Dividen Rp329,3 Miliar Dibagikan, Solusi Bangun Indonesia Perkuat Transformasi dan Ekspansi Global
- account_circle MBI Admin
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 29
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jajaran Komisaris dan Direksi Solusi Bangun Indonesia dalam RUPS Tahunan yang memutuskan penggunaan 50% dari laba bersih tahun 2025 sebanyak Rp329,3 miliar sebagai dividen bagi pemegang saham.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta ,Mbinews.id — PT Solusi Bangun Indonesia Tbk menunjukkan ketahanan bisnis di tengah tekanan industri semen nasional dengan membagikan dividen sebesar Rp329,3 miliar atau setara 50 persen dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp658,7 miliar.
Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Jumat, 22 Mei 2026. Pembagian dividen menjadi bukti komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Direktur Utama Rizki Kresno Edhie Hambali mengatakan, tahun 2025 menjadi periode penuh tantangan bagi industri semen nasional akibat kelebihan kapasitas, tekanan biaya energi dan komoditas, serta persaingan pasar yang semakin ketat.
Meski demikian, Perseroan mampu menjaga profitabilitas melalui disiplin operasional, penguatan sinergi bersama induk usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, serta percepatan transformasi komersial.
“Tahun 2025 merupakan periode yang penuh tantangan bagi industri semen. Namun melalui disiplin operasional, penguatan sinergi bersama SIG, serta transformasi komersial, Perseroan mampu menjaga profitabilitas dan memperkuat fundamental untuk pertumbuhan bisnis jangka panjang,” ujar Rizki.
Selain menyetujui pembagian dividen, RUPST juga mengesahkan laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025, menunjuk Kantor Akuntan Publik Liana Ramon Xenia & Rekan sebagai auditor tahun buku 2026, menetapkan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris, serta menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan.
Rapat juga memutuskan pengangkatan kembali Yasuhide Abe sebagai Direktur hingga tahun 2031.
Transformasi Jadi Titik Balik
Di tengah kontraksi volume industri semen sebesar 4,5 persen dan penurunan konsumsi semen nasional sebesar 1,5 persen sepanjang 2025, Solusi Bangun Indonesia tetap berhasil mencatat laba bersih Rp658,7 miliar.
Transformasi bisnis yang dijalankan bersama SIG sejak paruh kedua 2025 menjadi titik balik bagi Perseroan. Tren perbaikan kinerja mulai terlihat sejak kuartal IV 2025 dan terus berlanjut padaawal 2026.
Pada kuartal I 2026, Perseroan mencatat pertumbuhan volume penjualan sebesar 9 persen, melampaui pertumbuhan pasar yang berada di angka 5 persen. Pendapatan perusahaan tercatat mencapai Rp2,56 triliun, dengan kontribusi solusi berkelanjutan mencapai 56 persen.
Tak hanya itu, laba bersih kuartal I 2026 melonjak 111 persen menjadi Rp101,89 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut didukung efisiensi operasional, penguatan pemasaran dan penjualan, serta keterlibatan dalam berbagai proyek infrastruktur strategis.
“Kinerja awal tahun ini menjadi pijakan bagi Perseroan untuk menjaga momentum pertumbuhan. Ke depan, kami akan terus memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan efisiensi operasi dan pengendalian biaya, meningkatkan pemanfaatan bahan bakar alternatif untuk mengatasi fluktuasi energi, serta melanjutkan transformasi untuk melayani pelanggan dengan lebih baik,” tambah Rizki.
Siapkan Ekspor Perdana ke Amerika Serikat.
Selain memperkuat pasar domestik, Solusi Bangun Indonesia juga mulai menggarap peluang ekspor untuk memperluas pasar internasional.
Perseroan telah menyelesaikan pembangunan dermaga dan fasilitas produksi ekspor di Tuban, Jawa Timur.
Fasilitas tersebut kini dipersiapkan untuk ekspor perdana ke pasar Amerika Serikat dengan kapasitas antara 500 ribu hingga 1 juta ton semen per tahun.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan utilisasi pabrik sekaligus memperkuat daya saing perusahaan di pasar global.
Sebagai informasi, Solusi Bangun Indonesia merupakan perusahaan semen terintegrasi yang mayoritas sahamnya dimiliki SIG sebesar 83,52 persen. Perseroan mengoperasikan empat pabrik semen terintegrasi di Narogong, Cilacap, Tuban, dan Lhoknga, Aceh, dengan total kapasitas produksi mencapai 14,86 juta ton semen per tahun serta mempekerjakan sekitar 1.750 karyawan.
Saat ini belum ada komentar