Breaking News
Trending Tags

Suami Meninggal Akibat Pelayanan RS, Keluarga Eks Pasien Gugat RS Melinda 2 Di PN Bandung

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 16 Jun 2020
  • visibility 167
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id –  Rumah Sakit Melinda 2 Bandung digugat melakukan Perbuatan Melawan Hukum oleh keluarga eks pasiennya alm dr. Miftahurachman, Sp. PD., KEMD., M. Kes., FINASIM. Gugatan ini digelar di Pengadilan Negeri Bandung sebagaimana dalam perkara nomor 171/ Pdt.G/202 PN Bdg. Gugatan ditujukan kepada dr. Ancilla Lina L., M.M., M.Kes., M.HKes., selaku

Direktur Utama Rumah Sakit Melinda 2, beralamat di Jalan Dr. Cipto No. 1 Kota Bandung. Persidangan perdana pada hari Kamis 11 Juni 2020 dipimpin oleh Hakim ketua Haran Tarigan SH, anggota Pendeni Mustikawati SH dan Erry Iriawan SH dan dihadiri para kuasa hukum, dan sidang akan dilanjutkan Selasa depan tanggal 16 Juni 2020 dengan acara mediasi yang menghadirkan pihak rumah Sakit Melinda 2 Bandung dan keluarga pasien.
Keluarga pasien diwakili oleh dr. Ira Febri Yani  Sp.OG., M.Kes selaku istri pasien menuntut RS karena dalam pelayanan rumah sakit kepada suaminya selama dirawat hingga meninggal dunia tidak ada keterbukaan dan terdapat ketidakberesan pihak manajemen rumah sakit.

Misalnya pengambilan tindakan yang tidak memberitahukan dan meminta persetujuan pasien/keluarga, pembayaran yang harus dibayarkan dengan yang digunakan sesuai  keterangan dokter ternyata berbeda, dan ketika ditanyakan ke rumah sakit bahwa pembayaran tersebut adalah kebijakan dari manajemen dalam hal ini direktur serta jajarannya, termasuk para pemilik Rumah Sakit.

Menurut Kuasa Hukum Penggugat H.M. Yos Faizal Husni, S.H., M.Hum., sebelum melakukan upaya hukum, istri pasien beberapa kali mendatangi dan menanyakan ke Rumah Sakit Melinda 2 Bandung dengan itikad baik untuk menyelesaikan secara kekeluargaan setelah kematian suaminya. Mulanya hanya ingin meminta kejelasan dan kejujuran apa yang terjadi dengan peristiwa kematian suaminya, menanyakan penyebab yang sebenarnya kematian suaminya.

“Namun selalu mendapatkan jawaban tidak jelas dan tidak ada kepastian,” ujar Yos.

Ketika melakukan pembayaran dan mendapatkan data apa saja yang harus dibayar, istri pasien kaget ada beberapa data pembayaran tindakan yang tidak diberitahukan sebelumnya dan tidak diminta persetujuan kepada istri pasien.  Kemudian istri pasien mempertanyakan lagi kepada pihak RS Melinda 2, kenapa tidak ada persetujuan tindakan tehadap beberapa tindakan pada suaminya dan tidak ada pemberitahuan hasil pemeriksaan sebagai istri pasien dan selalu mendapatkan jawaban yang tidak jelas.

Menurut Yos, hal tersebut menunjukkan pihak RS tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan persoalan ini. Ditambah lagi pihak RS melibatkan pihak-pihak lain di luar manajemen untuk menghubungi istri pasien agar  menerima apa yang pihak RS inginkan dan menyebarkan informasi kepada pihak lain yang tidak berhak tentang penyebab kematian suaminya. Perjalanan  sangat panjang dalam mencari keadilan dan kebenaran dalam mendapatkan penyebab kematian suaminya, hingga istri pasien mencari tahu ke dokter sebelumnya yang merawat suaminya di salah satu RS Singapore, untuk konsultasi dan meminta pendapat lain.

Berdasarkan semua data-data laboratorium dan data-data item pembayaran, akhirnya dilakukan analisa oleh dokter di Singapore penyebab kematian suaminya, dari sinilah terkuak ketidak beresan dari Rumah Sakit Melinda2 Bandung. Karena Istri dan almarhum suaminya, keduanya adalah tenaga medis serta keluarganya banyak dari kalangan tenga medis, terus mempelajari lebih lanjut data-data yang berasal dari RS dengan pendapat yang dikemukakan dokter Singapore tentang penyebab kematian suaminya.    

Dengan itikad baik istri pasien tetap melakukan upaya mediasi kepada RS, dengan menyurati pihak-pihak yang kompeten dalam bidang medis manajemen RS untuk membantu mediasi, tetapi ada keberpihakan dalam prosesnya dengan harus menuruti yang dikehendaki pihak RS, kecuali Biro Hukum Organisasi Profesi tetapi tidak tuntas karena hambatan birokrasi internal.

“Agar tidak terjadi lagi kejadian yang dialami suaminya kepada pasien lain, akhirnya keluarga yang di wakili istri pasien mengajukan gugatan,” pungkas Yos.

(Red.)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Safari Ramadan dan Tarling, Bupati Bandung: Ucapkan Terima Kasih Kepada Masyarakat

    Safari Ramadan dan Tarling, Bupati Bandung: Ucapkan Terima Kasih Kepada Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 14 Mar 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 161
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG, MBINews.id – Bupati Bandung Dadang Supriatna melaksanakan safari Ramadan dan tarawih keliling (tarling) pada bulan suci Ramadan di Masjid Ashobarna, Kp. Cipedung RT 03/RW 04 Desa Jatisari Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung, Rabu (13/3/2024) malam. Tarling tersebut turut dihadiri Bunda Bedas Emma Dety Dadang Supriatna dan jajaran kepala dinas, kepala badan, para camat se-daerah […]

  • September 2023, Pemkot Sukabumi terima 20 Aduan Dari Masyarakat

    September 2023, Pemkot Sukabumi terima 20 Aduan Dari Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 25 Okt 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Sepanjang bulan September 2023, sebanyak 20 aduan dari masyarakat masuk ke Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi. Dari jumlah tersebut, 13 diantaranya masuk ke aplikasi Sukabumi Participated Responder (Super), dan sisanya sebanyak 7 aduan lewat E-Lapor. “Berdasarkan catatan di kami, ada sekitar 20 aduan atau sumbangsih pemikiran dari masyarakat yang masuk ek Pemkot Sukabumi,”ujar Kepala Bidang […]

  • Putus Mata Rantai Covid-19, Clothing Herze Berikan Baju Hazmat Dan Masker Ke PWI Kota Sukabumi

    Putus Mata Rantai Covid-19, Clothing Herze Berikan Baju Hazmat Dan Masker Ke PWI Kota Sukabumi

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 118
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Sebuah perusahaan clothing Herze membagikan alat pelindung diri (APD) kepada orang rentan terpapar virus Covid-19 di Kota Sukabumi. Pantain di Lokasi, Tim perusahaan Herze tersebut membagikan beberapa APD berupa baju Hazmat dan masker kepada salah satu organisasi wartawan yang ada di Kota Sukabumi. “Alhamdulillah kita dapat berbagi kepada PWI Kota Sukabumi yang […]

  • Akibat Naiknya Harga Minyak Curah, Pedagang Kehilangan Omset Hingga 40 Persen

    Akibat Naiknya Harga Minyak Curah, Pedagang Kehilangan Omset Hingga 40 Persen

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 165
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Harga minyak curah hingga saat ini masih tergolong tinggi. Semenjak alami kenaikan di bulan oktober lalu, komoditas tersebut saat ini berada di angka Rp18 ribu per kilogram. Sedangkan minyak goreng dalam kemasan mencapai Rp18.500. “Sampai saat ini, harga minyak curah dan kemasan masih tinggi,”ujar Kepala Seksi Pengawasan pada Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan […]

  • Yana: BUMD Harus Berkontribusi Terhadap Pemulihan Ekonomi

    Yana: BUMD Harus Berkontribusi Terhadap Pemulihan Ekonomi

    • calendar_month Kamis, 28 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Wali Kota Bandung, Yana Mulyana meminta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menjadi garda terdepan dalam proses pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19. Hal itu disampaikan Yana saat menghadiri Evaluasi realisasi program kerja dan rencana kerja tahun 2022 BUMD di lingkungan Pemerintah Kota Bandung di Hotel Grand Mercure Bandung, Selasa, 26 April 2022. “Dengan melihat […]

  • Akibat PPKm Darurat, Pekerja Sektor Informal Banyak Terdampak Cukup Besar

    Akibat PPKm Darurat, Pekerja Sektor Informal Banyak Terdampak Cukup Besar

    • calendar_month Sabtu, 17 Jul 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 130
    • 0Komentar

    BANDUNG, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar III Tobias Ginanjar menyebut, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dinilai berdampak cukup besar pada sektor perekonomian masyarakat, karena banyak sektor-sektor ekonomi yang tidak bisa menjalankan aktifitasnya untuk sementara waktu. Selain itu akibat menurunnya aktifitas ekonomi berimbas pada para pekerja di sektor informal seperti para […]

expand_less