarak berdirinya tiang reklame ditentukan atas dasar pertimbangan teknis, keindahan kota dan kandungan konten penertiban.

Juniarso  Ridwan juga mengungkapkan,  mengingat banyak tiang reklame yang tidak berijin, di samping tidak memenuhi persyaratan baik teknis maupun kandungan konten, kiranya sangat diperlukan langkah-langkah penertiban menyeluruh. Sudah barang tentu, untuk kegiatan itu dibutuhkan persiapan yang matang yang ditunjang oleh ketersediaan data akurat dan kesiapan personil. Sudah pasti dukungan anggaran yang memadai sangat diperlukan.

“Agar kegiatan penertiban berjalan lancar dan terkendali, perlu ditunjuk koordinator yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kedinasannya. Dalam hal ini keberadaan Satuan Polisi Pamong Praja, dapat dipertimbangkan,” tegasnya.

Diharapkan ke depannya, keberadaan reklame ini bagi kota Bandung, disamping menjadi penentu sisi keindahan kota, tapi juga sebagai salah satu penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD). ***

  • Penulis: Admin01

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sandiaga Uno: Bangkitnya Ekonomi Nasional Dimulai Dari Desa

    Sandiaga Uno: Bangkitnya Ekonomi Nasional Dimulai Dari Desa

    • calendar_month Senin, 31 Mei 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 189
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Program desa wisata terus digalakkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno untuk membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang sempat terpuruk akibat pandemi COVID-19. Termasuk di Kuningan bersama Cinta Laura selaku Public Figureserta Ega Noviantika, penyanyi dangdut yang terkenal lewat ajang Dangdut Academy dan berasal dari Kabupaten Kuningan selaku Key […]

  • Oded Ajak Warga Kota Bandung Dukung Pertanian Terpadu

    Oded Ajak Warga Kota Bandung Dukung Pertanian Terpadu

    • calendar_month Jumat, 15 Okt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya menjaga, mengkreasi dan menginovasi pertanian perkotaan atau Urban Farming dalam rangka penguatan ketahanan pangan. Terbaru, Pemkot Bandung program Rapatar (Rancangan Aksi Pangan Lestari). Program ini merupakan aksi pangan berkelanjutan dengan tujuan untuk mencapai ketahanan pangan keluarga yang rata. Wali Kota Bandung, Oded M. Danial meresmikan program […]

  • Persiapan Mudik, Walikota Bandung: Harus Aman Dan Nyaman

    Persiapan Mudik, Walikota Bandung: Harus Aman Dan Nyaman

    • calendar_month Jumat, 22 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 235
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Walikota Bandung, Yana Mulyana menegaskan, setiap kendaraan umum yang akan membawa pemudik harus laik jalan dan melewati pengujian. Hal itu demi keselamatan dan kenyamanan pemudik selama perjalanan. Untuk itu juga, Yana menyempatkan diri melihat langsung kondisi sejumlah bus di Terminal Leuwipanjang Kota Bandung, Kamis 21 April 2022. “Semua infrastruktur siap. Tadi kita […]

  • Reses Anggota DPRD Kabupaten Bandung Partai Golkar: Warga Tenjolaya Sampaikan Aspirasi

    Reses Anggota DPRD Kabupaten Bandung Partai Golkar: Warga Tenjolaya Sampaikan Aspirasi

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Kab.Bandung, Mbinews.id – Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Bandung Chandra Kumala S.Sos melaksanakan masa reses sidang ke III Tahun 2025. Pada Kamis 21 Agustus 2025 di Aula Kantor Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung. Acara ini menjadi momen penting bagi warga setempat untuk menyampaikan aspirasi mereka. Kepala Desa Tenjolaya, Ismawanto Soemantri, SH.SIp, menyatakan […]

  • Pemkot Bandung Resmikan Ruang Publik Baru, Bisa Curhat Loh

    Pemkot Bandung Resmikan Ruang Publik Baru, Bisa Curhat Loh

    • calendar_month Sabtu, 2 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 161
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali meresmikan ruang publik baru. Bernama Ruang Curhat Curug Tilu, fasilitas ini bisa menjadi sarana curhat dan ruang terbuka bagi masyarakat Kota Bandung. Letaknya di Jalan Sukamulya, Sukagalih, Kecamatan Sukajadi, Bandung (sebelah Hotel Aston Pasteur). Area sungai yang membentang ditata menjadi ruang terbuka yang bisa digunakan untuk berkumpul […]

  • Maret, Kota Sukabumi Alami Inflasi Sebesar 0,67 Persen

    Maret, Kota Sukabumi Alami Inflasi Sebesar 0,67 Persen

    • calendar_month Rabu, 13 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    SUKABUMI-Mbinews.id- Kota Sukabumi alami inflasi sebesar 0,67 persen di bulan Maret 2022, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,93. Inflasi terjadi apda bulan maret tersebut, diakibatk andanya kenaikan harga di tujuh kelompok pengeluaran. “Akibat adanya kenaikan harga di tujuh kelompok pada bulan Maret 2022, Kota Sukabumi alami inflasi sebesar 0, 67 persen,”ujar Asisten Perekonomian dan […]

expand_less