Breaking News
Trending Tags

Strategi Kolaborasi Ala Dinsos Kota Bandung, Gelandangan dan Pengemis Jadi Prioritas Penanganan

  • account_circle Admin01
  • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
  • visibility 64
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bandung || MBInews.id – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung, dr. H. Yorisa Sativa, M.Kes, membeberkan soal kompleksitas dan strategi penanganan permasalahan kesejahteraan sosial di Kota Bandung yang berpenduduk hampir 2,6 juta jiwa ini. Dan menyoroti sektor ekonomi sebagai akar dari banyak persoalan sosial di Kota Bandung.

Hal itu diungkap Kadinsos yang baru menjabat sejak 10 Juli 2025 dalam podcast Basa Basi yang digelar Pokja PWI Kota Bandung, pada Rabu, 1 Oktober 2025.

“Bandung adalah magnet kuat bagi pendatang se-Jawa Barat dan menjadi barometer provinsi. Namun, dampaknya terhadap kesejahteraan sosial sangat nyata. Ketika kebutuhan ekonomi tidak terpenuhi, sebagian masyarakat memilih ke jalan, yang meski tidak dibenarkan, merupakan realita akibat sempitnya lapangan pekerjaan,” ujar Yorisa.

Gelandangan dan Pengemis Masuk Prioritas Penanganan

Berdasarkan Permensos Nomor 8 Tahun 2012, terdapat 26 jenis Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Yorisa mengungkapkan, hampir semua jenis PPKS tersebut ada di Bandung, dengan gelandangan dan pengemis sebagai yang paling dominan.

Berbagai modus kerap ditemui, seperti penggunaan “kaki palsu” untuk mengelabui dan memanfaatkan rasa iba.

“Ironisnya, ‘sukses story’ dari aksi seperti ini justru menggiurkan warga lain dan menimbulkan dampak peniruan. Ini menjadi pekerjaan rumah kami untuk terus menyisir dan mereduksinya,” tambahnya.

Strategi Kolaborasi dengan Keterbatasan SDM

Dengan personil yang kurang dari 100 orang, Dinsos Kota Bandung tak bisa bekerja sendirian. Yorisa mengaku optimis dan tak mau “mati gaya”. Strategi utama yang diusung adalah kolaborasi.

“Kami memanfaatkan kekuatan eksternal. Kami berperan sebagai koordinator dan regulator,” jelasnya.

Kolaborasi tersebut melibatkan:

  1. PSKS (Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial): Termasuk di dalamnya Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang didukung Kemensos, dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dengan target 10 orang per kelurahan.
  2. Karang Taruna: Berperan dalam proteksi sosial di tingkat komunitas.
  3. Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS): Dari 90 LKS yang terdaftar, sekitar 60 yang aktif, dan 40 di antaranya sangat aktif dalam program pendidikan dan kesehatan.
  4. TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) Perusahaan: Menjadi mitra strategis dalam pendanaan dan program.

Pusat Layanan: Online dan Offline Jadi Tumpuan Keluhan

Sebagai pintu masuk aduan masyarakat, Dinsos Kota Bandung mengoperasikan Pusat Data Pelayanan dan Pusat Pelayanan Pelanggan. Yorisa mengakui kerap menerima laporan yang disampaikan dengan emosi dan kekecewaan.

“Sekitar 30% aduan datang secara offline, dan 70% secara online. Untuk yang online, kami targetkan 100% terjawab. Tim kami akan menerima, mendampingi, dan mengarahkan warga kepada solusi yang tepat, termasuk ke rumah singgah yang kami sediakan. Prinsipnya, kami ingin memanusiakan masyarakat,” tegasnya.

Program Unggulan Pemkot: Warga Jaga Warga dan Warga Jaga Kota

Diantara berbagai program, Yorisa menyebutkan dua inisiatif unggulan. Pertama, Program Wajawa Wajako (warga jaga warga, warga jaga kota) yang mendorong kepedulian sosial dengan slogan “yang tau tetangga susah, bantu”.

Selain itu, Dinsos Kota Bandung sangat mendukung dengan keberadaan Sekolah Rakyat yang menyasar masyarakat dari desil 1 dan 2 (kelompok berpenghasilan terendah).

“Tujuannya adalah mengurangi pengeluaran masyarakat, sekaligus meningkatkan pendapatan ekonomi mereka. Dengan demikian, kami bisa menyisir kantong-kantong kemiskinan secara lebih efektif,” paparnya.

Dengan segenap tantangan yang ada, Yorisa Sativa menegaskan komitmennya untuk mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan sosial—sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya—melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat Kota Bandung. ***

  • Penulis: Admin01

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • bank bjb Sambut Fase Baru Kehidupan Ekonomi, Siap Rebound Setelah Covid-19

    bank bjb Sambut Fase Baru Kehidupan Ekonomi, Siap Rebound Setelah Covid-19

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Status new normal alias normal baru telah diterapkan di berbagai daerah. Dengan aktivitas yang selama ini dibatasi dibolehkan kembali beroperasi dengan batasan-batasan yang lebih longgar dan tetap mengacu pada protokol kesehatan COVID-19. Aktivitas ekonomi yang selama ini banyak terinterupsi perlahan kembali menggeliat. bank bjb dengan segudang strategi yang telah diformulasikan bersiap menyambut […]

  • Laz- Al Hilal Bagikan Paket Sembako 50.000 Kg Beras Untuk Guru Ngaji Dan Anak Yatim

    Laz- Al Hilal Bagikan Paket Sembako 50.000 Kg Beras Untuk Guru Ngaji Dan Anak Yatim

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Dalam rangka membantu sesama, LAZ Al Hilal memiliki salah satu program sosial yaitu membagikan bantuan berupa beras kepada guru ngaji dan anak yatim. Alhamdulillah sejak sebulan yang lalu (08/05/20) LAZ Al Hilal sudah rutin setiap harinya membagikan beras kepada guru ngaji dan anak yatim. Pimipinan LAZ Al Hilal, Hendra Setiawan, SE MM […]

  • bank bjb Tegaskan Komitmen Kesetaraan Akses Keuangan bagi Penyandang Disabilitas

    bank bjb Tegaskan Komitmen Kesetaraan Akses Keuangan bagi Penyandang Disabilitas

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 306
    • 0Komentar

    BANDUNG,Mbinews  –  bank bjb bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan bagi penyandang disabilitas melalui Program DIA KITA (Disabilitas Berdaya, Keuangan Inklusif Tercipta). Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses edukasi dan layanan keuangan bagi kelompok masyarakat yang masih menghadapi berbagai tantangan dalam memanfaatkan layanan keuangan formal. […]

  • Canangkan Kawasan Emisi Bersih, Pemkot Bandung Gelar Uji Emisi Gratis

    Canangkan Kawasan Emisi Bersih, Pemkot Bandung Gelar Uji Emisi Gratis

    • calendar_month Rabu, 27 Jul 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Kawasan parkir Balai Kota Bandung akan menerapkan Kawasan Emisi Bersih mulai 8 Agustus 2022 mendatang. Setiap kendaraan yang akan parkir di area parkir Balai Kota Bandung Wajib lulus emisi gas buang kendaraan yang dibuktikan dengan stiker lulus uji emisi. “Ini ikhtiar menjaga lingkungan, menjaga udara kota Bandung menjadi lebih baik,” kata Wali […]

  • Peringati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-58, Lapas Sukabumi Lakukan Tabur Bunga

    Peringati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-58, Lapas Sukabumi Lakukan Tabur Bunga

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi dan Lapas Kelas IIB Warungkiara, melaksanakan ziarah dan upacara tabur bunga dalam rangka Hari Bakti Pemasyarakatan ke 58. Kegiatan yang berlangsung di Taman Makam Pahlawan Surya Kencana, Kota Sukabumi tersebut dilakukan sejak pagi hari, Selasa (20/4/2022). Kalapas Kelas IIB Sukabumi Christo Victor Nixon Toar mengatakan, upacara […]

  • Melalui Pelatihan, Pemkot Sukabumi Dorong Kemajuan Pelaku UMKM

    Melalui Pelatihan, Pemkot Sukabumi Dorong Kemajuan Pelaku UMKM

    • calendar_month Selasa, 28 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi terus berupaya agar para UMKM di Kota Sukabumi terus berkembang pesat dimasa pandemi Covid-19 ini. Seperti halnya dengan memberikan pelatihan dan pembinaan kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), yang terus dilaksanakan. “Kita akan terus mendorong agar para pelaku UMKM di kita, dimasa recovery ekonomi terus maju […]

expand_less