Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

OPTIMALKAH PPKM DARURAT?

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Senin, 26 Jul 2021
  • visibility 116
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

oleh
Daddy Rohanady
Anggota DPRD Provinsi Jabar

ANTARA PERUT DAN MAUT

hampir semua pedagang kini meradang
mereka merasa bernasib sama
otak mereka diperas
agar tabungan dan isi rumah tidak terkuras
repotnya yang tak punya tabungan
bantuan yang ada pasti tak cukup
apalagi kalau larangan diperpanjang
bagaimana menyambung hidup kalau dagang dilarang?

memang tidak boleh putus asa
Jika tak ada jalan keluar?

solusi seakan buntu
dilarang berkerumun dan semua dibatasi
tapi perut harus diisi
mereka butuh makan
maka tetap harus ada jalan
jangan menunggu amuk rakyat
kalau itu terjadi, birokrasi tak lagi punya arti
karena pilihannya antara hidup dan mati
kalau terus dibiarkan
rakyat tak lagi punya pilihan
mereka bisa turun ke jalan
tapi bukan jalan-jalan
mereka jadi demonstran
semoga cobaan berat ini segera berlalu
sampai kapan bisa bertahan juga tak ada yang tahu

kalau sudah berkaitan dengan perut
semua tak lagi takut maut

Itulah sekilas gambaran situasi yang berkembang belakangan ini. PPKM Darurat memang sudah berakhir pada 20 Juli 2021 lalu berbarengan dengan Idul Adha 1442 H. Penerapan kebijakan tersebut di satu sisi sukses mencegah pergerakan masyarakat yang semula dikhawatirkan akan pulang kampung.

Banyak pejabat sudah menyatakan bahwa PPKM Darurat berhasil menekan angka peningkatan jumlah terkonfirmasi covid-19. Angka-angka yang dipublikasikan memang mendukung semua itu. Belum lagi persentase angka keterisian tempat tidur di setiap rumah sakit yang terus turun. Semua itu memperkuat argumentasi keberhasilan PPKM Darurat.

Kini era berganti. Presiden Jokowi mengubahnya menjadi PPKM berlevel. Mayoritas wilayah pun menerapkan kebijakan wilayahnya di level 4. Sebenarnya, tidak terlalu banyak perbedaannya antara PPKM Darurat dengan PPKM level 4. Hanya ada beberapa bagian yang dilonggarkan. Pada intinya, tujuannya memang sama, yakni mengurangi kemungkinan penyebaran covid-19 secara lebih meluas.

Di satu sisi tujuan kebijakan yang diambil pasti dipahami masyarakat. Namun, ada hal yang tak bisa kita abaikan pula. Itulah yang coba saya tuangkan dalam deretan kata di awal tulisan ini. Pada dasarnya manusia memang butuh sehat, tetapi dia juga butuh makan.

Andai kemudian kebijakannya seratus persen tak boleh berjualan, saya khawatir ini menjadi kebijakan yang kontraproduktif. Di satu sisi kita ingin memperhatikan kesehatan, tanpa mengabaikan sisi recovery ekonomi. Namun, sekali lagi misalnya, andai dilakukan pelarangan berjualan secara total, pasti di sana sini akan banyak perlawanan.

Betapa tidak, para pedagang asongan, misalnya, pasti tidak setuju dengan PPKM Darurat. Mereka mayoritas baru bisa makan dari hasil penjualan hari itu. Bagi mereka, makan tidaknya hari itu –atau maksimal besok– sangat bergantung pada hasil penjualan hari ini. Lantas, apa yang akan terjadi jika mereka dilarang berjualan?

Secara sederhana, kita bisa menjawab dengan mudah. Mereka akan melakukan penolakan. Mereka akan tetap berjualan. Itu semua mereka lakukan demi keluarganya. Bagaimana mungkin seseorang akan membiarkan keluarganya tidak makan?

Bansos? Bukankah sudah dinyatakan bahwa besarannya Rp600.000 per keluarga per bulan. Andai suami-istri sebuah keluarga hanya satu yang jadi tulang punggung (mencari uang), berarti mereka berdua harus menggunakan dengan berhemat karena jatahnya Rp20.000 per hari.

Lalu bagaimana, misalnya, kalau mereka harus membayar listrik dan PAM minimal. Apalagi kalau mereka mempunyai anak sekolah. Pulsa untuk anaknya harus dibayar pula. Berarti besaran biaya mekan mereka per hari menjadi jauh lebih kecil lagi. Itu untuk mereka yang mendapat bansos.

Bagaimana dengan keluarga yang tidak mendapat bansos? Mereka bisa dipastikan akan tetap berdagang atau melakukan kegiatan lainnya yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan keluarganya. Mereka juga pasti menyadari risiko yang harus ditanggung. Jadi, kebijakan kita harus dipikirkan secara matang. Karena, seperti akhir deretan kata-kata saya di awal tulisan ini, kalau sudah berkaitan dengan perut, semua tak lagi takut maut.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meski Diakui Melanggar, Pembangunan Toko Waralaba di Sukagalih Masih Berlangsung

    Meski Diakui Melanggar, Pembangunan Toko Waralaba di Sukagalih Masih Berlangsung

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 1.352
    • 0Komentar

    BANDUNG,Mbinews – Pembangunan sebuah gedung yang diduga akan digunakan sebagai toko waralaba di Jalan Sukagalih RT 01 RW 07, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, masih terus berlangsung meski belum mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Kondisi tersebut memunculkan sorotan terhadap kinerja Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang (Disciptabintar) Kota Bandung yang dinilai belum […]

  • Silaturahmi Akbar Forum RW Diharapkan Mampu Menguatkan Soliditas dan Kolaborasi Masyarakat dengan Pemerintah

    Silaturahmi Akbar Forum RW Diharapkan Mampu Menguatkan Soliditas dan Kolaborasi Masyarakat dengan Pemerintah

    • calendar_month Sabtu, 20 Mei 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Merasa gembira berada di tengah para Ketua RT dan RW yang tergabung dalam Forum RW se Kota Bandung. Diharapkan acara Silaturahmi ini mampu menguatkan Soliditas dan Kolaborasi antara Masyarakat dengan Pemerintah Kota Bandung. Demikian Ketua DPRD Kota Bandung H. Tedy Rusmawan AT .MM mengatakan dalam acara Silaturahmi Akbar Forum RW se Kota […]

  • Keterbukaan Informasi Publik, Wakil Wali Kota Sukabumi: Ini Merupakan Hak Masyarakat!

    Keterbukaan Informasi Publik, Wakil Wali Kota Sukabumi: Ini Merupakan Hak Masyarakat!

    • calendar_month Jumat, 15 Jul 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinskominfo) Kota Sukabumi, menggelar talk show terkait Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Dalam acara yang berlangsung di radio Swara Perintis Kota Sukabumi Sukabumi tersebut, turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Sukabumi, Andri Setiawan Hamami, Husni Farhani selaku Komisi Informasi Jawa Barat, Raden Koesoemo Hutaripto sebagai Ketua Karang Taruna Kota […]

  • Siaga Satu Jelang  Nataru, Menhub Budi Karya Apresiasi Kekompakan Jabar Dalam Menangani Covid-19

    Siaga Satu Jelang Nataru, Menhub Budi Karya Apresiasi Kekompakan Jabar Dalam Menangani Covid-19

    • calendar_month Kamis, 16 Des 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    MBINews.id – Rakor Lintas Sektoral Operasi Lilin Lodaya 2021 dilaksanakan di Mapolda Jabar. Hadir Menko Pembangunan Manusia Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Gubernur Jabar, Kamis (16/12/21). “Kami akan siaga satu di lapangan untuk memastikan semua arahan Presiden berlangsung dengan baik dan dimonitor epidemiologinya. Insyaallah dua minggu setelahnya (nataru) mudah-mudahan tidak […]

  • Dulang Apresiasi, Bank bjb Dinobatkan Sebagai BUMD Terbaik Tahun 2020

    Dulang Apresiasi, Bank bjb Dinobatkan Sebagai BUMD Terbaik Tahun 2020

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.Id – Kinerja cemerlang yang diperlihatkan bank bjb, khususnya dalam menopang perekonomian daerah di Jawa Barat mendulang apresiasi. bank bjb dinobatkan sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) terbaik tahun 2020 dalam ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh Majalah Infobank. Penghargaan 2nd Infobank Top BUMD 2020 tersebut diserahkan pada Rabu (06/05/2020) melalui E-Awarding yang dilakukan melalui […]

  • BRI Peduli Salurkan Ambulans untuk Lapas Banjar, Dukung Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan

    BRI Peduli Salurkan Ambulans untuk Lapas Banjar, Dukung Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Admin01
    • visibility 377
    • 0Komentar

    Banjar || MBInews.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Branch Office Banjar menyerahkan bantuan satu unit mobil ambulans kepada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banjar melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, Kamis (25/06/2026). Penyerahan bantuan ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima yang berlangsung di Lapas Banjar. Ambulans tersebut diserahkan langsung oleh […]

expand_less