Breaking News
Trending Tags

DPRD Jabar Dukung Penuh Kebijakan Penutupan Sementara Objek Wisata Jika Terbukti Melanggar Prokes

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Senin, 24 Mei 2021
  • visibility 56
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Pasca penerapan kebijakan larangan mudik lebaran atau hari raya Idul Fitri 1442 H/ 2021 yang digelar sejak 6 Mei-17 Mei 2021. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat menyoroti sejumlah hal yang terjadi selama pelaksanaan penyekatan arus mudik, khususnya di wilayah Jawa Barat.

Mulai dari peristiwa para pemudik yang menerobos dan menjebol titik pos penyekatan mudik di wilayah Bekasi, masih adanya sebagian masyarakat yang mudik lebih awal sebelum tanggal diberlakukannya aturan larangan mudik, serta ditemukannya beberapa lokasi wisata yang membludak saat libur lebaran.

Selama pelaksanaan aturan larangan mudik, kata Ineu, anggota Dewan Jawa Barat khususnya Komisi IV DPRD Jabar beberapa kali meninjau di sejumlah titik pos penyekatan. Bahkan beberapa hari pasca lebaran anggota komisi IV masih melakukan pemantauan di lapangan.

Untuk beberapa kejadian pemudik yang mampu menerobos dan lolos dari pos penyekatan mudik, Ineu mengatakan peristiwa itu tidak bisa dipungkiri karena berbagai hal. Mulai dari keterbatasan personil di lapangan, serta tidak sedikit masyarakat yang memang memaksa untuk mudik ke kampung halaman.

Dengan keterbatasan jumlah petugas dan banyak titik lokasi pos penyekatan mudik di Jawa Barat, dirinya menilai selama ini petugas di lapangan sudah melakukan upaya maksimal guna menekan jumlah pemudik, dan masyarakat memanfaatkan keterbatasan dan waktu tertentu untuk mencoba menerobos pos penyekatan.

“Di saat petugas kelelahan dan waktu istirahat, sehingga saya melihat, masyarakat banyak memanfaatkan waktu-waktu kritis atau kosong petugas,” ujar Ineu Purwadewi dalam kegiatan Dialog bersama Wakil Rakyat yang digelar di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponogoro, Kota Bandung, Senin(24/05/2021).

Hal itu masih dinilai wajar, pasalnya dengan keterbatasan petugas dan bekerja diluar batas jam kerja yang berdampak pada kelelahan serta bocornya titik penyekatan.

“Memang mereka terbatas, maksimal itu kerja 8 jam bahkan 12 jam, cukup lelah. Kedepan harus terus menjadi evaluasi, salah satunya jumlah petugas yang ada. Karena makin banyak posko keperluan akan jumlah petugas pun banyak,” tuturnya.

Sementara, terkait ditemukannya beberapa lokasi objek wisata yang dipadati oleh pengunjung selama libur lebaran 2021. Ineu meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar mengawal ketat penerapan protokol kesehatan (prokes) di objek-objek wisata guna mencegah lonjakan kasus COVID-19.

Menurut Ineu kondisi ini adalah dilema, di satu sisi kesehatan penting dijaga namun roda perekonomian khususnya dunia usaha wisata juga tetap terjaga. Serta faktor kejenuhan masyarakat selama satu tahun lebih menghadapi pandemi Covid-19, menjadi alasan melakukan liburan bersama keluarga.

“Pandemi yang sudah berlangsung lebih dari satu tahun setengah ini mengakibatkan kebosanan. Sehingga, bagi masyarakat (merasa) libur lebaran ini waktu yang tepat untuk main (berwisata) bersama keluarga,” ungkapnya.

Untuk itu DPRD Jabar terus berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar untuk memastikan bahwa prokes ketat benar-benar diterapkan di seluruh objek wisata di Jabar.

Dirinya menegaskan, DPRD Jabar mendukung penuh kebijakan penutupan sementara objek wisata jika terbukti melanggar prokes, seperti melanggar kapasitas pengunjung. “Hal ini harus jadi bahasan serius. Pak Kadis (Kepala Disparbud) Jabar harus terus memantau langsung penerapan prokes ketat. Kalau ada ledakan (pengunjung), langsung ditutup,” tegasnya.

Beberapa fenomena yang terjadi selama diberlakukannya aturan larangan mudik berdasarkan Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan COVID-19 No. 13 Tahun 2021. Menurut Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari, diperlukan peningkatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) skala mikro di lingkungan tingkat desa/kelurahan hingga tingkat Rukun Tetangga (RT). Untuk melakukan pendataan dan tracing di wilayah masing-masing bagi warga yang melakukan mudik lebaran.

“Jadi PPKM mikro ini merupakan upaya yang bisa dilakukan untuk mendeteksi dan menjaga masyarakat agar tidak tertular Covid pasca Lebaran 2021,” katanya.

Reporter: Fazark

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Stok Vaksin Covid-19 Di Kota Bandung Aman Hingga Dua Pekan Ke Depan

    Stok Vaksin Covid-19 Di Kota Bandung Aman Hingga Dua Pekan Ke Depan

    • calendar_month Minggu, 19 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    BANDUNG, Ketersediaan vaksinasi Kota Bandung aman untuk dua pekan ke depan. Hal tersebut sesuai dengan alokasi yang diupayakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk menyukseskan 100 persen vaksinasi di akhir tahun 2021. Termasuk vaksin untuk remaja yaitu usia 12-17 tahun. “Ketersediaan vaksin aman, khususnya pelajar sudah dialokasi Kemenkes seusai permohonan kami,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota […]

  • DPRD Kota Bandung Bahas Raperda Terkait Penyelenggaraan dan Penanganan Kesejahteraan Sosial

    DPRD Kota Bandung Bahas Raperda Terkait Penyelenggaraan dan Penanganan Kesejahteraan Sosial

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Panitia Khusus (Pansus) 12 DPRD Kota Bandung mulai membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Bandung tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 24 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan dan Penanganan Kesejahteraan Sosial. Pansus 12 sudah dua kali melakukan pertemuan. Pertama, menggelar ekpose dengan dinas terkait. Kedua, menelisik perubahan-perubahan yang akan […]

  • Hepatitis Akut Misterius, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Lakukan Upaya Pencegahan

    Hepatitis Akut Misterius, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Lakukan Upaya Pencegahan

    • calendar_month Kamis, 12 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Seiring ditemukannya temuan kasus baru penyakit hepatitis akut misterius yang menimpa anak di Jakarta, saat ini Pemerintah Kota Sukabumi telah meningkatkan kewaspadaannya, guna mecegah terjadinya penularan kasus serupa. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Wahyu Handriana mengatakan, hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus hepatitis akut misterius di […]

  • Nuzulul Quran, Yana Ajak Masyarakat Kota Bandung Amalkan Alquran

    Nuzulul Quran, Yana Ajak Masyarakat Kota Bandung Amalkan Alquran

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengajak masyarakat muslim Kota Bandung untuk mencintai Alquran. Hal ini disampaikan saat menghadiri Peringatan Nuzulul Quran 1443 Hijriah di Masjid Al-Ukhuwah, Kota Bandung, Selasa 18 April 2022 malam. Yana mengatakan, cara mencintai Alquran antara lain dengan membaca dan mengamalkannya. Ia mengajak masyarakat Kota Bandung melakukan kedua hal […]

  • Hadapi Pademi Covid-19, Yana Berharap FKPPI Bisa Memperkuat Harkamtibmas

    Hadapi Pademi Covid-19, Yana Berharap FKPPI Bisa Memperkuat Harkamtibmas

    • calendar_month Kamis, 18 Mar 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berharap potensi yang ada di masyarakat dapat dibina dengan baik oleh Polri – TNI dalam upaya menghadapi pandemi Covid-19 bersama-sama. Salah satunya potensi tersebut adalah dari Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Polri-TNI (FKPPI). Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana yang juga menjabat sebagai Ketua PD […]

  • Pengungkapan Kasus Pengeroyokan Menjadi Atensi Khusus Kapolsek Citamiang Dalam Anev

    Pengungkapan Kasus Pengeroyokan Menjadi Atensi Khusus Kapolsek Citamiang Dalam Anev

    • calendar_month Rabu, 3 Agt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews id – Jajaran Polsek Citamiang melakukan rapat analisa dan Evaluasi (Anev) rutin bulanan, terkait kegiatan rutin pada tingkat Polsek, Rabu (03/08) Kapolsek Citamiang AKP Arif Saptaraharja mengatakan, dalam anev rutin bulanan tingkat pOlsek Citamiang kali ini, dirinya menyebutkan bahwa pengungkapan kasus kejahatan yang ada di wilayah hukum Polsek Citamiang, menjadi target khusus pihaknya. […]

expand_less