Breaking News
Trending Tags

Bantuan Jabar Rp16 Miliar Hilang, Pemkot Sukabumi Rasionalisasi Peserta JKN PBNU dan BP

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
  • visibility 1.372
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melakukan rasionalisasi pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja (PBPU & BP) yang selama ini ditanggung pemerintah daerah.

Kebijakan tersebut diambil lantaran kebutuhan pembiayaan JKN peserta PBPU & BP Pemda mencapai Rp40,058 miliar dalam setahun. Sementara itu, pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi tahun 2026 yang tersedia untuk pembiayaan tersebut hanya Rp21,241 miliar.

Dengan demikian, terdapat kekurangan anggaran sekitar Rp18,816 miliar.

Tekanan fiskal tersebut semakin besar setelah Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak lagi mengalokasikan bantuan pendanaan sebesar 40% untuk peserta PBPU & BP Pemda Kota Sukabumi pada 2026. Hilangnya dukungan tersebut setara dengan sekitar Rp16,023 miliar.

Selain itu, penonaktifan peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) oleh Kementerian Sosial turut menambah beban pemerintah daerah. Hingga Juni 2026, sebanyak 33.381 jiwa peserta PBI-JK di Kota Sukabumi tercatat dinonaktifkan, dengan nilai pembiayaan yang mencapai sekitar Rp15,14 miliar.

Kondisi tersebut membuat Pemkot Sukabumi harus memilah kembali kelompok masyarakat yang menjadi prioritas penerima pembiayaan JKN dari APBD.

Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Andang Tjahjandi, mengatakan, penyesuaian kuota bukan berarti pemerintah daerah menarik diri dari tanggung jawab perlindungan kesehatan masyarakat. Menurut dia, kebijakan tersebut diperlukan agar anggaran yang terbatas benar-benar diarahkan kepada kelompok yang paling membutuhkan.

“Dalam kondisi fiskal yang semakin terbatas, pemerintah daerah harus memastikan setiap rupiah anggaran kesehatan memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat yang paling rentan. Karena itu, penyesuaian kuota dilakukan berdasarkan data dan tingkat kebutuhan, bukan semata-mata karena keterbatasan anggaran,”ujar Andang dalam keterangan resmi, Selasa (15/9/2026).

Pemkot Sukabumi akan memprioritaskan kepesertaan yang ditanggung pemerintah bagi masyarakat miskin dan rentan yang masuk Desil 1-5, penderita penyakit kronis, penderita penyakit degeneratif, serta bayi baru lahir yang membutuhkan kepesertaan melalui mekanisme susulan.

Kelompok penyakit kronis yang menjadi prioritas antara lain penderita thalasemia, pasien hemodialisis dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Sementara penyakit degeneratif yang menjadi perhatian meliputi hipertensi, diabetes melitus dan kanker.

Di sisi lain, masyarakat yang berdasarkan pemadanan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) masuk kategori Desil 6-10 akan diarahkan untuk mengalihkan pembayaran iuran BPJS Kesehatan secara mandiri.

Kebijakan tersebut mengacu pada hasil pemadanan DTSEN sebagaimana diatur dalam Permensos Nomor 3 Tahun 2025 dan Kepmensos Nomor 22/HUK/2026.

Andang menegaskan, pemerintah daerah tidak ingin kebijakan rasionalisasi justru membuat warga miskin kehilangan akses terhadap layanan kesehatan.

“Kami tidak ingin efisiensi anggaran berujung pada hilangnya akses kesehatan bagi masyarakat miskin dan rentan. Justru kelompok inilah yang harus tetap menjadi prioritas. Sementara masyarakat yang secara data masuk kelompok mampu perlu didorong untuk mengambil porsi pembiayaan secara mandiri,”katanya.

Sebagai lapisan perlindungan tambahan, Pemkot Sukabumi juga menyiapkan Program Bantuan Kesehatan Daerah (BANKESDA). Program ini direncanakan memperoleh alokasi anggaran melalui APBD Perubahan 2026.

BANKESDA akan difokuskan bagi warga miskin dan rentan Desil 1-5 yang membutuhkan pelayanan kesehatan, baik dalam kondisi gawat darurat, rawat jalan maupun rawat inap Kelas III.

Layanan tersebut akan diberikan di RSUD R. Syamsudin, S.H. dan RSUD Al-Mulk.

Pemkot Sukabumi menyatakan skema tersebut menjadi upaya menjaga keberlanjutan perlindungan kesehatan masyarakat di tengah tekanan fiskal daerah. Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya akurasi data penerima agar pembiayaan kesehatan tidak lagi tersebar secara tidak proporsional.

“Penyesuaian ini merupakan langkah untuk memastikan anggaran kesehatan lebih tepat sasaran, transparan dan berkelanjutan. Pemkot Sukabumi tetap hadir, terutama bagi warga miskin, kelompok rentan dan masyarakat dengan penyakit yang membutuhkan pembiayaan berkelanjutan,”pungkasnya.ardan/mbi.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lawan Corona, Gabungan LSM Kota Bandung Lakukan Baksos Penyemprotan Disifektan

    Lawan Corona, Gabungan LSM Kota Bandung Lakukan Baksos Penyemprotan Disifektan

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Gabungan beberapa LSM diantaranya LSM Prabu, LSM Tuar dan LSM Jangkar, Ormas Snakers, hari ini Rabu (1/4) melaksanakan Baksos Penyemprotan Disinfektan Covid-19, Di wilayah Rw 06 dan Rw 03 Kelurahan Mekarwangi Kecamatan Bojongloa Kidul. Ketua DPD LSM Prabu Ebeck, mengatakan bahwa Kegiatan yang dilaksanakan beserta jajaran pengurus dan anggota Keempat LSM/Ormas ini […]

  • Pemerintah Kota Sukabumi Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Tekan Inflasi

    Pemerintah Kota Sukabumi Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Tekan Inflasi

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id  – Dalam upaya menanggulangi inflasi yang tercatat sebagai yang tertinggi di Jawa Barat pada akhir tahun 2024, Pemerintah Kota Sukabumi terus berinovasi dengan berbagai langkah strategis. Salah satunya adalah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM), yang kali ini dilaksanakan di Lapang Renyah, Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang, pada Senin (20/01/2025). Penjabat Walikota Sukabumi, Kusmana Hartadji, […]

  • Wali Kota Sukabumi : Partisipasi Masyarakat Terus Didorong Dalam Pesta Demokrasi Pemilu 2024

    Wali Kota Sukabumi : Partisipasi Masyarakat Terus Didorong Dalam Pesta Demokrasi Pemilu 2024

    • calendar_month Selasa, 25 Jul 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    SUKABUMI.Mbinews.id– Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, mendorong pendidikan politik kepada masyarakat sebagai pondasi kuat, dalam sistem inklusif yang berkelanjutan. “Budaya politik saat ini merupakan perwujudan dari nilai nilai yang dianut oleh Bangsa Indonesia, sebagai pedoman kegiatan kegiatan politik kenegaraan,”ujar Fahmi dalam sambutannnya, disaat membuka Kegiatan Program Pendidikan Politik, dalam rangka membangun partisipasi aktif pemilih Tahun […]

  • Dewan Puji Organisasi VoxPoint Yang Berisi Anak Muda

    Dewan Puji Organisasi VoxPoint Yang Berisi Anak Muda

    • calendar_month Senin, 13 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG, Mbinews.id – Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Abdul Harris Bobihoe mengapresiasi atas kehadiran organisasi VoxPoint yang didominasi oleh anak-anak muda. “Saya kira organisasi ini saya anggap luar biasa karena bisa berkembang dengan pesat, generasi muda dengan hal yang berbeda,” ujarnya di DPRD Jabar, Senin(13/9). Harris menyatakan organisasi seperti ini harus didorong […]

  • GPM, Jadi Kunci Pemkot Sukabumi Tekan Inflasi Akhir Tahun

    GPM, Jadi Kunci Pemkot Sukabumi Tekan Inflasi Akhir Tahun

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id- Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Kota Sukabumi menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM), sebagai upaya menstabilkan harga kebutuhan pokok. Kegiatan perdana berlangsung di Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Senin (1/12/2025). Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, meninjau langsung pelaksanaan GPM dan menegaskan, pentingnya intervensi harga pangan di akhir tahun. “Inflasi Kota Sukabumi sepanjang tahun […]

  • DPRD Jabar Sebut Perbaikan Jalan jadi Kunci Keberhasilan Pertumbuhan Ekonomi

    DPRD Jabar Sebut Perbaikan Jalan jadi Kunci Keberhasilan Pertumbuhan Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 28 Mar 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Bandung – Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Ir. Prasetyawati, MM menyebutkan bahwa melalui perbaikan jalan diharapkan kemantapan jalan dapat meningkat secara maksimal karena kemantapan jalan menjadi kunci keberhasilan untuk mewujudkan peningkatan pertumbuhan ekonomi. Sisi lain pentingnya kemantapan jalan ini untuk mewujudkan kenyamanan masyarakat dalam menggunakan jalan. Dengan kualitas jalan yang memadai, kecelakaan lalu lintas dapat […]

expand_less