Nina Fitriana Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan untuk Atasi Sampah
- account_circle MBI Admin
- calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
- visibility 45
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG,MBINEWS – Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Nina Fitriana, mengajak masyarakat untuk kembali menerapkan pola hidup sederhana dan ramah lingkungan sebagaimana yang dilakukan masyarakat terdahulu dalam mengelola sampah rumah tangga.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan sosialisasi penanganan sampah di Taman Film Bandung, Jumat (5/6/2026). Menurut Nina, praktik pengelolaan sampah pada masa lalu terbukti lebih sederhana dan minim dampak lingkungan karena sampah organik dikelola langsung di lingkungan rumah.
“Tadi saya mengingatkan masyarakat kembali soal penanganan sampah yang dilakukan orang tua zaman dulu. Sampah organik dimasukkan ke lubang di pekarangan rumah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada masa itu volume sampah rumah tangga masih relatif sedikit karena belum didominasi plastik dan kemasan sekali pakai. Selain itu, masyarakat juga terbiasa menggunakan bahan-bahan alami dalam kehidupan sehari-hari, seperti daun sebagai alas makanan serta penyimpanan air menggunakan kendi.
“Dengan pola hidup seperti itu, sampah yang dihasilkan sangat sedikit dan sampah organik selesai di pekarangan rumah masing-masing,” katanya.
Meski kondisi saat ini berbeda dan tidak semua pola lama dapat diterapkan sepenuhnya, Nina menilai prinsip pengelolaan sampah berbasis rumah tangga tetap relevan untuk diadaptasi melalui langkah-langkah sederhana di tingkat kewilayahan.
Salah satu upaya yang didorong adalah pembuatan lubang biopori atau lubang pengolahan sampah organik di setiap lingkungan RT untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat penampungan sementara (TPS).
“Dengan membuat lubang di tiap RT, diharapkan dapat membantu menyelesaikan persoalan sampah organik di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Ia berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dari sumbernya terus meningkat, sehingga dapat memperkuat sistem pengurangan sampah berbasis masyarakat, mengurangi beban TPS, serta mendukung target pengelolaan sampah Kota Bandung yang berkelanjutan.
Nina juga menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Di akhir kegiatan, ia turut menyampaikan harapan agar kawasan di bawah Jembatan Pasupati dapat terus ditata menjadi lebih bersih, aman, dan nyaman bagi masyarakat melalui kolaborasi semua pihak.
Saat ini belum ada komentar