Breaking News
Trending Tags

Jelang Disahkan, GMNI Bogor Kaji RUU Pertanahan Bersama Mahasiswa

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 5 Sep 2019
  • visibility 61
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BOGOR, MBInews.id — Rabu malam (04/09/2019) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Dewan Pimpinan Cabang Bogor melakukan kajian serius terkait RUU Pertanahan bersama koalisi Mahasiswa Bogor.
Sebagaimana diketahui bahwa RUUP direncanakan akan disahkan pada tanggal 24 September 2019 yang bertepatan dengan hari tani. 24 September dipilih menjadi hari tani karena bertepatan dengan lahirnya UUPA 1960.
“Hari tani nanti akan disambut dengan musibah yang amat luar biasa yaitu pengesahan RUUP yang akan jauh dari kepentingan rakyat,” kata Eko Cahyono selaku pemantik Diskusi.
Hari tani tahun ini di anggap akan menjauhkan masyarakat dan negara dari para petani dan pertanian Indonesia. Dan berupaya mengabaikan falsafah pertanian.
“Hari tani seharusnya diperingati untuk bagaimana negara dan masyarakat kembali kepada falsafah hidup petani dan pertaniannya. Namun untuk tahun ini kita harus waspada karena hari tani akan disambut oleh pengesahan RUUP yang menjauhkan petani dan pertanian dari masyarakat dan Negara,” ujar Syamsudin dari KPA.
GMNI Bogor menilai bahwa RUUP sebenarnya telah melanggengkan sistem kekuasaan kolonial dan pemodal besar. Hal itu terlihat dari pasal per pasalnya yang tidak ada batasan maksimum penguasaan lahan dan menguatkan kekuasaan para pemodal untuk mengakumulasi lahan di Indonesia.
“RUUP sebenarnya memuat kepentingan para pemodal besar agar dan menggelar karpet merah kepada investor dengan menjadi legitimator proyek-proyek besar,” ujar Fera sebagai Ketua Cabang GMNI Bogor.
GMNI Cabang Bogor menganggap RUUP berusaha menjauhi UUPA. Karena pasal per pasalnya dirasa tidak menjawab persoalan agraria di Indonesia.
“RUU Pertanahan seharusnya menjawab 5 pokok krisis agraria, yakni: (1) Ketimpangan struktur agraria yang tajam; (2) Maraknya konflik agraria struktural; (3) Kerusakan ekologis yang meluas; (4) Laju cepat alih fungsi tanah pertanian ke non-pertanian; dan (5) Kemiskinan akibat struktur agraria yang menindas. Namun nyatanya tidak sama sekali menjawab itu, bahkan melanggengkan masalah itu,” ujar Ramdani Sekretaris GMNI Bogor.
Diskusi pembahasan RUUP yang diselenggarakan GMNI Bogor ini memunculkan sebuah thesis bahwa RUUP sama sekali tidak mengatur keadilan agraria.
“RUUP tidak membahas batas maksimum penguasaan lahan, hal ini tentu akan menjadi angin segar untuk para pemodal menguasai lahan Indonesia dan akan berakibat ketimpangan Penguasaan lahan di Indonesia semakin tajam,” ujar Fiki Aktivis Kampus IPB University.
Dengan demikian, hasil dari pembedahan RUUP ini memunculkan sebuah sikap GMNI Cabang Bogor bersama Koalisi Mahasiswa Bogor untuk menolak RUUP. Berikut wujud sikap Penolakan GMNI Bogor terhadap RUU Pertanahan:

  1. Mendesak DPR RI untuk tidak mengesahkan RUUP
  2. Mendesak Pemerintah untuk melaksanakan mandat UUPA 1960, khususnya batas minimum dan maksimum penguasaan tanah.
  3. Mendesak Pemerintah untuk menyelesaikan konflik agraria struktural secara serius dengan mengoreksi proyek-priloyek pembangunan penyebab konflik.
  4. Mendesak DPR untuk serius melayani kepentingan rakyat sebagai basis konstituennya di atas kepentingan partai, pengusaha dan pemodal besar.
  5. Mendesak Pemerintah mengevaluasi kebijakan RA sekarang yg menjauh dari mandat UUPA 1960 utk RA Sejati
  6. Mengajak para akademisi, Organisasi Mahasiswa, Kepemudaan, NGO untuk terlibat aktif dalam kampanye penolakan RUUP.
  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Genjot Pendapatan, 20 Tempat Parkir Elektronik Dioptimalisasi

    Genjot Pendapatan, 20 Tempat Parkir Elektronik Dioptimalisasi

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Sebanyak 20 Tempat Parkir Elektronik (TPE) dioptimalisasi di 4 ruas jalan Kota Bandung, Senin 30 Mei 2022. Optimalisasi yang berlangsung di Jalan Banceuy, Cikapundung, Suniaraja, dan Jalan Alkateri ini bertujuan menggenjot pendapatan daerah Kota Bandung. Sebelumnya, optimalisasi TPE di Jalan Braga pada 27-29 Mei 2022 sukses meningkatkan 50 persen pendapatan daerah melalui […]

  • Menuju Rakerda DPD Partai Golkar Kota Sukabumi, Tiga Hal Utama Menjadi Bahasan Inti

    Menuju Rakerda DPD Partai Golkar Kota Sukabumi, Tiga Hal Utama Menjadi Bahasan Inti

    • calendar_month Minggu, 11 Sep 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Sukabumi, jona Arizona mengatakan bahwa pada tahun 2022 ini akan dilaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda). Menurutnya, hal tersebut mengacu kepada kebijakan partai terkait kewajiban penyelenggaraan rakerda dalam satu masa kepengurusan, Minggu (11/09). Dijumpai di ruangannya, Ketua DPD Partai Golkar Kota Sukabumi yang juga menjabat […]

  • Kecamatan Sukasari Dukung Gerakan Kang Pisman Dan Drumpori

    Kecamatan Sukasari Dukung Gerakan Kang Pisman Dan Drumpori

    • calendar_month Jumat, 26 Jul 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota Bandung memiliki beberapa program terkait kebersihan dan lingkungan hidup, di antaranya Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, dan manfaatkan Sampah). Selain itu, dalam upaya pencegahan banjir dampak dari musim penghujan, Pemkot Bandung juga sudah memiliki solusi yakni pembuatan drumpori. Seluruh wilayah turut mengaplikasikan program ini termasuk, Kecamatan Sukasari. Pada hari Jumat (26/7/2019), […]

  • Antisipasi Tawuran Pelajar, Wali Kota Kumpulkan Kepala Sekolah tingkat SD dan SMP se-Kota Sukabumi

    Antisipasi Tawuran Pelajar, Wali Kota Kumpulkan Kepala Sekolah tingkat SD dan SMP se-Kota Sukabumi

    • calendar_month Senin, 27 Mar 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Ratusan kepala sekolah pada tingkat Sekolah Dasar (SD) dan juga Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau yang sederajat baik negeri maupun swasta, dikumpulkan langsung untuk mengikuti kegiatan rapat konsolidasi antisipasi kenakalan pelajar di Kota Sukabumi, Senin (27/03). Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi memimpin langsung kegiatan rapat yang digelar di Aula Dinas Pendidikan dan […]

  • FPD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Ini Pesan Penjabat Walikota

    FPD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Ini Pesan Penjabat Walikota

    • calendar_month Senin, 26 Feb 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi menggelar kegiatan Forum Perangkat Daerah (FPD) untuk rencana kerja tahun 2025. Dalam kegiatan tersebut, dibuka langsung oleh Penjabat (Pj) Walikota Sukabumi, Kusmana Hartadji, Senin (26/02). Dalam keterangannya, kang Tutus sapaan akrab Pj Walikota Sukabumi menyebutkan bahwa, pembangunan bidang pendidikan bukan hanya tugas disdik semata, melainkan […]

  • Raperda Penyusunan Propemperda Tentukan Masa Kerja Pansus

    Raperda Penyusunan Propemperda Tentukan Masa Kerja Pansus

    • calendar_month Kamis, 16 Feb 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    BANDUNG, — Pansus 6 DPRD Kota Bandung melakukan rapat membahas Raperda tentang Tata Cara Penyusunan Program Pembentukan Peraturan Daerah, di Ruang Rapat Bapemperda, Kamis, (16/2/2023). Rapat digelar secara langsung juga melalui teleconference. Rapat dipimpin langsung Ketua Pansus 6 DPRD Kota Bandung, Dudy Himawan, S.H., dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Hadir Anggota Pansus 6 DPRD Kota […]

expand_less