Breaking News
Trending Tags

OPTIMALKAH PPKM DARURAT?

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Senin, 26 Jul 2021
  • visibility 36
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

oleh
Daddy Rohanady
Anggota DPRD Provinsi Jabar

ANTARA PERUT DAN MAUT

hampir semua pedagang kini meradang
mereka merasa bernasib sama
otak mereka diperas
agar tabungan dan isi rumah tidak terkuras
repotnya yang tak punya tabungan
bantuan yang ada pasti tak cukup
apalagi kalau larangan diperpanjang
bagaimana menyambung hidup kalau dagang dilarang?

memang tidak boleh putus asa
Jika tak ada jalan keluar?

solusi seakan buntu
dilarang berkerumun dan semua dibatasi
tapi perut harus diisi
mereka butuh makan
maka tetap harus ada jalan
jangan menunggu amuk rakyat
kalau itu terjadi, birokrasi tak lagi punya arti
karena pilihannya antara hidup dan mati
kalau terus dibiarkan
rakyat tak lagi punya pilihan
mereka bisa turun ke jalan
tapi bukan jalan-jalan
mereka jadi demonstran
semoga cobaan berat ini segera berlalu
sampai kapan bisa bertahan juga tak ada yang tahu

kalau sudah berkaitan dengan perut
semua tak lagi takut maut

Itulah sekilas gambaran situasi yang berkembang belakangan ini. PPKM Darurat memang sudah berakhir pada 20 Juli 2021 lalu berbarengan dengan Idul Adha 1442 H. Penerapan kebijakan tersebut di satu sisi sukses mencegah pergerakan masyarakat yang semula dikhawatirkan akan pulang kampung.

Banyak pejabat sudah menyatakan bahwa PPKM Darurat berhasil menekan angka peningkatan jumlah terkonfirmasi covid-19. Angka-angka yang dipublikasikan memang mendukung semua itu. Belum lagi persentase angka keterisian tempat tidur di setiap rumah sakit yang terus turun. Semua itu memperkuat argumentasi keberhasilan PPKM Darurat.

Kini era berganti. Presiden Jokowi mengubahnya menjadi PPKM berlevel. Mayoritas wilayah pun menerapkan kebijakan wilayahnya di level 4. Sebenarnya, tidak terlalu banyak perbedaannya antara PPKM Darurat dengan PPKM level 4. Hanya ada beberapa bagian yang dilonggarkan. Pada intinya, tujuannya memang sama, yakni mengurangi kemungkinan penyebaran covid-19 secara lebih meluas.

Di satu sisi tujuan kebijakan yang diambil pasti dipahami masyarakat. Namun, ada hal yang tak bisa kita abaikan pula. Itulah yang coba saya tuangkan dalam deretan kata di awal tulisan ini. Pada dasarnya manusia memang butuh sehat, tetapi dia juga butuh makan.

Andai kemudian kebijakannya seratus persen tak boleh berjualan, saya khawatir ini menjadi kebijakan yang kontraproduktif. Di satu sisi kita ingin memperhatikan kesehatan, tanpa mengabaikan sisi recovery ekonomi. Namun, sekali lagi misalnya, andai dilakukan pelarangan berjualan secara total, pasti di sana sini akan banyak perlawanan.

Betapa tidak, para pedagang asongan, misalnya, pasti tidak setuju dengan PPKM Darurat. Mereka mayoritas baru bisa makan dari hasil penjualan hari itu. Bagi mereka, makan tidaknya hari itu –atau maksimal besok– sangat bergantung pada hasil penjualan hari ini. Lantas, apa yang akan terjadi jika mereka dilarang berjualan?

Secara sederhana, kita bisa menjawab dengan mudah. Mereka akan melakukan penolakan. Mereka akan tetap berjualan. Itu semua mereka lakukan demi keluarganya. Bagaimana mungkin seseorang akan membiarkan keluarganya tidak makan?

Bansos? Bukankah sudah dinyatakan bahwa besarannya Rp600.000 per keluarga per bulan. Andai suami-istri sebuah keluarga hanya satu yang jadi tulang punggung (mencari uang), berarti mereka berdua harus menggunakan dengan berhemat karena jatahnya Rp20.000 per hari.

Lalu bagaimana, misalnya, kalau mereka harus membayar listrik dan PAM minimal. Apalagi kalau mereka mempunyai anak sekolah. Pulsa untuk anaknya harus dibayar pula. Berarti besaran biaya mekan mereka per hari menjadi jauh lebih kecil lagi. Itu untuk mereka yang mendapat bansos.

Bagaimana dengan keluarga yang tidak mendapat bansos? Mereka bisa dipastikan akan tetap berdagang atau melakukan kegiatan lainnya yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan keluarganya. Mereka juga pasti menyadari risiko yang harus ditanggung. Jadi, kebijakan kita harus dipikirkan secara matang. Karena, seperti akhir deretan kata-kata saya di awal tulisan ini, kalau sudah berkaitan dengan perut, semua tak lagi takut maut.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HIPMI  Jabar Sambut Baik Sambut Positif Kepres Pilih Bahlil Lahadalia Sebagai BKPM

    HIPMI Jabar Sambut Baik Sambut Positif Kepres Pilih Bahlil Lahadalia Sebagai BKPM

    • calendar_month Kamis, 24 Okt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id  – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jabar menyambut positif keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memilih Bahlil Lahadalia sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) periode 2019-2024. Ketua BPD HIPMI Jabar Jodi Janitra menyatakan, pihaknya siap mendukung dan membantu Bahlil Lahadalia yang merupakan Ketua Umum BPP HIPMI periode 2015–2019 itu. Dia menilai, Bahlil […]

  • Awal Pekan Tahun, Komoditas Harga cabe Rawit Merah  Di Sukabumi Alami Kenaikan

    Awal Pekan Tahun, Komoditas Harga cabe Rawit Merah Di Sukabumi Alami Kenaikan

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id –  Harga cabe rawit merah di awal pekan tahun 2020 ini terus meroket, saat ini komoditi tersebut dibandrol Rp70 ribu per kilogramnya. Sebelumnya harga cabe rawit merah berada dikisaran Rp48 ribu per kilonya. Harga tersebut juga tergolong tinggi dari harga normalnya sekitar Rp40 ribu per kilonya. Kabid  Perdagangan Dinas Koperasi perdagangan dan Perindustrian […]

  • 83,8% Warga Puas, Perubahan Pendidikan di Bandung Terasa Nyata dari Ruang Kelas hingga Kesehatan Mental Siswa

    83,8% Warga Puas, Perubahan Pendidikan di Bandung Terasa Nyata dari Ruang Kelas hingga Kesehatan Mental Siswa

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Bandung, Mbinews — Transformasi sektor pendidikan di Kota Bandung mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Berdasarkan Survei Teropong Daerah Kota Bandung yang dilakukan Litbang Kompas pada 23 Februari hingga 3 Maret 2026, sebanyak 83,8 persen warga menyatakan puas terhadap layanan pendidikan, menjadikannya salah satu sektor dengan tingkat kepuasan tertinggi. Capaian ini menunjukkan bahwa berbagai program […]

  • Wali Kota Sukabumi Lantik Pejabat Pemkot Sukabumi, Tegaskan Reformasi Birokrasi Berbasis Kompetensi

    Wali Kota Sukabumi Lantik Pejabat Pemkot Sukabumi, Tegaskan Reformasi Birokrasi Berbasis Kompetensi

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 229
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id-  Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, melantik sejumlah pejabat administrator, pengawas dan fungsional, dalam acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, yang digelar di ruang utama Balai Kota Sukabumi. Rabu, ( 5/5 2026 ).. Kegiatan tersebut juga dihadiri , Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wakil Wali Kota Sukabumi, para asisten daerah, staf ahli, serta Kepala BKPSDM Kota […]

  • Tamansari, Kawasan Integrasi Wisata Halal Kota Bandung

    Tamansari, Kawasan Integrasi Wisata Halal Kota Bandung

    • calendar_month Jumat, 18 Feb 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – “Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan yang bersamaku ketika sunyi”. Sebuah quote dari Pidi Baiq membawa rasa nyaman saat mengunjungi tempat bernama Bandung. Untuk menambah rasa nyaman dan aman terutama bagi para wisatawan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melanjutkan inisiasi zona kuliner halal bersama Komite Nasional […]

  • Revolusi Pengelolaan BUMN Dan BUMD  Sebagai Fundamental Perekonomian Negara

    Revolusi Pengelolaan BUMN Dan BUMD Sebagai Fundamental Perekonomian Negara

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Permasalahan perusahaan plat merah terus jadi perbincangan mendorong KAMI INDONESIA dan Media tataruang  menggelar diskusi publik, mengangkat tema untuk perubahan BUMN dan BUMD kedepanya dalam kepemimpinan Jokowi dan Maruf Amin, bertempat di hotel  Savoy Homan, jalan Asia Afrika  Bandung Sabtu (8/2/2020). Ketua Panitia acara KAMI Indonesia, Irfan khairallah menjelaskan, diskusi publik yang […]

expand_less