Breaking News
Trending Tags

Jelang Disahkan, GMNI Bogor Kaji RUU Pertanahan Bersama Mahasiswa

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 5 Sep 2019
  • visibility 165
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BOGOR, MBInews.id — Rabu malam (04/09/2019) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Dewan Pimpinan Cabang Bogor melakukan kajian serius terkait RUU Pertanahan bersama koalisi Mahasiswa Bogor.
Sebagaimana diketahui bahwa RUUP direncanakan akan disahkan pada tanggal 24 September 2019 yang bertepatan dengan hari tani. 24 September dipilih menjadi hari tani karena bertepatan dengan lahirnya UUPA 1960.
“Hari tani nanti akan disambut dengan musibah yang amat luar biasa yaitu pengesahan RUUP yang akan jauh dari kepentingan rakyat,” kata Eko Cahyono selaku pemantik Diskusi.
Hari tani tahun ini di anggap akan menjauhkan masyarakat dan negara dari para petani dan pertanian Indonesia. Dan berupaya mengabaikan falsafah pertanian.
“Hari tani seharusnya diperingati untuk bagaimana negara dan masyarakat kembali kepada falsafah hidup petani dan pertaniannya. Namun untuk tahun ini kita harus waspada karena hari tani akan disambut oleh pengesahan RUUP yang menjauhkan petani dan pertanian dari masyarakat dan Negara,” ujar Syamsudin dari KPA.
GMNI Bogor menilai bahwa RUUP sebenarnya telah melanggengkan sistem kekuasaan kolonial dan pemodal besar. Hal itu terlihat dari pasal per pasalnya yang tidak ada batasan maksimum penguasaan lahan dan menguatkan kekuasaan para pemodal untuk mengakumulasi lahan di Indonesia.
“RUUP sebenarnya memuat kepentingan para pemodal besar agar dan menggelar karpet merah kepada investor dengan menjadi legitimator proyek-proyek besar,” ujar Fera sebagai Ketua Cabang GMNI Bogor.
GMNI Cabang Bogor menganggap RUUP berusaha menjauhi UUPA. Karena pasal per pasalnya dirasa tidak menjawab persoalan agraria di Indonesia.
“RUU Pertanahan seharusnya menjawab 5 pokok krisis agraria, yakni: (1) Ketimpangan struktur agraria yang tajam; (2) Maraknya konflik agraria struktural; (3) Kerusakan ekologis yang meluas; (4) Laju cepat alih fungsi tanah pertanian ke non-pertanian; dan (5) Kemiskinan akibat struktur agraria yang menindas. Namun nyatanya tidak sama sekali menjawab itu, bahkan melanggengkan masalah itu,” ujar Ramdani Sekretaris GMNI Bogor.
Diskusi pembahasan RUUP yang diselenggarakan GMNI Bogor ini memunculkan sebuah thesis bahwa RUUP sama sekali tidak mengatur keadilan agraria.
“RUUP tidak membahas batas maksimum penguasaan lahan, hal ini tentu akan menjadi angin segar untuk para pemodal menguasai lahan Indonesia dan akan berakibat ketimpangan Penguasaan lahan di Indonesia semakin tajam,” ujar Fiki Aktivis Kampus IPB University.
Dengan demikian, hasil dari pembedahan RUUP ini memunculkan sebuah sikap GMNI Cabang Bogor bersama Koalisi Mahasiswa Bogor untuk menolak RUUP. Berikut wujud sikap Penolakan GMNI Bogor terhadap RUU Pertanahan:

  1. Mendesak DPR RI untuk tidak mengesahkan RUUP
  2. Mendesak Pemerintah untuk melaksanakan mandat UUPA 1960, khususnya batas minimum dan maksimum penguasaan tanah.
  3. Mendesak Pemerintah untuk menyelesaikan konflik agraria struktural secara serius dengan mengoreksi proyek-priloyek pembangunan penyebab konflik.
  4. Mendesak DPR untuk serius melayani kepentingan rakyat sebagai basis konstituennya di atas kepentingan partai, pengusaha dan pemodal besar.
  5. Mendesak Pemerintah mengevaluasi kebijakan RA sekarang yg menjauh dari mandat UUPA 1960 utk RA Sejati
  6. Mengajak para akademisi, Organisasi Mahasiswa, Kepemudaan, NGO untuk terlibat aktif dalam kampanye penolakan RUUP.
  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Baksos Ramadhan, Pokdar Kamtibmas Sektor Cikole Bagikan Ribuan Takjil

    Baksos Ramadhan, Pokdar Kamtibmas Sektor Cikole Bagikan Ribuan Takjil

    • calendar_month Kamis, 28 Mar 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Ratusan anggota Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdar Kamtibmas) Sektor Cikole, Resor Sukabumi Kota, melakukan kegiatan bakti sosial berupa bagi-bagi takjil di seputaran ruas Jalan Veteran, tepatnya di depan Gedung Juang 45 Kota Sukabumi. Ketua Pokdar Kamtibmas Sektor Cikole, Sony Kuntara mengatakan, kegiatan sosial ini telah rutin dilakukan setiap tahunnya. Dirinya […]

  • bank bjb Dukung Program Bayar Pajak dengan Sampah via Kang Pisman

    bank bjb Dukung Program Bayar Pajak dengan Sampah via Kang Pisman

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 172
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Terobosan dan inovasi merupakan ruh sekaligus nyawa yang melekat dalam tubuh bank bjb sebagai perseroan. Hal tersebut tercermin dalam predikat sebagai agen perubahan yang disandang perusahaan. Sebagai agen penggerak, bank bjb selalu memposisikan diri untuk senantiasa berada di garda terdepan dalam menyambut perubahan di segala lini, terutama dalam sektor transaksi keuangan yang […]

  • Bandung Berpesta 215, Farhan: Bandung Tidak Boleh Sepi. Harus Ramai dan Penuh Semangat

    Bandung Berpesta 215, Farhan: Bandung Tidak Boleh Sepi. Harus Ramai dan Penuh Semangat

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Plaza Balai Kota Bandung mendadak berubah menjadi lautan kegembiraan. Ribuan warga tumpah ruah dalam pembukaan Bandung Berpesta 215, sebuah pesta rakyat untuk memperingati Hari Jadi ke-215 Kota Bandung, pada Jumat, 26 September 2025 malam. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, tampil penuh semangat membuka acara. Dengan sapaan khasnya, ia langsung membakar suasana. […]

  • Pengadilan Negeri Sukabumi, Keluarkan Inovasi e-SUKA

    Pengadilan Negeri Sukabumi, Keluarkan Inovasi e-SUKA

    • calendar_month Kamis, 3 Jun 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 154
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Pengadilan Negeri Sukabumi mengeluarkan inovasi pelayanan kepada masyarakat. Inovasi yang disebut e- SUKA (Pendaftaran Surat Kuasa), dan serta aplikasi elektornik Pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Aplikasi tersebut langsung diresmikan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Bandung Abdul Kadir, yang dihadiri oleh Walikota Sukabumi Achmad Fahmi, di Halaman Pengadilan Negri Sukabumi. Kamis, (3/6/2021). cara tersebut juga […]

  • ACT Jabar Gandeng PWI Peduli Kota Bandung Gelar Operasi Pangan Murah

    ACT Jabar Gandeng PWI Peduli Kota Bandung Gelar Operasi Pangan Murah

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jabar dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) melalui sayapnya PWI Peduli Kota Bandung, berkolaborasi menggelar Operasi Pangan Murah (OPM). Aksi sosial tersebut, mengawali kerjasama antara ACT dan PWI Peduli Kota Bandung yang digelar di Sekretariat PWI Kota Bandung Jln Ahamad Yani 262 Kawasan Sidolig Bandung. ‘Kegiatan hari ini, merupakan […]

  • Sosialisasi PHBS untuk Cegah Stunting di Sukabumi

    Sosialisasi PHBS untuk Cegah Stunting di Sukabumi

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 176
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Penjabat Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Diana Rahesti, membuka kegiatan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan peran kader PKK dalam menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan stunting. Acara tersebut berlangsung di Kelurahan Gunungparang pada Kamis, 17 Oktober 2024, dihadiri oleh 30 kader PKK serta perwakilan dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, Dinas […]

expand_less