Breaking News
Trending Tags

Batik Kina Siap Jad Ciri Khas Pemkab Bandung

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 8 Jun 2021
  • visibility 68
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAB. BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda menyiapkan motif batik daun kina, yang akan dijadikan batik khas Kabupaten Bandung.

Motif batik daun kina ini erat kaitannya dengan sejarah produksi kina di Kabupaten Bandung sebagai salah satu pusat tanaman pohon kini di jaman Belanda.

Kepala Bappeda Kabupaten Bandung Dr. Cakra Amiyana mengatakan, pembuatan motif batik kina oleh Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Kabupaten Bandung itu dalam upaya mendukung program 99 Hari Kerja Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna.

“Untuk merealisasikan motif batik kina ini, Pemkab Bandung pun akan berkolaborasi dengan sejumlah pengusaha industri lokal dalam proses pembuatan motif batik kina,” kata Cakra Amiyana kepada wartawan di Kantor Bappeda Kabupaten Bandung di Soreang, Senin (7/6/21).

Menurut Cakra, motif batik kina sudah jadi hak paten Pemkab Bandung. “Bahkan motif batik kina ini sudah didaftarkan ke HAKI (Hak Kekayaan Intelektual). Jadi, kita sebagai pemegang hak paten dari motif batik kina tersebut,” ucapnya.

Untuk merealisasikan program tersebut, Bappeda pun sudah membuat berbagai jenis motif batik kina dengan berbagai corak menarik dengan tema batik kina.

“Motif batik daun kina itu bisa dilihat dari motif daun kina, dan tulang daunnya sangat terlihat jelas. Kemudian dibarengi dengan motif pohon kinanya, sehingga terlihat sangat menarik, sebagai motif batik kina. Dahan, daun maupun bunganya terlihat jelas dari motif batik kina tersebut,” tutur Ami, sapaan Cakra Amiyana.

“Tetapi yang jelas dalam proses pembuatan batik kina itu, kita akan kerjasamakan dengan pengusaha yang mau kerjasama dengan Pemkab Bandung,” imbuhnya.

Program ini pula dalam rangka melestarikan lingkungan, dan mengangkat kearifan lokal, mengingat tanaman kina yang sebelumnya dikabarkan sempat tumbuh subur di kawasan Malabar Pangalengan.

“Namun saat ini tanaman kina yang bisa digunakan obat-obatan dan kebutuhan lainnya itu mulai langka. Tapi kita akan coba kembangkan lagi, melalui kerjasama dengan pihak BUMN seperti PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII” kata Ami.

Bersamaan dengan upaya melestarikan tanaman kina, imbuh Ami, Pemkab Bandung belum memiliki identitas batik yang menjadi ikon Kabupaten Bandung, meski sejumlah pengrajin di Kabupaten Bandung sudah mengembangkan motif batik lainnya.

“Ini kesempatan kita untuk mengembangkan motif batik kina. Kita akan branding batik kina ini ke depannya,” kata dia.

Selain menggagas produksi motif batik kina, Bappeda juga berencana untuk mengembangkan wisata yang berkaitan dengan pelestarian tanaman kina yang akan dikerjasamakan dengan PTN VIII. Caranya memanfaatkan lahan kosong yang tak terpakai melalui pemanfaatan hak guna usaha.

Lebih lanjut Cakra Amiyana mengungkapkan, konsep batik kina ini dalam upaya membangun Kabupaten Bandung miliki ciri khas sebagai hak paten motif batik tersebut.

“Suatu daerah itu harus punya ciri khas, sebagai identitas diri suatu daerah. Selain itu sebagai identitas untuk mengenal sebuah wilayah,” tuturnya.

Dengan memiliki motif batik kina ini, Ayi berharap menjadi daya tarik wisata, selain daya saing wilayah.

“Kita bisa melihat Kota Cirebon, Yogyakarta, Solo dan daerah lainnya punya ciri khas motif batik. Kita dari Kabupaten Bandung punya motif batik kina,” ujarnya.

Ia mengatakan batik sudah menjadi warisan dunia dan identik dengan batik Indonesia. “Pengembangan motif batik kina ini bisa menjadi industri untuk meningkatkan lapangan kerja dan sasarannya adalah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Produksi motif batik kina itu, katanya, selain bisa digunakan para ASN maupun pemerintahan di Kabupaten Bandung, juga bisa menjadi komersil bagi para pelaku usaha dengan didukung kualitas produknya.

“Untuk mempromosikan motif batik kina ini, nantinya tempat-tempat usaha mulai dari hotel atau tempat-tempat wisata bisa membuat galeri untuk memamerkan produk batik kina tersebut. Bisa sebagai oleh-oleh khas Kabupaten Bandung,” papar Ami.*

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IIAD Sumedang Konsultasi Rencana Kerja TA 2024 ke IKIAD Jabar

    IIAD Sumedang Konsultasi Rencana Kerja TA 2024 ke IKIAD Jabar

    • calendar_month Kamis, 2 Nov 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    BANDUNG, mbinews.id — Ikatan Keluarga Istri Anggota Dewan (IKIAD) Jawa Barat menerima kunjungan kerja dari Ikatan Istri Anggota Dewan (IIAD) Kabupaten Sumedang. Kunjungan kerja tersebut terkait konsultasi rencana kerja untuk tahun anggaran 2024. Kunjungan kerja IIAD Kabupaten Sumedang tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua IKIAD Jawa Barat Elis Oleh Soleh beserta pengurus Ikatan Keluarga Istri […]

  • Kang DN Caleg DPR RI Partai Golkar No urut 4 Jabar II, Sapa Warga Pasar Ciwidey Kab Bandung

    Kang DN Caleg DPR RI Partai Golkar No urut 4 Jabar II, Sapa Warga Pasar Ciwidey Kab Bandung

    • calendar_month Rabu, 31 Jan 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Kab. Bandung, MBNews.id – Kunjungan Dr H. Dadang M Naser MSI,SIp biasa disapa Kang DN Caleg DPR RI Jabar II dari partai Golkar (31/1/2024) bersama tim relawan Kemenangan Kang DN ke Pasar Cibeureum ciwidey Kab. Bandung. Dikatakan Kang DN usai kunjungan ke Pasar Cibereum Ciwidey Kab Bandung, kunjungan saya dj Pasar Cibereum Ciwidey tidak hanya […]

  • Gandeng Kaum Emak-emak Bekasi, Mas Waras Optimis Dominasi Suara Pada Pemilu 2024

    Gandeng Kaum Emak-emak Bekasi, Mas Waras Optimis Dominasi Suara Pada Pemilu 2024

    • calendar_month Minggu, 10 Sep 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    BEKASI, Mbinews.id – Optimis raih seratus ribu suara di Kabupaten Bekasi dalam pemilu legislatih tahun 2024 mendatang, WWaras Wasisto, calon anggota legislatif DPR RI dari Partai Demkorasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggandeng emak-emak untuk menambah lumbung suaranya di tanggal 14 Febuari 2024 nanti. Sebagai calon anggota legislatif DPR RI untuk Daerah Pemilihan Jabar 7 (Kabupaten Bekasi, […]

  • Ini Dia Ngabuburit Keren Versi Milenial Kota Bandung

    Ini Dia Ngabuburit Keren Versi Milenial Kota Bandung

    • calendar_month Kamis, 14 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Ngabuburit ke taman atau ke mal? Sepertinya sudah terlalu mainstream. Menunggu waktu berbuka sepertinya bisa semakin keren jika bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Salah satu yang bisa dicoba yaitu mengolah sampah. Di Kota Bandung, sampah masih menjadi masalah. Salah satu cara mengatasinya yaitu mengola menjadi sejumlah produk. Ada beragam cara mengolah sampah. […]

  • Kredit bjb Mesra Menjadi Harapan HWDI Jabar Wujudkan Kemandirian Ekonomi

    Kredit bjb Mesra Menjadi Harapan HWDI Jabar Wujudkan Kemandirian Ekonomi

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Keinginan untuk mampu berdikari secara ekonomi, menjadi harapan yang melekat dalam benak siapa saja, tak memandang warna kulit, gender, maupun kategori-kategori sosial lain yang kerap kali dilekatkan. Dorongannya sanggup menggerakan setiap orang untuk berani melangkah, melewati berbagai rintangan terjal demi mencapai kebebasan finansial. Kustini menjadi salah satu dari sekian juta orang yang […]

  • Laksanakan Kegiatan Reses Ke-1 Tahun 2021, Hj. Sumiyati Kunjungi Dapil VIII Kota Bekasi dan Depok

    Laksanakan Kegiatan Reses Ke-1 Tahun 2021, Hj. Sumiyati Kunjungi Dapil VIII Kota Bekasi dan Depok

    • calendar_month Selasa, 7 Des 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    BEKASI, MBInews.id – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat saat ini sedang melaksanakan kegiatan reses yang merupakan kewajiban para wakil rakyat untuk turun ke daerah pemilihannya guna menjaring dan menyerap konstituen sebagaimana di atur di dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2019 atas revisi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 Tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat ,Dewan Perwakilan Rakyat Dewan […]

expand_less