Breaking News
Trending Tags

OPTIMALKAH PPKM DARURAT?

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Senin, 26 Jul 2021
  • visibility 73
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

oleh
Daddy Rohanady
Anggota DPRD Provinsi Jabar

ANTARA PERUT DAN MAUT

hampir semua pedagang kini meradang
mereka merasa bernasib sama
otak mereka diperas
agar tabungan dan isi rumah tidak terkuras
repotnya yang tak punya tabungan
bantuan yang ada pasti tak cukup
apalagi kalau larangan diperpanjang
bagaimana menyambung hidup kalau dagang dilarang?

memang tidak boleh putus asa
Jika tak ada jalan keluar?

solusi seakan buntu
dilarang berkerumun dan semua dibatasi
tapi perut harus diisi
mereka butuh makan
maka tetap harus ada jalan
jangan menunggu amuk rakyat
kalau itu terjadi, birokrasi tak lagi punya arti
karena pilihannya antara hidup dan mati
kalau terus dibiarkan
rakyat tak lagi punya pilihan
mereka bisa turun ke jalan
tapi bukan jalan-jalan
mereka jadi demonstran
semoga cobaan berat ini segera berlalu
sampai kapan bisa bertahan juga tak ada yang tahu

kalau sudah berkaitan dengan perut
semua tak lagi takut maut

Itulah sekilas gambaran situasi yang berkembang belakangan ini. PPKM Darurat memang sudah berakhir pada 20 Juli 2021 lalu berbarengan dengan Idul Adha 1442 H. Penerapan kebijakan tersebut di satu sisi sukses mencegah pergerakan masyarakat yang semula dikhawatirkan akan pulang kampung.

Banyak pejabat sudah menyatakan bahwa PPKM Darurat berhasil menekan angka peningkatan jumlah terkonfirmasi covid-19. Angka-angka yang dipublikasikan memang mendukung semua itu. Belum lagi persentase angka keterisian tempat tidur di setiap rumah sakit yang terus turun. Semua itu memperkuat argumentasi keberhasilan PPKM Darurat.

Kini era berganti. Presiden Jokowi mengubahnya menjadi PPKM berlevel. Mayoritas wilayah pun menerapkan kebijakan wilayahnya di level 4. Sebenarnya, tidak terlalu banyak perbedaannya antara PPKM Darurat dengan PPKM level 4. Hanya ada beberapa bagian yang dilonggarkan. Pada intinya, tujuannya memang sama, yakni mengurangi kemungkinan penyebaran covid-19 secara lebih meluas.

Di satu sisi tujuan kebijakan yang diambil pasti dipahami masyarakat. Namun, ada hal yang tak bisa kita abaikan pula. Itulah yang coba saya tuangkan dalam deretan kata di awal tulisan ini. Pada dasarnya manusia memang butuh sehat, tetapi dia juga butuh makan.

Andai kemudian kebijakannya seratus persen tak boleh berjualan, saya khawatir ini menjadi kebijakan yang kontraproduktif. Di satu sisi kita ingin memperhatikan kesehatan, tanpa mengabaikan sisi recovery ekonomi. Namun, sekali lagi misalnya, andai dilakukan pelarangan berjualan secara total, pasti di sana sini akan banyak perlawanan.

Betapa tidak, para pedagang asongan, misalnya, pasti tidak setuju dengan PPKM Darurat. Mereka mayoritas baru bisa makan dari hasil penjualan hari itu. Bagi mereka, makan tidaknya hari itu –atau maksimal besok– sangat bergantung pada hasil penjualan hari ini. Lantas, apa yang akan terjadi jika mereka dilarang berjualan?

Secara sederhana, kita bisa menjawab dengan mudah. Mereka akan melakukan penolakan. Mereka akan tetap berjualan. Itu semua mereka lakukan demi keluarganya. Bagaimana mungkin seseorang akan membiarkan keluarganya tidak makan?

Bansos? Bukankah sudah dinyatakan bahwa besarannya Rp600.000 per keluarga per bulan. Andai suami-istri sebuah keluarga hanya satu yang jadi tulang punggung (mencari uang), berarti mereka berdua harus menggunakan dengan berhemat karena jatahnya Rp20.000 per hari.

Lalu bagaimana, misalnya, kalau mereka harus membayar listrik dan PAM minimal. Apalagi kalau mereka mempunyai anak sekolah. Pulsa untuk anaknya harus dibayar pula. Berarti besaran biaya mekan mereka per hari menjadi jauh lebih kecil lagi. Itu untuk mereka yang mendapat bansos.

Bagaimana dengan keluarga yang tidak mendapat bansos? Mereka bisa dipastikan akan tetap berdagang atau melakukan kegiatan lainnya yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan keluarganya. Mereka juga pasti menyadari risiko yang harus ditanggung. Jadi, kebijakan kita harus dipikirkan secara matang. Karena, seperti akhir deretan kata-kata saya di awal tulisan ini, kalau sudah berkaitan dengan perut, semua tak lagi takut maut.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Segmen Pasar, PT.Toyota-Astra Motor kembali Luncurkan New Calya

    Perkuat Segmen Pasar, PT.Toyota-Astra Motor kembali Luncurkan New Calya

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – PT Toyota-Astra Motor (TAM) kembali meluncurkan produk anyar andalannya, New Calya. Kehadiran New Calya,perkuat segmen entry MPV, Toyota lounching new Calya dengam tampil agresif dan makin elegan dengan fitur terbaru. New Calya  hadir dengan desain terbaru,  mulai dari interior hingga ekterior  tampil lebih agresif dan dinamis. Selain memiliki fitur kenyamanan berkendara yang makin lengkap, […]

  • Kang Asmul Puji Dermawan Pendonor Bulan Dana Kemanusiaan PMI dan Panitia Penggerak

    Kang Asmul Puji Dermawan Pendonor Bulan Dana Kemanusiaan PMI dan Panitia Penggerak

    • calendar_month Kamis, 26 Des 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Ketua DPRD Kota Bandung H. Asep Mulyadi, S.H., yang biasa di sebut Kang Asmul menghadiri acara undangan PMI Kota Bandung dalam kegiatan Penutupan dan Serah Terima Hasil Bulan Dana Kemanusiaan PMI Tahun 2024, di Pendopo Kota Bandung, Senin (23/12/2024). Acara ini dihadiri Pj Sekda Kota Bandung, Dharmawan, Ketua PMI Kota Bandung Ade […]

  • KPU Kota Bandung Luncurkan Tahapan Pilwalkot 2024

    KPU Kota Bandung Luncurkan Tahapan Pilwalkot 2024

    • calendar_month Selasa, 11 Jun 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung resmi meluncurkan Tahapan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Walikota Bandung (Pilwalkot 2024) di Harris Convention Center, Minggu 9 Juni 2024 malam. Tren Partisipasi Pemilih Kota Bandung pada Pilpres 2024 Februari silam lebih tinggi dibandingkan Kota Kabupaten lainnya di Jawa Barat dan Nasional. Angka partisipasi pemilih di […]

  • Kasus Penggelapan Dipersoalkan Kuasa Hukum Adetya sebagai Tuduhan Tak Berdasar

    Kasus Penggelapan Dipersoalkan Kuasa Hukum Adetya sebagai Tuduhan Tak Berdasar

    • calendar_month Selasa, 15 Okt 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Polemik kasus antara perseteruan Stelly Gandawijaya dan Aditya Yessi Septiani yang tak lain kekasihnya semakin memanas, di sidang lanjutan agenda tanggapan jaksa penuntut umum atas pembelaan terdakwa dan penasehat hukum, yang digelar di Pengadilan Negeri Bandung Jl. LLRE Martadinata, pada Selasa, 15 Oktober 2024. Pasalnya, Stelly Gandawijaya yang merupakan pelapor sekaligus saksi […]

  • PT Pos Indonesia Luncurkan Prangko Seri Penanda Kota Buk Renteng di Acara HUT ke-108 Sleman

    PT Pos Indonesia Luncurkan Prangko Seri Penanda Kota Buk Renteng di Acara HUT ke-108 Sleman

    • calendar_month Senin, 20 Mei 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

      SLEMAN, Mbinews – Pemerintah Kabupaten Sleman di usia 108 ,pada 15 Mei 2024 meluncurkan Prangko Seri Penanda Kota: ‘Buk Renteng’ dan buku ‘Pesona Wisata Bumi Sembada’ di Pendopo Parasamya, Kamis (16/5/2024). Peluncuran prangko seri penanda kota: Buk Renteng dan buku ‘Pesona Wisata Bumi Sembada’ resmi dilaksanakan dan disahkan Pemkab Sleman bersama Kementerian Komunikasi dan […]

  • Tenis Meja Sukabumi Melaju. Ketua PTMSI Kota Sukabumi: Pembinaan Usia Dini dan Kolaborasi Jadi Fokus Baru

    Tenis Meja Sukabumi Melaju. Ketua PTMSI Kota Sukabumi: Pembinaan Usia Dini dan Kolaborasi Jadi Fokus Baru

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Kota Sukabumi menatap era baru olahraga. Pelantikan pengurus baru Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Sukabumi, menegaskan komitmen serius pemerintah dan masyarakat untuk menumbuhkan atlet usia dini, dengan kolaborasi lintas sektor sebagai motor utama pembaharuan. Wakil wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, yang turut hadir dalam pelantikan tersebut, menegaskan, kemajuan olahraga tidak cukup hanya […]

expand_less