Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Pemkot Bandung Prioritaskan Honorer Kategori II Jadi P3K

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 28 Sep 2022
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah mempersiapkan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK atau P3K) dari tenaga honorer kategori II (K2).

Tenaga honorer K2 adalah tenaga honorer yang sudah melewati pendataan pemerintah pada tahun 2010 dan seharusnya diangkat melalui seleksi PPPK pada 2018-2019. Namun, sampai saat ini masih ada sejumlah tenaga honorer K2 yang belum diangkat menjadi ASN.

Kepala BKPSDM Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa menyampaikan, berdasarkan PP Nomor 49 tahun 2018, lima tahun setelah PP 49 terbit, maka di lingkungan pemerintahan untuk pekerjaan ASN tidak boleh lagi dikerjakan oleh selain ASN.

“Artinya hanya boleh untuk ASN dan PPPK. Disebutkan juga tidak boleh pejabat pembina kepegawaian (PPK) melantik atau mengangkat pegawai-pegawai non-ASN,” ujar Adi, Rabu, 28 September 2022.

Ia menjelaskan, melalui surat edaran dari Menpan RB di awal tahun ini pada bulan Mei, batas waktu PP ini sampai dengan 2023. Maka, sejak saat itu Pemkot Bandung mulai memetakan jumlah non-ASN di Kota Bandung.

“Sudah dipetakan juga non-ASN yang mengerjakan pekerjaan ASN ada berapa orang. Jumlah non-ASN yang mengerjakan pekerjaan non-ASN. Serta jumlah non-ASN yang sudah tergabung dalam outsourcing,” jelasnya.

Lalu, ia menambahkan, belakangan ini muncul lagi surat edaran baru dari Menpan RB. Pemerintah pusat meminta kepada pemerintah daerah untuk melakukan pendataan ulang seluruh non-ASN.

“Termasuk didata tenaga honorer yang kemungkinannya bisa menjadi PPPK dengan berbagai kriteria. Salah satunya, jika dia sampai Desember 2021 sudah 1 tahun bekerja di pemerintahan,” paparnya.

Tenaga honorer tersebut juga terbukti mendapatkan perintah kerja dari unit organisasinya. Namun, ia mengaku jika tak semua tenaga honorer bisa diangkat menjadi PPPK. Kemungkinan besar honorer K2 yang akan menjadi prioritas.

“Di lapangan juga beredar, kalau para honorer yang sudah melakukan pendataan akan langsung diangkat jadi PPPK. Tidak betul berita itu,” ungkapnya.

“Karena menjadi PPPK itu harus tes dulu. Sama sulitnya menjadi PNS. Walaupun bedanya PPPK itu memang sudah teknis,” lanjutnya.

Dari pendataan tersebut, jika sudah sesuai, maka diinput oleh BKPSDM dari NIK. Setelah diinput, data tersebut dikembalikan lagi ke perangkat daerah. Para pegawai non-ASN pun melengkapi kembali lampiran-lampirannya.

“Kekhawatiran di lapangan jika ada yang tidak pernah kerja tapi berkasnya ada, itu sangat kecil kemungkinan terjadi karena proses checking dan recheckingnya seperti ini,” akunya.

Sampai saat ini, data tenaga honorer yang sudah diajukan dari seluruh perangkat daerah berjumlah di atas 4.000 orang.

“Sekarang teman-teman non-ASN sedang proses masuk lampiran. Batas waktunya sampai 30 September,” tuturnya.

“Langsung dari pusat yang mengecek. Nanti mereka akan menginfokan ke kita, Pemkot Bandung butuh sekian kuota
Sebab, jumlah kuota per daerah ditentukan dari Kemenpan RB,” imbuhnya.

Adi mengatakan, tenaga non-ASN yang paling diprioritaskan untuk pengangkatan PPPK kali ini adalah tenaga honorer di bidang pendidikan dan kesehatan.

“Walaupun di bidang lain juga mendapatkan porsi. Kalaupun tidak masuk ke dalam pendataan untuk bisa masuk jadi ASN, model polanya akan masuk ke outsourcing,” katanya.

Para PPPK juga akan dievaluasi tiap tahunnya. Walaupun sudah dikontrak selama lima tahun, tapi jika di tahun pertama terlihat kinerjanya kurang baik, bisa dikenakan hukuman disiplin.

“Kalau kinerjanya sudah bagus, kontrak para PPPK ini akan diperpanjang,” ucapnya. (din-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diskominfo Kota Bandung  Pasang 500 CCTV Dan Terkoneksi Ke BCC

    Diskominfo Kota Bandung Pasang 500 CCTV Dan Terkoneksi Ke BCC

    • calendar_month Selasa, 13 Agt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 6
    • 0Komentar

    MBInews.id, Bandung – Pemerintah Kota Bandung saat ini memiliki sekitar 500 Closed Circuit Television (CCTV). Seluruh CCTV tersebut telah terkoneksi ke Bandung Command Center (BCC). Anton mengungkapkan, Diskominfo sebegai penggagas Bandung Command Center (BCC) pun memiliki tugas untuk memonitor keadaan Kota Bandung dengan menggunakan Closed Circuit Television (CCTV). “Hampir 500 CCTV berada di Kota Bandung, […]

  • Dampak Pademi Covid-19, PWI Jaya Peduli Salurkan Sembako Ke Masyarakat Kecil

    Dampak Pademi Covid-19, PWI Jaya Peduli Salurkan Sembako Ke Masyarakat Kecil

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 4
    • 0Komentar

    JAKARTA, MBInews.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DKI Jakarta melalui lembaga sosialnya, PWI Jaya Peduli turut berempati dan prihatin atas dampak negatif pandemi virus terhadap kondisi ekonomi masyarakat kecil. Salah satu bentuk kepedulian PWI Jaya Peduli ditunjukkan dengan menyalurkan bantuan sembako. Bantuan sembako ini diharapkan dapat membantu meringankan warga dan pihak yang membutuhkan di tengah […]

  • Warga Diminta Segera Lengkapi Dokumen Kependudukan, Layanan Tersedia di Banyak Titik

    Warga Diminta Segera Lengkapi Dokumen Kependudukan, Layanan Tersedia di Banyak Titik

    • calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews –Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menegaskan, seluruh pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) di Kota Bandung sudah semakin cepat dan diberikan secara gratis tanpa pungutan biaya. Hal tersebut ia sampaikan usai meninjau Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung, Jumat 11 April 2025. “Saya sangat mengapresiasi pelayanan adminduk di Kota Bandung saat ini. […]

  • Dukung Pemenuhan Komoditas Sapi Potong Di Jabar, Bank Bjb Gelar Business Matching Dengan Petani Milenial

    Dukung Pemenuhan Komoditas Sapi Potong Di Jabar, Bank Bjb Gelar Business Matching Dengan Petani Milenial

    • calendar_month Senin, 1 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    SUMEDANG, Mbinews.id – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Jafar Ismail, menyampaikan bahwa Jabar saat ini harus mampu menjawab tantangan bidang peternakan sapi potong. Hal tersebut ia sampaikan karena dengan jumlah penduduk Jabar lebih dari 50 juta jiwa dan konsumsi sapi potong 205 ribu ton per tahun, ternyata hanya 25 ribu ton […]

  • Menghadiri Pelatihan Pelaku Wisata, Fahmi Berharap Kota Sukabumi Bisa Menjadi Salah Satu Bagian di Jawa Barat, Dalam Meningkatkan Ekonomi Berbasiskan Wisata

    Menghadiri Pelatihan Pelaku Wisata, Fahmi Berharap Kota Sukabumi Bisa Menjadi Salah Satu Bagian di Jawa Barat, Dalam Meningkatkan Ekonomi Berbasiskan Wisata

    • calendar_month Selasa, 22 Jun 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id– Sebanyak 40 orang pelaku wisata di Kota Sukabumi, mendapatkan pelatihan dari Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi. Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Walikota Sukabumi Achmad Fahmi di salah satu Hotel kawasan Suryakencana Kota Sukabumi. Selasa, (22/6/2021). Fahmi dalam sambutanya mengungkapkan, bahwa keberhasilan pariwisata di Kota Sukabumi ditentukan berbagai faktor seperti daya […]

  • Rela Mundur Jadi Ketua DPRD Kab Sukabumi, Jika Partai Gerindra “Restui” Yuda Siap Maju Di Pilkada 2020

    Rela Mundur Jadi Ketua DPRD Kab Sukabumi, Jika Partai Gerindra “Restui” Yuda Siap Maju Di Pilkada 2020

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 4
    • 0Komentar

    SUKABUMi, MBInews.id – Ketua DPC Gerindra Kabupaten Sukabumi Yuda Sukmagara siap melepas jabatan dirinya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi. “Saya pribadi mendaftarkan diri menjadi bakal Calon Bupati Sukabumi 2020, selaku kader partai. Jika partai menunjuk saya, maka saya siap mundur dari jabatan ketua DPRD” ujarnya, Rabu (15/01/2020) malam. Yuda mengatakan, dirinya rela memundurkan diri dari […]

expand_less