Ngulik dan Bandung Satu Data, Langkah Bandung Perkuat Kepemimpinan Digital
- account_circle MBI Admin
- calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
- visibility 68
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG,MBINEWS – Kota Bandung terus mempercepat transformasi digital melalui program “Ngulik” dan “Bandung Satu Data” guna meningkatkan kualitas SDM dan pelayanan publik berbasis data.
Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung menghadirkan inovasi bertajuk “Ngulik” (Ngobrol dan Diskusi Teknologi Informasi, Komunikasi, Data, dan Statistik) sebagai wadah peningkatan kapasitas aparatur, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital.
Kepala Diskominfo Kota Bandung, Henryco Arie Sapiie, mengatakan bahwa pemimpin saat ini dituntut untuk melek teknologi, termasuk memahami pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
“AI itu alat bantu, bukan pengambil keputusan. Keputusan tetap ada di tangan pemimpin,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Program Ngulik menjadi forum strategis yang mengaitkan perkembangan teknologi dengan kepemimpinan, termasuk melalui tema AI for Leaders yang menekankan pentingnya pengambilan keputusan berbasis data.
Selain itu, Diskominfo juga tengah menyiapkan sistem berbasis AI yang dapat membantu pimpinan dalam menganalisis data secara cepat dan akurat. Program ini ditargetkan rampung pada 2026.
Di sisi lain, program “Bandung Satu Data” dikembangkan sebagai sistem pengelolaan data terpadu berbasis kewilayahan. Data akan dihimpun mulai dari tingkat RW hingga kota, mencakup sektor kependudukan, ekonomi, dan sosial.
“Kalau data benar, maka keputusan pimpinan juga akan benar. Tapi kalau datanya salah, kebijakan bisa meleset,” kata Henryco.
Program ini akan diuji coba di 15 kecamatan sebelum diterapkan secara luas. Masyarakat nantinya dapat mengakses berbagai data publik dengan mudah, dengan tetap memperhatikan batasan pada data yang bersifat rahasia.
Diskominfo juga melakukan penataan aplikasi melalui langkah “cleansing” untuk mengatasi banyaknya aplikasi yang belum terintegrasi di tiap OPD.
Selain itu, penataan kabel udara tengah dilakukan bersama 29 operator di 36 ruas jalan dan ditargetkan selesai pada 31 Mei 2026.
Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk mulai beradaptasi dengan teknologi serta memanfaatkan layanan digital, tanpa meninggalkan layanan manual bagi yang masih membutuhkan.
Melalui berbagai program tersebut, Pemkot Bandung menargetkan peningkatan kualitas layanan publik yang lebih cepat, akurat, dan transparan, sekaligus memperkuat posisi Bandung sebagai kota digital. (*)
Saat ini belum ada komentar