Breaking News
Trending Tags

Suami Meninggal Akibat Pelayanan RS, Keluarga Eks Pasien Gugat RS Melinda 2 Di PN Bandung

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 16 Jun 2020
  • visibility 26
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id –  Rumah Sakit Melinda 2 Bandung digugat melakukan Perbuatan Melawan Hukum oleh keluarga eks pasiennya alm dr. Miftahurachman, Sp. PD., KEMD., M. Kes., FINASIM. Gugatan ini digelar di Pengadilan Negeri Bandung sebagaimana dalam perkara nomor 171/ Pdt.G/202 PN Bdg. Gugatan ditujukan kepada dr. Ancilla Lina L., M.M., M.Kes., M.HKes., selaku

Direktur Utama Rumah Sakit Melinda 2, beralamat di Jalan Dr. Cipto No. 1 Kota Bandung. Persidangan perdana pada hari Kamis 11 Juni 2020 dipimpin oleh Hakim ketua Haran Tarigan SH, anggota Pendeni Mustikawati SH dan Erry Iriawan SH dan dihadiri para kuasa hukum, dan sidang akan dilanjutkan Selasa depan tanggal 16 Juni 2020 dengan acara mediasi yang menghadirkan pihak rumah Sakit Melinda 2 Bandung dan keluarga pasien.
Keluarga pasien diwakili oleh dr. Ira Febri Yani  Sp.OG., M.Kes selaku istri pasien menuntut RS karena dalam pelayanan rumah sakit kepada suaminya selama dirawat hingga meninggal dunia tidak ada keterbukaan dan terdapat ketidakberesan pihak manajemen rumah sakit.

Misalnya pengambilan tindakan yang tidak memberitahukan dan meminta persetujuan pasien/keluarga, pembayaran yang harus dibayarkan dengan yang digunakan sesuai  keterangan dokter ternyata berbeda, dan ketika ditanyakan ke rumah sakit bahwa pembayaran tersebut adalah kebijakan dari manajemen dalam hal ini direktur serta jajarannya, termasuk para pemilik Rumah Sakit.

Menurut Kuasa Hukum Penggugat H.M. Yos Faizal Husni, S.H., M.Hum., sebelum melakukan upaya hukum, istri pasien beberapa kali mendatangi dan menanyakan ke Rumah Sakit Melinda 2 Bandung dengan itikad baik untuk menyelesaikan secara kekeluargaan setelah kematian suaminya. Mulanya hanya ingin meminta kejelasan dan kejujuran apa yang terjadi dengan peristiwa kematian suaminya, menanyakan penyebab yang sebenarnya kematian suaminya.

“Namun selalu mendapatkan jawaban tidak jelas dan tidak ada kepastian,” ujar Yos.

Ketika melakukan pembayaran dan mendapatkan data apa saja yang harus dibayar, istri pasien kaget ada beberapa data pembayaran tindakan yang tidak diberitahukan sebelumnya dan tidak diminta persetujuan kepada istri pasien.  Kemudian istri pasien mempertanyakan lagi kepada pihak RS Melinda 2, kenapa tidak ada persetujuan tindakan tehadap beberapa tindakan pada suaminya dan tidak ada pemberitahuan hasil pemeriksaan sebagai istri pasien dan selalu mendapatkan jawaban yang tidak jelas.

Menurut Yos, hal tersebut menunjukkan pihak RS tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan persoalan ini. Ditambah lagi pihak RS melibatkan pihak-pihak lain di luar manajemen untuk menghubungi istri pasien agar  menerima apa yang pihak RS inginkan dan menyebarkan informasi kepada pihak lain yang tidak berhak tentang penyebab kematian suaminya. Perjalanan  sangat panjang dalam mencari keadilan dan kebenaran dalam mendapatkan penyebab kematian suaminya, hingga istri pasien mencari tahu ke dokter sebelumnya yang merawat suaminya di salah satu RS Singapore, untuk konsultasi dan meminta pendapat lain.

Berdasarkan semua data-data laboratorium dan data-data item pembayaran, akhirnya dilakukan analisa oleh dokter di Singapore penyebab kematian suaminya, dari sinilah terkuak ketidak beresan dari Rumah Sakit Melinda2 Bandung. Karena Istri dan almarhum suaminya, keduanya adalah tenaga medis serta keluarganya banyak dari kalangan tenga medis, terus mempelajari lebih lanjut data-data yang berasal dari RS dengan pendapat yang dikemukakan dokter Singapore tentang penyebab kematian suaminya.    

Dengan itikad baik istri pasien tetap melakukan upaya mediasi kepada RS, dengan menyurati pihak-pihak yang kompeten dalam bidang medis manajemen RS untuk membantu mediasi, tetapi ada keberpihakan dalam prosesnya dengan harus menuruti yang dikehendaki pihak RS, kecuali Biro Hukum Organisasi Profesi tetapi tidak tuntas karena hambatan birokrasi internal.

“Agar tidak terjadi lagi kejadian yang dialami suaminya kepada pasien lain, akhirnya keluarga yang di wakili istri pasien mengajukan gugatan,” pungkas Yos.

(Red.)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SCG Berikan Beasiswa Untuk 154 Pelajar Sukabumi

    SCG Berikan Beasiswa Untuk 154 Pelajar Sukabumi

    • calendar_month Rabu, 7 Agt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 33
    • 0Komentar

    MBInews.id, Sukabumi– Untuk sekian kalinya, siam Cement Group (SCG) memberikan beasiswa kepada 154 pelajar asal Sukabumi. Bantuan beasiswa tersebut bagian dari program SCG Sharing The Dream.”Tahun ini kita berikan CSR kita berupa beasiswa kepada 154 pelajar di Sukabumi,”ujar Presiden Direktur PT SCG Indonesia, Pathama Sirikul disela-sela penyerahan beasiswa di Salah satu Hotel Kawasan Salabintana Kabupaten […]

  • Kendati sulit, DPKP3 Berupaya Perbaiki Taman Di Bawah Pasupati

    Kendati sulit, DPKP3 Berupaya Perbaiki Taman Di Bawah Pasupati

    • calendar_month Senin, 9 Des 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 43
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung mengaku kesulitan memelihara taman di bawah jembatan layang Pasupati. DPKP3 menduga ada oknum yang sengaja merusak sejumlah fasilitas di tempat tersebut. Sekretaris DPKP3 Kota Bandung, Agus Hidayat mengatakan, berdasarkan hasil laporan dari petugas di lapangan, perusakan fasilitas diduga dilakukan oleh sejumlah oknum […]

  • Walikota Bandung Resmikan Kebun Sauyunan, Mang Oded : Bangun Ketahanan Pangan Lewat urbanfarming Terintegrasi

    Walikota Bandung Resmikan Kebun Sauyunan, Mang Oded : Bangun Ketahanan Pangan Lewat urbanfarming Terintegrasi

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 26
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Wali Kota Bandung Oded M. Danial meresmikan Kebun Sauyunan di RW 03 Kelurahan Sarijadi, Kec. Sukasari, Kota Bandung, Rabu (24/6/2020). Kebun Sauyunan ini digerakan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kebun Sauyunan. Kelompok ini telah berdiri sejak tahun 2016. Ini menjadi urban farming terintegrasi karena memiliki berbagai jenis tumbuhan dan hewan yang dipelihara sebagai […]

  • Walikota Sukabumi Minta Pengusaha Pembelanjaan Tingkatkan Prokes

    Walikota Sukabumi Minta Pengusaha Pembelanjaan Tingkatkan Prokes

    • calendar_month Senin, 3 Mei 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Walikota Sukabumi Achmad Fahmi, mengakui jika beberapa hari terjadi peningkatan keramaian di semua tempat pembelanjaan. Meskipun disatu sisi perekonomian Kota Suakbumi meningkat.”Iya, dua hari ini ada peningkatan keraiaman di tempat pembelanjaan,”terang Fahmi. Senin, (3/5/2021). Fahmi juga khawatir, jika keramaian itu akan terjadinya kasus baru Covid-19. Untuk itu, pihaknya bersama Polres Sukabumi Kota memantau langsung […]

  • DPRD Kota Sukabumi Desak Pemkot Segera Eksekusi Anggaran Penanganan Covid-19

    DPRD Kota Sukabumi Desak Pemkot Segera Eksekusi Anggaran Penanganan Covid-19

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi mendesak agar Pemkot segera mengeksekusi anggaran penanganan covid-19, yang jumlahnya sebesar Rp65 miliar.”Kita mendesak kepada Pemkot Sukabumi secepatnya untuk merealisasikan anggaran tersebut,”ujar salah satu anggota  Dewan dari Fraksi PKS Dani Ramdhani. Rabu, (22/04/2020). Anggaran miliar tersebut peruntukanya sudah diposisikan seperti untuk, kesehatan, ekonomi dan sosial […]

  • H Eep: Berharap Pilkada Kab. Bandung 2024 Berjalan Demokratis dan Kondusif

    H Eep: Berharap Pilkada Kab. Bandung 2024 Berjalan Demokratis dan Kondusif

    • calendar_month Senin, 3 Jun 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 38
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG, MBINews.id – Kedatangan Ketua DPD PKB Kab Bandung Dr. HM. Dadang Supriatna SIP. MSi Ke DPD PAN Kab Bandung di Komplek TKK Katapang Soreang Kab Bandung (3/6/2024) merupakan ajang silaturahmi dan hubungan baik Jelang Pilkada 2024. Menurut H. Eep Jamaludin SE,. Anggota DPRD Kab Bandung, yang juga Balon Wakil Bupati Bandung, dengan kedatangan […]

expand_less