Breaking News
Trending Tags

Ekonom Ungkap Sejumlah Poin Kinerja Legacy Almarhum Mang Oded

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Sabtu, 18 Des 2021
  • visibility 35
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Dosen Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, Syaiful Rahman Soenaria menilai, pembangunan di Kota Bandung cukup berhasil dalam masa kepemimpinan Oded Mohamad Danial selama tiga tahun terakhir.

Hal itu terlihat dari sejumlah capaian yang sudah diraih sejak September 2018 hingga ia menghembuskan nafas terakhirnya pada Jumat 10 Desember 2021 lalu.

Bersama Yana Mulyana sebagai wakilnya, Mang Oded mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen. Sehingga ketika pandemi Covid-19 menghantam, penurunan pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Kota Bandung tidak separah di level nasional.

“Mang Oded berhasil mengendalikan inflasi baik sebelum maupun ketika Covid-19 berlangsung sampai hari ini,” paparnya di Masjid Imaduddin Kota Bandung, Rabu 15 Desember 2021 malam.

Di samping itu, Syaiful mencatat ada kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di masa kepemimpinan Mang Oded. Indikator tersebut menunjukan pembangunan sumber daya manusia di Kota Bandung semakin baik.

“Sebelum beliau memimpin IPM Kota Bandung di angka 81,06 nah dalam satu tahun di 2019 itu naik di angka 81,62 persen dan ketika Covid-19 hanya turun 0,11 menjadi 81,51. Kita tahu bahwa IPM itu adalah gabungan beberapa indikator pendidikan, kesehatan, dan ekonomi,” tuturnya.

“Saya mencatat di tiga indikator tersebut Mang Oded alhamdulillah menunjukan keberhasilannya. Belum kita bicara soal ketimpangan sosial yang angkanya walaupun tidak signifikan turun tapi mengalami penurunan,” tambahnya.

Syaiful juga melihat terobosan yang dicanangkan almarhum Oded berupa program Kang Pisman dan Buruan Sae untuk menjadikan Kota Bandung sebagai kota yang berkualitas pertumbuhan ekonominya.

Tiga kualitas pertumbuhan ekonomi Kota Bandung adalah sustainable, smart, dan inclusive.

“Buruan SAE dan Kang Pisman memenuhi kriteria itu,” ungkapnya.

Melalui program itu pula ia melihat target yang ingin dicapai Mang Oded yaitu membangun ketahanan pangan mandiri dan menyelesaikan permasalahan sampah organik minimal selesai di rumah tangga dan atau RW, sehingga tidak lagi dibuang ke TPS.

“Kita tahu bahwa Bandung bukan kota agraris melainkan kota metropolis sehingga sulit berharap dalam waktu dekat ada kemandirian pangan. Tapi Mang Oded melalui Buruan Sae sudah menunjukan ada itikad serius untuk ketahanan pangan,” ungkapnya.

Ia juga menilai Mang Oded ingin mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Sehingga keterlibatan masyarakat mulai dari unit terkecil yaitu keluarga terus dibangun melalui program Buruan SAE.

“Artinya dengan Buruan Sae dan Kang Pisman pertumbuhan ekonomi sebisa mungkin dinikmati masyarakat luas tidak hanya segelintir kelompok kecil elit ekonomi” tuturnya.

Menurut Syaiful, kekompakan telah terbangun antara Mang Oded dengan wakilnya Yana Mulyana dan juga Sekda, Ema Sumarna. Modal inilah yang akan membawa Yana yang kini menjabat sebagai Plt. wali kota untuk meneruskan jejak langkah Mang Oded.

“Sebagai warga Kota Bandung saya punya optimisme Kang Yana akan meneruskan agenda-agenda prioritas dari Mang Oded. Tapi dengan waktu yang terbatas hanya sampai September 2023 Kang Yana harus fokus,” katanya.

“Dari agenda prioritas Mang Oded harus dipilih yang betul-betul bisa menghasilkan dan memberi dampak maslahat bagi masyarakat luas.” imbuhnya.

Ia menyebut, ada tiga program prioritas. Pertama fokus pada pengembangan program Buruan Sae dan Kang Pisman. Lakukan eskalasi, perluasan skala, dan penguatan ekosistem Buruan Sae dan Kang Pisman.

Kedua mempercantik tampilan tata kota seperti di beberapa ruas jalan utama, pintu keluar masuk kota, dan juga taman-taman kota.

“Karena masyarakat masih suka melihat yang tampak dari fisik, sehingga Mang Oded sudah mencanangkan city scape. Kalau bisa di wilayah dan pusat keramaian di kecamatan juga dipercantik,” tuturnya.

Terakhir, lanjutnya, Kang Yana harus bisa melakukan terobosan dalam pembiayaan alternatif di luar APBD, karena seperti diketahui adanya Covid-19 berdampak pada APBD yang terbatas.

“Mang Oded sudah melakukan MoU, contohnya dengan BPKH RI. Itu bisa dimanfaatkan baik investasi langsung maupun penerbitan sukuk daerah untuk membangun 2-3 proyek infrastruktur,” tuturnya.

“Pertama Mang Oded sudah menggagas revitalisasi Rumah Sakit Umum Daerah di Ujungberung, Revitalisasi Pasar, dan pipa PDAM untuk penyaluran air baku ke Kota Bandung. Itu adalah peluang, tinggal dieksekusi oleh Kang Yana dan Pak Ema sebagai Sekda.”

“Selanjutnya tinggal Kang Yana dan Sekda berjemaah menjaga tata kelola pemerintah yaitu bagaimana ASN Kota Bandung tanggap dan sigap, bekerja berbasis data, mampu kerjasama cross-cutting, dan menjadi birokrasi yang berwatak melayani,” tutur Syaiful. (tan-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ridwan Kamil Pimpin Langsung Shalat Jenazah Emmeril Kahn Mumtadz

    Ridwan Kamil Pimpin Langsung Shalat Jenazah Emmeril Kahn Mumtadz

    • calendar_month Senin, 13 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Mbinews.id – Usai tiba di rumah duka, jenazah almarhum Emmeril Khan Mumtadz (Eril) langsung disolatkan. Solat jenazah yang dilakukan di Gedung Negara Pakuan Kota Bandung, dipimpin langsung oleh sang ayah Ridwan Kamil (RK). Seperti dikutip dari Fokussatu.id menuliskan bahwa, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil langsung menjadi imam sholat jenazah. Sementara yang menjadi makmum di antaranya […]

  • Tertibkan PKL Secara Humanis, Anggota DPRD Kota Sukabumi Berikan Apresiasi Kepada Pemkot

    Tertibkan PKL Secara Humanis, Anggota DPRD Kota Sukabumi Berikan Apresiasi Kepada Pemkot

    • calendar_month Selasa, 21 Des 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Pedestrian Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi, yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Sukabumi, bersama berbagai unsur, ternyata mendapatkan respon baik dari salah satu anggota Badan Anggaran DPRD Kota Sukabumi, Lukmansyah. Menurutnya, upaya penertiban yang dilakukan tersebut tentu saja akan merubah wajah Kota Sukabumi menjadi lebih cantik. “Saya sangat […]

  • Merasa Dirugikan, Pengelola Pasar Pelita Layangkan Surat ke Pemerintah Kota Sukabumi

    Merasa Dirugikan, Pengelola Pasar Pelita Layangkan Surat ke Pemerintah Kota Sukabumi

    • calendar_month Selasa, 6 Feb 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews,id – Pasca diresmikan beberapa tahun lalu, aktivitas perdagangan di Pasar Modern Pelita Sukabumi saat ini masih belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Ditambah lagi saat ini, di sekitaran Pasar Modern Pelita Sukabumi, masih banyaknya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan. Minimnya pengawasan dan ketegasan Pemerintah Daerah Kota Sukabumi terhadap PKL yang […]

  • Walikota Sukabumi: Tahun depan,  Dana Transfer Daerah Dari Pusat Akan Berkurang

    Walikota Sukabumi: Tahun depan, Dana Transfer Daerah Dari Pusat Akan Berkurang

    • calendar_month Selasa, 9 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Tahun depan, Pemerintah Kota Sukabumi akan alami pengurangan dalam penerimaan dana transfer daerah dari Pemerintah pusat. Kondisi itu, tentunya akan sangat berpengaruh kedepanya. “Iya, kami mendapatkan infromasi, jika dana transfer daerah yang akan diberikan oleh pemeirntah pusat di tahun depan untuk Kota Sukabumi akan terjadi penurunan,”ujar Walikota Sukabumi Achmad Fahmi, usai Rapat Paripurna tentang […]

  • Saatnya Berbagi ” Bagi Yang Membutuhkan Silahkan Ambil dengan Bijak”

    Saatnya Berbagi ” Bagi Yang Membutuhkan Silahkan Ambil dengan Bijak”

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Saatnya berbagi “Bagi yang membutuhkan silahkan ambil dengan bijak”. Demikian tulisan pada kertas yang tertempel di pagar rumah Dedi Riyanto warga Jalan Cisaranten Baru Nomor 80, Kelurahan Cisaranten Kecamatan Arcamanik Kota Bandung. Di bawah pengumuman tersebut, tergantung sejumlah paket bahan kebutuhan pokok dalam kantong keresek. Paket yang digantung biasanya berisi 1 kilogram […]

  • Ngabarin Pokja PWI Kota Bandung jadi bahan penelitian STAI Cianjur

    Ngabarin Pokja PWI Kota Bandung jadi bahan penelitian STAI Cianjur

    • calendar_month Jumat, 24 Mei 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 35
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Kegiatan rutin Ngaji Bareng Wartawan Indonesia atau Ngabarin yang dilaksanakan PWI Pokja Kota Bandung menjadi bahan penelitian untuk keperluan penyusunan Tesis yang dilakukan Sigit Moch. Attorsusi salah seorang mahasiswa pasca sarjana Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Azhary Cianjur. Kegiatan Ngabarin yang rutin digelar seminggu sekali atau setiap Kamis malam di Sekretariat […]

expand_less