Breaking News
Trending Tags

DPRD Jawa Barat Kritik Soal Investasi dan Daya Serap Tenaga Kerja

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 13 Nov 2024
  • visibility 145
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kota Bandung, Mbinews.id — Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Iwan Suryawan mengkritisi masih tingginya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jabar periode Agustus 2024 yang tembus diangka 6,75% tertinggi dibandingkan nasional 4,91%.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar disebutkan, tingginya TPT tersebut dikontribusi dari tak terserapnya tenaga kerja tingkat pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yakni sebesar 12,74%.

Data BPS Provinsi Jawa Barat menyebutkan apabila dilihat berdasarkan pendidikan tertinggi yang ditamatkan. TPT pada Agustus 2024 mempunyai pola yang sama dengan Agustus 2023. Pada Agustus 2024, TPT dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan masih menyumbang angka paling tinggi dibandingkan lulusan jenjang pendidikan lainnya, yaitu sebesar 12,74%.

“Tidak matching (selaras) antara lulusan SMK dengan kebutuhan industri menjadi salah satu penyebab masih tingginya pengangguran untuk tingkat SMK,” kata Iwan Suryawan, Kota Bandung, Senin (11/11/2024).

Perlu ada goodwill dari Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar untuk mengatasi tingginya TPT di Jabar. Selain harus matching-nya kurikulum pendidikan SMK dengan kebutuhan industri saat ini, investasi yang masuk ke Jabar pun diharapkan mampu menyerap tenaga kerja, salah satunya tingkat SMK yang masih tinggi tingkat penganggurannya.

“Jadi memang mungkin ini yang harus menjadi kajian bersama bagaimna meningkatkan peluang kerja itu semakin luas dengan mengikuti perkembangan perkonomian hari ini, dan perkembangan pekerjaan berbasis teknologi (padat modal),“ tegas Iwan Suryawan.

Selain itu, pihaknya pun mengkritisi gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi akhir-akhir ini gara-gara berbagai faktor. Seperti relokasi beberapa pabrik di Jabar ke daerah lain, produk impor gerus produk lokal hingga beban upah yang dinilai pemberi kerja terlalu tinggi.

“Tentunya ini kaitannya dengan kebijakan pemerintah, dan kebijakan ketenagakerjaan, kondisi pertumbuhan ekonomi yang melambat, biaya upah dan segala macamnya,” ucapnya.

Memang hampir semua keinginan dari pegawai mendapatkan upah lebih baik untuk kesejahteraan. Namun memang ada beberapa yang menjadi pertimbangan yaitu, tentang kemampuan dari perusahaan tersebut, goodwill perusahaan tersebut, kedua belah pihak harus sama-sama diakomodir (soal beban upah bagi pemberi kerja dan kesejahteraan untuk pekerja) itu harus dipikirkan. ***

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Himpunan Mahasiswa Sipil USB YPKP Bandung  Gelar Webinar Nasional Teknik Sipil 2022

    Himpunan Mahasiswa Sipil USB YPKP Bandung Gelar Webinar Nasional Teknik Sipil 2022

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Himpunan Mahasiswa Sipil Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung menggelar webinar nasional Teknik Sipil 2022 yang dilaksanakan secara hybrid, offline dan daring melalui zoom meeting, Sabtu, 26 Februari 2022. Webinar yang mengangkat tema “Jalan Jembatan di Indonesia” ini diikuti oleh sekitar 400 orang peserta dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum, dengan menghadirkan […]

  • Tolak UU Cipta Kerja, Gabungan Mahasiswa Se Bandung Raya Kepung Gedung DPRD Jabar

    Tolak UU Cipta Kerja, Gabungan Mahasiswa Se Bandung Raya Kepung Gedung DPRD Jabar

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Aksi penolakan UU Ciptakerja, dilakukan gabungan mahasiswa di Bandung, Selasa (6/10) siang didepan gedung DPRD Jawa Barat. Gabungan Mahasiswa Se Bandung Raya tersebut, menggelar aksi unjuk rasa, untuk menolak pengesahan UU Cipta Kerja. Perwakilan mahasiswa, Sansan Andi Taufik mengatakan bahwa kami menentukan sikap, dengan adanya gerakan pengesahan UU Ciptakerja ini. “Kami melihat […]

  • Peringatan Harkitnas, Yana: Hayuk Bangkit Bersama

    Peringatan Harkitnas, Yana: Hayuk Bangkit Bersama

    • calendar_month Sabtu, 21 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Wali Kota Bandung, Yana Mulyana berharap Kota Bandung semakin kreatif dan inovatif. Hal itu agar Kota Bandung bisa bangkit di saat memasuki fase endemi. “Semangat juga kreasi dan inovasi karena Kota Bandung pusatnya kreativitas. Jadi Hayuk bangkit bersama inovasi dan kresrivitas,” ujarnya pada upacara memperingati Hari […]

  • Penanganan Covid-19, Pemkot Sukabumi & DPRD Langsung Ambil Langkah Cepat Terkait Realokasi APBD

    Penanganan Covid-19, Pemkot Sukabumi & DPRD Langsung Ambil Langkah Cepat Terkait Realokasi APBD

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 171
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Pemerintah Kota Sukabumi bersama DPRD setempat, langsung mengambil lengkah cepat dalam penanganan wabah covid-19. Khususnya dalam segi anggaran. Hal ini juga seiring dengan adanya Permendagri Nomor 6 tahun 2020 dan juga peraturan Mentri Keuangan Nomor 6 tahun 2020 tentang seluruh Kota dan Kabupaten se Indonesia merelokasi APBD khusus untuk penanganan covid-19.”Kemarin, Badan […]

  • Jelang imlek Patroli Lebih Banyak, Sekda Kota Bandung: ASN Libur,  ya Libur Saja, Yang Tugas Tetap Masuk

    Jelang imlek Patroli Lebih Banyak, Sekda Kota Bandung: ASN Libur, ya Libur Saja, Yang Tugas Tetap Masuk

    • calendar_month Kamis, 11 Feb 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINews.id – Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna memastikan pengawsan protokol kesehatan akan semakin ketat menjelang perayaan Imlek 2572 Kongzili. “Jelang imlek patroli lebih banyak, pengawasan dan pengendalian yang lebih maksimal,” katanya di Kantor Kecamatan Coblong, Kamis (11/2/2021) Untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), Ema menegaskan, menyesuaikan dengan Surat Edaran yang dikelurakan oleh pemerintah pusat. […]

  • Lima Tahun Menunggu, Akhirnya Pokir DPRD Kota Sukabumi Terealisasi

    Lima Tahun Menunggu, Akhirnya Pokir DPRD Kota Sukabumi Terealisasi

    • calendar_month Selasa, 15 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 184
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Setelah menunggu hampir lima tahun, kini Pokok-pokok pikiran DPRD Kota Suakbumi segera akan teralisasi pada tahun 2023 mendatang. Hal itu menyusul adanya surat dari Walikota Sukabumi per 27 Januari 2022 kepada Ketua DPRD Kota Sukabumi, tentang penyusunan rancangan awal Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Kota Sukabumi tahun 2023 yang diperlukan saran dan pendapat berupa […]

expand_less