Breaking News
Trending Tags

Batik Kina Siap Jad Ciri Khas Pemkab Bandung

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 8 Jun 2021
  • visibility 67
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAB. BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda menyiapkan motif batik daun kina, yang akan dijadikan batik khas Kabupaten Bandung.

Motif batik daun kina ini erat kaitannya dengan sejarah produksi kina di Kabupaten Bandung sebagai salah satu pusat tanaman pohon kini di jaman Belanda.

Kepala Bappeda Kabupaten Bandung Dr. Cakra Amiyana mengatakan, pembuatan motif batik kina oleh Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Kabupaten Bandung itu dalam upaya mendukung program 99 Hari Kerja Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna.

“Untuk merealisasikan motif batik kina ini, Pemkab Bandung pun akan berkolaborasi dengan sejumlah pengusaha industri lokal dalam proses pembuatan motif batik kina,” kata Cakra Amiyana kepada wartawan di Kantor Bappeda Kabupaten Bandung di Soreang, Senin (7/6/21).

Menurut Cakra, motif batik kina sudah jadi hak paten Pemkab Bandung. “Bahkan motif batik kina ini sudah didaftarkan ke HAKI (Hak Kekayaan Intelektual). Jadi, kita sebagai pemegang hak paten dari motif batik kina tersebut,” ucapnya.

Untuk merealisasikan program tersebut, Bappeda pun sudah membuat berbagai jenis motif batik kina dengan berbagai corak menarik dengan tema batik kina.

“Motif batik daun kina itu bisa dilihat dari motif daun kina, dan tulang daunnya sangat terlihat jelas. Kemudian dibarengi dengan motif pohon kinanya, sehingga terlihat sangat menarik, sebagai motif batik kina. Dahan, daun maupun bunganya terlihat jelas dari motif batik kina tersebut,” tutur Ami, sapaan Cakra Amiyana.

“Tetapi yang jelas dalam proses pembuatan batik kina itu, kita akan kerjasamakan dengan pengusaha yang mau kerjasama dengan Pemkab Bandung,” imbuhnya.

Program ini pula dalam rangka melestarikan lingkungan, dan mengangkat kearifan lokal, mengingat tanaman kina yang sebelumnya dikabarkan sempat tumbuh subur di kawasan Malabar Pangalengan.

“Namun saat ini tanaman kina yang bisa digunakan obat-obatan dan kebutuhan lainnya itu mulai langka. Tapi kita akan coba kembangkan lagi, melalui kerjasama dengan pihak BUMN seperti PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII” kata Ami.

Bersamaan dengan upaya melestarikan tanaman kina, imbuh Ami, Pemkab Bandung belum memiliki identitas batik yang menjadi ikon Kabupaten Bandung, meski sejumlah pengrajin di Kabupaten Bandung sudah mengembangkan motif batik lainnya.

“Ini kesempatan kita untuk mengembangkan motif batik kina. Kita akan branding batik kina ini ke depannya,” kata dia.

Selain menggagas produksi motif batik kina, Bappeda juga berencana untuk mengembangkan wisata yang berkaitan dengan pelestarian tanaman kina yang akan dikerjasamakan dengan PTN VIII. Caranya memanfaatkan lahan kosong yang tak terpakai melalui pemanfaatan hak guna usaha.

Lebih lanjut Cakra Amiyana mengungkapkan, konsep batik kina ini dalam upaya membangun Kabupaten Bandung miliki ciri khas sebagai hak paten motif batik tersebut.

“Suatu daerah itu harus punya ciri khas, sebagai identitas diri suatu daerah. Selain itu sebagai identitas untuk mengenal sebuah wilayah,” tuturnya.

Dengan memiliki motif batik kina ini, Ayi berharap menjadi daya tarik wisata, selain daya saing wilayah.

“Kita bisa melihat Kota Cirebon, Yogyakarta, Solo dan daerah lainnya punya ciri khas motif batik. Kita dari Kabupaten Bandung punya motif batik kina,” ujarnya.

Ia mengatakan batik sudah menjadi warisan dunia dan identik dengan batik Indonesia. “Pengembangan motif batik kina ini bisa menjadi industri untuk meningkatkan lapangan kerja dan sasarannya adalah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Produksi motif batik kina itu, katanya, selain bisa digunakan para ASN maupun pemerintahan di Kabupaten Bandung, juga bisa menjadi komersil bagi para pelaku usaha dengan didukung kualitas produknya.

“Untuk mempromosikan motif batik kina ini, nantinya tempat-tempat usaha mulai dari hotel atau tempat-tempat wisata bisa membuat galeri untuk memamerkan produk batik kina tersebut. Bisa sebagai oleh-oleh khas Kabupaten Bandung,” papar Ami.*

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Edwin Senjaya Hadiri Undangan Seminar Nasional dan Diskusi Panel DPC Peradi Bandung

    Edwin Senjaya Hadiri Undangan Seminar Nasional dan Diskusi Panel DPC Peradi Bandung

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Pimpinan DPRD Kota Bandung, Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., menghadiri undangan seminar nasional dan diskusi panel yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Bandung, dengan tema “Gratifikasi dan Implikasinya dalam Penegakan Hukum di Indonesia”, di Savoy Homann, Jumat (20/12/2024). Pada kesempatan tersebut, turut hadir para narasumber ternama, yakni, […]

  • Taman Lio Girang Pancing Semangat Warga RW 07 Cisaranten Endah

    Taman Lio Girang Pancing Semangat Warga RW 07 Cisaranten Endah

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Warga RW 07 Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik kini tengah gembira dan bersemangat membuat beragam kegiatan sosial. Pasalnya, di kawasan tersebut baru saja hadir Taman Lio Girang, yang memanfaatkan bantaran Sungai Cipamokolan. Lahan seluas 202,46 meter persegi yang awalnya kumuh dan terdapat bangunan liar, kini tampak asri dengan beragam tanaman bunga. Bahkan […]

  • Cegah penyebaran Covid-19, Stop Mudik

    Cegah penyebaran Covid-19, Stop Mudik

    • calendar_month Selasa, 27 Apr 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Oleh: H. Dadan Tri Yudianto ST. SH.MH. MUDIK selalu menjadi isu menarik pada setiap jelang lebaran. Persoalan yang muncul bukan tentang dampak perpindahan sesaat yang melibatkan jutaan manusia dari satu daerah ke daerah lain, namun pada situasi-situasi mendasar yang berkenaan dengan keamanan dan keselamatan jiwa para pemudik. Berdasarkan pengalaman, pada tahun-tahun sebelumnya pengawasan lebih menekankan […]

  • Kementrian PUPR Gandeng PWI Pusat  Salurkan 200 Paket Sembako Untuk Wartawan

    Kementrian PUPR Gandeng PWI Pusat Salurkan 200 Paket Sembako Untuk Wartawan

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    JAKARTA, MBInews.id – Kementrian PUPR Mengandeng PWI Peduli untuk menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) sebanyak 200 paket sembako buat Wartawan Anggota PWI yang terdampak Covid-19.  Kegiatan penyaluran Bansos secara simbolis diserahkan oleh Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat Sudirman didampingi Kepala Biro Komunikasi & Publik  Endra S. Atmawidjaja dan Sekretaris Dewan Korpri […]

  • Walikota Sukabumi Berharap, Turnamen Pencak Silat dan Panjat Tebing Dijadikan Agenda Tahunan

    Walikota Sukabumi Berharap, Turnamen Pencak Silat dan Panjat Tebing Dijadikan Agenda Tahunan

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Walikota Sukabumi Achmad Fahmi mengungkapkan, ajang turnamen Pencak Silat dan Panjat tebing dapat dijadikan sebagai agenda tahunan. Sebab, selain bisa membangkitkan potensi olahraga di Kota Sukabumi. Juga, merupakan media silaturahmi. Karena, kata Fahmi, olahrga bukan hanya urusan mengejar prestasi saja, melainkan mengajarkan sprotiitas, dan kebersamaan. “Dengan adanya berbagi even. Seperti saat ini, setidaknya bisa […]

  • Ema Sumarna Pastikan PTMT Berjalan Optimal

    Ema Sumarna Pastikan PTMT Berjalan Optimal

    • calendar_month Jumat, 17 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Sekretaris Daerah (sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna memastikan, penyelenggaraan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) berjalan optimal. Hal tersebut dibuktikan dengan kesiapan setiap sekolah selama penyelenggaraan tatap muka itu. Mulai dari pembagian jam masuk, keluar kelas, hingga sarana dan prasarana diperhatikan semaksimal mungkin. Kesiapan tersebut guna menghindari penyebaran Covid-19. Keyakinan Ema diperkuat […]

expand_less