Breaking News
Trending Tags

DPRD Jabar Komisi II Dorong Optimalisasi Koperasi di Jabar

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 17 Jul 2024
  • visibility 171
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kabupaten Bandung, mbinews.id — Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat dorong Dinas Koperasi Dan Usaha Kecil mengembangkan program yang lebih inovatif untuk menarik minat masyarakat. Mengingat saat ini kondisi koperasi hari ini di Jawa Barat sesungguhnya sudah banyak yang semakin menurun dan menutup usahanya. Salah satu penyebabnya dikarenakan memang koperasi ini secara sistem itu sudah semakin ketinggalan dibandingkan model usaha yang lain. Jadi harus ada sebuah perubahan terutama masalah teknologi digital harus diadopsi secepatnya.

“Sesungguhnya koperasi itu bisa berperan dalam penyediaan modal usaha bagi anggotanya, bahkan koperasi sesungguhnya bisa menjadi pelaku dari pinjaman online nah tinggal bagaimana dia membangun model bisnisnya. Karena sebenarnya harusnya kelembagaan koperasi itu adalah sebuah lembaga kemitraan investasi, modelnya itu jadi bukan sebagai badan usaha tapi dia kemudian membentuk badan-badan usaha,” ujar Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, R. Yunandar Rukhiadi Eka Perwira di Balai Pengawasan Dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan Dan Hortikultura, Kabupaten Bandung, Selasa (16/07/2024).

Jadi koperasi itu, lanjutnya, istilahnya menjadi holding. Di mana holding tersebut punya sekelompok orang yang mempunyai modal, kemudian mereka membangun usaha. Misalnya ada usaha simpan pinjam, ada usaha produksi, ada usaha perdagangan dan lain sebagainya itu modal yang harus dikembangkan. Sehingga nanti koperasi itu tidak memakan dirinya sendiri, tapi dia menjadi sebuah lembaga kerja sama yang satu sama lain saling sharing, saling membantu terutama untuk membangun bisnis yang baru.

“Nah, disitulah peranannya dia ketika dia mengarahkan menjadi pelaku usaha simpan pinjam, pelaku usaha simpan pinjam online. Sebenarnya dia bisa bersaing dengan pinjol untuk mengatasi masalah kredit pinjol yang sekarang sangat marak tingkat kemacetannya, tingkat permasalahannya di masyarakat khususnya di Jawa Barat. Kenapa sih kemudian muncul masalah besar di pinjol yang macet ini? sebenarnya karena pinjol itu tidak terlalu melihat persyaratan yang dia minta adalah hanya keinginan untuk meminjam untuk kredit konsumtif dan jaminannya adalah bunga yang tinggi. Jadi dia tidak punya jaminan lain selain jaminan bunga yang tinggi nah ini yang kemudian harusnya diantisipasi oleh pemerintah dengan mendorong koperasi untuk bisa menjadi pelaku usaha yang sifatnya simpan pinjam produktif. Jadi bukan yang ke arah konsumtif,” jelasnya.

Lalu kenapa harus produktif dan sangat diperlukan. Karena nanti yang produktifitas ini akan menyediakan lapangan kerja, menyediakan modal bagi para pelaku usaha lain. Misalnya setelah di holdingnya berjalan lancar, kemudian bisa memberikan insentif terhadap para peminjam pinjol yang selama ini memang butuh tambahan pendapatan.

“Sebagai contoh para guru. Guru adalah salah satu profesi yang paling banyak terjebak pinjol tapi juga lintah darat (bank emok-red), nah ini ketika si usaha ini berkembang yang didorong oleh pinjaman dari koperasi maka sebetulnya guru-guru ini bisa punya pekerjaan yang lain, pekerjaan sampingan yang bahkan sekarang jauh lebih mudah ketika difasilitasi oleh teknologi informasi apakah bisa sebagai pedagang online, dropshipper, reseller, atau bahkan toko shopping online, itu semuanya bisa dilakukan oleh guru-guru yang tadinya berharap pendapatannya akan berasal dari tunjangan dia, tapi karena tidak mencukupi dia akhirnya pinjam ke pinjol, seharusnya yang dilakukan oleh guru-guru itu adalah dia mencari atau membangun usaha dari yang produktif dibantu oleh para pelaku usaha atau koperasi ini,” tuturnya. ***

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT Pos Indonesia  Sangat Berpotensi Jadi Kanal Penerimaan GNWU

    PT Pos Indonesia Sangat Berpotensi Jadi Kanal Penerimaan GNWU

    • calendar_month Rabu, 17 Mar 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINews.id – Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) yang dicanangkan pemerintah menjadi salah satu fokus pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Dengan potensi yang mencapai 180 Triliun Rupiah per tahun, gerakan ini perlu didukung kanal-kanal penerima wakaf untuk mempermudah para pewakaf menyerahkan wakafnya. Untuk itu, PT Pos Indonesia (Persero) yang memiliki banyak cabang di […]

  • BPBJ Ungkap Realisasi Pengadaan Kota Sukabumi Triwulan I 2026

    BPBJ Ungkap Realisasi Pengadaan Kota Sukabumi Triwulan I 2026

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 474
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Realisasi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi sepanjang triwulan I 2026 mencapai Rp35,53 miliar. Nilai tersebut berasal dari 202 paket pekerjaan yang diproses melalui berbagai metode pengadaan oleh Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setda Kota Sukabumi. Kepala BPBJ Setda Kota Sukabumi, Hadi Sasonno, mengatakan, capaian tersebut merupakan realisasi paket pekerjaan […]

  • Pelayanan Kepada Pelanggan Terganggu, Pipa PDAM di Banjaran Bocor

    Pelayanan Kepada Pelanggan Terganggu, Pipa PDAM di Banjaran Bocor

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Bandung, MBInews.id — Kembali pipa tranmisi Cisangkuy Lama milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening yang, lokasinya berada di Kp. Bugel RT 04 RW 06 Desa Kamasan Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung, mengalami kebocoran pada Senin, (13/07/2020). Akibatnya, aliran air kepada 60.000 pelanggan durasi dan kapasitasnya terganggu. PDAM Tirtawening pun langsung melakukan perbaikan hingga Rabu (15/7/2020) […]

  • Membangun Masa Depan Kesehatan Jabar, Dinkes Kota Sukabumi Hadiri Forum Konsultasi Publik

    Membangun Masa Depan Kesehatan Jabar, Dinkes Kota Sukabumi Hadiri Forum Konsultasi Publik

    • calendar_month Kamis, 14 Mar 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi menghadiri Forum Konsultasi Publik Rancangan Teknokratis Rencana Pembangunan Kesehatan Jawa Barat (RPJMD) Tahun 2025-2045 di Mason Pine Hotel, Bandung. Dalam unggahan akun Instagram @dinkeskotasukabumi pada Jumat, 1 Maret 2024. Hadir langsung dalam Forum Konsultasi Publik tersebut, Kepala Dinkes Kota Sukabumi, Reni Rosyida Muthmainnah dan jajarannya Reni dan tim […]

  • HOAX, Wali Kota Sukabumi Bantah Pernyataan Ridwan Kamil Sebut Ada 300 Masyarakat Kota Sukabumi Positif Covid-19 Hasil Rapid Tes

    HOAX, Wali Kota Sukabumi Bantah Pernyataan Ridwan Kamil Sebut Ada 300 Masyarakat Kota Sukabumi Positif Covid-19 Hasil Rapid Tes

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi bantah pernyataan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menyebutkan ada 300 masyarakat Kota Sukabumi positif Covid-19 hasil Repidtes. “Warga Kota Sukabumi yang dilakukan proses rapidtest itu jumlahnya baru ada 60 dan sampai saat ini kita belum keluar hasilnya, karena memang prosesnya terakhir hari ini” ujarnya, Senin (30/3/2020). […]

  • Farhan: Sampah Bukan Hanya Urusan Kewilayahan, Tetapi Tanggung Jawab Bersama

    Farhan: Sampah Bukan Hanya Urusan Kewilayahan, Tetapi Tanggung Jawab Bersama

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 148
    • 0Komentar

    BANDUNG,Mbinews  – Pemerintah Kota Bandung kembali menegaskan komitmennya dalam menangani persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi salah satu tantangan utama perkotaan. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meminta seluruh jajaran pemerintah daerah terlibat aktif dan tidak membiarkan persoalan sampah menjadi tanggung jawab segelintir pihak saja. Pesan tersebut disampaikan melalui sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Pemerintahan […]

expand_less