Breaking News
Trending Tags

Provinsi Jabar Beli Ventilator Produksi PT.DI & PT Pindad

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2020
  • visibility 51
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil memastikan, kebutuhan ventilator untuk 105 rumah sakit (RS) rujukan COVID-19 di Jabar akan terpenuhi setelah Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar membeli ventilator produksi PT Dirgantara Indonesia (DI) dan PT Pindad.

Adapun ventilator produksi PT DI (Persero) dan PT Pindad telah dikonfirmasi lulus uji produk dari Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan RI.

“Insyaallah kebutuhan ventilator untuk Jawa Barat aman terkendali,” kata Ridwan Kamil usai meninjau prototipe ventilator di hanggar PT DI, Kota Bandung, Jumat (24/4/20).

Ventilator portabel yang diberi nama Vent-I (Ventilator Indonesia) itu merupakan kerja sama PT DI dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan setelah lulus uji produk dan klinis mampu diproduksi sebanyak 500 unit per minggu. Ventilator jenis ini ditujukan bagi pasien yang sakit, tetapi masih mampu bernapas sendiri.

Sementara ventilator produksi PT Pindad yang mampu diproduksi sebanyak 40 unit per hari akan digunakan bagi pasien yang kesulitan bernapas.

“Kalau lancar segala rupanya, ini (Vent-I) bisa diproduksi minimum 500 unit per minggu atau sekitar 2.000 per bulan, perizinan juga sudah diproses dan lancar, termasuk tadi (produk)di PT Pindad yang fokus pada ventilator untuk yang susah bernapas, inilah kebersamaan BUMN,” ujar Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil.

Kang Emil pun menuturkan, ke-105 rumah sakit rujukan COVID-19 di Jabar ini akan mendapatkan minimal satu ventilator tambahan. Khusus untuk rumah sakit yang menangani pasien yang susah bernapas secara spontan atau gagal nafas, Kang Emil berujar rumah sakit tersebut mendapatkan empat sampai lima unit ventilator.

“Kalau kita pilah lagi ada sekitar 50 rumah sakit yang membutuhkan ventilator khusus untuk pasien yang susah bernapas secara spontan atau sudah mengalami gagal napas. Per rumah sakit (itu) rata-rata dapat empat sampai lima unit, jadi (total) sekitar 250-an unit (untuk rumah sakit khusus tersebut),” tutur Kang Emil.

Kang Emil berharap, tak hanya untuk Jabar, kebutuhan ventilator di seluruh Indonesia pun bisa terpenuhi oleh produk buatan lokal yang sudah teruji kelaikan klinis dan standar keamanan juga keselamatan.

“Inilah kekuatan di Indonesia, di Jabar, khususnya industri-industrinya luar biasa, dengan kebersamaan kita akan menang melawan COVID-19,” ujar Kang Emil.

Sementara itu, Direktur Operasional PT DI M. Ridlo Akbar menjelaskan, PT DI ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan untuk industrialisasi alat kesehatan khususnya ventilator. Saat ini pihaknya tengah fokus menyiapkan fasilitas lini produksinya kemudian melakukan reverse engineering untuk komponen yang tidak tersedia di dalam negeri. Dengan begitu, diharapkan ketika izin produksi ventilator ini terbit untuk proses industrialnya, maka PT DI akan langsung mengejar target produksi 500 unit per minggu.

“Kalau dari schedule awal itu targetnya di minggu pertama Mei, karena sekarang kita masuk uji klinis setalah itu kita mulai produksinya,” terang Ridlo.

Pihaknya pun menargetkan ventilator produksi PT DI ini akan difokuskan untuk pemenuhan kebutuhan di wilayah Bandung pada tahap awal. Berikutnya ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan Jabar, Indonesia, bahkan luar negeri atau ekspor.

Adapun Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose mengatakan, pihaknya sanggup memproduksi ventilator sebanyak 40 unit per hari. Prototipe ventilator untuk pasien yang sudah sulit bernapas ini telah sukses diuji coba di RSU Pindad dan kini tinggal menunggu sertifikat dari BPFK.

Abraham pun mengatakan, Gubernur Jabar sangat mendukung upaya dari PT Pindad dalam menanggulangi COVID-19 khususnya di Jabar.

“Tadi saat kunjungan, begitu melihat secara detail operasional ventilator produksi kami dan sudah dijelaskan oleh dokter, beliau (gubernur) begitu yakin dan memutuskan akan membeli ventilator produksi PT Pindad,” ujar Abraham.

Saat ini, PT Pindad juga sedang menyiapkan lebih banyak material ventilator untuk mengantisipasi pembelian dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia sebanyak 1.000 unit. (humas Jabar/WAN /MBI)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Member E-Dinar Coin Cash Resah, Kantor Hukum “TM” Buka Posko Pengaduan Korban

    Ribuan Member E-Dinar Coin Cash Resah, Kantor Hukum “TM” Buka Posko Pengaduan Korban

    • calendar_month Rabu, 21 Apr 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    JAKARTA, MBINews.id –  Alih-alih mendapatkan keuntungan berlipat dari hasil berinvestasi di uang kripto, kini ribuan member E-Dinar Coin Cash (EDC Cash) resah, karena uang yang diinvestasikannya tak jelas keberadaannya. Jangankan keuntungan berlipat ganda yang diharapkan, modal yang ditanamkan dalam investasi itupun nasibnya tak ada kejelasan. Kegelisan para member semakin menjadi, manakala CEO perusahaan EDC cash […]

  • Komisi III: Pembangunan SPBE PT. Jabar Energi Harus Segera Diselesaikan

    Komisi III: Pembangunan SPBE PT. Jabar Energi Harus Segera Diselesaikan

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG BARAT, Mbinews.id – Pimpinan dan Anggota Komisi III DPRD meninjau pembangunan SPBE PT. Jabar Energi di Kabupaten Bandung Barat. Dalam tinjauan tersebut DPRD Jabar menginginkan percepatan dalam pembangunan SPBE itu. Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat, Cucu Sugyati mengatakan, jika SPBE tersebut dapat menjadi sumber pendapatan bagi Jawa Barat dan bermanfaat bagi […]

  • Dana Kelurahan Dan P2RW Dipastikan Tidak Akan Tumpang Tindih

    Dana Kelurahan Dan P2RW Dipastikan Tidak Akan Tumpang Tindih

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    SUKABUMI- Anggaran dana kelurahan yang saat ini sudah terserap oleh di tengah masyarakat sekitar 30 persen, tidak mungkin akan tumpang tindih dengan Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW). Hal itu menurut Assisten I Pemkot Sukabumi Tejo Condro Nugroho, dalam proses pekerjaan dan penyusunan kegiatannya didampingi oleh konsultan, sehingga akan terarah.”Sudah diminimalisir, dipastikan tidak akan terjadi tumpang […]

  • Pemkot Bandung Libatkan TNI-Polri dalam Program Pendidikan Karakter Siswa SMP

    Pemkot Bandung Libatkan TNI-Polri dalam Program Pendidikan Karakter Siswa SMP

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggulirkan program penguatan pendidikan karakter bagi siswa SMP, yang dikemas melalui muatan lokal pendidikan bela negara. Program ini dijalankan setiap Jumat dan melibatkan instruktur dari tiga matra Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memimpin apel di SMP Negeri 13 Bandung, […]

  • DLH Gencar Sosialisaikan Bank Sammi Ke Masyarakat

    DLH Gencar Sosialisaikan Bank Sammi Ke Masyarakat

    • calendar_month Senin, 3 Jan 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Masih minimnya masyarakat akan pengetahuan Bank Sampah Kota Sukabumi (Bank Sammi), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat, akan terus mensosialisasikan keberadaan Bank Sammi tersebut. “Kita akan lebih optimal menginformasikan kepada masyarakat termasuk RW dan RT, tentang Bank Sammi, yang bisa menghasilkan nilai ekonomis, dnegan cara memilah sampah rumah tangga,”terang Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Limbah B3 […]

  • Keren! Puasa Ketiga Di Tengah Pandemi, Warga Kota Bandung Makin Solid

    Keren! Puasa Ketiga Di Tengah Pandemi, Warga Kota Bandung Makin Solid

    • calendar_month Senin, 25 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Ramadhan tahun ini jadi tahun ketiga bagi masyarakat (muslim) Kota Bandung menjalankan ibadah puasa di tengah pandemi Covid-19. Meski begitu, solidaritas masyarakat Kota Bandung tidak bisa diragukan lagi. Hal itu diungkapkan Ketua TP PKK Kota Bandung, Yunimar Mulyana saat menghadiri acara Bulan Suci Berbagi On The Street (Bubos) 2022 secara virtual. “Alhamdulillah, […]

expand_less