Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Kang Asmul, Inklusivitas Bukan Sekadar Pilihan Melainkan Keharusan

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • visibility 145
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kamis, 8 Januari 2026

*KET FOTO:* Ketua DPRD Kota Bandung, H. Asep Mulyadi, S.H., menghadiri Festival Hari Disabilitas Internasional Tahun 2025, di Aula Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, Kamis, 8 Januari 2026. Fauzi/Humpro DPRD Kota Bandung.

BANDUNG, Mbinews —  Ketua DPRD Kota Bandung, H. Asep Mulyadi, S.H., menegaskan komitmen Kota Bandung sebagai kota yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Festival Hari Disabilitas Internasional Tahun 2025 bertajuk “Mendorong Masyarakat Insklusif Bagi Penyandang Disabilitas Untuk Memajukan Kemajuan Sosial”, yang diselenggarakan oleh organisasi komunitas Bandung Independent Living Center (Bilic), di Aula Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, Kamis, 8 Januari 2026.

Ketua DPRD Kota Bandung yang akrab disapa Kang Asmul tersebut menyampaikan apresiasi atas konsistensi Bilic yang telah lebih dari dua dekade berkiprah dan mendedikasikan diri pada isu-isu disabilitas di Kota Bandung.

“Alhamdulillah, hari ini Bilic, salah satu organisasi yang telah lebih dari 20 tahun konsisten memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas, menyelenggarakan Festival Hari Disabilitas Internasional 2025. Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi tersebut,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kang Asmul menuturkan, dukungan dan perhatian yang diberikan Pemerintah Kecamatan Rancasari terhadap kegiatan tersebut menjadi wujud nyata bahwa Kota Bandung berkomitmen menjadi kota yang inklusif, kota yang memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat tanpa terkecuali, termasuk penyandang disabilitas.

Terlebih, Kang Asmul menjelaskan, Kota Bandung terus menunjukkan keberpihakannya terhadap masyarakat disabilitas, salah satunya dengan dimilikinya Peraturan Daerah No.15 Tahun 2019 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas yang perlu diimplementasikan secara menyeluruh.

“Perda Disabilitas kita sudah ada, kebetulan saya diberi amanah untuk memimpin pembentukan Perda ini. Harapan kami di DPRD, Pemerintah Kota Bandung segera melaksanakan dan mewujudkan amanat perda tersebut. Perhatian terhadap penyandang disabilitas bukan hanya tugas Dinas Sosial, tetapi menjadi tanggung jawab bersama dari seluruh OPD di Pemerintah Kota Bandung,” ucapnya.

Menurut dia, prinsip inklusivitas harus diterapkan lintas sektor, mulai dari bidang olahraga, perhubungan, pembangunan, pelayanan administrasi, transportasi publik, infrastruktur jalan, hingga pemenuhan akses pendidikan dan kesehatan yang ramah disabilitas.

Kang Asmul menambahkan, meskipun regulasi sudah tersedia, namun implementasi Perda Disabilitas masih perlu terus diperkuat melalui peraturan teknis, kebijakan turunan, serta pengawasan yang berkelanjutan.

Sehingga semua sektor harus memastikan bahwa layanan publik benar-benar dapat diakses secara adil dan setara oleh penyandang disabilitas. Di mana prinsip inklusivitas harus menjadi arus utama dalam setiap kebijakan dan pelayanan publik dari Pemerintah Kota Bandung.

“Secara jujur saya sampaikan, saya belum sepenuhnya puas dengan implementasi Perda tersebut. Karena itu DPRD, melalui fungsi pengawasan, akan terus memastikan pemerintah daerah menjalankan kewajibannya dalam memberikan pelayanan yang inklusif di seluruh layanan publik,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa inklusivitas bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan, serta mengajak seluruh pihak untuk menjadikan peringatan Hari Disabilitas Internasional sebagai momentum memperkuat kolaborasi dan kepedulian bersama.

“Ini adalah perayaan atas keberagaman, ketangguhan, dan kreativitas. Mari kita pastikan pelayanan publik di Kota Bandung dilakukan dengan empati, keikhlasan, dan penghormatan terhadap martabat seluruh warga,” tuturnya

Ia pun berharap Kecamatan Rancasari dapat menjadi contoh kecamatan ramah disabilitas di Kota Bandung, agar penyandang disabilitas di Kota Bandung terus bersemangat dan percaya bahwa pemerintah daerah bersama DPRD akan terus memperjuangkan hak-hak mereka secara berkelanjutan.

“Mudah-mudahan Kecamatan Rancasari dapat kita dorong bersama menjadi kecamatan ramah disabilitas, sehingga pelayanan publik tidak hanya dirasakan oleh warga nondisabilitas, tetapi juga oleh penyandang disabilitas dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • JPO  Alih Fungsi jadi JPR, Penataan Reklame di Kota Bandung tidak Berdasarkan Analisa

    JPO Alih Fungsi jadi JPR, Penataan Reklame di Kota Bandung tidak Berdasarkan Analisa

    • calendar_month Jumat, 4 Nov 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Menjelang masa akhitr jabatan Wali Kota Bandung Yana Mulyana masih menyisakan sejumlah persoalan termasuk penataan dan penertiban reklame baik yang tidak berijin maupun yang masa ijinnya sudah tidak berlaku lagi. Alih fungsi jembatan penyeberangan orang (JPO) menjadi jembatan Penyangga Reklame (JPR) luput dari pantauan dan hingga saat ini masih berdiri tegak meski […]

  • Pointer Press Conference Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung

    Pointer Press Conference Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung

    • calendar_month Jumat, 4 Des 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Hasil penilaian pusat kemudian kita melakukan self assesment, Kota Bandung saat ini berada pada zona resiko tinggi (merah) dengan indikator skor sebesar 1.7. Tentunya kita harus terus ingatkan kepada masyarakat bahwa menjaga protokol kesehatan adalah sebuah keniscayaan yang harus terus dilakukan dengan disiplin yang tinggi. Menurut data yang dimiliki Gugus Tugas Covid […]

  • Tingkatkan Pengunjung,  Pemkot Bandung Bakal Promosikan Dan Melatih PKL Cicadas

    Tingkatkan Pengunjung, Pemkot Bandung Bakal Promosikan Dan Melatih PKL Cicadas

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    MBInews.id, Bandung – Setelah penataan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bakal terus mendampingi para Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Cicadas. Pemkot Bandung akan membantu promosi kawasan tersebut agar dapat meningkatkan pengunjung. “Tentu akan kita bantu promosikan kawasan ini. Karena ini bisa menjadi destinasi wisata baru Kota Bandung,” ujar Pelaksana Harian Wali Kota Bandung, Yana Mulyana […]

  • PJU Dan Air Paling Banyak  Diadukan Oleh Masyarakat Lewat “e-Lapor” Kota Sukabumi

    PJU Dan Air Paling Banyak Diadukan Oleh Masyarakat Lewat “e-Lapor” Kota Sukabumi

    • calendar_month Senin, 16 Des 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 126
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Sepanjang periode Januari hingga November, jumlah pengaduan masyarakat lewat laporan elektronik (e-Lapor) di Kota Sukabumi mencapai 88 aduan. Dari jumlah tersebut, permasalahan ketersediaan air dan Penerangan jalan Umum (PJU) paling banyak diadukan oleh masyarakat.”Iya dari jumlah 88 pengaduan selama periode januari sampai november 2019, masyarakat banyak yang adukan masalah air dan PJU,”ujar […]

  • Jelang Ramadan, Stok Kebutuhan Pokok di Kota Bandung Aman

    Jelang Ramadan, Stok Kebutuhan Pokok di Kota Bandung Aman

    • calendar_month Selasa, 22 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan stok kebutuhan pokok di Kota Bandung aman jelang Ramadan tahun ini. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Elly Wasliah. Terkait kenaikan di beberapa komoditas, Elly menyebut hal tersebut masih dalam batas wajar. Adapun beberapa komoditas yang mengalami kenaikan antara lain daging sapi […]

  • PT Pos Indonesia Raih Penghargaan Brand Strength Dan Social Economy Contribution

    PT Pos Indonesia Raih Penghargaan Brand Strength Dan Social Economy Contribution

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 111
    • 0Komentar

    JAKARTA, PT Pos Indonesia (Persero) meraih penghargaan “Brand Srtengh, Social Economy Contribution” dari pagelaran BUMN Brand Award 2020 “Millenial’s Choice” yang diselenggarakan oleh Iconomics dan Radio Republik Indonesia (RRI) dengan predikat “Gold Winner”. Apresiasi kepada perusahaan BUMN ini merupakan tahun kedua Iconomics menggelar BUMN Brand Award. Berbeda dengan tahun sebelumnya, acara tahun ini digelar secara […]

expand_less