Breaking News
Trending Tags

DPRD Jabar Dukung Penuh Kebijakan Penutupan Sementara Objek Wisata Jika Terbukti Melanggar Prokes

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Senin, 24 Mei 2021
  • visibility 134
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Pasca penerapan kebijakan larangan mudik lebaran atau hari raya Idul Fitri 1442 H/ 2021 yang digelar sejak 6 Mei-17 Mei 2021. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat menyoroti sejumlah hal yang terjadi selama pelaksanaan penyekatan arus mudik, khususnya di wilayah Jawa Barat.

Mulai dari peristiwa para pemudik yang menerobos dan menjebol titik pos penyekatan mudik di wilayah Bekasi, masih adanya sebagian masyarakat yang mudik lebih awal sebelum tanggal diberlakukannya aturan larangan mudik, serta ditemukannya beberapa lokasi wisata yang membludak saat libur lebaran.

Selama pelaksanaan aturan larangan mudik, kata Ineu, anggota Dewan Jawa Barat khususnya Komisi IV DPRD Jabar beberapa kali meninjau di sejumlah titik pos penyekatan. Bahkan beberapa hari pasca lebaran anggota komisi IV masih melakukan pemantauan di lapangan.

Untuk beberapa kejadian pemudik yang mampu menerobos dan lolos dari pos penyekatan mudik, Ineu mengatakan peristiwa itu tidak bisa dipungkiri karena berbagai hal. Mulai dari keterbatasan personil di lapangan, serta tidak sedikit masyarakat yang memang memaksa untuk mudik ke kampung halaman.

Dengan keterbatasan jumlah petugas dan banyak titik lokasi pos penyekatan mudik di Jawa Barat, dirinya menilai selama ini petugas di lapangan sudah melakukan upaya maksimal guna menekan jumlah pemudik, dan masyarakat memanfaatkan keterbatasan dan waktu tertentu untuk mencoba menerobos pos penyekatan.

“Di saat petugas kelelahan dan waktu istirahat, sehingga saya melihat, masyarakat banyak memanfaatkan waktu-waktu kritis atau kosong petugas,” ujar Ineu Purwadewi dalam kegiatan Dialog bersama Wakil Rakyat yang digelar di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponogoro, Kota Bandung, Senin(24/05/2021).

Hal itu masih dinilai wajar, pasalnya dengan keterbatasan petugas dan bekerja diluar batas jam kerja yang berdampak pada kelelahan serta bocornya titik penyekatan.

“Memang mereka terbatas, maksimal itu kerja 8 jam bahkan 12 jam, cukup lelah. Kedepan harus terus menjadi evaluasi, salah satunya jumlah petugas yang ada. Karena makin banyak posko keperluan akan jumlah petugas pun banyak,” tuturnya.

Sementara, terkait ditemukannya beberapa lokasi objek wisata yang dipadati oleh pengunjung selama libur lebaran 2021. Ineu meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar mengawal ketat penerapan protokol kesehatan (prokes) di objek-objek wisata guna mencegah lonjakan kasus COVID-19.

Menurut Ineu kondisi ini adalah dilema, di satu sisi kesehatan penting dijaga namun roda perekonomian khususnya dunia usaha wisata juga tetap terjaga. Serta faktor kejenuhan masyarakat selama satu tahun lebih menghadapi pandemi Covid-19, menjadi alasan melakukan liburan bersama keluarga.

“Pandemi yang sudah berlangsung lebih dari satu tahun setengah ini mengakibatkan kebosanan. Sehingga, bagi masyarakat (merasa) libur lebaran ini waktu yang tepat untuk main (berwisata) bersama keluarga,” ungkapnya.

Untuk itu DPRD Jabar terus berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar untuk memastikan bahwa prokes ketat benar-benar diterapkan di seluruh objek wisata di Jabar.

Dirinya menegaskan, DPRD Jabar mendukung penuh kebijakan penutupan sementara objek wisata jika terbukti melanggar prokes, seperti melanggar kapasitas pengunjung. “Hal ini harus jadi bahasan serius. Pak Kadis (Kepala Disparbud) Jabar harus terus memantau langsung penerapan prokes ketat. Kalau ada ledakan (pengunjung), langsung ditutup,” tegasnya.

Beberapa fenomena yang terjadi selama diberlakukannya aturan larangan mudik berdasarkan Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan COVID-19 No. 13 Tahun 2021. Menurut Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari, diperlukan peningkatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) skala mikro di lingkungan tingkat desa/kelurahan hingga tingkat Rukun Tetangga (RT). Untuk melakukan pendataan dan tracing di wilayah masing-masing bagi warga yang melakukan mudik lebaran.

“Jadi PPKM mikro ini merupakan upaya yang bisa dilakukan untuk mendeteksi dan menjaga masyarakat agar tidak tertular Covid pasca Lebaran 2021,” katanya.

Reporter: Fazark

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Walikota Bogor Ikut Menghadiri Rakernas Apeksi 2019

    Walikota Bogor Ikut Menghadiri Rakernas Apeksi 2019

    • calendar_month Rabu, 3 Jul 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    BOGOR,MBInews.id-Wali Kota Bogor Bima Arya bersama jajaran Pemerintah Kota Bogor hadir dalam welcome dinner Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2019 di The Renaissance Ballroom, Kota Semarang, Selasa (2/7/2019) malam. Dalam acara yang diikuti delegasi dari 98 kota di Indonesia ini, kata Bima, Kota Bogor bukan sekedar berpartisipasi, melainkan untuk mengeksplor […]

  • Bulan Mei, Kota Sukabumi Resmi Terapkan PSBB, Fahmi “Insyaallah Kita Siap”

    Bulan Mei, Kota Sukabumi Resmi Terapkan PSBB, Fahmi “Insyaallah Kita Siap”

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Pemerintah Kota Sukabumi resmi akan melaksanakan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) bulan depan. “Seluruh kepala daerah telah bersepakat bersama Gubernur hari Rabu 6 Mei akan datang secara serentak seluruh wilayah di provinsi Jawa Barat akan melaksanakan PSBB” ujar Walikota Sukabumi Achmad Fahmi, Rabu (29/04/2020) Fahmi mengatakan, untuk teknis PSBB setiap wilayah diserahkan […]

  • Bappeda Kota Sukabumi Gelar Bimtek Penginputan Indeks Inovasi Daerah

    Bappeda Kota Sukabumi Gelar Bimtek Penginputan Indeks Inovasi Daerah

    • calendar_month Senin, 8 Jul 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, mengelar bimbingan teknis (bimtek) penginputan indeks inovasi daerah dan Innovation Government Award (IGA), di salah satu Hotel Jalan Siliwangi, Kota Sukabumi. Senin, (8/7/2024). Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan mejelaskan, kegiatan ini ini diikuti para operator di berbagai perangkat daerah di Kota Sukabumi, mulai dari kelurahan, kecamatan, […]

  • Pemkot Bandung Berduka, Ayahanda Wakil Walikota Bandung Wafat

    Pemkot Bandung Berduka, Ayahanda Wakil Walikota Bandung Wafat

    • calendar_month Kamis, 12 Agt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 227
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana berduka. Ayahnya, Letjen TNI (Purn) H. Soepardjo bin Redjoprawiro meninggal dunia, Rabu 11 Agustus 2021. Tak hanya Yana, duka juga turut dirasakan Wali Kota Bandung, Oded M. Danial dan Pemerintah Kota Bandung. “Secara pribadi dan mewakili warga Kota Bandung, saya turut berduka. Semoga almarhum diberikan tempat […]

  • Minim Data Valid, Diskar PB Didesak Segera Susun Data Potensi Bencana

    Minim Data Valid, Diskar PB Didesak Segera Susun Data Potensi Bencana

    • calendar_month Jumat, 22 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – DPRD Kota Bandung bersama Satpol PP Kota Bandung, Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung (Diskar PB), Paguyuban Camat Kota Bandung dan Bapelitbang Kota Bandung melaksanakan Rapat Kerja Panitia Khusus (Pansus) 1 membahas realisasi kinerja T.A 2021, di Ruang Rapat Bamus DPRD Kota Bandung, Rabu (20/04/2022). Pada kesempatan ini, Ketua Pansus 1 […]

  • Resmi! Kota Bandung Kini Punya Lima Kampung Toleransi

    Resmi! Kota Bandung Kini Punya Lima Kampung Toleransi

    • calendar_month Kamis, 20 Jan 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 179
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Plt. Wali Kota Bandung, Yana Mulyana meresmikan Prasasti Kampung Toleransi di RW 08 Kelurahan Kebon Jeruk Kecamatan Andir. Peresmian ini menambah jumlah kampung toleransi yang ada di Kota Bandung menjadi lima. Dalam acara peresmian, Yana mengapresiasi hadirnya kampung toleransi di Bandung. Ia juga menyampaikan hadirnya kampung toleransi ini merupakan warisan dari pendahulunya, […]

expand_less