Breaking News
Trending Tags

Tumbuhkan Toleransi Dan Lawan Stunting Lewat ATM Beras Dan Buruan SAE

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 19 Jan 2022
  • visibility 164
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Siapa yang tidak garuk kepala jika melihat harga-harga kebutuhan pokok yang melambung belakangan ini. Apalagi bagi warga yang kurang mampu, untuk mendapatkan makanan bergizi, seperti karbohidrat, protein, dan mineral rasanya bagai mimpi.

Demi mewujudkan mimpi itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung beserta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, bersama-sama membuat program berupa ATM Beras sejak 2018, dan Buruan SAE sejak 2020.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar memaparkan, sampai sekarang kedua program unggulan Pemkot Bandung ini masih terus berjalan aktif.

“Alhamdulillah kedua program dari Almarhum Mang Oded dan Pak Yana ini masih aktif berjalan. Bahkan, sampai sekarang dari target 30 ATM beras di seluruh kecamatan, kita sudah sediakan 24. Dan untuk Buruan SAE, sudah ada kelompok-kelompoknya di 151 kelurahan,” papar Gin Gin.

Untuk enam ATM sisanya, akan kembali digarap di tahun ini. Program ATM Beras, ujar Gin Gin, memang hanya diperuntukkan bagi warga Bandung yang kurang mampu.

Satu unit ATM Beras bisa membantu 75 kepala keluarga (KK). Di mana masing-masing KK memperoleh 10 kg beras setiap bulannya.

“Satu kali pengambilan itu 2,5 kg per minggu. Jadi, dalam waktu sebulan, 1 KK bisa mendapatkan 10 kg beras,” ujarnya

Gin Gin menambahkan, program ATM beras ini akan diberikan selama satu tahun untuk masing-masing KK. Setelah itu, daftar KK lain akan dijadikan sebagai penerima bantuan ATM Beras.

“Datanya kami koordinasikan bersama Dinas Sosial. Sehingga, harapannya semua warga yang kurang mampu bisa merasakan bantuan dari ATM Beras,” imbuhnya.

ATM Beras ini bukan hanya berbicara tentang pangan, tapi juga nilai toleransi.

Gin Gin menyebutkan, tempat yang menjadi lokasi ATM Beras antara lain di masjid, gereja, dan kantor kelurahan. Sehingga, tidak hanya menyalurkan beras, tapi juga ada aspek edukasi yang diberikan pada masyarakat.

“Makanya kenapa ATM Beras ini kami letakkan di masjid dan gereja juga. Supaya warga sekaligus beribadah ke masjid, mendapat arahan ilmu agama, dan kita salurkan bantuan beras,” ucap Gin Gin.

Pembagian beras ini dilakukan selepas salat Subuh bagi warga muslim, atau setelah kebaktian bagi penganut agama Kristen.

ATM Beras ini juga mendapat dukungan dari warga melalui Baznas Kota Bandung. Sampai saat ini, Baznas Kota Bandung sudah memberikan 12 ATM Beras dan termasuk pengisian beras secara rutin.

“Warga juga bisa ikut memberikan sumbangan mengisi beras ke ATM Beras. Karena kan target dari kami ini 75 KK. Jika semakin banyak stok beras yang tersedia, kami juga bisa menambah list penerima manfaat,” tuturnya.

Cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) menjadi salah satu sumber untuk pengisian ATM Beras. Beras yang diberikan termasuk dalam kategori premium berkualitas baik.

“Sampai saat ini ATM Beras selalu terisi, tidak ada kekosongan. Karena teman-teman koordinator juga punya sistem. Selalu berkoordinasi dengan kami untuk pengadaan berasnya,” papar Gin Gin.

Demi menjaga keamanan dan tepat sasaran penerima manfaat, sama halnya dengan ATM uang, ATM Beras menyediakan kartu ATM untuk warga yang terdaftar.

Dyah, salah satu koordinator ATM Beras di Kecamatan Mandalajati mengatakan, warga sangat merasa terbantu dengan adanya ATM Beras ini.

“Enggak ada komplain dari warga. Alhamdulillah berasnya juga selalu penuh. Benar-benar merasa tertolong dengan adanya ATM Beras, apalagi di masa seperti ini,” ungkap Dyah.

Ciptakan Ketahanan Pangan

Tidak hanya memikirkan tentang makanan pokok untuk masyarakat, Pemkot Bandung juga meluncurkan Buruan SAE pada akhir 2020 untuk menjaga ketahanan pangan di Kota Bandung.

“Buruan dalam Bahasa Sunda artinya halaman. Sedangkan SAE itu artinya bagus, indah, rapi. Selain itu SAE juga akronim dari sehat, alami, dan ekonomis,” ucap Gin Gin.

Sehingga, melalui program Buruan SAE ini, Gin Gin mengatakan, warga bisa memanfaatkan lahan lingkungan atau pekarangan rumahnya yang terbatas untuk integrasi tanaman pangan bernilai ekonomis.

“Jadi, warga bisa tanam sayuran untuk kebutuhan mineral, bisa ternak ikan di ember, bisa juga ternak ayam untuk kebutuhan proteinnya,” jelasnya.

Tanaman hasil Buruan SAE ini merupakan sayuran organik yang diolah dengan menggunakan pupuk dari sampah organik. Pupuk ini dikelola dari program Kang Pisman.

Dengan Buruan SAE, Gin Gin juga berharap, warga bisa lebih berdaya secara ekonomi dari hasil tanam pangan di lahan rumah atau lingkungannya.

Bahkan, warga juga bisa saling berbagi satu sama lain jika tanaman atau ternak di rumahnya sudah panen.

“Kami cuma modalin bibit saja. Lalu didampingi cara pengelolaannya. Sisanya ya warga yang melanjutkan. Harapannya Buruan SAE ini bisa saling membantu dengan berbagi sesama warga,” imbuh Gin Gin.

Lebih jauh dari itu, Gin Gin menyampaikan, jika Buruan SAE ini bisa menurunkan angka stunting di Kota Bandung.

“Tapi, tentu ini bukan hanya karena kinerja DKPP saja, tapi juga dari Dinas Kesehatan dan SKPD lainnya. Peran masyarakat juga penting dalam menurunkan angka stunting, salah satunya ya melalui program-program ini,” ucapnya.

Salah satu daerah dari 151 kelurahan yang sudah menjalankan Buruan SAE adalah Kelurahan Jatihandap.

Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kel. Jatihandap, Dodi suhendi menyebutkan, sudah ada 14 RW di daerahnya yang menjalankan program ini.

“Dari 17 RW, sudah ada 14 RW yang jalan. Tanaman sayurannya beragam, seperti terong, cabe pakcoy, kangkung,” ujarnya.

Dodi menambahkan, warga sangat merasa terbantu dengan adanya Buruan SAE ini. Mereka jadi bisa memanfaatkan lahannya untuk lebih produktif.

“Meski sempit, tapi lahan rumahnya lebih berdaya. Sudah ada tiga kelompok yang panen. Dan hasilnya dibagikan juga ke warga sekitar,” imbuhnya. (din-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tunggal Putra Paceklik Gelar All England 25 Tahun, Ini Saran Untuk Jonatan dkk

    Tunggal Putra Paceklik Gelar All England 25 Tahun, Ini Saran Untuk Jonatan dkk

    • calendar_month Minggu, 17 Mar 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sudah 25 tahun tunggal putra puasa gelar juara All England 2019. Legenda bulutangkis, Haryanto Arbi, meminta agar Jonatan Christie dkk berlatih lebih keras lagi. Indonesia hanya merebut satu gelar juara dari All England 2019, yakni dari pasangan nonpelatnas, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Dengan kekuatan tiga pemain di sektor tunggal, tak satupun yang lolos ke semifinal. Anthony […]

  • Himasi Kembali Tanya Pasar Pelita dan PKL

    Himasi Kembali Tanya Pasar Pelita dan PKL

    • calendar_month Kamis, 3 Jun 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 131
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Puluhan Mahasiswa berpakaian baju tidur dan berselimut sarung mendatangi kantor pemerintah Kota Sukabumi, Kamis (03/06/21). Aksi pakaian baju tidur oleh mahasiswa PB HIMASI merupakan simbol tak kunjung selesainya pembangunan pasar Pelita dan penataan dan penertiban pedagang kaki lima (PKL) eks pasar Pelita oleh pemerintah Kota Sukabumi. Sekertaris Jenderal PB HIMASI Danial Fadilah […]

  • Ganjil Genap Diujicobakan, Simak Aturan Detailnya

    Ganjil Genap Diujicobakan, Simak Aturan Detailnya

    • calendar_month Jumat, 13 Agt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Dinas Perhubungan Kota Bandung akan mengujicobakan pengaturan kendaraan dengan sistem ganjil genap. Uji coba ini bakal dilaksanakan di Jalan Asia Afrika dan Jalan Ir. H. Djuanda (Dago) pada 14-16 Agustus 2021. Meski begitu, terdapat pengecualian untuk beberapa kendaraan. Di antaranya kendaraan yang hendak ke tempat kerja atau penghuni, angkutan umum termasuk berbasis […]

  • FPD Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Sekda: Ada Enam Transformasi Kesehatan

    FPD Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Sekda: Ada Enam Transformasi Kesehatan

    • calendar_month Kamis, 14 Mar 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi meenggelar kegiatan Forum Perangkat Daerah (FPD) tahun 2024. Kegiatan yang berlangsung tersebut, mengusung tema ‘Integrasi layanan kesehatan untuk penguatan pembangunan Kota Sukabumi yang Inklusi dan berkelanjutan’, Senin (04/03/2024). Sekertaris Daerah Kota Sukabumi, Dida Sembada hadir langsung mewakili Penjabat Walikota Sukabumi. Dalam keterangannya Dida mengatakan, terdapat beberapa hal […]

  • Tekan Dampak Kenaikan Harga BBM, Komisi D Bahas Jaring Pengaman Sosial

    Tekan Dampak Kenaikan Harga BBM, Komisi D Bahas Jaring Pengaman Sosial

    • calendar_month Senin, 19 Sep 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Komisi D DPRD Kota Bandung menggelar rapat kerja bersama Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) Kota Bandung, membahas terkait rencana penyaluran dana perlindungan sosial, dampak kenaikan harga BBM bagi warga tidak mampu, di Ruang Rapat Komisi D, Rabu, (14/9/2022). Rapat kerja dipimpin oleh Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung, H. Aries Supriyatna, […]

  • Jelang Berkahir Masa Jabatanya, PJ Wali Kota Sukabumi Kunjungi Sejumlah OPD

    Jelang Berkahir Masa Jabatanya, PJ Wali Kota Sukabumi Kunjungi Sejumlah OPD

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    SUKABUMI,MBinews.id– Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, bersama Pj Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Diana Rahesti, melakukan kunjungan ke sejumlah Organisasai Perangkat Daerah (OPD). Rabu, (05/02/2025). Kunjungan yang dilakukan tersebut, mengingat masa jabatannya segera berakhir. Sedangkan, OPD yang dikunjungi. Diantaranya, Satpol PP, Dishub, dan Diskumindag. Mendatangani sebagain OPD tersebut, juga untuk menyampaikan apresiasi, terima kasih, […]

expand_less