Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Infrastruktur Rumah Sakit Milik Pemkot Bandung Perlu Ditingkatkan Termasuk SDM

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 23 Mei 2024
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews — Pimpinan dan Anggota Komisi D DPRD Kota Bandung menggelar rapat kerja bersama Dinkes Kota Bandung, RSUD Kota Bandung, dan RSUD Bandung Kiwari, di Ruang Rapat Komisi D DPRD Kota Bandung, Selasa, 21 Mei 2024.

Rapat Kerja dipimpin oleh Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung H. Aries Supriyatna, S.H., M.H., Sekretaris Komisi D Drs. Heri Hermawan, H. Salmiah Rambe, S.Pd., M.Sos., Dang Heri Mukti, H. Andri Rusmana, S.Pd.I., drg. Susi Sulastri, dan Dr. Rini Ayu Susanti, S.E., M.Pd.

Dalam Rapat tersebut hadir Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Anhar Hadian, Direktur RSUD Kota Bandung Nita Kurniati Somantri, dan Direktur RSUD Bandung Kiwari dr. H. Yorisa Sativa.

Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung H.Aries Supriyatna SH.MH mengatakan, rumah sakit milik Pemerintah Kota Bandung perlu peningkatan baik dari jumlah SDM dan infrastruktur. Di Kota Bandung, jumlah rumah sakit sudah mendukung jumlah populasi.

Menurut H.Aries Supriyatma SH MH , di Kota Bandung sudah hampir 99 persen lebih terlindungi UHC (Universal Health Coverage/Cakupan Kesehatan Semesta). Masalahnya, infrastruktur milik Pemkot Bandung baik RSUD, tentu tidak memadai. Untuk persoalan ini ada sistem Sisrute. Tetapi sama. Di satu sisi kita memiliki fasilitas medis, tetapi memiliki keterbatasan yang cukup signifikan .

Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (Sisrute) yang belum berjalan lancar. Permasalahan yang menyangkut proses rujukan ini harus diantisipasi karena menandakan sistem tidak berjalan.

Sisrute itu sistem pusat. Ada ketidakberdayaan dari Pemkot Bandung. Tetapi layanan kesehatan kewajiban yang harus kita perbaiki.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Bandung , Heri Hermawan juga meminta Sisrute segera dibenahi. Meski sistem ini dikelola oleh Kementerian Kesehatan, ia berharap segala kendala yang menyangkut pelayanan publik bisa dicari solusi oleh layanan kesehatan di Kota Bandung.
Bila ada kendala harus diantisipasi oleh rumah sakit .

Di samping ada kendala, Heri mengapresiasi visi ke depan RSUD untuk terus meningkatkan layanan.

Anggota Komisi D Salmiah Rambe menuturkan, Sisrute sudah cukup lama digunakan. Tetapi praktiknya kerap masih menghambat proses layanan masyarakat.

“Bisa diusulkan ke Kemenkes bagaimana memberikan pelayanan makin mudah dan makin baik. Untuk menangani persoalan ini, harus siap rumah sakitnya,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi D Andri Rusmana juga berharap permasalahan yang menyangkut pelayanan kesehatan publik ini terus dibenahi. Ia mengapresiasi kontribusi dan kinerja Dinas Kesehatan dan RSUD milik Kota Bandung yang terus berupaya meningkatkan layanan kesehatan bagi warga Kota Bandung.

“Kita memiliki semangat yang sama untuk membenahi persoalan pelayanan kesehatan di Kota Bandung. Mudah-mudahan ke depan lebih baik lagi,” ujarnya.

Anggota Komisi D Susi Sulastri merasa RSUD yang ada di Kota Bandung memang perlu penambahan-penambahan fasilitas, minimal ruang rawat.

“Perlu penambahan dari tahun ke tahun. Mudah-mudahan ke depan bisa didapatkan solusinya sehingga ke depan tidak ada lagi masyarakat yang mengeluhkan kurangnya fasilitas,” ujarnya

Anggota Komisi D Rini Ayu Susanti mengingatkan bahwa layanan kesehatan merupakan urusan wajib. Maka, sifatnya harus betul-betul prioritas.

“UHC harus dipertahankan karena sudah jelas membantu masayrakat yang miskin. Ini memberikan kepastian kepada masyarakat terkait jaminan kesehatannya. RSUD Ujungberung perlu ditambah ruangan. RSUD Bandung Kiwari punya persoalan parkir,” ujarnya.

Sedangkan Anggota Komisi D Dang Heri Mukti juga merasa perlu mendukung usulan penambahan fasilitas untuk RSUD di Kota Bandung supaya bisa memberikan nilai tambah dalam pelayanannya.

“Saya juga mendorong puskesmas dilengkapi sarana dan prasarana yang bisa mengurangi beban rumah sakit,” katanya.**

 

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kota Bandung Diserbu Wisatawan, Yana: Tetap Jaga Kebersihan Kota

    Kota Bandung Diserbu Wisatawan, Yana: Tetap Jaga Kebersihan Kota

    • calendar_month Sabtu, 7 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengajak masyarakat serta wisatawan untuk bersama-sama menjaga kebersihan, ketertiban, dan keindahan Kota Bandung. “Selamat menikmati liburan di Kota Bandung, namun ingat tetap jaga kebersihan ya. Jangan buang sampah sembarangan,” ujar Yana. Menurutnya, kebersihan perlu untuk dijaga, karena apabila tempat wisata itu terlihat kotor maka akan mengurangi kenyamanan. […]

  • Resmi Berfungsi, Fly Over Kopo Sukses Urai Kemacetan

    Resmi Berfungsi, Fly Over Kopo Sukses Urai Kemacetan

    • calendar_month Sabtu, 1 Okt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Jembatan layang atau Fly Over Kopo resmi difungsikan pada hari ini, Sabtu 1 Oktober 2022. Fly Over sepanjang 1,3 kilometer ini diharapkan mampu mengurai kemacetan yang terjadi di kawasan perempatan Cibaduyut – Soekarno Hatta dan Jalan Kopo – Soekarno Hatta. Setelah proses uji kelaikan, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Bandung, Khairur […]

  • Wali Kota Sukabumi Akui, Program P2RW Tingkatkan Partisipasi Masyarakat

    Wali Kota Sukabumi Akui, Program P2RW Tingkatkan Partisipasi Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 23 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi berencana menaikan anggaran Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW) di tahun depan. Hal itu diungkapkan oleh Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, usai melaunching P2RW tahun 2022 di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi. Kamis, (23/6/2022). “Karena hasil evaluasi setiap tahunya sangat bagus, terutama dalam partisipasi masyarakat meningkat, kita akan coba naikan kembali […]

  • Komunitas Tuli dari Yayasan Jendela Tuli Indonesia Kunjungi DPRD Kota Bandung

    Komunitas Tuli dari Yayasan Jendela Tuli Indonesia Kunjungi DPRD Kota Bandung

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Anggota DPRD Kota Bandung dr. Agung Firmansyah Sumantri, Sp.PD., KHOM., MMRS., FINASIM., menerima kunjungan Komunitas Tuli dari Yayasan Jendela Tuli Indonesia, di Gedung DPRD Kota Bandung, Senin, 20 Januari 2025. Dalam kegiatan tersebut, dr. Agung pun berkesempatan untuk mempelajari komunikasi dan aksesibilitas melalui bahasa isyarat dari salah seorang aktivis dari Yayasan Jendela […]

  • Ganjar Pranowo Bantu PLTS Rooftop ke Ponpes di Kudus; Belajar Transisi Energi Kecil-kecilan Dulu

    Ganjar Pranowo Bantu PLTS Rooftop ke Ponpes di Kudus; Belajar Transisi Energi Kecil-kecilan Dulu

    • calendar_month Sabtu, 4 Mar 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    KUDUS, MBInews..id – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyerahkan bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya ( PLTS) Rooftop senilai Rp 60 juta untuk Pondok Pesantren Darul Falah Jekulo, Kabupaten Kudus, Jumat 3 Februari. Bantuan ini diharap jadi stimulan bagi kelompok masyarakat untuk memulai transisi energi. Perwakilan ponpes, KH Muh Jazuli mengatakan kehadiran orang nomor satu di […]

  • Awal Pekan Tahun, Komoditas Harga cabe Rawit Merah  Di Sukabumi Alami Kenaikan

    Awal Pekan Tahun, Komoditas Harga cabe Rawit Merah Di Sukabumi Alami Kenaikan

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 6
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id –  Harga cabe rawit merah di awal pekan tahun 2020 ini terus meroket, saat ini komoditi tersebut dibandrol Rp70 ribu per kilogramnya. Sebelumnya harga cabe rawit merah berada dikisaran Rp48 ribu per kilonya. Harga tersebut juga tergolong tinggi dari harga normalnya sekitar Rp40 ribu per kilonya. Kabid  Perdagangan Dinas Koperasi perdagangan dan Perindustrian […]

expand_less