Breaking News
Trending Tags

Isu Masa Jabatan Presiden 3 Periode, Anggota DPRD Kota Sukabumi F-Demokrat Angkat Bicara

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 14 Apr 2022
  • visibility 60
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, Mbinews.id – Maraknya isu penundaan waktu pemilihan umum (pemilu) tahun 2024, membuat banyaknya kecaman berbagai pihak dari berbagai daerah di Indonesia. Termasuk juga aksi unjuk rasa yang dilakukan di Kota Sukabumi, sempat mewarnai panasnya isu politik saat ini. Menyikapi hal tersebut, Maming Surita yang merupakan anggota legislatif DPRD Kota Sukabumi dari Partai Demokrat, turut angkat bicara. Menurutnya, isu terkait penundaan penyelenggaraan pemilu tahun 2024 mendatang, selain membuat gaduh situasi politik di Indonesia, juga sangat berdampak sekali ke daerah-daerah.

“Tentunya dengan adanya isu penundaan penyelenggaraan pemilu tersebut, sudah otomatis menjadi asumsi masyarakt bahwa akan adanya perpanjangan masa jabatan presiden. Karena hal tersbut juga, akhirnya banyak timbul aksi-aksi unjuk rasa di berbagai pelosok daerah di Indonesia, termasuk juga di Kota Sukabumi yang sempat diwarnai aksi unjuk rasa beberapa hari kebelakang,” ujarnya saat dihubungi Mbinews.id melalui telepon genggamnya.

Masih menurut anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi tersebut, dirinya juga mengatakan bahwa, jika memang terjadi adanya penundaan penyelenggaraan pemilu, sehingga memperpanjang masa jabatan presiden, itu tentunya sudah bertentangan dengan konstitusi.

“Dalam konstitusi sudah jelas, masa jabatan presiden diatur 2 periode. Jadi jika ada wacana pengunduran pemilu dengan alasan apapun, pastinya telah menciderai demokrasi di Indonesia,” ungkapnya.

Lanjutnya, seharusnya saat ini pemerintah sebagai lembaga eksekutif, lebih memikirkan terkait pemulihan pertumbuhan ekonomi yang ada pasca pandemi Covid-19 yang telah melanda Indonesia beberapa tahun ini.

“Banyak isu-isu krusial yang saat ini bisa dibahas pemerintah pusat, tentunya yang akan berimbas kepada pemerintah daerah, karena daerah hanya mengekor keputusan atau ketetapan pemerintah pusat. Seperti contohnya, saat ditetapkan dan dicabutnya harga eceran tertunggi (HET) minyak goreng. Sangat jelas sekali dampaknya untuk daerah, padahal pusat yang menetapkan,” bebernya.

Tambahnya, selain isu kelangkaan minyak goreng curah dan tingginya harga minyak goreng kemasan yang dicabut HET nya, saat ini diwarnai kembali dengan penetapan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax, yang tidak diimbangi dengan ketrsediaan stok BBM jenis pertalte.

“Belum lagi usai masalah kelangkaan minyak goreng, saat ini diramaikan kemabali dengan kenaikan harga pertamax. Pastinya akan berdampak kepada stabilitas harga-harga dipasaran. Meskipun Pertamina berdalih telah mencukupkan ketersediaan pertalite di SPBU, namun kepanikan masyarakat disini terjadi. Akibatnya, masyarakat secara bersamaan melakukan pembelian pertalite, sehingga menyebabkan seoalh pertalite itu kosong,” jelasnya.

Karena masyarakat sudah trauma terhadap kejadian sebelumnya, disaat BBM pertalite dinaikan harganya lalu BBM premium dikurangi stoknya.

“Kan sudah pernah terjadi, saat itu harga pertalite naik, stok premium dikurangi, bahkan hingga saat ini sudah tidak tersedia lagi di SPBU. Atas dasar tersebut, pastinya masyarakat menilai, adanya bentuk pemaksaan yang dilakukan pemerintah agar masyarakat membeli pertamax,” paparnya.

Saat disinggung pandangan serta solusi terkait hal tersebut, politikus yang berdarah minang tersebut mengatakan, sudah saatnya pemerintah sekarang ini mengambil langkah konkrit dan tegas untuk menyelsaikan persoalan yang terjadi. Jangan biarkan bola panas ini semakin melebar, sehingga membuat chaos di berbagai daerah-daerah.

“Saya yakin masyarakat tidak butuh jawaban yang dilayangkan presiden terkait isu 3 periode. Karena sudah terlanjur dikeluarkan statement oleh para Menterinya terkait rencana penundaan pemilu. Saat ini justru yang dibutuhkan solusi nyata, mulai dari pengendalian stok maupun harga komoditas, termasuk juga minyak goreng. Serta jaminan ketersediaan stok BBM pertalite di SPBU dan juga kejelasan tentang BBM premium. Jika memang dihapuskan keberadaan BBM premium, kenapa tidak diumumkan ke masyarakat. Jangan hanya petugas SPBU yang dikedepankan untuk memberikan informasi BBM premium kosong, tapi tidak ada kejelasan dari pemerintah terkait penghapusan BBM jenis premium,” pungkasnya. (Ardan/Wan/Mbi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oded: Alhamdulillah PPKM Level Tiga Aman Dan Terkendali, Kota Bandung Semakin Sehat

    Oded: Alhamdulillah PPKM Level Tiga Aman Dan Terkendali, Kota Bandung Semakin Sehat

    • calendar_month Minggu, 29 Agt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    BANDUNG, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level Tiga di Kota Bandung berjalan dengan aman dan terkendali. Hal ini, dipastikan oleh Wali Kota Bandung, Oded M Danial nampak dari tren laju Covid-19 yang terus menurun. Itu juga diikuti dengan menurunnya keterisian tempat tidur di rumah sakit atau BOR (Bed Occupancy Rate). Per Sabtu, 28 Agustus 2021, […]

  • Di Apel Perdana Tahun 2024, Pj Wali Kota Sukabumi Sebut Pergantian Tahun Baru Berjalan Kondusif

    Di Apel Perdana Tahun 2024, Pj Wali Kota Sukabumi Sebut Pergantian Tahun Baru Berjalan Kondusif

    • calendar_month Selasa, 2 Jan 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id– Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, menekankan agar, Aparatur Sipil Negara (ASN) lebih semangat kerja dan melayani agar pemerintahan lebih baik. Serta, profesional dan menjaga integritas. Terutama, dalam pelaksanaan program dan kegiatan dengan tantangan cukup berat yakni pilpre, pileg dan pilkada serta musim penghujan. “Berharap seluruh pegawai dapat melaksanakan tugas dengan baik,”ujar […]

  • Baru 1500an Asset Tanah Pemda Jabar Tersertifikasi

    Baru 1500an Asset Tanah Pemda Jabar Tersertifikasi

    • calendar_month Kamis, 2 Mei 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

     Bandung BEDAnews.com Ada 5 juta asset yang dikelola oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jawa Barat tersebesar di seluruh 27 Kabupaten/Kota se Jawa Barat.  Asset ini tidak hanya berupa aset Tanah, tapi juga termasuk barang bergerak dan tidak bergerak, bahkan termasuk juga, seperti gelas, piring, taplak meja, bunga dan bangku-meja di  sekolah […]

  • Jadwal Vaksin Kota Bandung Belum Diketahui, Oded Siap Disuntik Vaksin Covid-19

    Jadwal Vaksin Kota Bandung Belum Diketahui, Oded Siap Disuntik Vaksin Covid-19

    • calendar_month Kamis, 7 Jan 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    BANDUNG, Wali Kota Bandung Oded M. Danial menyatakan siap menjadi penerima vaksin Covid-19. Hal itu agar warga Kota Bandung lainnya percaya dan yakin untuk juga divaksin. “Harus siap lah,” tegasnya usai meresmikan Instalasi Pengelohan Air Limbah (IPAL) Komunal di Kelurahan Pasanggarahan Kecamatan Ujungberung, Bandung , Rabu (6/12/ 2021). Kendati demikian, Oded mengaku belum mengetahui jadwal […]

  • Cegah Kejahatan Malam Hari, Kapolsek Citamiang Keluar-masuk Kampung Pastikan Kamtibmas

    Cegah Kejahatan Malam Hari, Kapolsek Citamiang Keluar-masuk Kampung Pastikan Kamtibmas

    • calendar_month Senin, 25 Jul 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 35
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Cegah terjadinya aksi kejahatan malam hari di wilayah, Kapolsek Citamiang AK Arif Saptaraharja terjun langsung ke lapangan guna pastikan kondusifitas wilayah, Senin (25/07) malam. “Pada malam hari ini, saya bersama Jajaran Polsek Citamiang, melakukan patroli rutin di wilayah,” ujar Arif kepada awak media. Lanjutnya, kegiatan ini bertujuan memastikan kondisi kamtibmas di wilayah, […]

  • PTM Semu! Komisi 3 Panggil Disdik Kota Sukabumi

    PTM Semu! Komisi 3 Panggil Disdik Kota Sukabumi

    • calendar_month Kamis, 9 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Komisi 3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi, mengadakan rapat bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi, Kamis (9/9/2021). Rapat tersebut membahas, rencana pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah, yang hingga saat ini masih belum dilakukan, meskipun status level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Sukabumi sudah pada […]

expand_less