Rhythm & Recipes, Panggung Bandung Menuju Kota Kreatif Kelas Dunia
- account_circle MBI Admin
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 26
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG,Mbinews – Kota Bandung kembali menegaskan posisinya sebagai kota kreatif yang terbuka terhadap kolaborasi internasional. Melalui gelaran Rhythm & Recipes Consumer Experience, Pemerintah Kota Bandung memandang festival budaya dan kuliner bukan sekadar hiburan, melainkan sarana strategis untuk memperkuat diplomasi budaya, mengembangkan ekonomi kreatif, serta membuka peluang kerja sama global.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengatakan bahwa di era global saat ini, daya saing sebuah kota tidak lagi hanya ditentukan oleh pembangunan fisik. Kemampuan membangun ekosistem kreativitas, kebudayaan, dan konektivitas antarwarga dunia menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing daerah.
“Bandung memiliki karakter yang kuat sebagai kota pendidikan, kota kreatif, kota anak muda, dan kota yang terbuka terhadap berbagai pertukaran gagasan global,” ujar Erwin saat menghadiri Promosi Budaya dan Produk Halal bertajuk Rhythm & Recipes Consumer Experience di Paskal 23, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, kehadiran festival tersebut menunjukkan bagaimana musik, kuliner, dan budaya dapat menjadi jembatan persahabatan antarbangsa. Diplomasi modern, kata dia, tidak selalu lahir melalui forum resmi, tetapi juga tumbuh melalui interaksi budaya yang dekat dengan masyarakat.
Erwin menyoroti fenomena global K-Pop yang dinilai bukan sekadar popularitas musik dan hiburan. Di balik kesuksesannya terdapat disiplin, kreativitas, kerja keras, inovasi, serta kemampuan membangun industri budaya yang mampu menjadi kekuatan ekonomi.
“Korea Selatan berhasil menjadikan budaya populer sebagai soft power yang memengaruhi dunia. Bandung juga memiliki potensi yang sama,” katanya.
Ia menilai Bandung memiliki modal besar untuk berkembang menjadi pusat kreativitas internasional. Talenta muda yang melimpah, komunitas kreatif yang aktif, industri kuliner yang dinamis, serta ekosistem inovasi yang terus berkembang menjadi kekuatan utama kota ini.
Selain itu, hubungan Kota Bandung dengan Korea Selatan yang telah terjalin melalui berbagai program kerja sama sister city dinilai membuka peluang besar dalam bidang budaya, pendidikan, teknologi, pariwisata, hingga pengembangan ekonomi kreatif.
Ke depan, Erwin berharap kolaborasi tersebut tidak hanya berlangsung di tingkat pemerintahan, tetapi juga melibatkan komunitas, generasi muda, dan para pelaku industri kreatif.
“Diplomasi terkuat hari ini hadir melalui musik, makanan, seni, dan pertemuan manusia dengan manusia,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menilai festival ini menjadi ruang penting bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif Kota Bandung untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing hingga ke tingkat internasional.
Erwin juga mengapresiasi konsep “K-Halal” yang diusung dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, konsep itu membuktikan bahwa globalisasi dapat berjalan seiring dengan pelestarian nilai-nilai lokal.
“Kita bisa modern tanpa kehilangan identitas. Kita bisa mendunia tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi karakter bangsa,” tuturnya.
Kepada generasi muda yang hadir, Erwin berpesan agar tidak hanya menjadi penikmat tren global, tetapi mampu menjadi pencipta karya dan penggerak perubahan.
“Bandung membutuhkan generasi muda yang berani bermimpi besar, berani berkolaborasi, dan berani membawa nama kota ini ke panggung dunia,” katanya.
Ia berharap Rhythm & Recipes menjadi awal lahirnya lebih banyak kolaborasi internasional, pertukaran budaya, serta peluang pengembangan usaha bagi pelaku kreatif Kota Bandung.
“Acara ini bukan hanya menjadi ajang seremonial, tetapi harus menjadi wadah kolaborasi internasional yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Saat ini belum ada komentar