Breaking News
Trending Tags

Isu Masa Jabatan Presiden 3 Periode, Anggota DPRD Kota Sukabumi F-Demokrat Angkat Bicara

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 14 Apr 2022
  • visibility 176
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, Mbinews.id – Maraknya isu penundaan waktu pemilihan umum (pemilu) tahun 2024, membuat banyaknya kecaman berbagai pihak dari berbagai daerah di Indonesia. Termasuk juga aksi unjuk rasa yang dilakukan di Kota Sukabumi, sempat mewarnai panasnya isu politik saat ini. Menyikapi hal tersebut, Maming Surita yang merupakan anggota legislatif DPRD Kota Sukabumi dari Partai Demokrat, turut angkat bicara. Menurutnya, isu terkait penundaan penyelenggaraan pemilu tahun 2024 mendatang, selain membuat gaduh situasi politik di Indonesia, juga sangat berdampak sekali ke daerah-daerah.

“Tentunya dengan adanya isu penundaan penyelenggaraan pemilu tersebut, sudah otomatis menjadi asumsi masyarakt bahwa akan adanya perpanjangan masa jabatan presiden. Karena hal tersbut juga, akhirnya banyak timbul aksi-aksi unjuk rasa di berbagai pelosok daerah di Indonesia, termasuk juga di Kota Sukabumi yang sempat diwarnai aksi unjuk rasa beberapa hari kebelakang,” ujarnya saat dihubungi Mbinews.id melalui telepon genggamnya.

Masih menurut anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi tersebut, dirinya juga mengatakan bahwa, jika memang terjadi adanya penundaan penyelenggaraan pemilu, sehingga memperpanjang masa jabatan presiden, itu tentunya sudah bertentangan dengan konstitusi.

“Dalam konstitusi sudah jelas, masa jabatan presiden diatur 2 periode. Jadi jika ada wacana pengunduran pemilu dengan alasan apapun, pastinya telah menciderai demokrasi di Indonesia,” ungkapnya.

Lanjutnya, seharusnya saat ini pemerintah sebagai lembaga eksekutif, lebih memikirkan terkait pemulihan pertumbuhan ekonomi yang ada pasca pandemi Covid-19 yang telah melanda Indonesia beberapa tahun ini.

“Banyak isu-isu krusial yang saat ini bisa dibahas pemerintah pusat, tentunya yang akan berimbas kepada pemerintah daerah, karena daerah hanya mengekor keputusan atau ketetapan pemerintah pusat. Seperti contohnya, saat ditetapkan dan dicabutnya harga eceran tertunggi (HET) minyak goreng. Sangat jelas sekali dampaknya untuk daerah, padahal pusat yang menetapkan,” bebernya.

Tambahnya, selain isu kelangkaan minyak goreng curah dan tingginya harga minyak goreng kemasan yang dicabut HET nya, saat ini diwarnai kembali dengan penetapan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax, yang tidak diimbangi dengan ketrsediaan stok BBM jenis pertalte.

“Belum lagi usai masalah kelangkaan minyak goreng, saat ini diramaikan kemabali dengan kenaikan harga pertamax. Pastinya akan berdampak kepada stabilitas harga-harga dipasaran. Meskipun Pertamina berdalih telah mencukupkan ketersediaan pertalite di SPBU, namun kepanikan masyarakat disini terjadi. Akibatnya, masyarakat secara bersamaan melakukan pembelian pertalite, sehingga menyebabkan seoalh pertalite itu kosong,” jelasnya.

Karena masyarakat sudah trauma terhadap kejadian sebelumnya, disaat BBM pertalite dinaikan harganya lalu BBM premium dikurangi stoknya.

“Kan sudah pernah terjadi, saat itu harga pertalite naik, stok premium dikurangi, bahkan hingga saat ini sudah tidak tersedia lagi di SPBU. Atas dasar tersebut, pastinya masyarakat menilai, adanya bentuk pemaksaan yang dilakukan pemerintah agar masyarakat membeli pertamax,” paparnya.

Saat disinggung pandangan serta solusi terkait hal tersebut, politikus yang berdarah minang tersebut mengatakan, sudah saatnya pemerintah sekarang ini mengambil langkah konkrit dan tegas untuk menyelsaikan persoalan yang terjadi. Jangan biarkan bola panas ini semakin melebar, sehingga membuat chaos di berbagai daerah-daerah.

“Saya yakin masyarakat tidak butuh jawaban yang dilayangkan presiden terkait isu 3 periode. Karena sudah terlanjur dikeluarkan statement oleh para Menterinya terkait rencana penundaan pemilu. Saat ini justru yang dibutuhkan solusi nyata, mulai dari pengendalian stok maupun harga komoditas, termasuk juga minyak goreng. Serta jaminan ketersediaan stok BBM pertalite di SPBU dan juga kejelasan tentang BBM premium. Jika memang dihapuskan keberadaan BBM premium, kenapa tidak diumumkan ke masyarakat. Jangan hanya petugas SPBU yang dikedepankan untuk memberikan informasi BBM premium kosong, tapi tidak ada kejelasan dari pemerintah terkait penghapusan BBM jenis premium,” pungkasnya. (Ardan/Wan/Mbi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Jabar Apresiasi Produk Inovasi UMKM

    DPRD Jabar Apresiasi Produk Inovasi UMKM

    • calendar_month Senin, 3 Apr 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Bandung – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Dr. Hj Ineu Purwadewi Sundari, S.Sos., MM hadiri acara Ngabuburit di Alun-alun Sumedang, Senin 03 April 2023. Turut hadir mendampingi, Anggota DPRD Kabupaten Sumedang, Asep Roni, bersama-sama membagikan takjil gratis pada para pengunjung. Ineu Purwadewi mengapresiasi acara Ngabuburit di Alun-alun Sumedang yang menyajikan dan menampilkan produk-produk unggulan UMKM […]

  • Peringati HTTS Di Masa Pandemi Covid-19,  Masyarakat Perlu Tahu Hubungan Antara Rokok Dengan Coronavirus

    Peringati HTTS Di Masa Pandemi Covid-19, Masyarakat Perlu Tahu Hubungan Antara Rokok Dengan Coronavirus

    • calendar_month Rabu, 26 Mei 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    BANDUNG, Memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) pada 31 Mei mendatang, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung akan gencar menyosialisasikan Perda Nomor 10 Tahun 2021 tentang KTR (Kawasan Tanpa Rokok). kepala Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Kota Bandung, Nilla Avianty mengungkapkan, peringatan HTTS di masa pandemi sangatlah penting. Masyarakat perlu mengetahui hubungan antara rokok dengan […]

  • Kepala imigrasi Palu: Kerja Nyata Itu Nomor Satu

    Kepala imigrasi Palu: Kerja Nyata Itu Nomor Satu

    • calendar_month Jumat, 10 Mei 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 215
    • 0Komentar

    PALU, BEDAnews – Kerja nyata itu merupakan tanggung jawab seorang pemimpin dimana pun ditempatkan dan itu akan terlihat dengan jelas walau tidak harus menonjolkan diri. Sebagai abdi negara, anjuran taat kepada pemerintah dan siap mendukung serta mensukseskan program kerja pemerintah itu merupakan satu keharusan. ‘Termasuk dalam penempatan kerja, karena kita ingin memberikan yang terbaik dalam […]

  • Gelar Rakor Internal, Bappeda Kota Sukabumi Bahas RPJPD, RPJMD dan Renstra

    Gelar Rakor Internal, Bappeda Kota Sukabumi Bahas RPJPD, RPJMD dan Renstra

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Setelah selesainya penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan akan dimulainya proses penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Renstra perangkat Daerah. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, melakukan rapat koordinasi (rakor) internal, terkait persiapan penyusunan dokumen RPJMD dan renstra 2025-2029. Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Asep Sehendrawan, mengatkan, rakor internal ini […]

  • DPRD Kota Bandung Umumkan Perubahan AKD dari Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi PKS di Rapat Paripurna

    DPRD Kota Bandung Umumkan Perubahan AKD dari Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi PKS di Rapat Paripurna

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Rapat paripurna mengumumkan perubahan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, pada Selasa, 7 Oktober 2025. Yang pertama dari Fraksi PDI Perjuangan, Andri Gunawan, S.Ak., S.M., menjadi Anggota Badan Musyawarah dan Anggota Badan Anggaran. Selanjutnya, H. […]

  • Di Tengah Sorotan Publik, Pendeta Brian Siwarta Hadapi Gugatan Cerai dari Istri

    Di Tengah Sorotan Publik, Pendeta Brian Siwarta Hadapi Gugatan Cerai dari Istri

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 368
    • 0Komentar

    JAKARTA,Mbinews  – Rumah tangga Pendeta Brian Siwarta dan Rafaela Rahardja dikabarkan tengah berada di ujung tanduk. Rafaela Rahardja telah resmi mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya ke Pengadilan Negeri Tangerang, dengan sidang perdana dijadwalkan berlangsung pada 23 Juni 2026. Kabar keretakan rumah tangga pasangan tersebut sebelumnya menjadi perhatian publik setelah muncul sejumlah unggahan bernada emosional di […]

expand_less