Breaking News
Trending Tags

Jelang Disahkan, GMNI Bogor Kaji RUU Pertanahan Bersama Mahasiswa

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 5 Sep 2019
  • visibility 64
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BOGOR, MBInews.id — Rabu malam (04/09/2019) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Dewan Pimpinan Cabang Bogor melakukan kajian serius terkait RUU Pertanahan bersama koalisi Mahasiswa Bogor.
Sebagaimana diketahui bahwa RUUP direncanakan akan disahkan pada tanggal 24 September 2019 yang bertepatan dengan hari tani. 24 September dipilih menjadi hari tani karena bertepatan dengan lahirnya UUPA 1960.
“Hari tani nanti akan disambut dengan musibah yang amat luar biasa yaitu pengesahan RUUP yang akan jauh dari kepentingan rakyat,” kata Eko Cahyono selaku pemantik Diskusi.
Hari tani tahun ini di anggap akan menjauhkan masyarakat dan negara dari para petani dan pertanian Indonesia. Dan berupaya mengabaikan falsafah pertanian.
“Hari tani seharusnya diperingati untuk bagaimana negara dan masyarakat kembali kepada falsafah hidup petani dan pertaniannya. Namun untuk tahun ini kita harus waspada karena hari tani akan disambut oleh pengesahan RUUP yang menjauhkan petani dan pertanian dari masyarakat dan Negara,” ujar Syamsudin dari KPA.
GMNI Bogor menilai bahwa RUUP sebenarnya telah melanggengkan sistem kekuasaan kolonial dan pemodal besar. Hal itu terlihat dari pasal per pasalnya yang tidak ada batasan maksimum penguasaan lahan dan menguatkan kekuasaan para pemodal untuk mengakumulasi lahan di Indonesia.
“RUUP sebenarnya memuat kepentingan para pemodal besar agar dan menggelar karpet merah kepada investor dengan menjadi legitimator proyek-proyek besar,” ujar Fera sebagai Ketua Cabang GMNI Bogor.
GMNI Cabang Bogor menganggap RUUP berusaha menjauhi UUPA. Karena pasal per pasalnya dirasa tidak menjawab persoalan agraria di Indonesia.
“RUU Pertanahan seharusnya menjawab 5 pokok krisis agraria, yakni: (1) Ketimpangan struktur agraria yang tajam; (2) Maraknya konflik agraria struktural; (3) Kerusakan ekologis yang meluas; (4) Laju cepat alih fungsi tanah pertanian ke non-pertanian; dan (5) Kemiskinan akibat struktur agraria yang menindas. Namun nyatanya tidak sama sekali menjawab itu, bahkan melanggengkan masalah itu,” ujar Ramdani Sekretaris GMNI Bogor.
Diskusi pembahasan RUUP yang diselenggarakan GMNI Bogor ini memunculkan sebuah thesis bahwa RUUP sama sekali tidak mengatur keadilan agraria.
“RUUP tidak membahas batas maksimum penguasaan lahan, hal ini tentu akan menjadi angin segar untuk para pemodal menguasai lahan Indonesia dan akan berakibat ketimpangan Penguasaan lahan di Indonesia semakin tajam,” ujar Fiki Aktivis Kampus IPB University.
Dengan demikian, hasil dari pembedahan RUUP ini memunculkan sebuah sikap GMNI Cabang Bogor bersama Koalisi Mahasiswa Bogor untuk menolak RUUP. Berikut wujud sikap Penolakan GMNI Bogor terhadap RUU Pertanahan:

  1. Mendesak DPR RI untuk tidak mengesahkan RUUP
  2. Mendesak Pemerintah untuk melaksanakan mandat UUPA 1960, khususnya batas minimum dan maksimum penguasaan tanah.
  3. Mendesak Pemerintah untuk menyelesaikan konflik agraria struktural secara serius dengan mengoreksi proyek-priloyek pembangunan penyebab konflik.
  4. Mendesak DPR untuk serius melayani kepentingan rakyat sebagai basis konstituennya di atas kepentingan partai, pengusaha dan pemodal besar.
  5. Mendesak Pemerintah mengevaluasi kebijakan RA sekarang yg menjauh dari mandat UUPA 1960 utk RA Sejati
  6. Mengajak para akademisi, Organisasi Mahasiswa, Kepemudaan, NGO untuk terlibat aktif dalam kampanye penolakan RUUP.
  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resmi Dilantik, Berikut Program Kerja Ketua Apersi Korwil Sukabumi-Cianjur

    Resmi Dilantik, Berikut Program Kerja Ketua Apersi Korwil Sukabumi-Cianjur

    • calendar_month Jumat, 20 Okt 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Resmi dilantik kembali sebagai Ketua Asosiasi Pengembang  Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Korwil Sukabumi-Cianjur, Asep Abdul Qodir siap menjalankan program kerja khususnya dalam penyediaan rumah bersubsidi, Jumat (20/10). “Ini periode kedua saya menjabat sebagai Ketua Apersi Korwil Sukabumi-Cianjur. Program kerja Apersi tentunya sejalan dengan program pemerintah untuk masyarakat, khususnya dalam penyediaan […]

  • Puslatpurmar 6 Antralina Gelar Vaksinasi Masal Covid-19

    Puslatpurmar 6 Antralina Gelar Vaksinasi Masal Covid-19

    • calendar_month Rabu, 8 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 6 Antralina terus gencar melaksanakan serbuan vaksinasi kepada masyarakat di wilayah Sukabumi. Langkah tersebut tentu saja untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Sukabumi. Komandan Puslatpurmar 6 Antralina Mayor Mar. Hadi Wibowo M.Tr. Opsla memimpin langsung jalannya kegiatan yang merupakan perintah langsung dari Pimpinan TNI AL Laksamana […]

  • Februari Ini, Bye-bye Kabel Melintang

    Februari Ini, Bye-bye Kabel Melintang

    • calendar_month Jumat, 18 Feb 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna memastikan tidak ada kabel melintang di Jalan Ir. H. Juanda pada Februari 2022 ini. Seluruh kabel di Jalan Ir. H. Juanda akan berada di bawah tanah. “Ini (kabel) masuk kepada fasilitas mainhole yang sudah disiapkan. Kita 25 Februari nanti penanganan penurunan kabel tiang. Mulai dari […]

  • Walikota Sukabumi Berikan Bantuan Kepada 1.600 Guru Honorer

    Walikota Sukabumi Berikan Bantuan Kepada 1.600 Guru Honorer

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Sebanyak 1.600 guru yang terdiri guru madrasah diniyah dan ibtidaiyah, ponpes, guru TPQ dan marbot, mendapatkan honorium dari Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi. Bantuan tersebut tentunya sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada mereka. Penyerahan tersebut secara simbolis diberikan oleh Walikota Sukabumi Achmad Fahmi, Senin, (28/10/2019) di Gedung Puski Kota Sukabumi. “Intinya bagaimana Pemkot Sukabumi […]

  • GARIS Sukabumi Raya Minta Boikot dan Putuskan Hubungan Bilateral Dengan Prancis

    GARIS Sukabumi Raya Minta Boikot dan Putuskan Hubungan Bilateral Dengan Prancis

    • calendar_month Rabu, 4 Nov 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInewa.id – Ratusan massa Gerakan Reformis Islam (GARIS) Sukabumi Raya serukan boikot produk-pruduk Prancis kepada pemerintah. Dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung di Balaikota Kota Sukabumi, Rabu (04/11/20). ” Kami meminta kepada pemerintah Kota dan Kabupaten Sukabumi untuk menyampaikan aspirasi kepada Gubernur dan Presiden untuk memboikot produk-produk Prancis. Bila perlu memutus hubungan Bilateral dengan […]

  • IGD Berlaku Khusus Pasien Covid-19, Pelayanan RSUD Ujungberung Tutup Sementara

    IGD Berlaku Khusus Pasien Covid-19, Pelayanan RSUD Ujungberung Tutup Sementara

    • calendar_month Sabtu, 3 Jul 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    BANDUNG, Akibat keterbatasan sejumlah tenaga kesehatan dan Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur yang tinggi, RSUD Ujungberung terpaksa menutup sementara IGD khusus Covid-19. Kepala Bidang pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Yorisa Sativa mengatakan, pembatasan layanan untuk sementara waktu ini hanya berlaku khusus Covid-19 saja. Hal ini sebagai upaya untuk mengendalikan […]

expand_less