Pemkot Sukabumi Genjot Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Lewat Program 12 PAS
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 33
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi terus memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem, melalui program unggulan Ayuena Waktuna Berbagi Berkah (12 PAS). Program yang memasuki periode ke-2 episode ke-5 ini dilaksanakan di Kelurahan Gunung Parang dan Kelurahan Tipar, Rabu (29/4/2026), dipimpin langsung oleh Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki didampingi Wakil Wali Kota Bobby Maulana.
Kegiatan tersebut, turut melibatkan Kepala Dinas Sosial serta perwakilan dari sektor perbankan sebagai bagian dari sinergi lintas sektor dalam mempercepat pengentasan kemiskinan di daerah.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki menegaskan, program 12 PAS merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem.
“Sinergi lintas sektor ini menjadi kekuatan utama dalam mempercepat upaya pengentasan kemiskinan di daerah,” ujar Ayep.
Melalui program ini, Pemkot Sukabumi menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, mulai dari dana tunai, paket sembako, hingga peralatan usaha bagi pelaku usaha kecil, seperti kompor gas dan perlengkapan memasak.
“Bantuan tersebut, diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi warga sekaligus meningkatkan kemandirian,”jelasnya.
Ayep menjelaskan, program 12 PAS dirancang sebagai instrumen strategis agar bantuan sosial dapat tersalurkan secara tepat sasaran.
“Di Kelurahan Tipar dan Gunung Parang, program 12 PAS memberikan bantuan kepada sepuluh warga penerima manfaat,” katanya.
Selain penyaluran bantuan, Ayep bersama Wakil Wali Kota juga melakukan dialog langsung dengan warga untuk menggali kebutuhan dan kondisi riil di lapangan. Pendekatan ini dinilai penting guna memastikan program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Menurut Ayep, penanggulangan kemiskinan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen, termasuk sektor perbankan dan masyarakat. Integrasi antara bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi strategi utama dalam pembangunan berkelanjutan di Kota Sukabumi.
“Melalui program ini, kami berharap tidak hanya meringankan beban masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga menciptakan kemandirian ekonomi yang mampu memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan,’Pungkasnya.ardan/wan/mbi.
- Penulis: mbiredaktur
Saat ini belum ada komentar