Breaking News
Trending Tags

DPRD Jabar Dukung Penuh Kebijakan Penutupan Sementara Objek Wisata Jika Terbukti Melanggar Prokes

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Senin, 24 Mei 2021
  • visibility 132
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Pasca penerapan kebijakan larangan mudik lebaran atau hari raya Idul Fitri 1442 H/ 2021 yang digelar sejak 6 Mei-17 Mei 2021. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat menyoroti sejumlah hal yang terjadi selama pelaksanaan penyekatan arus mudik, khususnya di wilayah Jawa Barat.

Mulai dari peristiwa para pemudik yang menerobos dan menjebol titik pos penyekatan mudik di wilayah Bekasi, masih adanya sebagian masyarakat yang mudik lebih awal sebelum tanggal diberlakukannya aturan larangan mudik, serta ditemukannya beberapa lokasi wisata yang membludak saat libur lebaran.

Selama pelaksanaan aturan larangan mudik, kata Ineu, anggota Dewan Jawa Barat khususnya Komisi IV DPRD Jabar beberapa kali meninjau di sejumlah titik pos penyekatan. Bahkan beberapa hari pasca lebaran anggota komisi IV masih melakukan pemantauan di lapangan.

Untuk beberapa kejadian pemudik yang mampu menerobos dan lolos dari pos penyekatan mudik, Ineu mengatakan peristiwa itu tidak bisa dipungkiri karena berbagai hal. Mulai dari keterbatasan personil di lapangan, serta tidak sedikit masyarakat yang memang memaksa untuk mudik ke kampung halaman.

Dengan keterbatasan jumlah petugas dan banyak titik lokasi pos penyekatan mudik di Jawa Barat, dirinya menilai selama ini petugas di lapangan sudah melakukan upaya maksimal guna menekan jumlah pemudik, dan masyarakat memanfaatkan keterbatasan dan waktu tertentu untuk mencoba menerobos pos penyekatan.

“Di saat petugas kelelahan dan waktu istirahat, sehingga saya melihat, masyarakat banyak memanfaatkan waktu-waktu kritis atau kosong petugas,” ujar Ineu Purwadewi dalam kegiatan Dialog bersama Wakil Rakyat yang digelar di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponogoro, Kota Bandung, Senin(24/05/2021).

Hal itu masih dinilai wajar, pasalnya dengan keterbatasan petugas dan bekerja diluar batas jam kerja yang berdampak pada kelelahan serta bocornya titik penyekatan.

“Memang mereka terbatas, maksimal itu kerja 8 jam bahkan 12 jam, cukup lelah. Kedepan harus terus menjadi evaluasi, salah satunya jumlah petugas yang ada. Karena makin banyak posko keperluan akan jumlah petugas pun banyak,” tuturnya.

Sementara, terkait ditemukannya beberapa lokasi objek wisata yang dipadati oleh pengunjung selama libur lebaran 2021. Ineu meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar mengawal ketat penerapan protokol kesehatan (prokes) di objek-objek wisata guna mencegah lonjakan kasus COVID-19.

Menurut Ineu kondisi ini adalah dilema, di satu sisi kesehatan penting dijaga namun roda perekonomian khususnya dunia usaha wisata juga tetap terjaga. Serta faktor kejenuhan masyarakat selama satu tahun lebih menghadapi pandemi Covid-19, menjadi alasan melakukan liburan bersama keluarga.

“Pandemi yang sudah berlangsung lebih dari satu tahun setengah ini mengakibatkan kebosanan. Sehingga, bagi masyarakat (merasa) libur lebaran ini waktu yang tepat untuk main (berwisata) bersama keluarga,” ungkapnya.

Untuk itu DPRD Jabar terus berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar untuk memastikan bahwa prokes ketat benar-benar diterapkan di seluruh objek wisata di Jabar.

Dirinya menegaskan, DPRD Jabar mendukung penuh kebijakan penutupan sementara objek wisata jika terbukti melanggar prokes, seperti melanggar kapasitas pengunjung. “Hal ini harus jadi bahasan serius. Pak Kadis (Kepala Disparbud) Jabar harus terus memantau langsung penerapan prokes ketat. Kalau ada ledakan (pengunjung), langsung ditutup,” tegasnya.

Beberapa fenomena yang terjadi selama diberlakukannya aturan larangan mudik berdasarkan Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan COVID-19 No. 13 Tahun 2021. Menurut Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari, diperlukan peningkatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) skala mikro di lingkungan tingkat desa/kelurahan hingga tingkat Rukun Tetangga (RT). Untuk melakukan pendataan dan tracing di wilayah masing-masing bagi warga yang melakukan mudik lebaran.

“Jadi PPKM mikro ini merupakan upaya yang bisa dilakukan untuk mendeteksi dan menjaga masyarakat agar tidak tertular Covid pasca Lebaran 2021,” katanya.

Reporter: Fazark

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua DPRD Kota Bandung Hadiri Acara Musrenbang di Kecamatan Buah Batu

    Ketua DPRD Kota Bandung Hadiri Acara Musrenbang di Kecamatan Buah Batu

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Ketua DPRD Kota Bandung H. Tedy Rusmawan AT., M.M., menghadiri acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Buahbatu, di Aula Kecamatan Buahbatu, Bandung, Kamis (3/2/2022). Dalam sambutannya, Tedy berharap setelah masa PPKM ini seluruh pihak bisa memaksimalkan dan mengupayakan berjalannya program kerja dengan baik. Setiap upaya untuk mengawal usulan dari musrenbang bisa dilaksanakan […]

  • Kota Bandung Kirimkan Empat Sekolah Bersaing Di LSS Tingkat Jabar

    Kota Bandung Kirimkan Empat Sekolah Bersaing Di LSS Tingkat Jabar

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Tahun ini, Kota Bandung mengirimkan 4 sekolah untuk bersaing di LSS tahun 2019. Setiap tahun, Kota Bandung selalu mengirimkan sekolah-sekolah terbaiknya untuk mengikuti Lomba Sekolah Sehat (LSS) di tingkat Provinsi Jawa Barat Keempat sekolah tersebut yaitu TK Harapan Kasih, SD Ar-Rafi, SMPN 34 Bandung, dan MAN 2 Bandung. TK Harapan Kasih berlokasi […]

  • IPM Naik, Pemkot Sukabumi Siap Realisaikan Pembangunan di Tahun ini

    IPM Naik, Pemkot Sukabumi Siap Realisaikan Pembangunan di Tahun ini

    • calendar_month Senin, 24 Jan 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 172
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id– Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kota Sukabumi berada diangka 74,60 pada tahun 2021, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya tentu saja alami peningkatan, dimana IPM tahun 2020 mencapai 74,21. “Betul, IPM Kota Suakbumi di tahun 2021 itu meningkat sekitar 0,39 poin, atau dari 74,21 pada tahun 202 menjadi 74,60 di tahun 2021,”ujar Kepala Badan Perencanaan […]

  • Pemkot Bandung Jangkau 110 Orang PPKS di 25 Titik Rawan Selama Ramadan

    Pemkot Bandung Jangkau 110 Orang PPKS di 25 Titik Rawan Selama Ramadan

    • calendar_month Kamis, 28 Mar 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Pemkot Bandung Jangkau 110 Orang PPKS di 25 Titik Rawan Selama Ramadan BANDUNG, Mbinews – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menjangkau 110 orang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PPKS) di 25 titik rawan selama Bulan Ramadan. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung, Soni Bakhtiyar mengatakan, kolaborasi yang melibatkan berbagai instansi seperti Unit Sosial Respon (USR), Satpol PPKota […]

  • Disdik Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan

    Disdik Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan

    • calendar_month Rabu, 13 Nov 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung terus berupaya mendorong peningkatan mutu pendidikan. Di antaranya mengucurkan anggaran untuk beragam pelatihan bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sebesar Rp2 miliar dan sertifikasi guru sebesar Rp1,3 miliar. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P3TK) Disdik Kota Bandung, Edy Suparjoto […]

  • SatSetSatSet, Layanan 112 Pertahankan Kecepatan Penanganan Aduan Masyarakat

    SatSetSatSet, Layanan 112 Pertahankan Kecepatan Penanganan Aduan Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Layanan 112 terus mempertahankan waktu respons (respond time) kejadian darurat di Kota Bandung. Variasi waktu penanganan aduan ini mulai dari 5 menit. Melansir data Bandung Command Center (BCC) dan Call Center 112, terdapat 3.411 panggilan yang masuk ke Call Center di pekan kedua Mei 2022 mulai tanggal 6 hingga 11 Mei. Meski […]

expand_less