Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Lima Organisasi Kota Bandung Bentuk Pos Gabungan Relawan Covid 19

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Minggu, 5 Apr 2020
  • visibility 101
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id – Pandemi Covid-19 telah membuat semua elemen masyarakat untuk turun tangan menyelesaikan masalah sosial yang ditimbulkannya. Lima organisasi di Kota Bandung berfusi dan bergerak bersama memberi solusi untuk warga.

Para relawan dari Karang Taruna Kota Bandung, Satkessos Karang Taruna, Sahabat Uncle Teebob, SAPMA Pemuda Pancasila Kota Bandung, dan Reforestation bergabung membentuk Pos Gabungan Relawan Covid 19 Kota Bandung untuk melakukan aksi sosial dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Kota Bandung. Tim ini juga didukung oleh forum RW se-Kota Bandung yang memberikan fasilitas tempat untuk produksi dan kegiatan operasional tim.

Pos Gabungan Relawan Covid-19 telah menyemprotkan disinfektan ke fasilitas umum dan tempat ibadah di 230 titik di Kota Bandung. Mereka juga membagikan bahan disinfektan gratis untuk 151 kelurahan yang bisa menghasilkan 300 liter cairan anti virus dan bakteri.

Tak hanya itu, tim ini juga memproduksi hand sanitizer dan membagikannya secara gratis kepada para pekerja lapangan, seperti ojeg, penjaga palang pintu kereta api, dan pedagang kaki lima. Hingga hari ini, mereka telah membagikan 4000 botol hand sanitizer di berbagai wilayah.

“Kita bikin hand sanitizer gratis dengan program Brand for Charity. Jadi kita produksi hand sanitizer, kita kasih logo buat yang donasi misalnya dari komunitas atau brand. Yang mau donasi hand sanitizer kita bikinin, kita tempel logonya di sana. Untuk donasi Rp500.000 bisa dapat 75 botol hand sanitizer ukuran 50 ml,” beber Koordinator Pusdatin Pos Gabungan Relawan Covid-19, Jana Achmad Nugraha kepada Humas Kota Bandung, Sabtu (4/4/2020).

Selain itu, tim yang telah bergerak selama 15 hari itu juga melakukan aktivasi ambulans untuk pasien non-Covid-19. Hal ini, menurut Jana, juga penting karena banyak pasien non-Covid-19 masih membutuhkan pertolongan.

“Kemarin contoh ada kasus yang harus cuci darah kita bantu. Karena dia kondisinya pakai oksigen, kami sampai harus keliling 5 rumah sakit, karena kadang hari ini rumah sakita agak hectic karena Covid-19 ini, jadi kita dampingi,” terang Jana.

Tidak berhenti sampai di situ, tim gabungan ini juga tengah menggalang donasi untuk memberikan bantuan bahan pokok bagi pekerja-pekerja yang terdampak physical distancing. Kendati pemerintah juga telah menggelontorkan dana, menurut mereka masih ada orang-orang rawan miskin yang belum masuk daftar pembagian dari pemerintah.

“Kami di sini ingin mem-back-up pemerintah. Kami paham bahwa pemerintah telah melakukan pendataan secara bottom up. Tapi masih ada perbedaan data ketika turun lagi ke bawah. Nah di sini kita merangkul orang-orang yang belum masuk ke daftar dari pemerintah,” ujarnya.

SEMANGAT KOLABORASI

Pos Gabungan Relawan Covid-19 terbentuk atas asas kolaborasi. Jana menceritakan, kelima komunitas ini awalnya bergerak masing-masing. Namun, ia khawatir, selain semangat dan tujuan yang sama, bisa jadi mereka membagikan kepada publik yang sama. Akhirnya, untuk menjaga agar distribusi bisa dilakukan secara adil, masif, dan merata, mereka bersepakat untuk bergabung.

“Komunitas ini keresahannya sama, dan setiap organisasi punya solusi. Cuma kalau dipikir-pikir, targetnya sama. Komunitas ini juga beda-beda, ada yang bisa mencari dana, tapi mungkin nggak bisa membuat hand sanitizer, ada yang bisa produksi tapi nggak bisa akses dana, ada juga yg bisa bergerak masif ke masyarakat tapi perlu dua elemen tadi. Itulah kenapa kita perlu berkolaborasi,” jelasnya.

Ia pun masih terbuka kepada komunitas lain yang ingin bergabung. Sebab yang paling penting adalah menunjukkan kepada masyarakat bahwa masalah ini juga bisa diselesaikan oleh masyarakat dengan bergerak bersama-sama.

“Masalah ini ada di masyarakat dan bisa selesai oleh masyarakat, kita ingin membangun semangat itu,” katanya.

Selain memberi bantuan, Jana ingin pula mengedukasi kemandirian kepada warga. Meskipun situasi sedang tidak menguntungkan, namun bukan berarti orang-orang harus berpangku tangan. Ia tak memungkiri ada banyak warga yang sebetulnya mampu tetapi karena mendengar ada bantuan, ia pun turut meminta jatah bantuan itu.

“Itu sebetulnya yang tidak kami inginkan. Kami ingin memberi bantuan, tapi tidak ingin membuat mereka menjadi candu. Maka kami juga berikan edukasi, misalnya ketika ada yang meminta penyemprotan, kami tanya dulu apakah mereka ada alatnya, dan mampu membeli disinfektan sendiri. Kalau mereka mampu, kami arahkan mereka untuk berupaya sendiri,” tuturnya.

“Kita memang punya hand sanitizer gratis, tapi kalau semua tidak diklaster semua pasti butuh. Selama masyarakat masih mampu untuk memenuhi kebutuhan selama karantina, kalau bisa beli sendiri, jangan mengharapkan bantuan. Bagus-bagus kalau bisa bagi ke tetangganya. Jangan sampai covid-19 membuat masyarakat manja. Itu yang kami juga edukasi,” imbuhnya.

Dukungan RW

Gerakan para relawan ini juga didukung oleh aparatur kewilayahan setempat. Salah satunya RW 03 Kelurahan Pajajaran, Kec. Cicendo. Warga menyediakan Bale Sawala atau ruang pertemuan RW untuk posko tim ini.

Sekretaris RW 03 Kelurahan Pajajaran sekaligus Sekretaris Forum RW Pajajaran Yudi Santoso menuturkan, pihaknya juga juga menggerakkan RW lain untuk turut melakukan hal yang sama.

“Kami juga di Forum RW (FRW) Kota Bandung telah membentuk Tim Relawan FRW Kota Bandung Peduli Covid-19, sehingga diintruksikan ke semua Forum RW di kelurahan masing-masing untuk selalu aktif membantu pemerintah bersama relawan dan warga untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini. Apalagi Cicendo sudah masuk zona merah,” terangnya.

Ia berharap cara tersebut bisa menjadi pemutus rantai penyebaran penyakit sehingga endemi ini bisa segera reda.

“Semoga kita segera lepas dan bebas dari wabah Covid-19 ini,” harapnya (MBI)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program TJSL BRI Peduli Hadirkan Ambulans untuk Yonzipur 3/YW Bandung, Tingkatkan Layanan Darurat Medis

    Program TJSL BRI Peduli Hadirkan Ambulans untuk Yonzipur 3/YW Bandung, Tingkatkan Layanan Darurat Medis

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Admin01
    • visibility 852
    • 0Komentar

    Kab. Bandung || MBInews.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelayanan kesehatan dan memperkuat sinergi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kali ini, BRI menyerahkan bantuan berupa satu unit mobil ambulans kepada Batalyon Zeni Tempur 3/Yudha Wyagrha (Yonzipur 3/YW) yang […]

  • Bersiap! BPS Kota Bandung Lanjutkan Sensus Penduduk Bulan Ini

    Bersiap! BPS Kota Bandung Lanjutkan Sensus Penduduk Bulan Ini

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung bakal melanjutkan sensus penduduk bagi warga Kota Bandung. Hal itu diungkapkan Kepala BPS Kota Bandung Aris Budiyanto dalam Bandung Menjawab, Rabu 11 Mei 2022. Agus mengatakan, sensus penduduk ini serentak dilakukan di Indonesia. Tujuannya untuk mewujudkan satu data penduduk. “Sensus penduduk akan dilakukan pada 15 hingga […]

  • Ribuan Warga Antusias Ikut Job Fair 2024 Yang di Gelar Disnaker Kota Bandung

    Ribuan Warga Antusias Ikut Job Fair 2024 Yang di Gelar Disnaker Kota Bandung

    • calendar_month Selasa, 25 Jun 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Ribuan warga antusias mengikuti Job Fair atau bursa kerja yang digelar Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung. Sejak pagi, warga telah mengantri untuk mengikuti Job Fair yang digelar di Grand Lodakara Hall, Selasa 25 Juni 2024. Salah satunya, Septi (18), sengaja mendaftar untuk mencari pekerjaan di job fair tersebut. Menurutnya, dengan mengikuti job fair […]

  • 2000 Lebih Nakes di Kota Sukabumi Telah Divaksin

    2000 Lebih Nakes di Kota Sukabumi Telah Divaksin

    • calendar_month Rabu, 10 Feb 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Kepala Bidang pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dr. Lulis Delawati menyebutkan penerima vaksin saat ini sudah mencapai dua ribuan lebih tenaga kesehatan dan penunjang yang ada di Kota Sukabumi. “Jumlah hasil kemarin ada 2059 yang menerima vaksin, dari 2159 yang datang ke Faskes dan mendaftarkan diri sebagai penerima […]

  • Kabel Di Kota Bandung Mulai Dialihkan Ke Bawah Tanah

    Kabel Di Kota Bandung Mulai Dialihkan Ke Bawah Tanah

    • calendar_month Sabtu, 18 Des 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 186
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai menurunkan kabel udara fiber optik yang selama ini seliweran di atas jalan. Kini, kabel jaringan telekomunikasi dipindahkan ke infrastruktur di bawah jalan atau lebih familiar disebut sistem ducting. Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menyatakan, saat ini sudah tersedia fasilitas ducting di 13 ruas jalan. […]

  • Cucu Sugyati Jaring Aspirasi Tenaga Kerja PKH Kabupaten Bandung

    Cucu Sugyati Jaring Aspirasi Tenaga Kerja PKH Kabupaten Bandung

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    KAB.BANDUNG, MBInews.id –  Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat DR. Hj. Cucu Sugyati.SE melaksanakan Reses I Tahun Sidang 2021-2022 di Gedung Graha LA Majalaya , Kabupaten Bandung  Kamis , 2 Desember 2021 Cucu Sugiyati mengatakan, reses kali ini kita mengundang teman- teman dari PKH ( Program Keluarga Harapan ) di 2 kecamatan, beberapa […]

expand_less