Breaking News
Trending Tags

Dicantumkan Jadi Pembina PWKC, Kajari Cimahi Akan Klarifikasi Penulisan Nama Institusinya

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Senin, 7 Okt 2019
  • visibility 31
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mbinews.id– Kepala Kejari Cimahi klarifikasi mengenai penulisan institusinya sebagai pembina Pokja Wartawan Kota Cimahi (PWKC), ini merupakan pelanggaran sebab terkesan asal tulis nama. Hal ini diungkapkan Kepala Kejari Cimahi, Harjo, SH,MH kepada wartawan Wartawan di kantor Kejari Cimahi, Jl. Sangkuriang, Cimahi, Kamis (03/10) lalu.

 “Saya merasa keberatan dengan pencatutan nama ataupun instansinya sebagai pembina PWKC, Hal itu, bisa berakibat menjadi preseden buruk jika disalah gunakan. Ini jelas pelanggaran, seharusnya ada pemberitahuan sesuai mekanisme atau prosedur yang ditempuh. Apalagi saya tidak tahu persis mereka yang terlibat didalamnya, baik ketua, sekretaris ataupun bendaharanya. Apakah mereka wartawan atau bukan, apalagi jika kader politik misalnya, kan jadi semrawut,” ungkapnya.

Menurutnya, Pokja di Cimahi yang diketahui hanya satu Kelompok Kerja Jurnalis Nasional (KKJN) yang diakui secara sah, karena jelas Surat Keputusan (SK) dari Kemenkumham RI. Tidak fiktif dan terorganisir secara prosedural.

Lanjut Harjo mengatakan seharusnya tidak boleh dibawa ranah politik ke jurnalistik, seperti halnya PWKC, kalau misal ketuanya kader Partai politik, pasti ada kepentingan lain yang perlu digarisbawahi. Untuk itu, pihaknya akan mensikapi dengan tegas perihal pencatutan nama Kejari.

“Kita perintahkan kasi intel untuk menyelidiki, bahkan memanggil pokja PWKC. Ini bisa dituntut secara hukum, jangan dijadikan kejari tameng untuk kepentingan pribadi, ini jelas salah,”tegas Harjo.

Harjo meminta pemerintah kota Cimahi untuk tegas menindak setiap munculnya organisasi yang liar. Harus lebih selektif dalam bermitra dan tetap menjaga kondusifitas.

“Intinya kesbang harus tegas, jangan ada konsfirasi kepentingan. Kalau seperti ini ada dua pokja, mana yang mempunyai aspek legalitas yang jelas!, saya tidak akui PWKC karena memang tidak benar,” tandasnya.

Sementara itu, Wahyu Sekjen DPP KKJN menyesalkan dengan asal tulisnya Institusi negara oleh PWKC karena bisa menimbulkan konflik kepentingan.

“Ya intinya, jangan sampai KKJN selalu kena getahnya, padahal pencatutan nama tersebut dilakukan oleh PWKC, sedangkan tahunya pokja adalah KKJN, makanya ketuanya harus tahu sejarah bagaimana KKJN itu berdiri, bukan malah mengunting dalam lipatan,” tegas sekjen.

Sementara itu salah seorang pengurus PWKC melalui Handpone selulernya mengatakan pihaknya sudah hampir 10 hari sudah menyatakan mundur dari PWKC karena ada beberapa hal yang tidak transparan.

“Saya sudah keluar dari grop WA PWKC, karena tidak transparannya dana yang ada bahkan kami –kami ini hanya di manfaatkan untuk kepentingan perorangan.” pungkasnya.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tekan Kasus Stunting Pemkot Sukabumi Lakukan  Delapan Aksi Konvergensi

    Tekan Kasus Stunting Pemkot Sukabumi Lakukan Delapan Aksi Konvergensi

    • calendar_month Rabu, 18 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi terus lakukan upaya dalam penekan kasus stunting yang saat ini menjadi perhatian khusus Pemerintah Jawa Barat (Jabar). Dimana, saat ini Kota Sukabumi menjadi salah satu daerah di Jabar yang sesuai dengan ketetapan batas maksimal WHO, yaitu di bawah 20 persen. Yakni berada diangka 19,1 persen. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) […]

  • Sah, RPJMD Kota Sukabumi Resmi Ditetapkan

    Sah, RPJMD Kota Sukabumi Resmi Ditetapkan

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 33
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Setelah melalui rangkaian tahapan yang panjang, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Sukabumi akhirnya resmi ditetapkan. Penetapan tersebut tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2025 tentang RPJMD Tahun 2025–2029, pada 20 Agustus 2025. Kepala BAPPEDA Kota Sukabumi, Mohammad Hasan Asari, menjelaskan bahwa RPJMD merupakan penjabaran visi, misi, tujuan, sasaran, dan […]

  • Usulan kuwu Pamijahan Cirebon Ke Anggota DPRD Jabar,  Bagaimana Nasib Banprov Dana Desa?

    Usulan kuwu Pamijahan Cirebon Ke Anggota DPRD Jabar, Bagaimana Nasib Banprov Dana Desa?

    • calendar_month Selasa, 10 Agt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    CIREBON, MBINews.id- Hingga kini bantuan dana desa dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum juga cair. Padahal, pemerintah desa sangat membutuhkan dana tersebut. Telebih, sebagian dana desa sudah digunakan untuk menanggulangi pandemi covid-19. “Desa sangat membutuhkan pencairan bantuan dana tersebut secepatnya,” ujar anggota DPRD Provinsi Jabar Daddy Rohanady. Ia menyatakan agar Pemprov Jabar membantu desa yang […]

  • Gagal Perang Sarung, Gerombolan Remaja Ini Berdamai Di Kantor Polisi

    Gagal Perang Sarung, Gerombolan Remaja Ini Berdamai Di Kantor Polisi

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 24
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Gagal melakukan aksi perang sarung, kedua belah pihak yang terlibat akhirnya kini melakukan perdamaian di Kantor Polsek Citamiang, Rabu (06/04/2022). Kapolsek Citamiang AKP Arif Sapta Raharja mengatakan, peristiwa bermula pada hari Senin (04/04/2022) sekitar pukul 22.00 waktu setempat. Diketahui adanya rencana aksi perang sarung yang akan dilakukan tepatnya di depan SMA 1 […]

  • Bangga! Kota Bandung Dinobatkan Sebagai Kota Dengan Makanan Tradisional Terbaik Di Asia

    Bangga! Kota Bandung Dinobatkan Sebagai Kota Dengan Makanan Tradisional Terbaik Di Asia

    • calendar_month Sabtu, 28 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Kota Bandung dinobatkan sebagai salah satu kota dengan makanan tradisional terbaik di Asia versi Taste Atlas Awards 2021. Bandung sukses meraih posisi kelima dalam Taste Atlas Awards 2021 untuk kategori “Kota Terbaik di Asia untuk Makanan Tradisional”. Bandung mendapatkan poin 4,39 setelah Bangkok, Hongkong, New Delhi, dan Seoul. Sebelumnya, Kota Bandung juga […]

  • Terkendala Akses Informasi, Masyarakat di Pedesaan Belum Pahami Program Pikobar

    Terkendala Akses Informasi, Masyarakat di Pedesaan Belum Pahami Program Pikobar

    • calendar_month Kamis, 22 Jul 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 33
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Hadirnya sejumlah fitur dalam program aplikasi Pusat Koordinasi dan Informasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar) yang bertujuan untuk menyajikan data, dan informasi terkait penyebaran dan pencegahan covid-19  dinilai belum sepenuhnya dapat dipahami oleh masyarakat khususnya di daerah pedesaan. Berbeda dengan masyarakat di perkotaan, terbatasnya akses informasi dan sarana pendukung menjadi salah satu penyebab, […]

expand_less