Breaking News
Trending Tags

DPRD Jabar Dukung Penuh Kebijakan Penutupan Sementara Objek Wisata Jika Terbukti Melanggar Prokes

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Senin, 24 Mei 2021
  • visibility 57
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Pasca penerapan kebijakan larangan mudik lebaran atau hari raya Idul Fitri 1442 H/ 2021 yang digelar sejak 6 Mei-17 Mei 2021. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat menyoroti sejumlah hal yang terjadi selama pelaksanaan penyekatan arus mudik, khususnya di wilayah Jawa Barat.

Mulai dari peristiwa para pemudik yang menerobos dan menjebol titik pos penyekatan mudik di wilayah Bekasi, masih adanya sebagian masyarakat yang mudik lebih awal sebelum tanggal diberlakukannya aturan larangan mudik, serta ditemukannya beberapa lokasi wisata yang membludak saat libur lebaran.

Selama pelaksanaan aturan larangan mudik, kata Ineu, anggota Dewan Jawa Barat khususnya Komisi IV DPRD Jabar beberapa kali meninjau di sejumlah titik pos penyekatan. Bahkan beberapa hari pasca lebaran anggota komisi IV masih melakukan pemantauan di lapangan.

Untuk beberapa kejadian pemudik yang mampu menerobos dan lolos dari pos penyekatan mudik, Ineu mengatakan peristiwa itu tidak bisa dipungkiri karena berbagai hal. Mulai dari keterbatasan personil di lapangan, serta tidak sedikit masyarakat yang memang memaksa untuk mudik ke kampung halaman.

Dengan keterbatasan jumlah petugas dan banyak titik lokasi pos penyekatan mudik di Jawa Barat, dirinya menilai selama ini petugas di lapangan sudah melakukan upaya maksimal guna menekan jumlah pemudik, dan masyarakat memanfaatkan keterbatasan dan waktu tertentu untuk mencoba menerobos pos penyekatan.

“Di saat petugas kelelahan dan waktu istirahat, sehingga saya melihat, masyarakat banyak memanfaatkan waktu-waktu kritis atau kosong petugas,” ujar Ineu Purwadewi dalam kegiatan Dialog bersama Wakil Rakyat yang digelar di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponogoro, Kota Bandung, Senin(24/05/2021).

Hal itu masih dinilai wajar, pasalnya dengan keterbatasan petugas dan bekerja diluar batas jam kerja yang berdampak pada kelelahan serta bocornya titik penyekatan.

“Memang mereka terbatas, maksimal itu kerja 8 jam bahkan 12 jam, cukup lelah. Kedepan harus terus menjadi evaluasi, salah satunya jumlah petugas yang ada. Karena makin banyak posko keperluan akan jumlah petugas pun banyak,” tuturnya.

Sementara, terkait ditemukannya beberapa lokasi objek wisata yang dipadati oleh pengunjung selama libur lebaran 2021. Ineu meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar mengawal ketat penerapan protokol kesehatan (prokes) di objek-objek wisata guna mencegah lonjakan kasus COVID-19.

Menurut Ineu kondisi ini adalah dilema, di satu sisi kesehatan penting dijaga namun roda perekonomian khususnya dunia usaha wisata juga tetap terjaga. Serta faktor kejenuhan masyarakat selama satu tahun lebih menghadapi pandemi Covid-19, menjadi alasan melakukan liburan bersama keluarga.

“Pandemi yang sudah berlangsung lebih dari satu tahun setengah ini mengakibatkan kebosanan. Sehingga, bagi masyarakat (merasa) libur lebaran ini waktu yang tepat untuk main (berwisata) bersama keluarga,” ungkapnya.

Untuk itu DPRD Jabar terus berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar untuk memastikan bahwa prokes ketat benar-benar diterapkan di seluruh objek wisata di Jabar.

Dirinya menegaskan, DPRD Jabar mendukung penuh kebijakan penutupan sementara objek wisata jika terbukti melanggar prokes, seperti melanggar kapasitas pengunjung. “Hal ini harus jadi bahasan serius. Pak Kadis (Kepala Disparbud) Jabar harus terus memantau langsung penerapan prokes ketat. Kalau ada ledakan (pengunjung), langsung ditutup,” tegasnya.

Beberapa fenomena yang terjadi selama diberlakukannya aturan larangan mudik berdasarkan Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan COVID-19 No. 13 Tahun 2021. Menurut Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari, diperlukan peningkatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) skala mikro di lingkungan tingkat desa/kelurahan hingga tingkat Rukun Tetangga (RT). Untuk melakukan pendataan dan tracing di wilayah masing-masing bagi warga yang melakukan mudik lebaran.

“Jadi PPKM mikro ini merupakan upaya yang bisa dilakukan untuk mendeteksi dan menjaga masyarakat agar tidak tertular Covid pasca Lebaran 2021,” katanya.

Reporter: Fazark

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Sukabumi Tekankan Pengawasan Pendapatan Daerah dalam Entry Meeting Tahun 2025

    Wali Kota Sukabumi Tekankan Pengawasan Pendapatan Daerah dalam Entry Meeting Tahun 2025

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Pemerintah Kota Sukabumi menunjukkan komitmennya terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan dengan menggelar Entry Meeting Pengawasan Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah Tahun 2025, yang dilaksanakan pada Selasa, 5 Agustus 2025, di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dan dihadiri oleh Wakil Wali […]

  • Dengan Penguatan Surveilans Gizi, Upaya Pemkot Sukabumi Tekan Angka Stunting

    Dengan Penguatan Surveilans Gizi, Upaya Pemkot Sukabumi Tekan Angka Stunting

    • calendar_month Rabu, 19 Okt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Dengan penguatan surveilans gizi, merupakan salah satu bentuk upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi dalam menekan angka stunting. Meskpun saat ini, adanya penurunan angka stunting di Kota Sukabumi dari 5,9 persen pada Agustus 2021, menjadi 4,03 persen di Agutus 2022. Baca Juga:https://mbinews.id/2022/06/24/wakil-wali-kota-sukabumi-hadiri-rapat-koordinasi-penurunan-stunting/ “Pemkot terus berusaha menekan angak stunting. Dan salah bentuknya denegan penguatan surveilans gizi,”ujar […]

  • Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat Berduka

    Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat Berduka

    • calendar_month Jumat, 5 Apr 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Bandung, Mbinews — Innalillahi Waiinna Ilayhi Roji’un, seluruh jajaran Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat beserta Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat mengucapkan duka cita yang mendalam atas wafatnya Erni Sugiyanti, S.Ag, M.M, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa. Anggota DPRD yang berasal dari Dapil Jawa Barat VI, Kab. […]

  • Ketua DPRD Kota Bandung: Dewan Selalu Siap Mendukung Pengembangan Prestasi Atlet NPCI

    Ketua DPRD Kota Bandung: Dewan Selalu Siap Mendukung Pengembangan Prestasi Atlet NPCI

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 61
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung H. Asep Mulyadi, S.H., mengikuti acara Konsolidasi Pelatcab serta buka bersama keluarga besar National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bandung, di Hotel Grand Pasundan, Senin, 24 Maret 2025. Acara ini juga dihadiri Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Kadispora Kota Bandung Eddy Marwoto, Ketua NPCI […]

  • Sandi Muharram Dorong Pemkot Permudah Akses Bibit Tanaman Gratis

    Sandi Muharram Dorong Pemkot Permudah Akses Bibit Tanaman Gratis

    • calendar_month Selasa, 9 Agt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id -Anggota DPRD Kota Bandung H. Sandi Muharram, S.E., mendorong Pemerintah Kota Bandung untuk membuka akses kemudahan memperoleh bibit tanaman, bahkan memberikan bibit gratis. Hal itu menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan ketahanan pangan maupun kesejahteraan masyarakat pasca pandemi Covid-19. “Masyarakat kadang memiliki kendala terkait akses maupun biaya, terkait bibit. Maka di sini pentingnya […]

  • PJJ Tangtangan Bagi Siswa, Asep Ramdani Sang Kepala Sekolah Datangi Siswa Yang Terkendala Teknologi

    PJJ Tangtangan Bagi Siswa, Asep Ramdani Sang Kepala Sekolah Datangi Siswa Yang Terkendala Teknologi

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menjadi tantangan bagi sebagian siswa, terutama karena tidak semua keluarga mampu menjangkau teknologi yang memadai. Salah satunya yang terjadi pada siswa SMPN 59 Bandung Tak hilang akal, Kepala SMPN 59 Bandung, Asep Ramdani berinisiatif untuk menggelar pembelajaran luar jaringan (Luring) dengan melaksanakan kunjungan kepada siswa yang terkendala teknologi. […]

expand_less