Breaking News
Trending Tags

Omnibus Law Cara Pemerintah Memanusiakan Manusia

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 14 Feb 2020
  • visibility 157
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, MBInews.id – Pemerintah terus berupaya dalam rancangan undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja bisa mengakomodir semua kepentingan rakyat khususnya para pekerja di seluruh Indonesia. Bahkan draf yang sudah disampaikan ke DPR untuk dibahas sudah melalui proses yang panjang walaupun masih ada pertentangan dari para Serikat Pekerja.

Hal ini terungkap dalam Indonesia Podcast Show 03 yang diadakan oleh PemudaFM.com dengan tema “Omnibus Law di Mata Generasi Milenial” di Beranda Kitchen, Jakarta Selatan, Jumat (14/02/2020).

Hadir sebagai pembicara, I Ktut Hadi Priatna, Kepala Biro Hukum, Persidangan dan Humas Kemenko Perekonomian, Amelia Diatri Tuangga Dewi, Kepala Subdirektorat Standarisasi dan Fasilitas Pengupahan, Kemenakertrans, Juru Bicara PSI, Mikhail Gorbachev, Wasekum PP FSP KEP SPSI, Afif Johan dan Pengamat Komunikasi Emrus Sihombing.

Dalam paparannya, I Ktut Hadi Priatna menjelaskan bahwa Omnibus Law adalah sebuah metode yang lumrah diterapkan saat ini di berbagai belahan dunia. Melalui Metode Omnibus Law, satu undang-undang dapat merubah atau merevisi banyak poin dari banyak undang-undang sekaligus.

Dia kemudian memperjelas bahwa Omnibus Law berfungsi untuk merevisi bukan mencabut undang-undang yang berlaku. Menurutnya, dengan metode ini perbaikan undang-undang dapat lebih mudah, lebih terarah dan cepat dilaksanakan. Ia juga menambahkan bahwa di Indonesia pun Omnibus Law ini sudah beberapa kali digunakan.

“Omnibus Law ini tidak hanya terkait Pekerja atau Ketenagakerjaan, namun juga terkait penyederhanaan Izin mendirikan usaha. Misalnya saja, salah satu point RUU ini yakni tentang bolehnya mendirikan PT Perseorangan, tidak harus Perseroan.,” ujar I Ktut.

I Ktut menambahkan pemerintah melalui RUU Cipta Kerja ini juga ingin mengangkat kesejahteraan para pekerja dan memastikan pemenuhan hak-haknya. Contoh lain adalah pada poin aturan yang terkait dengan mekanisme upah, dimana pekerja yang bekerja penuh waktu yakni selama 8 jam, harus diberikan upah harian atau bulanan, sedangkan yang bekerja paruh waktu diberikan upah per-jam.

“Ini merupakan RUU yang berkeadilan baik bagi pekerja maupun pengusaha. Adapun terkait penghapusan hukum pidana pada perusahaan pelanggar hukum, bukan berarti penghapusan secara keseluruhan. Melainkan, hanya beberapa pelanggaran saja yang tidak diberikan hukum pidana, karena bukan pelanggaran yang begitu besar. Sedangkan bagi pelanggaran besar, misalnya terkait pelanggaran hak pekerja ataupun kecelakan kerja yang dikarenakan kesalahan perusahaan, tentunya akan tetap ada hukum pidana,” tegasnya.

Sementara Amelia Diatri Tuangga Dewi memaparkan bahwa Omnibus Law ini merupakan semacam kompilasi dari banyak Undang-undang untuk mengatasi undang-undang yang tumpang tindih. Omnibus Law juga berangkat dari situasi perubahan cepat dunia saat ini yang harus direspon dengan cepat pula.

“Melalui Omnibus Law, mekanisme perubahan hukum dapat lebih cepat dilakukan. Misalnya saja, melalui RUU Cipta Kerja kita dapat memanusiakan manusia. RUU Cipta Kerja ini diperuntukan untuk menghadapi situasi dan kondisi kontemporer yang sudah tidak relevan lagi apabila dihadapkan dengan UU Ketenagakerjaan yang sudah berumur dua dekade.,” tegasnya.

Amelia juga menjelaskan bahwa Omnibus Law RUU Cipta Kerja tetap mengutamakan perlindungan dan kesejahteraan para pekerja. Adapun terkait pernyataan bahwa Omnibus Law RUU Cipta kerja ini tertutup dari publik, ia menanggapi bahwa hal ini bukan ditutup-tutupi, namun memang belum waktunya untuk dibuka ke publik karena masih pada tahap identifikasi masalah. “Ketika sudah rampung keseluruhan draftnya dan diberikan kepada DPR untuk dibahas, barulah draft RUU tersebut dapat dikritisi atau ditanggapi oleh publik melalui mekanisme yang berlaku,” paparnya.

Juru Bicara PSI Mikhael Gorbachev mengajak generasi milenial, tidak boleh langsung menolak atau menerima Omnibus Law ini. Perlu adanya kajian yang lebih dalam terkait persoalan ini. Gorba juga kembali mengingatkan bahwa Omnibus Law adalah metode dalam pembuatan hukum dan hal ini menurutnya menarik, karena dapat menyapu bersih banyak undang-undang yang kurang baik dengan hanya satu undang-undang baru.

Ia kemudian menambahkan bahwa sebagai generasi milenial, harus memantau, mengawasi dan apabila adanya indikasi keburukan, maka kita tentunya harus mengkritisi. “Baginya melalui metode Omnibus Law ini, generasi milenial lah yang harusnya paling diuntungkan, karena akan dimudahkan,” tegasnya.

Pengamat Komunikasi Emrus Sihombing mengungkapkan bahwa Omnibus Law ini revolusioner, dimana banyak undang-undang dapat dirubah atau dengan kata lain disederhanakan dengan satu undang-undang baru, sehingga dapat menutup peluang bagi para mafia untuk mengambil keuntungan.

Lebih jauh Omnibus Law ini akan berdampak pada kesejahteraan di berbagai bidang, baik ekonomi, politik maupun sosial. Omnibus Law juga seharusnya dimanfaatkan untuk permasalahan bangsa lainnya, misalnya toleransi beragama.

“Dalam proses penyusunannya Omnibus Law ini seharusnya melibatkan publik secara terbuka, misalnya untuk UU Cipta Kerja harus melibatkan organisasi Ketenagakerjaan, seperti Serikat Pekerja. Segala proses pembentukan kebijakan publik termasuk yang melalui Omnibus Law ini haruslah dilaksanakan bersama-sama rakyat, termasuk generasi milenial.,” ungkapnya

Menurutnya Omnibus Law ini tidak sekadar metode, melainkan juga proses pembentukan hukum yang sudah seharusnya melibatkan segala komponen masyarakat. Apalagi dengan banyaknya hukum yang saling tumpang tindih, Omnibus Law adalah solusi terbaiknya selama melibatkan masyarakat umum secara aktif.

“Omnibus Law ini baik secara ide, namun akan kesulitan dalam pelaksanannya. Oleh karena itu, sudah merupakan kewajiban bahwa Omnibus Law ini harus juga melalui kajian akademis yang mendalam, agar terhindar dari kepentingan politik atau perseorangan,” tegasnya.(*)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muscab IMM Sukabumi Harapkan Kader Idealis Bukan Pragmatis

    Muscab IMM Sukabumi Harapkan Kader Idealis Bukan Pragmatis

    • calendar_month Sabtu, 1 Mei 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Musyawarah Cabang Ikatan Mahasiswi Muhammadiyah Sukabumi Raya ke-13 di isi dengan diskusi refleksi arah gerak masa ke masa, Sabtu 1 Mei 2021 di gedung KNPI Kabupaten Sukabumi. Sejumlah demisioner ketua Umum IMM Cabang Sukabumi atau demisioner menyampaikan materi gagasan-gagasan dan harapan IMM Sukabumi Raya ke depan. “Alhamdulillah dalam diskusi ini ada 12 […]

  • Islah BPPKB dan Sapujagat, Proses Hukum Tetap Berjalan

    Islah BPPKB dan Sapujagat, Proses Hukum Tetap Berjalan

    • calendar_month Selasa, 3 Nov 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Kepolisian Resort Sukabumi Kota akan melanjutkan proses hukum terkait terjadinya bentrok antara Ormas BPPKB dan Sapujagat yang mengakibatkan empat orang mengalami luka parah akibat sayatan senjata sajam. Sebelumnya Ormas BPPKB dan Sapujagat mendeklarasikan perdamaian di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Senin (2/11/2020). Kesepakan damai tersebut dibuktikan dengan surat pernyataan yang ditandatangani oleh kedua pihak […]

  • Satpol PP Kota Bandung Siagakan 718 Petugas Pastikan Lebaran Aman Dan Nyaman

    Satpol PP Kota Bandung Siagakan 718 Petugas Pastikan Lebaran Aman Dan Nyaman

    • calendar_month Kamis, 28 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung siagakan sebanyak 718 petugas di daerah keramaian saat Hari Raya Idulfitri 1443 H. Menurut Sekretaris Satpol PP Kota Bandung, Slamet Agus Prayono, petugas Satpol PP akan berjaga di sejumlah titik keramaian, di antaranya di Alun-alun Bandung, Jalan Dalem Kaum dan Jalan Asia Afrika. “Kita […]

  • Kang Yana Optimis Pemuda Bisa Berinovasi dan Berkreasi Di Tengah Pedemi Covid-19

    Kang Yana Optimis Pemuda Bisa Berinovasi dan Berkreasi Di Tengah Pedemi Covid-19

    • calendar_month Senin, 28 Des 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    BANDUNG, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana optimis para pemuda Kota Bandung sebagai agen perubahan selalu berinovasi dan berkreasi di tengah pandemi Covid-19. Sehingga pemuda tetap bisa berkontribusi bagi pembangunan khususnya di Kota Bandung. Yana menyampaikan itu saat membuka Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bandung di DPD KNPI Jawa Barat, […]

  • Masih Ada Peluang Besar untuk para Eksportir ke Negara Jepang, Yordania dan Arab Saudi

    Masih Ada Peluang Besar untuk para Eksportir ke Negara Jepang, Yordania dan Arab Saudi

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 134
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Perusahaan asal Kota Bandung, PT Cresco Indonesia, mengekspor produknya ke Jepang dengan nilai produk sebesar Rp400 juta. Acara pelepasan ekspor produk Bandung ke Jepang ini dihadiri langsung oleh Anggota Komisi II DPRD Kota Bandung, Siti Marfuah, S.S., S.Pd, M.Pd., Wakil Wali Kota Bandung, H. Erwin, serta Plt Kepala Disdagin Kota Bandung, Rony […]

  • Kejuaraan Balap Motor Walikota Cup 2023 Siap Digelar, Ketua IMI Kota Sukabumi: Antusias Masyarakat Pecinta Otomotif Cukup Tinggi

    Kejuaraan Balap Motor Walikota Cup 2023 Siap Digelar, Ketua IMI Kota Sukabumi: Antusias Masyarakat Pecinta Otomotif Cukup Tinggi

    • calendar_month Selasa, 21 Nov 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 99
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Sempat vakum beberapa tahun kegiatan olahraga balap di Kota Sukabumi, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Sukabumi resmi menggelar kejuaraan balap motor Walikota Cup 2023. Ketua IMI Kota Sukabumi, Hendry Iman mengatakan, dalam ajang kejuaraan bergengsi yang akan digelar pada tangal 25 dan 26 November 2023 nanti, bisa mengobati rasa rindu para road […]

expand_less