Breaking News
Trending Tags

OPTIMALKAH PPKM DARURAT?

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Senin, 26 Jul 2021
  • visibility 37
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

oleh
Daddy Rohanady
Anggota DPRD Provinsi Jabar

ANTARA PERUT DAN MAUT

hampir semua pedagang kini meradang
mereka merasa bernasib sama
otak mereka diperas
agar tabungan dan isi rumah tidak terkuras
repotnya yang tak punya tabungan
bantuan yang ada pasti tak cukup
apalagi kalau larangan diperpanjang
bagaimana menyambung hidup kalau dagang dilarang?

memang tidak boleh putus asa
Jika tak ada jalan keluar?

solusi seakan buntu
dilarang berkerumun dan semua dibatasi
tapi perut harus diisi
mereka butuh makan
maka tetap harus ada jalan
jangan menunggu amuk rakyat
kalau itu terjadi, birokrasi tak lagi punya arti
karena pilihannya antara hidup dan mati
kalau terus dibiarkan
rakyat tak lagi punya pilihan
mereka bisa turun ke jalan
tapi bukan jalan-jalan
mereka jadi demonstran
semoga cobaan berat ini segera berlalu
sampai kapan bisa bertahan juga tak ada yang tahu

kalau sudah berkaitan dengan perut
semua tak lagi takut maut

Itulah sekilas gambaran situasi yang berkembang belakangan ini. PPKM Darurat memang sudah berakhir pada 20 Juli 2021 lalu berbarengan dengan Idul Adha 1442 H. Penerapan kebijakan tersebut di satu sisi sukses mencegah pergerakan masyarakat yang semula dikhawatirkan akan pulang kampung.

Banyak pejabat sudah menyatakan bahwa PPKM Darurat berhasil menekan angka peningkatan jumlah terkonfirmasi covid-19. Angka-angka yang dipublikasikan memang mendukung semua itu. Belum lagi persentase angka keterisian tempat tidur di setiap rumah sakit yang terus turun. Semua itu memperkuat argumentasi keberhasilan PPKM Darurat.

Kini era berganti. Presiden Jokowi mengubahnya menjadi PPKM berlevel. Mayoritas wilayah pun menerapkan kebijakan wilayahnya di level 4. Sebenarnya, tidak terlalu banyak perbedaannya antara PPKM Darurat dengan PPKM level 4. Hanya ada beberapa bagian yang dilonggarkan. Pada intinya, tujuannya memang sama, yakni mengurangi kemungkinan penyebaran covid-19 secara lebih meluas.

Di satu sisi tujuan kebijakan yang diambil pasti dipahami masyarakat. Namun, ada hal yang tak bisa kita abaikan pula. Itulah yang coba saya tuangkan dalam deretan kata di awal tulisan ini. Pada dasarnya manusia memang butuh sehat, tetapi dia juga butuh makan.

Andai kemudian kebijakannya seratus persen tak boleh berjualan, saya khawatir ini menjadi kebijakan yang kontraproduktif. Di satu sisi kita ingin memperhatikan kesehatan, tanpa mengabaikan sisi recovery ekonomi. Namun, sekali lagi misalnya, andai dilakukan pelarangan berjualan secara total, pasti di sana sini akan banyak perlawanan.

Betapa tidak, para pedagang asongan, misalnya, pasti tidak setuju dengan PPKM Darurat. Mereka mayoritas baru bisa makan dari hasil penjualan hari itu. Bagi mereka, makan tidaknya hari itu –atau maksimal besok– sangat bergantung pada hasil penjualan hari ini. Lantas, apa yang akan terjadi jika mereka dilarang berjualan?

Secara sederhana, kita bisa menjawab dengan mudah. Mereka akan melakukan penolakan. Mereka akan tetap berjualan. Itu semua mereka lakukan demi keluarganya. Bagaimana mungkin seseorang akan membiarkan keluarganya tidak makan?

Bansos? Bukankah sudah dinyatakan bahwa besarannya Rp600.000 per keluarga per bulan. Andai suami-istri sebuah keluarga hanya satu yang jadi tulang punggung (mencari uang), berarti mereka berdua harus menggunakan dengan berhemat karena jatahnya Rp20.000 per hari.

Lalu bagaimana, misalnya, kalau mereka harus membayar listrik dan PAM minimal. Apalagi kalau mereka mempunyai anak sekolah. Pulsa untuk anaknya harus dibayar pula. Berarti besaran biaya mekan mereka per hari menjadi jauh lebih kecil lagi. Itu untuk mereka yang mendapat bansos.

Bagaimana dengan keluarga yang tidak mendapat bansos? Mereka bisa dipastikan akan tetap berdagang atau melakukan kegiatan lainnya yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan keluarganya. Mereka juga pasti menyadari risiko yang harus ditanggung. Jadi, kebijakan kita harus dipikirkan secara matang. Karena, seperti akhir deretan kata-kata saya di awal tulisan ini, kalau sudah berkaitan dengan perut, semua tak lagi takut maut.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Camat Purabaya Kembali ingatkan Warganya Agar Tak Mudik

    Camat Purabaya Kembali ingatkan Warganya Agar Tak Mudik

    • calendar_month Rabu, 12 Mei 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Camat Kecamatan Purabaya Kabupaten Sukabumi mengingatkan kembali masyarakatnya yang berada di perantauan agar tidak mudik. “Menjelang H-1 Idul Fitri ini agar bisa menahan diri dan tidak mudik dulu. Bapak, ibu, teteh, akang, ua, bibi , kakek, nenek pokoknya semua warga masyarakat, kita sama-sama jaga keluarga kita dari Covid-19,” ucapnya. Selasa (11/05/21). Menurut […]

  • Kunjungi Kota Bandung Untuk Studi Tiru, Wakil Walkot Salatiga: Kami Ingin Belajar Tentang Teknologi Informasi Dan Penanganan Pandemi Covid-19

    Kunjungi Kota Bandung Untuk Studi Tiru, Wakil Walkot Salatiga: Kami Ingin Belajar Tentang Teknologi Informasi Dan Penanganan Pandemi Covid-19

    • calendar_month Kamis, 21 Okt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 25
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Inovasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperoleh lirikan daerah lain. Salah satunya Pemkot Salatiga yang tertarik soal pemanfaatan teknologi informasi. Di antaranya, pemanfaatan Bandung Command Center (BCC), konsep Bandung smart city, dan kebijakan Pemkot Bandung dalam membangun hubungan dengan media. Kunjungan Pemkot Salatiga diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, […]

  • Wali Kota Sukabumi Lepas Jemaah Haji 2026, Soroti Pemerataan Masa Tunggu Haji

    Wali Kota Sukabumi Lepas Jemaah Haji 2026, Soroti Pemerataan Masa Tunggu Haji

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 319
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id- Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, secara resmi melepas keberangkatan 18 jemaah calon haji asal Kota Sukabumi untuk musim haji 1447 H/2026 M. Prosesi pelepasan berlangsung khidmat di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi, Kamis (7/5/2026). Pelepasan tersebut, dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Kementerian Agama Kota Sukabumi, Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, para […]

  • Puluhan PPK Dan PPTK Kota Sukabumi Ikuti Bimtek Barjas

    Puluhan PPK Dan PPTK Kota Sukabumi Ikuti Bimtek Barjas

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Puluhan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Kota Sukabumi mengikuti bimtek tentang barang dan jasa (barjas). Bintek yang dilaksanakan tersebut, tentunya untuk mempersiapkan program-program yang akan dijalankan pada tahun 2020 nanti. “Bintek ini juga salah satunya untuk meningkatkan kapasitas PPK dan PPTK, sehingga pengetahuan tentang barjas lebih siap […]

  • Pemkot Bandung Pastikan Upaya Pencegahan Korupsi Terus Berlangsung

    Pemkot Bandung Pastikan Upaya Pencegahan Korupsi Terus Berlangsung

    • calendar_month Selasa, 31 Agt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan mengikuti aturan dan arahan pemerintah pusat maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pencegahan korupsi. Hal itu agar tidak terjadi kesalahan dalam perencanaan dan pengelolaan keuangan. Hal itu yang ditegaskan Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna usai mengikuti acara peluncuran Monitoring Center For Prevention (MCP) melalui Zoom Meeting, […]

  • Lindungi Para Atlet  Kota Bandung  yang Berprestasi

    Lindungi Para Atlet Kota Bandung yang Berprestasi

    • calendar_month Jumat, 8 Mar 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Perlunya dilindungi para atlet kota Bandung yang berprestasi,hal itu terungkap dalam  Rapat Panitia Khusus (Pansus) 8  DPRD Kota Bandung  dengan  membahas Raperda tentang Penyelenggaraan Keolahragaan. Anggota Pansus 8 DPRD Kota Bandung  Ir. H Agus Gunawan mengatakan, Perda (Peraturan Daerah ) Penyelenggaraan Keolahragaan dibahas untuk melindungi para atlet berprestasi. Belajar dari.pengalaman, banyak atlet […]

expand_less