Breaking News
Trending Tags

Lima Organisasi Kota Bandung Bentuk Pos Gabungan Relawan Covid 19

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Minggu, 5 Apr 2020
  • visibility 36
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id – Pandemi Covid-19 telah membuat semua elemen masyarakat untuk turun tangan menyelesaikan masalah sosial yang ditimbulkannya. Lima organisasi di Kota Bandung berfusi dan bergerak bersama memberi solusi untuk warga.

Para relawan dari Karang Taruna Kota Bandung, Satkessos Karang Taruna, Sahabat Uncle Teebob, SAPMA Pemuda Pancasila Kota Bandung, dan Reforestation bergabung membentuk Pos Gabungan Relawan Covid 19 Kota Bandung untuk melakukan aksi sosial dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Kota Bandung. Tim ini juga didukung oleh forum RW se-Kota Bandung yang memberikan fasilitas tempat untuk produksi dan kegiatan operasional tim.

Pos Gabungan Relawan Covid-19 telah menyemprotkan disinfektan ke fasilitas umum dan tempat ibadah di 230 titik di Kota Bandung. Mereka juga membagikan bahan disinfektan gratis untuk 151 kelurahan yang bisa menghasilkan 300 liter cairan anti virus dan bakteri.

Tak hanya itu, tim ini juga memproduksi hand sanitizer dan membagikannya secara gratis kepada para pekerja lapangan, seperti ojeg, penjaga palang pintu kereta api, dan pedagang kaki lima. Hingga hari ini, mereka telah membagikan 4000 botol hand sanitizer di berbagai wilayah.

“Kita bikin hand sanitizer gratis dengan program Brand for Charity. Jadi kita produksi hand sanitizer, kita kasih logo buat yang donasi misalnya dari komunitas atau brand. Yang mau donasi hand sanitizer kita bikinin, kita tempel logonya di sana. Untuk donasi Rp500.000 bisa dapat 75 botol hand sanitizer ukuran 50 ml,” beber Koordinator Pusdatin Pos Gabungan Relawan Covid-19, Jana Achmad Nugraha kepada Humas Kota Bandung, Sabtu (4/4/2020).

Selain itu, tim yang telah bergerak selama 15 hari itu juga melakukan aktivasi ambulans untuk pasien non-Covid-19. Hal ini, menurut Jana, juga penting karena banyak pasien non-Covid-19 masih membutuhkan pertolongan.

“Kemarin contoh ada kasus yang harus cuci darah kita bantu. Karena dia kondisinya pakai oksigen, kami sampai harus keliling 5 rumah sakit, karena kadang hari ini rumah sakita agak hectic karena Covid-19 ini, jadi kita dampingi,” terang Jana.

Tidak berhenti sampai di situ, tim gabungan ini juga tengah menggalang donasi untuk memberikan bantuan bahan pokok bagi pekerja-pekerja yang terdampak physical distancing. Kendati pemerintah juga telah menggelontorkan dana, menurut mereka masih ada orang-orang rawan miskin yang belum masuk daftar pembagian dari pemerintah.

“Kami di sini ingin mem-back-up pemerintah. Kami paham bahwa pemerintah telah melakukan pendataan secara bottom up. Tapi masih ada perbedaan data ketika turun lagi ke bawah. Nah di sini kita merangkul orang-orang yang belum masuk ke daftar dari pemerintah,” ujarnya.

SEMANGAT KOLABORASI

Pos Gabungan Relawan Covid-19 terbentuk atas asas kolaborasi. Jana menceritakan, kelima komunitas ini awalnya bergerak masing-masing. Namun, ia khawatir, selain semangat dan tujuan yang sama, bisa jadi mereka membagikan kepada publik yang sama. Akhirnya, untuk menjaga agar distribusi bisa dilakukan secara adil, masif, dan merata, mereka bersepakat untuk bergabung.

“Komunitas ini keresahannya sama, dan setiap organisasi punya solusi. Cuma kalau dipikir-pikir, targetnya sama. Komunitas ini juga beda-beda, ada yang bisa mencari dana, tapi mungkin nggak bisa membuat hand sanitizer, ada yang bisa produksi tapi nggak bisa akses dana, ada juga yg bisa bergerak masif ke masyarakat tapi perlu dua elemen tadi. Itulah kenapa kita perlu berkolaborasi,” jelasnya.

Ia pun masih terbuka kepada komunitas lain yang ingin bergabung. Sebab yang paling penting adalah menunjukkan kepada masyarakat bahwa masalah ini juga bisa diselesaikan oleh masyarakat dengan bergerak bersama-sama.

“Masalah ini ada di masyarakat dan bisa selesai oleh masyarakat, kita ingin membangun semangat itu,” katanya.

Selain memberi bantuan, Jana ingin pula mengedukasi kemandirian kepada warga. Meskipun situasi sedang tidak menguntungkan, namun bukan berarti orang-orang harus berpangku tangan. Ia tak memungkiri ada banyak warga yang sebetulnya mampu tetapi karena mendengar ada bantuan, ia pun turut meminta jatah bantuan itu.

“Itu sebetulnya yang tidak kami inginkan. Kami ingin memberi bantuan, tapi tidak ingin membuat mereka menjadi candu. Maka kami juga berikan edukasi, misalnya ketika ada yang meminta penyemprotan, kami tanya dulu apakah mereka ada alatnya, dan mampu membeli disinfektan sendiri. Kalau mereka mampu, kami arahkan mereka untuk berupaya sendiri,” tuturnya.

“Kita memang punya hand sanitizer gratis, tapi kalau semua tidak diklaster semua pasti butuh. Selama masyarakat masih mampu untuk memenuhi kebutuhan selama karantina, kalau bisa beli sendiri, jangan mengharapkan bantuan. Bagus-bagus kalau bisa bagi ke tetangganya. Jangan sampai covid-19 membuat masyarakat manja. Itu yang kami juga edukasi,” imbuhnya.

Dukungan RW

Gerakan para relawan ini juga didukung oleh aparatur kewilayahan setempat. Salah satunya RW 03 Kelurahan Pajajaran, Kec. Cicendo. Warga menyediakan Bale Sawala atau ruang pertemuan RW untuk posko tim ini.

Sekretaris RW 03 Kelurahan Pajajaran sekaligus Sekretaris Forum RW Pajajaran Yudi Santoso menuturkan, pihaknya juga juga menggerakkan RW lain untuk turut melakukan hal yang sama.

“Kami juga di Forum RW (FRW) Kota Bandung telah membentuk Tim Relawan FRW Kota Bandung Peduli Covid-19, sehingga diintruksikan ke semua Forum RW di kelurahan masing-masing untuk selalu aktif membantu pemerintah bersama relawan dan warga untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini. Apalagi Cicendo sudah masuk zona merah,” terangnya.

Ia berharap cara tersebut bisa menjadi pemutus rantai penyebaran penyakit sehingga endemi ini bisa segera reda.

“Semoga kita segera lepas dan bebas dari wabah Covid-19 ini,” harapnya (MBI)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PTM Satelite Borong Juara di Turnamen Tenis Meja PWI Cup-1 Kota Sukabumi

    PTM Satelite Borong Juara di Turnamen Tenis Meja PWI Cup-1 Kota Sukabumi

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 35
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Persatuan Tenis Meja (PTM) Satelite sukses meraih kemenangan gemilang di Turnamen Tenis Meja PWI Cup-1 Kota Sukabumi yang digelar dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025. Turnamen yang berlangsung pada 22-23 Februari 2025 ini melibatkan ratusan peserta dari berbagai daerah di Kota dan Kabupaten Sukabumi. Ketua PWI Kota Sukabumi, Ikbal Zaelani […]

  • Peringati Hari Pahlawan, IKWI Jabar Gelar Turnamen Bulutangkis PWI JABAR CUP

    Peringati Hari Pahlawan, IKWI Jabar Gelar Turnamen Bulutangkis PWI JABAR CUP

    • calendar_month Jumat, 7 Okt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 Nopember 2022. Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Jawa Barat bekerja sama dengan Persatuam Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jawa Barat menggelar Turnamen Bulutangkis PWI JABAR CUP. Ketua IKWI JABAR Jiean Ajiyanpi Novalia memgatakan tujuan dari turnamen tersebut untuk mewadahi dan menyalurkan bakat dan minat anak muda pelajar […]

  • Jelang Tahun Baru,  Daging dan Telur Ayam Negeri Alami Penaikan Harga

    Jelang Tahun Baru, Daging dan Telur Ayam Negeri Alami Penaikan Harga

    • calendar_month Senin, 27 Des 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Jelang libur pergantian tahun, sejumlah bahan pokok penting (Bapokting) di Pasar Tradisional dan Modern Kota Sukabumi alami lonjakan harga. Diantaranya, daging ayam broiler yang saat ini dijual Rp38 ribu /kg, naiknya komoditas tersebut, berimbas juga kepada telur ayam negeri yang dijual dikisaran sebesar Rp28 ribu sampai Rp30 ribu /kg. Kepala Seksi Pengawasan Barang dan […]

  • Kang Yusep Siap Bersinergi dengan Masyarakat di Pemilu 2024

    Kang Yusep Siap Bersinergi dengan Masyarakat di Pemilu 2024

    • calendar_month Senin, 4 Des 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG- Brigjen TNI (Purn) Yusep Sudrajat siap menjemput takdir di perhelatan Pemilu 2024 mendatang. Caleg (Calon Legislatif) DPR RI 2024 Dapil 2 Jabar (Kab. Bandung dan KBB) mengaku optimis dan tak ambil pusing apapun hasil pilihan masyarakat nanti. Bagi mantan prajurit TNI yang sudah kenyang malang melintang di daerah penugasan di wilayah operasi militer […]

  • Bertemakan Terima kasih Pahlawanku, Festival Subangjaya  Dongkrak Kreativitas Masyarakat

    Bertemakan Terima kasih Pahlawanku, Festival Subangjaya Dongkrak Kreativitas Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 9 Nov 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 43
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Dalam memeriahkan hari Pahlawan, Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole, gelar Festival Subangjaya dengan tema Terima Kasih Pahlawanku. Momen yang dihadiri oleh Wakil Wali Kota Sukabumi, Andri Setiawan Hamami tersebut, diisi dengan kegiatan kreatif yang melibatkan masyarakat dan dibuka juga berbagai pelayanan kepada masyarakat. Diantaranya, administrasi kependudukan dan kesehatan. “Festival Subangjaya ini tujuan memeriahkan hari pahlawan. […]

  • Ribuan Lansia Dan Mitra Gojek Ditargetkan Menerima Vaksinasi Covid-19 Massal Secara Drive Thru

    Ribuan Lansia Dan Mitra Gojek Ditargetkan Menerima Vaksinasi Covid-19 Massal Secara Drive Thru

    • calendar_month Kamis, 27 Mei 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 35
    • 0Komentar

    BANDUNG, Vaksinasi ini merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, Gojek, dan Halodoc, serta pihak lainnya. Pelaksanaan vaksinasi dosis pertama tersebut digelar di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Kota Bandung, pada 27 Mei sampai 10 Juni 2021, dengan peserta per harinya 800 hingga 850 orang. Pada vaksinasi ini, peserta wajib menggunakan kendaraan, baik […]

expand_less