Breaking News
Trending Tags

Jelang Disahkan, GMNI Bogor Kaji RUU Pertanahan Bersama Mahasiswa

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 5 Sep 2019
  • visibility 40
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BOGOR, MBInews.id — Rabu malam (04/09/2019) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Dewan Pimpinan Cabang Bogor melakukan kajian serius terkait RUU Pertanahan bersama koalisi Mahasiswa Bogor.
Sebagaimana diketahui bahwa RUUP direncanakan akan disahkan pada tanggal 24 September 2019 yang bertepatan dengan hari tani. 24 September dipilih menjadi hari tani karena bertepatan dengan lahirnya UUPA 1960.
“Hari tani nanti akan disambut dengan musibah yang amat luar biasa yaitu pengesahan RUUP yang akan jauh dari kepentingan rakyat,” kata Eko Cahyono selaku pemantik Diskusi.
Hari tani tahun ini di anggap akan menjauhkan masyarakat dan negara dari para petani dan pertanian Indonesia. Dan berupaya mengabaikan falsafah pertanian.
“Hari tani seharusnya diperingati untuk bagaimana negara dan masyarakat kembali kepada falsafah hidup petani dan pertaniannya. Namun untuk tahun ini kita harus waspada karena hari tani akan disambut oleh pengesahan RUUP yang menjauhkan petani dan pertanian dari masyarakat dan Negara,” ujar Syamsudin dari KPA.
GMNI Bogor menilai bahwa RUUP sebenarnya telah melanggengkan sistem kekuasaan kolonial dan pemodal besar. Hal itu terlihat dari pasal per pasalnya yang tidak ada batasan maksimum penguasaan lahan dan menguatkan kekuasaan para pemodal untuk mengakumulasi lahan di Indonesia.
“RUUP sebenarnya memuat kepentingan para pemodal besar agar dan menggelar karpet merah kepada investor dengan menjadi legitimator proyek-proyek besar,” ujar Fera sebagai Ketua Cabang GMNI Bogor.
GMNI Cabang Bogor menganggap RUUP berusaha menjauhi UUPA. Karena pasal per pasalnya dirasa tidak menjawab persoalan agraria di Indonesia.
“RUU Pertanahan seharusnya menjawab 5 pokok krisis agraria, yakni: (1) Ketimpangan struktur agraria yang tajam; (2) Maraknya konflik agraria struktural; (3) Kerusakan ekologis yang meluas; (4) Laju cepat alih fungsi tanah pertanian ke non-pertanian; dan (5) Kemiskinan akibat struktur agraria yang menindas. Namun nyatanya tidak sama sekali menjawab itu, bahkan melanggengkan masalah itu,” ujar Ramdani Sekretaris GMNI Bogor.
Diskusi pembahasan RUUP yang diselenggarakan GMNI Bogor ini memunculkan sebuah thesis bahwa RUUP sama sekali tidak mengatur keadilan agraria.
“RUUP tidak membahas batas maksimum penguasaan lahan, hal ini tentu akan menjadi angin segar untuk para pemodal menguasai lahan Indonesia dan akan berakibat ketimpangan Penguasaan lahan di Indonesia semakin tajam,” ujar Fiki Aktivis Kampus IPB University.
Dengan demikian, hasil dari pembedahan RUUP ini memunculkan sebuah sikap GMNI Cabang Bogor bersama Koalisi Mahasiswa Bogor untuk menolak RUUP. Berikut wujud sikap Penolakan GMNI Bogor terhadap RUU Pertanahan:

  1. Mendesak DPR RI untuk tidak mengesahkan RUUP
  2. Mendesak Pemerintah untuk melaksanakan mandat UUPA 1960, khususnya batas minimum dan maksimum penguasaan tanah.
  3. Mendesak Pemerintah untuk menyelesaikan konflik agraria struktural secara serius dengan mengoreksi proyek-priloyek pembangunan penyebab konflik.
  4. Mendesak DPR untuk serius melayani kepentingan rakyat sebagai basis konstituennya di atas kepentingan partai, pengusaha dan pemodal besar.
  5. Mendesak Pemerintah mengevaluasi kebijakan RA sekarang yg menjauh dari mandat UUPA 1960 utk RA Sejati
  6. Mengajak para akademisi, Organisasi Mahasiswa, Kepemudaan, NGO untuk terlibat aktif dalam kampanye penolakan RUUP.
  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Totok Hariyono Berkunjung ke PWI Pusat

    Totok Hariyono Berkunjung ke PWI Pusat

    • calendar_month Kamis, 27 Jul 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 33
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mbinews – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tercipta saat Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Totok Hariyono, melakukan kunjungan silaturrahmi ke kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat di Jakarta. Dalam kunjungannya, Totok diterima langsung Atal S Depari oleh Ketua Umum PWI Pusat, Atal dan Sekretaris Jenderal PWI Pusat, H Mirza Zulhadi serta jajaran PWI […]

  • Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bandung: Integritas Menjadi Hal Paling Utama dalam Kinerja Pemerintahan

    Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bandung: Integritas Menjadi Hal Paling Utama dalam Kinerja Pemerintahan

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, Assoc. Prof. Dr. H. Radea Respati Paramudhita, S.H., M.H., mengapreasiasi terlaksananya program Pengetahuan Antikorupsi Dasar dan Integritas (PADI), yang merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Bandung bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia. Hal tersebut disampaikan setelah menghadiri acara peluncuran program […]

  • Tak  Penuhi Target, Pemkot Sukabumi Atur Strategi Pemenuhan LP2B

    Tak Penuhi Target, Pemkot Sukabumi Atur Strategi Pemenuhan LP2B

    • calendar_month Kamis, 16 Des 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Tidak Tercapainya target pengadaan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), Pemkot Sukabumi berusaha untuk mengajak masyarakat ataupun petani yang miliki lahannya untuk dijadikan LP2B. “Iya, dalam pencapaian target pemenuhan LP2B seperti yang diamantkan dalam RPJMD, hingga saat ini belum mencapai target,”ujar Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi, usai menghadiri penyerahan Pengelolaan Aset LP2B dari Badan Pengelolaan Keuangan […]

  • Wow! Mobil Wara-Wiri Antar Jemput Vaksinasi Lansia di Sukabumi

    Wow! Mobil Wara-Wiri Antar Jemput Vaksinasi Lansia di Sukabumi

    • calendar_month Senin, 20 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 43
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Puluhan warga lanjut usia (lansia) di Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, antusias mengikuti kegiatan vaksinasi mobile yang diadakan oleh jajaran petugas Polsek Gunungpuyuh. Kali ini ada hal unik yang terjadi, petugas Polsek Gunungpuyuh mengantar jemput para lansia yang hendak melakukan vaksin, dengan menggunakan mobil wara-wiri. “Hari ini kita menyelanggarakan vaksinasi bagi para warga […]

  • Pertemuan Ilmiah Tahunan IDI, Yana Mohon Dukungan Dokter Tekan Penyebaran Covid-19

    Pertemuan Ilmiah Tahunan IDI, Yana Mohon Dukungan Dokter Tekan Penyebaran Covid-19

    • calendar_month Minggu, 27 Feb 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 45
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sangat membutuhkan dukungan para dokter di masa pandemi Covid-19 ini. Apalagi, kasus Covid-19 di Kota Bandung kembali meningkat. Hal itu diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana saat menghadiri Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) IDI Kota Bandung secara virtual, Sabtu 26 Februari 2022. “Kami sangat membutuhkan IDI […]

  • Distaru  Kota Bandung Tegaskan : Biaya Retribusi Pemakaman TPU Sebesar Rp.20.000 Per Tahun

    Distaru Kota Bandung Tegaskan : Biaya Retribusi Pemakaman TPU Sebesar Rp.20.000 Per Tahun

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Sekretaris Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Bandung, Agus Hidayat menegaskan biaya retribusi pemakaman di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kota Bandung untuk satu makam sebesar Rp20.000 per tahun. “Sebagaimana aturan retribusi untuk makam baru yang muslim Rp425.000 (pembayaran awal). Sedangkan untuk registrasi per tahun Rp20.000,” ungkap Agus di Balai Kota Bandung, Kamis […]

expand_less