Breaking News
Trending Tags

Lima Organisasi Kota Bandung Bentuk Pos Gabungan Relawan Covid 19

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Minggu, 5 Apr 2020
  • visibility 60
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id – Pandemi Covid-19 telah membuat semua elemen masyarakat untuk turun tangan menyelesaikan masalah sosial yang ditimbulkannya. Lima organisasi di Kota Bandung berfusi dan bergerak bersama memberi solusi untuk warga.

Para relawan dari Karang Taruna Kota Bandung, Satkessos Karang Taruna, Sahabat Uncle Teebob, SAPMA Pemuda Pancasila Kota Bandung, dan Reforestation bergabung membentuk Pos Gabungan Relawan Covid 19 Kota Bandung untuk melakukan aksi sosial dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Kota Bandung. Tim ini juga didukung oleh forum RW se-Kota Bandung yang memberikan fasilitas tempat untuk produksi dan kegiatan operasional tim.

Pos Gabungan Relawan Covid-19 telah menyemprotkan disinfektan ke fasilitas umum dan tempat ibadah di 230 titik di Kota Bandung. Mereka juga membagikan bahan disinfektan gratis untuk 151 kelurahan yang bisa menghasilkan 300 liter cairan anti virus dan bakteri.

Tak hanya itu, tim ini juga memproduksi hand sanitizer dan membagikannya secara gratis kepada para pekerja lapangan, seperti ojeg, penjaga palang pintu kereta api, dan pedagang kaki lima. Hingga hari ini, mereka telah membagikan 4000 botol hand sanitizer di berbagai wilayah.

“Kita bikin hand sanitizer gratis dengan program Brand for Charity. Jadi kita produksi hand sanitizer, kita kasih logo buat yang donasi misalnya dari komunitas atau brand. Yang mau donasi hand sanitizer kita bikinin, kita tempel logonya di sana. Untuk donasi Rp500.000 bisa dapat 75 botol hand sanitizer ukuran 50 ml,” beber Koordinator Pusdatin Pos Gabungan Relawan Covid-19, Jana Achmad Nugraha kepada Humas Kota Bandung, Sabtu (4/4/2020).

Selain itu, tim yang telah bergerak selama 15 hari itu juga melakukan aktivasi ambulans untuk pasien non-Covid-19. Hal ini, menurut Jana, juga penting karena banyak pasien non-Covid-19 masih membutuhkan pertolongan.

“Kemarin contoh ada kasus yang harus cuci darah kita bantu. Karena dia kondisinya pakai oksigen, kami sampai harus keliling 5 rumah sakit, karena kadang hari ini rumah sakita agak hectic karena Covid-19 ini, jadi kita dampingi,” terang Jana.

Tidak berhenti sampai di situ, tim gabungan ini juga tengah menggalang donasi untuk memberikan bantuan bahan pokok bagi pekerja-pekerja yang terdampak physical distancing. Kendati pemerintah juga telah menggelontorkan dana, menurut mereka masih ada orang-orang rawan miskin yang belum masuk daftar pembagian dari pemerintah.

“Kami di sini ingin mem-back-up pemerintah. Kami paham bahwa pemerintah telah melakukan pendataan secara bottom up. Tapi masih ada perbedaan data ketika turun lagi ke bawah. Nah di sini kita merangkul orang-orang yang belum masuk ke daftar dari pemerintah,” ujarnya.

SEMANGAT KOLABORASI

Pos Gabungan Relawan Covid-19 terbentuk atas asas kolaborasi. Jana menceritakan, kelima komunitas ini awalnya bergerak masing-masing. Namun, ia khawatir, selain semangat dan tujuan yang sama, bisa jadi mereka membagikan kepada publik yang sama. Akhirnya, untuk menjaga agar distribusi bisa dilakukan secara adil, masif, dan merata, mereka bersepakat untuk bergabung.

“Komunitas ini keresahannya sama, dan setiap organisasi punya solusi. Cuma kalau dipikir-pikir, targetnya sama. Komunitas ini juga beda-beda, ada yang bisa mencari dana, tapi mungkin nggak bisa membuat hand sanitizer, ada yang bisa produksi tapi nggak bisa akses dana, ada juga yg bisa bergerak masif ke masyarakat tapi perlu dua elemen tadi. Itulah kenapa kita perlu berkolaborasi,” jelasnya.

Ia pun masih terbuka kepada komunitas lain yang ingin bergabung. Sebab yang paling penting adalah menunjukkan kepada masyarakat bahwa masalah ini juga bisa diselesaikan oleh masyarakat dengan bergerak bersama-sama.

“Masalah ini ada di masyarakat dan bisa selesai oleh masyarakat, kita ingin membangun semangat itu,” katanya.

Selain memberi bantuan, Jana ingin pula mengedukasi kemandirian kepada warga. Meskipun situasi sedang tidak menguntungkan, namun bukan berarti orang-orang harus berpangku tangan. Ia tak memungkiri ada banyak warga yang sebetulnya mampu tetapi karena mendengar ada bantuan, ia pun turut meminta jatah bantuan itu.

“Itu sebetulnya yang tidak kami inginkan. Kami ingin memberi bantuan, tapi tidak ingin membuat mereka menjadi candu. Maka kami juga berikan edukasi, misalnya ketika ada yang meminta penyemprotan, kami tanya dulu apakah mereka ada alatnya, dan mampu membeli disinfektan sendiri. Kalau mereka mampu, kami arahkan mereka untuk berupaya sendiri,” tuturnya.

“Kita memang punya hand sanitizer gratis, tapi kalau semua tidak diklaster semua pasti butuh. Selama masyarakat masih mampu untuk memenuhi kebutuhan selama karantina, kalau bisa beli sendiri, jangan mengharapkan bantuan. Bagus-bagus kalau bisa bagi ke tetangganya. Jangan sampai covid-19 membuat masyarakat manja. Itu yang kami juga edukasi,” imbuhnya.

Dukungan RW

Gerakan para relawan ini juga didukung oleh aparatur kewilayahan setempat. Salah satunya RW 03 Kelurahan Pajajaran, Kec. Cicendo. Warga menyediakan Bale Sawala atau ruang pertemuan RW untuk posko tim ini.

Sekretaris RW 03 Kelurahan Pajajaran sekaligus Sekretaris Forum RW Pajajaran Yudi Santoso menuturkan, pihaknya juga juga menggerakkan RW lain untuk turut melakukan hal yang sama.

“Kami juga di Forum RW (FRW) Kota Bandung telah membentuk Tim Relawan FRW Kota Bandung Peduli Covid-19, sehingga diintruksikan ke semua Forum RW di kelurahan masing-masing untuk selalu aktif membantu pemerintah bersama relawan dan warga untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini. Apalagi Cicendo sudah masuk zona merah,” terangnya.

Ia berharap cara tersebut bisa menjadi pemutus rantai penyebaran penyakit sehingga endemi ini bisa segera reda.

“Semoga kita segera lepas dan bebas dari wabah Covid-19 ini,” harapnya (MBI)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HMI, Cipayung Plus Sukabumi Jangan Mau Dipecah Isu Tak Jelas

    HMI, Cipayung Plus Sukabumi Jangan Mau Dipecah Isu Tak Jelas

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id. Ketua Himpunas Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sukabumi Yanggimas Anggara memandang Cipayung Plus merupakan elemen yang pertamakali menggagas dan bergerak bersama-sama di Sukabumi turun menyuarakan penolakan Omnibus Law dijadikan sebagai Undang-undang Negara. ” Cipayung Plus juga yang pertama kali memiliki catatan-catatan kritis Omnibus Law yang diserahkan kepada DPRD Kota Sukabumi dari masing-masing Organ […]

  • Mantan Gubernur Jabar Turun Gunung berkampanye untuk Pasangan Sahrul dan Gungun

    Mantan Gubernur Jabar Turun Gunung berkampanye untuk Pasangan Sahrul dan Gungun

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    SOREANG, Mbinews — Gubernur Jawa Barat dua periode masa bakti 2008-2018, Ahmad Heryawan memastikan ia akan turun gunung mengkampanyekan pasangan Sahrul Gunawan – Gun Gun Gunawan pada Pilkada Kabupaten Bandung 2024. Tidak hanya turun ke lapangan, pria yang karib disapa Kang Aher itu pun bahkan akan menggunakan ” jurus delapan arah mata angin”. Jurus itu […]

  • Pemkot Sukabumi Genjot Proses Pengadaan BPBJ Tahun 2020

    Pemkot Sukabumi Genjot Proses Pengadaan BPBJ Tahun 2020

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi terus menggengjot percepatan kegiatan proses pengadaan barang dan jasa di tahun 2020 nanti. Salah satu langkah tersebut, yakni dengan menyamakan persepsi antara aturan baru dari kementrian PUPR dengan Perpres-perpres lama.”Kita ingin di tahun 2020 lebih baik lagi, mulai dari perencanaanya dan lainya, sehingga waktunya lebih cepat dan tidak […]

  • Pemkot Sukabumi dan Kejari  Lakukan Penandatanganan MoU  Penanganan Masalah Hukum Bidang Datun

    Pemkot Sukabumi dan Kejari Lakukan Penandatanganan MoU Penanganan Masalah Hukum Bidang Datun

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Sukabumi melakukan penandatanganan nota kesepakatan, tentang penanganan permasalahan hukum di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun). MoU tersebut, ditandatangani oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki dan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi, Setiyowati, serta disaksikan oleh jajaran pejabat di lingkungan Pemkot Sukabumi, di ruang Utama […]

  • APBD Kota Bandung Mengacu Pada RPD 2024-2026

    APBD Kota Bandung Mengacu Pada RPD 2024-2026

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Penjabat Wali Kota Bandung, A. Koswara menyampaikan jawaban resmi terhadap pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Bandung secara tertulis dalam rapat paripurna yang digelar di DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Jumat, 27 September 2024. Rapat Paripurna yang membahas dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), yaitu Raperda tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) […]

  • Bjb Dukung Kesejahteraan Peternak Domba Garut Lewat Akses KUR Kemitraan

    Bjb Dukung Kesejahteraan Peternak Domba Garut Lewat Akses KUR Kemitraan

    • calendar_month Kamis, 23 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    GARUT, Mbinews.id – Sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Barat, bank bjb memiliki komitmen kuat untuk terus memajukan perekonomian masyarakat, terutama para pelaku UMKM yang memiliki kontribusi besar terhadap kemajuan ekonomi nasional. Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan dalam penyediaan akses layanan keuangan yang mudah maupun pengembangan bisnis bagi pelaku UMKM. Dukungan bagi pelaku UMKM […]

expand_less